RATU IBLIS

RATU IBLIS
Terungkap


Xiao Ziya merasa tatapan Raja Artur sangat berbeda, apakah ada sesuatu yang membuar Raja Artur curiga terhadapnya.


"Ada apa kakek tua, mengapa kau menatapku seperti itu?." tanya Xiao Ziya, gadis itu selalu memanggil Raja Artur dengan sebutan kakek tua, karna usia asli Raja Artur sudah ratusan tahun.


"Gadis nakal ini masih saja memanggilku seperti itu, awas saja ya kau." ucap Raja Artur yang merasa kesal pada Xiao Ziya dan menjitak kening gadis itu.


"Dimana ayahku? mengapa yang ada malah Raja Artur." Xiao Ziya hanya ingin menemui ayahnya. Dia sedang malas menjawab pertanyaan pertanyaan dari orang lain.


"Sepertinya kau salah masuk kamar gadis nakal, kamar ayahmu ada disebelah." jawab Raja Artur sambil tertawa. Gadis nakal itu benar benar lucu, dia bisa lupa dimana letak kamar ayahnya sendiri.


Xiao Ziya dengan segera melihat kesekeliling, dan benar saja barang barang yang ada di kamar itu berbeda dengan barang barang yang ada di kamar ayahnya. Xiao Ziyapun meminta maaf dan langsung pergi menuju kamar ayahnya yang ada disebelah.


Tok tok tok


Suara pintu kamar yang diketuk. Dengan segera Xiao Cunyu membuka pintu kamarnya dan melihat ada putri kecilnya yang sedang berdiri di depan pintu.


"Ada apa putriku, mengapa malam malam kau mencariku?." tanya Xiao Cunyu sembari menyuruh putrinya untuk masuk.


"Apa ayah tau aku tadi salah masuk kamar, ku kira kamar kakek tua itu adalah kamar ayah." ucap Xiao Ziya yang tengah mencurahkan isi hatinya dan betapa malunya ia akibat hal itu. Xiao Cunyu tertawa terbahak bahak mendengar cerita dari putri kecilnya.


"Bagaimana bisa putri ayah yang kuat ini sampai salah masuk kamar, apa yang sedang kau fikirkan putriku." ucap Xiao Cunyu yang ingin mengetahui hal apa yang membuat putrinya tak bisa berkonsentrasi.


"Aku ingin ayah menjawab pertanyaanku dengan jujur." ucap Xiao Ziya yang mulai serius, gadis itu memang bisa menempatkan diri dengan sangat baik.


"Ayah akan menjawab dengan jujur, silahkan putri cantik papa bertanya." ucap Xiao Cunyu, sebenarnya Xiao Cunyu sangat khawatir dengan apa yang ingin ditanyakan oleh putrinya itu. Apakah ini adalah waktu yang tepat untuk memberitaukan semuanya pada Xiao Ziya.


"Siapa ibuku, dan dimana dia sekarang?." tanya Xiao Ziya pada ayahnya.


Mendengar pertanyaan dari putrinya membuat Xiao Cunyu terkejut bukan main. Apa yang ia takutkan selama ini akhirnya terjadi. Putrinya mulai curiga dengan identitas sang ibu. Entah harus menjawab seperti apa, lidah Xiao Cunyu benar benar kaku.


"Ayah jawab aku, ibuku bukanlah orang yang berasal dari dunia bawa, apa itu benar?." tanya Xiao Ziya lagi yang tak sabar mendapat jawaban dari sang ayah. Xiao Ziya berhak tau hal hal mengenai ibunya.


"Huft sepetinya ini waktu yang tepat untuk kamu tau segalanya putriku." ucap Xiao Cunyu dengan nada yang berat. Ia ingin merahasiakan ini selama lamanya namun ia fikir itu akan sangat tak adil pada Xiao Ziya.


Xiao Cunyu hanya takut bila suatu saat putrinya itu akan pergi dan tak akan pernah kembali lagi sama seperti ibunya. Semuanya sudah terjadi, dan kini putrinya sudah mulai mengetahui sedikit rahasia yang ia simpan rapat rapat.


"Ibumu adalah seorang wanita yang hebat dan tinggal jauh di atas sana." ucap Xiao Cunyu sambil menunjuk ke atas, ia tak pernah tau di belahan dunia bagian mana istrinya berasal. Yang ia tau istrinya tinggal di tempat yang lebih tinggi dari dunia atas.


"Jadi ibuku itu sangatlah hebat, mengapa hanya aku yang menonjol di sini dan kedua kakak laki lakiku tidak?." tanya Xiao Ziya yang tengah dilanda rasa penasaran yang sangat kuat.


"Kalian berasal dari ibu yang berbeda dan kedua kakak laki lakimu sudah mengetahui hal itu. Ibu mereka berdua sudah lama meninggal dunia." ucap Xiao Cunyu lagi. Kali ini ekspresi Xiao Ziya terlihat sangat sedih ternyata ia hanya adik tiri Xiao Yan dan juga Xiao Xun. Selama ini Ziya mengira bahwa kedua kakak laki lakinya adalah saudara kandung.


Tanpa Xiao Cunyu dan Xiao Ziya sadari, ada dua orang yang sedang menguping pembicaraan itu. Kedua orang itu sangat cemas dengan keadaan Ziya sehingga mereka berdua mengikuti gadis itu.


"Adik kita sudah tau semuanya, apakah dia akan membenci kita berdua." ucap Xiao Yan yang masih setia menguping.


"Tentu saja tidak, aku khawatir adik kita akan merasa sedih setelah mengetahui hal ini." ucap Xiao Xun yang percaya bahws adik perempuan mereka, akan selalu menyayangi mereka berdua. Walau terlahir dari ibu yang berbeda namun mereka masih satu ayah dan masih memiliki ikatan darah.


Xiao Ziya yang sudah mengetahui segalanya tentang dimana ibunya, apa yang terjadi, dan siapakah ia sebenarnya. Gadis itu keluar dari kamar ayahnya dengan langkah yang lemas, dari semua itu yang tak bisa ia terima adalah bahwa ia hanyalah seorang adik tiri.


Xiao Cunyu tau hati putrinya saat ini sangatlah hancur. Namun ia tak bisa melakukan apapun, benar adanya bahwa kebenaran itu sangatlah menyakitkan bagi putri kecilnya. Xiao Yan dan Xiao Xun melihat Ziya yang berjalan sambil menunduk merasa heran.


Saat mengamati lebih lama lagi, ada butiran butiran air yang menetes. Dengan segera Xiao Yan dan Xiao Xun memeluk tubuh Xiao Ziya.


"Mengapa kau menangis?." tanya Xiao Yan dengan bodohnya.


"Aku tak bisa menerimanya, mengapa aku harus menjadi adik tiri kalian." ucap Xiao Ziya sambil menangis sesengukan.


"Tidak apa apa, kami akan tetap menyayangimu." ucap Xiao Xun dengan tulus.


"Tapi aku bukan adik kandung kalian." ucap Xiao Ziya sambil melepas pelukan kedua kakak laki lakinya.


"Apa itu menjadi masalah, dari dulu hingga sekarang kami akan selalu menyayangimu." ucap Xiao Yan yang berusaha mengembalikan suasana hati adiknya. Mendengar betapa tulusnya Xiao Yan dan Xiao Xun membuat Xiao Ziya merasa lega dan senang. Ia hanya takut bila tiba tiba orang yang ia sayangi pergi meninggalkannya.


Setelah semua itu akhirnya malam yang panjang sudah berlalu, kini sang mentari telah menggantikan semua kesedihan dengan awal baru dari perjalanan hidup Xiao Ziya. Gadis itu tak tidur semalan karna masih merasa tak percaya dengan apa yang terjadi akhir akhir ini.


Tiba tiba saja ada seseorang yang masuk lewat jendela kamar Xiao Ziya. Saat menengok Ziya melihat Aron yang tengah menarik bajunya yang sedang tersangkut dijendela.


"Pintu kamarku itu bukan hiasan saja Aron gege." ucap Xiao Ziya sambil tertawa geli, mengapa kakak laki lakinya yang satu ini tidak bisa datang dengan cara yang manusiawi.


"Maaf nona Ziya karna telah menggangumu di pagi hari, ada hal penting yang ingin kulaporkan." ucap Aron dengan nada yang terengah engah seperti baru saja dikejat kejar penjahat.


"Gege ingin melaporkan hal apa?." tanya Xiao Ziya dengan tenang.


"Kau harus berhati hati saat pesta ulang tahunmu besok, karna akan banyak pengganggu yang datang." ucap Aron yang kemudian menceritakan hal hal apa yang ia temukan beberapa hari ini. Mendengar cerita Aron membuat Xiao Ziya naik pitam. Mengapa selalu ada yang mengganggunya.


...**Hai hai akhirnya ada keajaiban aku update di hari minggu yang mendung ini tapi ga ujan ujan. Jangan lupa makan ya kalian semua....


Jangan lupa Vote yang banyak.


Komen, rate, like, share**.