RATU IBLIS

RATU IBLIS
Dunia Semesta Tingkat Rendah 09


Wi Algi kembali ke paviliun milik Xiao Ziya dengan santai, ia berjalan masuk dan langsung pergi menuju dapur. Xiao Yan masih mewaspadai kondisi di sekitarnya, kemungkinan besar keberadaan mereka berdua akan segera diketahui oleh para ketua Klan Xiao karna aura milik Xiao Yan yang sangat familiar.


"Istirahatlah aku akan mengawasi kondisi sekitar sampai kau bangun." ucap Xiao Yan, Wi Xume masuk kedalam rumah kecil itu untuk beristirahat dirinya sudah sangat lelah menghadapi semua kenyataan yang tak sesuai dengan harapan.


Wi Xume masih berfikir keras bagaimana ia bisa menggoda Kaisar Zue agar mau menjadikannya seorang selir, walau tak bisa menjadi ratu setidaknya kehidupan Wi Xume akan baik baik saja jika tinggal di Istana Kekaisaran Qiyu. Di sisi lain saat ini Xiao Cunyu, Xiao Ciyun dan Xiao Yuza sedang dalam perjalanan menuju bukit yang ada di belakang paviliun milik Xiao Ziya, mereka menggunakan jalur yang berbeda agar tak diketahui oleh Xiao Yan.


"Bagaimana bisa putraku memiliki nasib yang sangat malang seperti ini." ucap Xiao Cunyu dengan wajah sedihnya, ia masih bisa mengingat bahwa dulu Xiao Yan adalah lulusan terbaik dari Akademi Kekaisaran Qiyu kemudian ia menjadi seorang jenderal muda yang dikagumi banyak orang, namun karna cintanya pada wanita yang baru ia kenal membuat kehidupan Xiao Yan menjadi berantakan. Yang lebih parahnya, Xiao Yan tak menyadari bahwa kasih sayang Wi Xume untuknya hanya kepalsuan belaka.


"Bersabarlah sedikit saudaraku, suatu hari putraku akan menyadari segalanya." ucap Xiao Yuza yang berusaha untuk menghibur.


Setelah beberapa saat merekapun sampai di sisi lain bukit, ketiga pria paruh baya itu sedang menyembunyikan aura mereka setelah selesai mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yaitu Xiao Ciyun bertugas untuk menangkap Wi Xume karna gadis itu tak memiliki basis kultivasi maka tak akan sulit untuk menangkapnya. Sedangkan kelompok kedua yaitu Xiao Cunyu dan Xiao Yuza bertugas untuk menangkap Xiao Yan, merekapun mulai berpencar dan menjalankan tugas masing masing.


Wi Xume yang saat itu sedang tertidur lelap secara samar samar mendengar suara langkah kaki, ia berusaha bangun dan segera kabur namun langkahnya kurang cepat sehingga mudah ditangkap oleh Xiao Ciyun.


"Diamlah jika kau masih ingin hidup." ucap Xiao Ciyun yang membekap mulut gadis itu agar tak berteriak.


Di sisi lain Xiao Cunyu dan Xiao Yuza sudah sangat dekat dengan Xiao Yan, saat mereka ingin menangkap pemuda itu tiba tiba saja Xiao Yan menghilang dari tempatnya berdiri.


"Sepertinya anak itu mengetahui kehadiran kita." ucap Xiao Cunyu yang berusaha mendeteksi keberadaan Xiao Yan.


"Untuk apa kalian datang dan mengganggu kami?." tanya Xiao Yan, ia berada di atas atap paviliun milik Xiao Ziya, pemuda itu sangat cepat dalam hal melarikan diri.


"Seharusnya kau menyadari semua kesalahan yang telah kau lakukan." ucap Xiao Yuza, ia merasa kesal akan kebodohan Xiao Yan.


"Saya tak merasa telah melakukan sebuah kesalahan, kalian saja yang terlalu memanjakan Xiao Ziya." ucap Xiao Yan dengan tatapan penuh kebencian, mungkin untuk saat ini ia akan selalu menyalahkan Xiao Ziya atas nasib buruk yang menimpanya.


Xiao Cunyu menggenggam tangannya dengan sangat erat, ia tak terima dengan perkataan Xiao Yan barusan. Dengan secepat kilat Xiao Cunyu melesat menuju tempat Xiao Yan berada, setelah ada di hadapan putranya ia langsung memukul Xiao Yan dengan sangat keras hingga pemuda itu memuntahkan darah segar.


"Mengapa ayah lebih menyayangi gadis itu daripada aku?." ucap Xiao Yan yang merasa bahwa ayahnya tak pernah adil dalam membagi kasih sayang.


"Selama ini ayah sudah sangat adil pada kalian semua, jika hari ini kau menjadi sosok pria yang buruk itu kesalahanmu sendiri." ucap Xiao Cunyu dengan tatapan penuh emosi.


"Ini semua karna gadis itu, andai saja dia merestui hubunganku dengan Wi Xume maka semuanya akan baik baik saja." triak Xiao Yan yang tetap tak bisa menerima kenyataan.


Plak, satu tamparan keras mendarat di pipi Xiao Yan. Ia menatap ke arah sang ayah yang kini mengeluarkan aura membunuh yang sangar pekat, selama ini ayahnya belum pernah memukulnya sekalipun mungkin itu alasan mengapa Xiao Yan sangat brutal dan keras kepala.


"Jika bukan karna adikmu apakah kau mampu menjadi seorang kaisar? kau kira semua nasib baik mu itu datang karna keberuntungan?? berkacalah sebelum mengatakan sesuatu." ucap Xiao Cunyu yang membuat putra pertamanya itu terdiam.


Dengan segera Xiao Cunyu menyeret tubuh Xiao Yan menuju aula utama Klan Xiao, Wi Xume juga dibawa paksa oleh Xiao Ciyun menuju aula utama bersama dengan Xiao Yuza. Setelah sampai di aula utama sudah banyak orang yang berkumpul di sana termasuk Kaisar Zue.


"Ternyata benar kau bersembunyi di sini." ucap Kaisar Zue dengan nada dingin dan mencekam.


"Argh kalian semua iblis jahat." ucap Wi Xume yang berusaha melepaskan tali yang mengikat tangan dan kakinya.


"Diamlah, kau tak lebih baik dari wanita yang ada di rumah bordil." ucap Xiao Yuna yang menatap Wi Xume dengan hina. Ia masing ingat dengan jelas bagaimana gadis itu berusaha menjual tubuhnya untuk menjadi seorang ratu.


"Jangan berkata buruk mengenai istriku." ucap Xiao Yan yang kembali membela istri tercintanya itu.


"Saya tidak sedang berbicara dengan anda." ucap Xiao Yuna tanpa melihat ke arah Xiao Yan.


Kondisi aula utama Klan Xiao sedikit kacau karna ada beberapa pihak yang tak bisa menahan emosi mereka dan hampir saja menghunuskan pedang pada Xiao Yan maupun Wi Xume, untunglah Kaisar Zue dengan cepat mengendalikan kondisi yang ada.


"Yang berhak memutuskan hukuman apa untuk pasangan suami istri ini adalah nona Xiao Ziya, tunggulah hingga gadis itu kembali." ucap Kaisar Zue yang ingin menyerahkan hukuman Xiao Yan dan Wi Xume pada Ziya karna dalam masalah ini ialah yang paling dirugikan dan tersakiti diantara yang lain.


"Baik kami setuju dengan keputusan kaisar." ucap Xiao Ciyun tanpa ada bantahan.


"Lebih baik kita mengurung mereka berdua di penjara khusus agar tak bisa kabur." ucap Xiao Xun yang memberikan saran, jika mereka berdua di penjarakan di penjara bawah tanah istana kekaisaran maka Xiao Yan akan mudah memikirkan rencana untuk keluar dari sana.


Di tempat lain saat ini Xiao Ziya dan Ratu Min Xunzi sedang berada di sebuah restoran untuk menikmati makan siang mereka, Xiao Ziya sungguh tak menyangka bila ada yang datang untuk mengunjunginya.


"Bagaimana bisa anda sampai di sini bibi?." tanya Xiao Ziya yang ingin tau bagaimana cara Ratu Min Xunzi masuk kedalam dunia semesta tingkat rendah tanpa menunjukkan undangan.


"Tentu saja dengan melakukan sedikit trik. Aku datang karna mendapat informasi dari putraku bahwa kau mendapat undangan langsung dari pemimpin dunia ini untuk datang." ucap Ratu Min Xunzi dengan ekspresi senangnya.


Xiao Ziya hanya mengangguk anggukkan kepalanya, bagaimanapun wanita yang ada di hadapannya itu seorang ratu sihir yang sangat hebat jadi dia memiliki banyak cara untuk masuk ke dunia semesta tingkat rendah dengan mudah.


"Apa kau berniat untuk menghancurkan setiap bagian dari dunia ini?." tanya Ratu Min Xunzi yang ingin tau rencana Xiao Ziya untuk kedepannya tentang dunia semesta tingkat rendah ini.


"Daripada menghancurkan tempat yang indah ini dan membuat banyak penduduk yang tak bersalah mati lebih baik saya mengambil alih dunia ini." ucap Xiao Ziya dengan senyum penuh keyakinan. Mungkin jika gadis itu yang memimpin dunia semesta tingkat rendah maka para penduduknya akan merasa tenang dan sangat bahagia.


"Ahaha kau memang keponakan ku." ucap Ratu Min Xunzi yang salut dengan pemikiran Xiao Ziya.


"Ah iya bagaimana kau bisa beradaptasi dengan semua hal yang ada di sini?." tanya Ratu Min Xunzi yang penasaran bagaimana bisa keponakannya itu faham dengan berbagai macam hal yang berhubungan dengan dunia semesta tingkat rendah ini padahal ia belum lama tinggal di sana.


Xiao Ziya sempat berfikir sebentar, tak mungkin ia mengatakan apa yang pernah terjadi dalam kehidupannya karna itu akan mengejutkan semua orang. Walau Ratu Min Xunzi adalah bibinya yang tak mungkin untuk membocorkan rahasia namun siapa yang tau tentang apa yang akan terjadi beberapa tahun yang akan datang. Karna terkadang takdir seperti sedang mempermainkan perasaan banyak orang, jika hari ini menjadi kawan kemungkinan beberapa hari yang akan datang menjadi lawan itulah yang dipelajari oleh Xiao Ziya.


"Tak perlu memaksakan dirimu, bibi bisa memahaminya." ucap Ratu Min Xunzi yang faham bahwa setiap manusia memiliki rahasia mereka masing masing.


"Maafkan saya bibi. Ini cukup sulit untuk saya katakan." ucap Xiao Ziya sambil menundukkan kepalanya karna merasa tak enak hati pada sang bibi.


"Tenanglah bibi tak marah padamu." ucap Ratu Min Xunzi yang tersenyum dengan tulus pada Xiao Ziya.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanan mereka berdua datang, Ratu Min Xunzi menatap ke arah satu porsi nasi goreng seafood yang ada di hadapannya.


"Mengapa makanan ini dihinggapi banyak sekali binatang aneh?." tanya Ratu Min Xunzi yang hampir membuat Xiao Ziya tersedak karna menahan tawanya.


"Mereka adalah berbagai macam binatang laut yang dapat dimakan orang orang di dunia ini menyebutnya seafood." ucap Xiao Ziya yang memberi sedikit penjelasan pada bibinya agar tak salah faham. Ratu Min Xunzi menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa ia mengerti.


Mereka berdua menyantap semua makanan yang dihidangkan dengan lahap, semuanya terasa sangat enak apalagi ice cream vanilla kesukaan Xiao Ziya. Setelah selesai makan Xiao Ziya membayar tagihan untuk mereka berdua.


"Bibi akan pergi ke hotel terlebih dahulu, jika orang orang itu datang mencari mu panggil saja nama bibi maka bibi akan datang untuk menghabisi mereka semua." ucap Ratu Min Xunzi sebelum ia menghilang.


Xiao Ziya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah dari Ratu Min Xunzi.


"Sebaiknya saya pergi menemui ketiga saudara kembar itu." ucap Xiao Ziya yang ingin pergi menuju toko black daimon untuk menemui Hanz, Kenzo, dan Zero.


Saat ini semua anak dari Fenzu Zee sedang berkumpul di rumah sakit untuk melihat kondisi ayah mereka. Mereka bertiga sangat terkejut saat mendapat kabar bahwa sang ayah sedang dalam kondisi kritis karna dipukuli oleh seorang wanita.


"Siapa yang berani memukuli ayah hingga seperti ini?." tanya Lino anak pertama dari Fenzu Zee, ia ingin membalaskan dendam sang ayah.


"Menurut informasi yang saya dapatkan seorang wanita datang ke kantor pemerintahan untuk bertemu untuk pemimpin namun ditahan oleh beberapa orang, sangat disayangkan wanita itu seorang penyihir sehingga tak ada yang bisa mengatasinya. Dengan terpaksa pemimpin yang masih dalam masa pemulihan datang ke kantor untuk meredam kemarahan wanita itu, entah apa yang terjadi selanjutnya kami hanya menemukan pemimpin sudah dalam kondisi yang memprihatinkan." ucap pengawal Fenzu Zee yang memberitau semua informasi.


"Mintalah seseorang untuk melihat semua cctv yang ada di kantor, jika sudah menemukan wajah dari pelakunya segera kirim ke ponsel saya." ucap Lino yang akan melakukan apapun agar wanita itu mendapat balasan.


"Sebaiknya kakak lebih berhati hati karna wanita itu seorang penyihir." ucap Xilia anak perempuan satu satunya dari Fenzu Zee. Ia tak ingin jika kakak laki lakinya mendapat luka parah karena melawan penyihir jahat.


Fenzu Zee memiliki tiga anak, anak pertama dan keduanya adalah laki laki dan mereka ikut serta dalam semua kegiatan pemerintahan yang dijalankan oleh sang ayah, sedangkan Xilia anak terakhir Fenzu Zee selalu berada di dalam rumah, ia diperlakukan sangat istimewa oleh ayahnya. Mungkin hanya Xilia yang tak mengetahui kejahatan apa yang telah dilakukan oleh Fenzu Zee sehingga gadis itu selalu menganggap ayahnya pria yang baik.


"Kau tak perlu cemas adikku, kakak akan menyelesaikan semuanya." ucap Lino yang mengusap rambut adiknya penuh dengan kasih sayang.


"Saya akan tetap di sini untuk menjaga ayah, besar kemungkinan wanita itu akan datang lagi." ucap Lion yang tak ingin kondisi ayahnya semakin memburuk.


Jika saja Fenzu Zee tak ikut serta dalam urusan pemerintahan maka keluarganya akan sangat damai dan juga bahagia. Entah apa yang membuat pria itu sangat berambisi untuk menjadi yang terkuat di setiap lapisan dunia.


"Baiklah Lia akan kembali ke rumah dan menjaga ibu." ucap Xilia dengan senyuman polosnya, ia tak akan pernah tau apa yang akan terjadi pada kedua saudara laki lakinya itu.


Saat ini Xiao Ziya sudah sampai di depan toko black daimon, Hanz yang melihat kedatangan Xiao Ziya langsung menyambut Xiao Ziya dengan ramah. Hanz mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam tokonya, ia menyajikan minuman dingin dan beberapa camilan seperti keripik kentang.


"Saya merasa senang karna nona datang berkunjung." ucap Hanz dengan nada bicara yang halus.


"Saya ingin meminta bantuan pada kalian." ucap Xiao Ziya tanpa berbasa basi lagi.


"Apa yang bisa kami lakukan untuk nona?." tanya Hanz dengan penuh semangat, akan tetapi kedua saudaranya yang lain sedang menjalankan misi dan akan pulang nanti malam.


"Bisakah kalian bertiga awasi pergerakan dari pihak pemerintahan, jika ada hal hal yang mencurigakan segera lapor pada saya." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan dengan singkat padat dan jelas.


Hanz menyanggupi permintaan dari Xiao Ziya, untuk mengawasi gerak gerik pemerintahan bukanlah hal yang sulit karna mereka adalah orang orang yang dipercaya oleh pihak pemerintahan, selagi hubungan mereka bertiga dengan Xiao Ziya tak diketahui oleh siapapun maka semuanya akan aman.


"Bolehkah saya beristirahat di sini untuk beberapa saat.". ucap Xiao Ziya yang sangat malas berjalan menuju apartemennya.


"Saya akan menyiapkan kamar khusus untuk nona." ucap Hanz yang tak menyangka jika gadis itu akan berada di tokonya dalam waktu yang cukup lama.


"Saya ingin tidur di sini saja." ucap Xiao Ziya yang langsung memposisikan dirinya dalam keadaan tidur di atas sofa yang empuk.


Xiao Ziya mulai memejamkan mata dan mulai tertidur. Hanz hanya tersenyum melihat gadis itu tidur tanpa merasa was was padahal besar kemungkinan jika Hanz menyerangnya.


"Tidurlah nona, semoga mimpi indah." ucap Hanz yang kembali ke depan untuk menjaga tokonya siapa tau ada pengunjung yang datang untuk membeli senjata.


Hai hai semuanya author update lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.