
Xiao Ziya dan ketiga mafia bersaudara sudah sampai di gedung pemerintahan mereka memanggil para anggota pemerintah yang masih masih hidup setelah insiden kebakaran beberapa hari yang lalu. Para anggota pemerintahan bergegas pergi menuju gedung mereka setelah mendengar panggilan dari Xiao Ziya, mereka tak ingin menyinggung perasaan gadis itu lagi.
Akhirnya semua orang telah berkumpul di ruang rapat, dalam rapat hari ini Xiao Ziya ingin menyampaikan beberapa hal penting kemungkinan para anggota pemerintah akan lembut bekerja malam ini.
"Apa yang membuat nona Ziya mengumpulkan kami semua di jam malam seperti ini?." tanya salah seorang wanita dengan ekspresi bingung, selama ia menjadi anggota pemerintahan tak ada jadwal bekerja malam.
"Kalian semua harus mempersiapkan semua hal berkaitan dengan pengumuman pemimpin baru, besok pagi akan saya umumkan secara resmi." ucap Xiao Ziya dengan wajah serius, ia tak ingin membuang waktu lebih lama lagi karna musuhnya kali ini orang orang yang tak bisa di bunuh dengan senjata biasa.
"Ini akan sangat sulit nona." ucap seorang pria, ia rasa keperluan untuk mengumumkan Xiao Ziya sebagai pemimpin baru secara resmi paling tidak memerlukan waktu satu Minggu.
"Bagaimanapun caranya saya ingin besok pagi semua sudah siap, ada hal penting lain yang harus saya lakukan." ucap Xiao Ziya yang tak ingin mendengar bantahan apapun dari anggota pemerintahan yang ada di ruang rapat.
"Jika kami boleh tau hal penting apa yang ingin anda lakukan? apakah tak bisa menunggu dua atau tiga hari lagi?." tanya salah seorang anggota pemerintahan, ia ingin tau permasalahan apa yang sedang terjadi pada gadis itu hingga sang gadis begitu keras kepala.
"Adik laki laki saya di culik oleh beberapa orang yang berasal dari dunia manusia abadi, saya akan pergi kesana untuk menyelamatkan adik saya. Dan jika itu anak laki laki kalian apakah kalian akan diam saja sembari menunggu keajaiban datang?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan sinisnya, meski penduduk dunia semesta tingkat rendah penting bagi Xiao Ziya tapi di hatinya anggota keluarga tetap diatas segala galanya.
"Baiklah kami akan berusaha semaksimal mungkin semoga selesai pagi nanti." ucap para anggota pemerintahan yang tak bisa berkomentar apapun lagi. Jika anak laki laki mereka yang diculik pasti mereka akan langsung datang untuk menyelamatkannya, yang menjadi masalah adik laki laki dari Xiao Ziya di culik oleh orang orang yang sangat kuat.
"Baiklah selamat bekerja, saya dan ketiga pemuda ini akan membantu pekerjaan kalian." ucap Xiao Ziya yang akan ikut lembur bersama anggota pemerintahan yang lain begitupun dengan ketiga mafia bersaudara.
Merekapun bekerja mengurus banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk mengumumkan pemimpin baru, agar tetap semangat Xiao Ziya tak lupa memesankan makanan dan minuman dingin untuk menemani kerja lembur mereka. Di sisi lain saat ini kedua puluh rekan Xiao Ziya masih mencari dimana rumah Anzu Zee, mereka lupa menanyakan alamat pria itu pada Xiao Ziya.
"Apa di antara kalian ada yang membawa hp?." tanya Ruo Yogi dengan hp mereka bisa menghubungi Anzu Zee dan menanyakan dimana alamat rumahnya.
"Aku tak membawa benda kotak itu karna tak bisa menggunakannya." ucap Xiao Feng secara terang terangan.
"Kami meninggalkannya di rumah." jawab yang lain, lalu apa yang harus mereka lakukan jika sudah begini.
Kedua puluh rekan Xiao Ziya terus berjalan mencari rumah Anzu Zee, saat berada di pusat kota mereka melihat banyak penduduk yang masih berkeliaran kesana kemari akhirnya mereka memutuskan untuk bertanya pada penduduk setempat.
"Permisi paman." ucap Xiao Yuna dengan nada halus dan senyum manis.
"Ada apa nak?." tanya pria itu, baru kali ini ia melihat gadis secantik Xiao Yuna.
"Apakah anda tau rumah paman Anzu Zee?." tanya Xiao Yuna dengan sopan.
"Lurus saja kedepan lalu belok ke kenan, Rumah Tuan Anzu Zee berada di dekat persimpangan jalan." ucap pria itu, kemudian sang pria pergi entah kemana mungkin ia sangat sibuk.
Setelah mendapat alamat rumah Anzu Zee, Xiao Yuna menghampiri teman temannya yang menunggu di depan rumah penduduk.
"Bagaimana?." tanya Xiao Bin yang tak ingin berkeliling lagi untuk mencari rumah Anzu Zee.
"Kita tinggal lurus saja dari sini lalu belok ke kanan." ucap Xiao Yuna memberi arahan pada yang lain, mereka berangkat menuju tempat itu.
Tanpa mereka sadari pria tadi memberikan alamat yang salah, pria itu sangat tertarik dengan kecantikan yang dimiliki oleh Xiao Yuna. Saat sampai di sana kedua puluh rekan Xiao Ziya merasa keheranan karna yang ada hanyalah jalanan sepi tanpa satupun rumah, mungkinkah mereka sedang ditipu?.
"Paman tadi memberikan alamat yang salah." ucap Xiao Yuna dengan wajah kesalnya, mereka sangat terburu buru dan pria tadi malah memainkan mereka.
Tak lama kemudian muncul beberapa pria dari arah jalan yang lain diantara mereka ada laki laki petunjuk arah yang ditanyai oleh Xiao Yuna. Melihat pria itu membuat amarah Xiao Yuna memuncak, ia ingin memukul sang pria hingga babak belur.
"Kita bertemu lagi gadis cantik." ucap pria itu dengan nada genit.
"Inikah gadis yang kau maksud? cantik sekali." ucap teman pria itu dengan wajah menyebalkan.
"Mengapa anda memberi alamat yang salah?." tanya Xiao Yuna dengan kesal.
"Paman hanya ingin bermain main denganmu sayang." ucap pria itu, mendengar perkataan yang kurang sopan membuat saudara laki laki dari Xiao Yuna merasa geram.
"Tutup mulut mu itu pria bau tanah." ucap Xiao Feng dengan sorot mata tajam, ia tak akan membiarkan pria pria busuk itu menyentuh sepupu perempuannya.
"Wah wah kau ingin bermain dengan mereka semua? apakah kami boleh bergabung?." ucap teman pria itu, mengapa fikiran mereka sangat kotor. Apakah otak mereka perlu di cuci menggunakan sabun pencuci piring agar bersih dari fikiran menjijikkan seperti itu.
Xiao Yuna sangat kesal mendapat hinaan seperti itu, teman temannya yang lain ingin membantu karna jumlah pria pengganggu itu cukup banyak akan tetapi Xiao Yuna memberi isyarat bahwa ia mampu memukul mereka semua dengan tangannya sendiri. Xiao Yuna masih ingat bagaimana tangguhnya Xiao Ziya saat melawan orang orang yang mengganggunya ia tak akan kalah dengan adik sepupunya sendiri, jika ingin membantu Xiao Ziya di masa depan paling tidak ia harus memiliki mental yang kuat. Teman teman Xiao Yuna yang lain hanya menganggukkan kepala mereka sebagai pertanda setuju, jika situasi tak memungkinkan maka mereka akan membantu tanpa diminta.
"Kemarilah gadis cantik." ucap para pria itu.
"Saya akan datang kesana." ucap Xiao Yuna dengan amarah yang membara, ia berlari ke arah pria pria itu kemudian melayangkan puluhan pukulan pada mereka.
"Sialan ternyata gadis ini sangat hebat." ucap salah satu dari mereka.
"Akan ku pukul kalian hingga tak bisa melontarkan satu katapun dari mulut busuk itu." ucap Xiao Yuna yang terus memukul menggunakan tenaga dalam. Sungguh malang nasib para pria gila yang berani membuat masalah dengan seorang kultivator, beberapa di antara mereka mengalami patah tulang di beberapa bagian, mulut mereka juga robek beberapa senti hingga mengeluarkan darah, ada juga yang pingsan karna merasa ketakutan.
"Lain kali jaga ucapan kalian, jika tidak akan ku robek hingga ke belakang kepala mulut busuk itu." ucap Xiao Yuna dengan tegas dan tatapan tajamnya, setelah selesai memukuli pria pria itu Xiao Yuna kembali ke sisi temannya yang lain.
"Ya, kau sangat hebat saat memukul mereka tadi." ucap Xiao Feng dengan perasaan bangga, adik sepupunya yang dulu sering menangis meminta perlindungan padanya kini sudah tumbuh menjadi gadis yang kuat.
"Sebaiknya kita segera menemukan rumah Tuan Anzu Zee." ucap Xu Ho, waktu mereka untuk menyelesaikan tugas dari nona Ziya sangatlah terbatas.
Akhirnya mereka kembali melanjutkan pencarian hingga sampai di sebuah rumah dengan halaman yang luas serta penjagaan yang ketat, beberapa dari rekan Xiao Ziya percaya jika rumah itu milik Anzu Zee. Karna sebagai mantan pemimpin di dunia semesta tingkat rendah ia pasti memiliki pengawalan ketat untuk menjaga keselamatannya.
"Kalian siapa dan mengapa berdiri di depan rumah tuan kami." ucap pria bertubuh kekar.
"Apa benar ini rumah Tuan Anzu Zee? kami di utus oleh nona Xiao Ziya untuk menemui tuan Anzu Zee." ucap Yin Jung, ia mewakili teman temannya yang lain.
"Tunggu sebentar saya akan menanyakan hal ini pada tuan." ucap pria bertubuh kekar itu dengan ramah, sangat jauh berbeda dari pengawal Anzu Zee sebelumnya.
Kedua puluh rekan Xiao Ziya menunggu di depan gerbang utama mereka tak ingin membuat keributan dengan memaksa masuk kedalam. Setelah menunggu beberapa menit terlihat seorang pria keluar dari rumah itu sambil berlari, pria itu adalah Anzu Zee ia cukup terkejut mendengar kabar bahwa ada orang utusan dari Xiao Ziya datang menemuinya.
"Selamat malam paman Anzu Zee, maaf kami datang menggangu waktu istirahat Anda." ucap Ruo Yogi dan yang lainnya.
"Nona Ziya meminta kami untuk membangun sekolah seni bela diri dalam waktu dua hari, kami tak tau harus memulai dari mana karna itu kami datang untuk meminta bantuan anda." ucap Lu Yang, perkataan pemuda itu membuat Anzu Zee terkejut. Bagaimana caranya membangun sekolah seni bela diri dalam waktu dua hari? mungkin mereka memerlukan bantuan jin.
"Nona muda sudah memiliki tempat dan bangunan utama?." tanya Anzu Zee, ia berharap nona mudanya sudah menyewa sebuah tempat yang cukup luas untuk dijadikan sekolah.
"Adik Ziya menyewa sebuah bangunan tua yang ada di pusat kota, kita hanya perlu memperbaiki beberapa bagian dan membersihkannya." ucap Xiao Yuna, tempat yang di sewa oleh adik sepupunya sangatlah luas dan memiliki energi qi yang melimpah.
"Baiklah kita pergi ke tempat itu sekarang." ucap Anzu Zee yang kini memimpin kedua puluh teman Xiao Ziya itu.
Di saat Xiao Ziya dan yang lainnya sibuk dengan tugas mereka masing masing, di sebuah tempat tepatnya dunia manusia abadi seorang anak laki laki tengah menangis karna merasa ketakutan. Anak laki laki itu adalah Xiao Zoe yang diculik Raja Anling Zee beberapa waktu yang lalu.
Benar adanya jika Raja Anling Zee dalang dari penyerangan yang terjadi di Kekaisaran Qiyu, ia sangat murka karna gagal membunuh Xiao Ziya bagaimanapun gadis itu akan menjadi ancaman yang besar.
"Diamlah suaramu sangat mengganggu!." bentak Raja Anling Zee pada Zoe yang tengah menangis.
"Mengapa tuan menculik Zoe?." tanya Zoe dengan sesenggukan, ia tak pernah mengenal pria itu sebelumnya.
"Kakak perempuanmu harus mati di tangan saya sebelum ia menimbulkan malapetaka." ucap Raja Anling Zee dengan wajah serius, meski ia sulit untuk di bunuh namun kehadiran Xiao Ziya cukup menyusutkan kekuasaannya.
"Paman ayah tiri Ziya jiejie?." tanya Zoe yang ingat cerita dari sang ayah yaitu Xiao Cunyu. Sang ayah pernah memberitahu bahwa kakak perempuannya memiliki ayah tiri dan ayah tiri itu sangat jahat hingga mengambil ibu kakak perempuannya.
"Kau tau soal itu?." tanya Raja Anling Zee dengan wajah kebingungan.
"Ayah sering bercerita tentang laki laki jahat itu, ayah mengatakan bahwa Ziya jiejie akan memukul laki laki jahat itu hingga pingsan." ucap Xiao Zoe dengan polosnya, ia tak terlalu mengerti dengan perkataanya sendiri.
"Jadi kakak perempuanmu membenci ayah tirinya?." tanya Raja Anling Zee lagi. Jika hal itu benar berarti ia telah memilih keputusan yang salah.
"Tentu saja, Zoe pernah melihat Ziya jiejie sangat marah ketika membahas pria jahat itu." ucap Zoe lagi, ia sangat yakin jika jiejie nya membenci laki laki itu.
"Baiklah kau bisa tidur dengan tenang dan jangan menangis lagi." ucap Raja Anling Zee, ia keluar dari ruangan itu untuk pergi ke kamarnya. Sang raja perlu merubah rencananya karna Xiao Ziya bisa di jadikan sekutu.
Di dalam kamar Raja Anling Zee sedang berfikir bagaimana cara agar ia bisa menjadikan gadis itu sebagai sekutu, saat ini Xiao Ziya pasti sangat marah atas tindakan Raja Anling Zee yang sudah menculik adik laki laki gadis itu dan membuat kekacauan di Wilayah Kekaisaran Qiyu.
"Anak laki laki itu bisa di jadikan alat untuk membujuk Ziya." ucap Raja Anling Zee dengan sangat percaya diri, andai ia mencari tau terlebih dahulu tentang tempramen gadis itu maka fikirannya tak akan sedangkan sekarang.
Hari berjalan dengan sangat cepat, orang orang yang masih berada di gedung pemerintahan sibuk mempersiapkan segala hal sebelum pengumuman pemimpin baru secara resmi dilangsungkan. Ada banyak wartawan yang menunggu di depan gedung pemerintahan, kali ini pengumuman pemimpin baru akan disiarkan secara langsung pada beberapa saluran televisi.
"Nona sudah siap?." tanya Hanz, pemuda itu sedang membenarkan dasinya yang sedikit miring.
"Saya sudah siap." ucap Xiao Ziya, kali ini gadis itu terlihat begitu anggun menggunakan satu set pakaian formal berwarna hitam dan ada sedikit warna putih di beberapa bagian.
Pintu utama gedung pemerintahan di buka, para reporter dan wartawan di persilahkan untuk masuk dan pergi menuju ruangan khusus. Di sana sudah ada Xiao Ziya, ketiga mafia bersaudara, dan beberapa anggota pemerintahan, setelah semuanya berkumpul acara hari inipun dimulai.
"Selamat pagi semua, senang bisa berjumpa dengan kalian semua. Hari ini saya Xiao Ziya secara resmi akan mengambil alih kepemimpinan dari Fenzu Zee, para anggota pemerintahan dan penduduk dunia semesta tingkat rendah sepakat tentang pergantian pemimpin ini karna pemimpin sebelumnya sangat tidak kompeten dan merugikan banyak orang." ucap Xiao Ziya yang memulai pidatonya sebagai pemimpin baru dari dunia semesta tingkat rendah.
"Silahkan jika ada yang ingin ditanyakan." ucap Hanz sebagai juru bicara.
Beberapa wartawan saling berpandangan satu sama lain, sepertinya mereka ingin bertanya namun tak berani menyampaikan secara terang terangan pada Xiao Ziya.
"Mengapa harus anda yang menjadi pemimpin baru?." tanya salah seorang wartawan wanita, dari tatapannya saja Xiao Ziya tau bahwa wanita itu membenci dirinya.
"Memangnya kenapa jika saya yang memimpin? apakah anda ingin menggantikan posisi saya, silahkan jika anda merasa mampu menjaga keamanan dan kesejahteraan penduduk yang ada di sini dengan senang hati saya akan menyerahkannya pada anda." jawab Xiao Ziya dengan tenang namun perkataan gadis itu sangat tajam. Wanita yang bertanya pada Xiao Ziya hanya terdiam karna ia tak bisa mengatakan apapun.
"Maaf bolehkan saya bertanya sesuatu mungkin sedikit lancang?." ucap seorang pemuda yang ada di antara para reporter.
"Silahkan." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis.
"Saya tau anda adalah seorang kultivator yang hebat, kesimpulannya anda tak akan bisa selalu berada di dunia semesta tingkat rendah jadi siapa yang akan duduk di kursi pemimpin selama anda pergi? apakah keamanan kami semua akan tetap terjamin?." tanya pemuda itu yang tengah mencemaskan kondisi tempat tinggalnya jika tiba tiba pemimpin mereka harus pergi karna ada tugas yang sangat penting.
"Selama saya pergi maka ketiga pemuda yang ada di belakang saya ini akan menjaga kursi pemimpin, anda tak perlu khawatir tentang keamanan yang ada di sini selama saya pergi karna ada dua puluh rekan saya yang akan menjaganya." jawab Xiao Ziya dengan tegas, selama ia pergi kemananan dunia semesta tingkat rendah tetap terjamin.
"Sebelumnya anda mengatakan akan membangun sekolah bela diri, kami harap anda tak mengingkari hal itu." ucap salah seorang pria dengan sorot mata tajam. Pria itu ingin belajar seni bela diri untuk melindungi keluarganya dari bahaya yang mengintai kapan saja.
"Tentu saya akan menepati janji, saat ini kedua puluh rekan saya sedang sibuk menyiapkan tempat. Jika sekolah bela diri sudah di buka silahkan daftar, bila sekolah ini terus berkembang saya akan mencarikan guru tambahan." ucap Xiao Ziya dengan perasaan senang, ia tak menyangka antusias penduduk dunia semesta tingkat rendah sangatlah besar. Mungkin mereka sudah lelah dianggap sebagai penduduk paling lemah di antara beberapa lapisan dunia yang lain.
Acara peresmian pemimpin baru terus berjalan hingga siang hari, semua orang yang hadir di sana sangat puas dengan jawaban yang diberikan oleh Xiao Ziya. Meski usia gadis itu masih sangat muda, ia memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang telah di buat. Dengan resminya Xiao Ziya menjadi pemimpin dunia semesta tingkat rendah maka dimulailah era baru.
Di sisi lain Anzu Zee dan kedua puluh rekan Xiao Ziya masih sibuk menyiapkan sekolah seni bela diri, mereka membeli beberapa perlengkapan yang diperlukan seperti meja, kursi, beberapa seragam, dan masih banyak hal lainnya.
"Hah sungguh melelahkan." ucap Xiao Bin sembari menghela nafas panjang, pria itu duduk di lantai untuk beristirahat.
"Semuanya silahkan istirahat selama satu jam, jika terlalu memaksakan diri kita semua akan pingsan." ucap Anzu Zee, ia memberikan waktu istirahat selama satu jam pada keduapuluh rekan Xiao Ziya. Mereka semua bekerja semalaman tanpa henti, tak ada waktu untuk makan ataupun minum semua ini demi tugas yang diberikan oleh Xiao Ziya.
Setelah urusannya selesai Xiao Ziya memutuskan untuk pergi ke tempat yang akan ia jadikan sebagai sekolah seni bela diri, sebelum kesana Xiao Ziya membeli ayam goreng berjumlah enam puluh potong ayam serta puluhan minuman dingin. Setelah berjalan beberapa menit Xiao Ziya sampai di depan bangunan tua yang ia sewa.
"Mereka mengerjakannya dengan baik." ucap Xiao Ziya sembari tersenyum puas, setelah bangunan tua itu selesai di bersihkan dan di renovasi pada beberapa titik akan terlihat seperti sekolah pada umumnya.
Xiao Ziya masuk kedalam melihat ke kanan ke kiri di mana teman temannya berada, kedua puluh teman Xiao Ziya sedang beristirahat di halaman belakang.
"Siang semuanya." teriak Xiao Ziya dengan ceria, teman teman Xiao Ziya langsung menoleh ke arah gadis itu.
"Adikku." teriak Xiao Feng saat melihat Xiao Ziya membawa banyak makanan, pemuda itu tampak senang melihat makanan sebanyak itu.
"Dia hanya ingin makananmu saja adik Ziya." ucap Xiao Yuna dengan tatapan malasnya.
Hai hai semuanya gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, jaga kesehatan jangan kaya author yang gampang sakit ini. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian.