
Setelah beberapa saat menempuh perjalanan akhirnya Pangeran Kegelapan sampai di sebuah benteng yang menjulang tinggi, saat ingin memasukinya ada beberapa pasukan khusus milik Xiao Ziya yang bertugas menjaga gerbang masuk menghentikannya.
"Ada keperluan apa hingga Jenderal Zue datang kesini?." ucap salah satu anggota pasukan khusud yang sedang berjaga.
Walaupun Jeneral Zue adalah kakak angkat dari nona muda mereka namun mereka diwajibkan untuk menanyakan apa maksut dan tujuan saat seseorang ingin masuk kedalam kota kecil milik Xiao Ziya. Karna nona mereka pernah berpesan seberapa kenal kita dengan seseorang namun kita tak pernah tau apa niatan orang itu.
"Saya diutus oleh Kaisar Yan untuk meminta bantuan pada kalian." ucap Pangeran Kegelapan dengan singkat.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Jenderal Zue membuat beberapa anggota pasukan khusus yang sedang berjaga membukakan pintu untuk sang jenderal, karna mereka berfikir ada hal penting yang ingin Jenderal Zue katakan. Setelah mendapatkan izin untuk masuk ke kota kecil milik Xiao Ziya, Jenderal Zue pun masuk kedalam dan langsung melesat menuju sebuah bangunan paling tinggi yang ada di kota itu. Bangunan itu adalah tempat para pasukan khusus milik Xiao Ziya mengadakan rapat mengenai hal hal penting yang harus mereka lakukan.
Jenderal Zue masuk kedalam salah satu ruangan yang ada di sana, saat membuka pintu hal pertama yang ia lihat adalah ribuan pasukan khusus milik Xiao Ziya sedang memperbincangkan sesuatu. Selama Xiao Ziya ada di dunia atas beberapa anggota yang unggul dalam kultivasi membentuk beberapa kelompok kecil untuk mempermudah tugas mereka.
"Salam hormat kami pada Jenderal Zue." ucap mereka semua sembari membungkukkan badan.
"Trimakasih atas sambutannya, salam untuk kalian semua." ucap Jenderal Zue yang membalas salam yang diberikan oleh para anggota pasukan khusus milik Xiao Ziya yang ada di ruangan itu.
"Apa yang membuat Jeneral Zue datang kesini?." ucap Shen Linju yang mewakili semua teman temannya yang ada di sana.
"Saya diutus oleh Kaisar Yan untuk meminta bantuan, bukankah kalian sudah mendengar tentang klan baru yang mulai menguasai kerajaan dan kekaisaran yang ada di dunia bawah. Beberapa hari yang lalu mereka ingin memasuki wilayah Kekaisaran Qiyu namun rakyat dan Kaisar Yan menolak kedatangan mereka. Kaisar memprediksi bahwa dalam waktu dekat kemungkinan besar Klan Wei akan menyerang untuk itu saya datang kesini untuk meminta bantuan pada kalian." ucap Jenderal Zue yang sedang menjelaskan apa maksut kedatangannya ke sana.
"Baiklah saya dan kawan kawan akan mempersiapkan semuanya dengan baik, sampai saat itu tiba kami akan ikut berperang." ucap salah seorang anggota pasukan Khusus.
Akhirnya Jenderal Zue bisa merasa sedikit lega karna pasukan khusus milik Xiao Ziya bersedia untuk membantu mereka, Jenderal Zue kembali ke Istana Kekaisaran Qiyu untuk melapor pada Kaisar Yan. Saat diperjalanan menuju istana kekaisaran ia melihat benerapa kereta kuda yang mengibarkan bendera Khusus milik Klan Wei.
"Saya harus segera pergi menemui kaisar." ucap Pangeran Kegelapan yang langsung melesat dengan cepat, sesampainya di Istana Kekaisaran Qiyu ia segera menuju aula utama untuk melapor pada Kaisar Yan.
"Hormat saya pada Yang Mulia Kaisar. Saya ingin malapor bahwa pasukan khusus milik nona Xiao Ziya siap untuk membantu, dan dulu yang kedua saat diperjalanan pulang saya melihat anggota Klan Wei sedang dalam perjalanan kemari." ucap Jenderal Zue dengan nada khawatir jika Klan Wei memiliki niatan yang tak baik.
"Baiklah kita harus bersiap untuk menyambut mereka." ucap Kaisar Yan yang memilih untuk bersikap tenang, mungkin saja kedatangan mereka untuk menawarkan perdamaian.
Di tempat lain saat ini Xiao Ziya sedang menikmati sarapannya gadis itu bangun terlambar mungkin karna sedikit kelelahan. Setelah selesai sarapan Xiao Ziya kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap pergi ke Istana Kerajaan Neraka dan melihat kondisi para tawanan dan penghuni nereka. Saat Xiao Ziya sedang bersiap tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.
"Nona, Yang Mulia Raja Zeus berpesan pada saya untuk meminta nona datang ke aula sebentar." ucap pelayan itu dari luar kamar Xiao Ziya.
"Baiklah katakan pada ayah setelah selesai bersiap saya akan datang kesana." ucap Xiao Ziya yang masih sibuk memilih baju yang akan ia kenakan, gadis itu akhirnya mrmilih untuk menggunakan salah satu seragam masternya.
Setelah selesai bersiap Xiao Ziya keluar dari kamar dan berjalan menuju aula utama, entah ada hal apa lagi dan mengapa ia dipanggil datang ke aula. Yang ia harapkan tak ada drama memuakkan lagi yang harus ia lihat seperti kemarin. Benar saja saat membuka pintu aula Xiao Ziya melihat anggota Keluarga Bangsawan Yue Fuzi sudah ada di sana, seorang wanita paruh baya sedang menangis dan mengatakan sesuatu pada Raja Zeus.
"Saya tidak tau mengapa putri anda begitu tertarik pada putra saya hingga pagi pagi buta ia datang ke kediaman Keluarga Bangsawan Yue Fuzi, hal itu membuat nama keluarga kami tercoreng karna banyak yang mengira putra sayalah yang membawa nona Ziya kesana." ucap Yue Yinha dengan air mata yang membasahi wajahnya.
Mendengar kata kata yang dikeluarkan oleh wanita paruh baya itu membuat Xiao Ziya ingin muntah, sejak kapan ia tergila gila dengan seorang pemuda sehingga nekat menghampirinya? Siapa Tuan Muda Ye Agze itu, putra seorang dewa saja ditolak mentah mentah oleh Xiao Ziya apalagi pemuda sepertinya. Xiao Ziya hanya bisa menghela nafasnya panjang dan bersiap untuk melihat drama murahan yang tak masuk akal seperti itu.
"Salam saya pada Raja Zeus." ucap Xiao Ziya yang beralan mendekati para anggota Keluarga Bangsawan Yue Fuzi.
"Lihatlah gadis ini yang datang ke kediaman saya pagi pagi buta." ucap Yue Yinha dengan nada tinggi sembari menunjuk nunjuk Xiao Ziya dengan ekspresi kesalnya. Xiao Ziya tetap tenang dan memberikan sebuah senyuman manis yang membuat keheranan semua orang.
"Mengapa saya melakukan hal yang tak berguna seperti itu? mengapa saya harus mengejar ngejar putra anda padahal saya adalah putri dari seorang raja yang hebat?" ucap Xiao Ziya dengan santai namun sanggup membuat Yue Yinha kebingungan saat akan menjawabnya.
"Tentu saja karna adik saya sangat tampan." ucap Yue Mozi yang sudah memikirkan sebuah alasan dengan baik. Mendengar apa yang dikatakan oleh gadis itu membuat Xiao Ziya tak bisa menahan tawanya.
"Ahaha kau bilang adikmu sangat tampan? apa kau kira saya belum pernah melihat pemuda tampan? lihat dan bandingkan adik anda dengan kedua kakak laki laki saya ini, siapa yang lebih tampan?." ucap Xiao Ziya sembari berjalan ke arah Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz kemudian merangkul pundak mereka berdua.
Yue Mozi terdiam sebentar kemudian melihat ke arah adik laki lakinya setelah itu ia menatap ke arah Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz. Tentu saja pesona Yue Agze tak dapat menandingi pesona dari kedua pangeran itu.
"Bagaimana nona Mozi siapa yang lebih tampan?." ucap Xiao Ziya yang bertanya lagi sembari nemaikkan salah satu alisnya. Gadis itu benar benar pandai dan dapat membuat lawannya tak bisa berkata kata.
"Tentu saja kedua pangeran jauh lebih tampan daripada adik saya." ucap Yue Mozi yang tak dapat berbohong karna ia juga jatuh hati dengan ketampanan Pangeran Zeeling yang sangat luar biasa.
"Lalu mengapa saya harus mengejar ngejar tuan muda Yue Agze? apa yang akan saya dapatkan?." ucap Xiao Ziya yang semakin menyudutkan posisi Keluarga Bangsawan Yue Funzi.
"Jika kalian tak memiliki bukti ataupun saksi silahkan pergi sekarang." ucap Raja Zeus yang tak ingin melihat drama murahan yang membuat mata dan telinganya sakit.
"Nona Xiao Ziya benar benar datang ke kediaman saya tadi pagi pagi buta." ucap Yue Yinlin yang mulai meninggikan suaranya agar Raja Zeus bisa percaya padanya. Ia masih saja berfikir posisi Xiao Ziya sebagai putri angkat akan bisa ia sisihkan, entah apa yang ada di dalam fikiran seluruh anggota Keluarga Bangsawan Yue Funzi.
"Jika kalian ingin Keluarga Bangsawan Yue Funzi menghilang dari wilayah Kerajaan Hitam maka saya akan melakukannya besok saat pagi pagi buta." ucap Xiao Ziya dengan senyum iblisnya, gadis itu akan mengirim mereka semua keneraka dan memasukkan ke penjara yang sama dengan kepala keluarga mereka yang entah kini bernasib seperti apa.
Tiba tiba saja Yie Agze bersujud dihadapan Xiao Ziya, jika difikir fikir pemuda itu hanya diam saja sedari tadi dan tak mengatakan apapun. Mungkin kali ini Yue Agze tak ingin ikut campur dengan drama yang dibuat oleh ibu dan kedua saudara perempuannya.
"Maafkan saya nona Ziya namun saya tak ingin ikut campur dengan masalah ini." ucap Yue Agze yang masih besujud dihadapan Xiao Ziya hingga gadis itu memintanya untuk berdiri lagi, karna Xiao Ziya sangat tak suka jika diperlakukan seperti itu oleh seseorang.
"Bukankah ibu dan kedua saudara perempuanmu mengatakan bahawa saya menemuimu pagi pagi buta tadi? jadi tentu saja hal ini ada hubungannya denganmu." ucap Xiao Ziya.
"Saya hanya di ajak kemari, awalnya kedua kakak saya mengatakan bahwa mereka datang kesini untuk meminta maaf." ucap Yue Agze dengan jujur dan Xiao Ziya dapat melihay kejujuran itu dari binar mata Yue Agze. Xiao Ziyapun sempat berfikir sejenak kemudian ia tersenyum lembut.
"Kalau begitu pulanglah pimpin Keluarga Bangsawan Yin Funzi dengan baik, bukankah selama ini kau hanya dimanfaatkan oleh mereka? jadi biarkan saya mengkukum ketiga orang ini." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Yue Agze untuk kembali ke kediamannya. Sepertinya pemuda itu menuruti apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya.
Yue Agze benar benar pergi dari sana dan meninggalkan ibu dan kedua saudara perempuannya. Mengapa Xiao Ziya bisa mengatakan bahwa pemuda itu hanya dimanfaatkan oleh keluarganya? tentu saja gadis itu sudah mendapatkan informasi lengkap tentang Yue Agze.
Saat berumur tiga tahun hingga sepuluh tahun Yue Agze dilatih pedang dan kultivasi dengan keras oleh ayahnya, setelah itu Yue Agze dijadikan harta politik oleh keluarganya, pemuda itu sudah berkali kali ingin dijodohkan dengan gadis gadis keluarga bangsawan lain yang tak ia kenal. Saat ia tak dapat memenuhi apa yang diinginkan oleh kedua orang tuanya ia akan dipukul bahkan hampir meregang nyawa.
"Sialan mengapa anak tak berguna itu meninggalkan kita di sini!!." triak Yue Yinha dengan emosi yang meluap luap.
"Karna ia tak berguna bagi anda maka biarlah ia pulang terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang memberikan isyarat pada Raja Zeus untuk memenjarakan wanita itu dan kedua putrinya. Xiao Ziya akan mengurus wanita itu lagi setelah kembali dari Istana neraka nanti.
"Ah saya sudah harus pergi, sampai jumpa manusia manusia gila." ucap Xiao Ziya yang langsung membaca mantra teleportasi kemudian ia menghilang begitu saja. Yue Yinha dan kedua putrinya terkejut karna mereka belum pernah melihat hal seperti itu.
"Kemana gadis sialan itu pergi." ucap Yue Yinha dan kedua putrinya secara bersamaan.
"Prajurit bawa ketiga wanita ini dan masukkan kedalam penjara." ucap Raja Zeus yang sudah muak, ia juga memutuskan untuk pergi dari aula utama dan berjalan jalan di sekitar halaman belakang istana.
Hai hai semua akhirnya author back lagi ya gak, gimana kabar kalian semoga sehat terus ya guys. Jangan lupa follow, vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share