RATU IBLIS

RATU IBLIS
80


Para petugas membawakan air minum, Sarah dkk diam mematung mendengar mereka hamil anak hantu. Tiba-tiba perut mereka semakin membesar.


"Kok gitu?" Reno heran dengan perut Sarah dkk.


"Astaga" ucap Dimas menutup mulutnya.


Pak Komar membaca doa disatu gelas setelah itu dia memberikannya ke Sarah dkk.


"Kalian minum ini supaya tenang" ucap pak Komar menyodorkan segelas air. Sarah dkk menurutinya mereka bergantian minum disatu gelas yang sama.


Perut Sarah dkk sedikit mengempes membuat para manusia bernapas lega, Hermione langsung membuat perut mereka membesar seperti usia kandungan 7 bulan.


"Hah perutku" ucap Sarah kaget dia lalu pingsan diikuti Wawa dan Santi mereka juga ikut pingsang.


"Ini gak bisa dihindari lagi, antara anaknya yang dibawa atau ibunya atau bisa aja ibu dan anaknya juga dibawa" ucap pak Komar.


"Maksud bapak gimana?" Dimas heran.


"Arwah yang menghamili mereka ini pasti akan mengambil anak yang ada dirahim mereka bertiga kealam gaib setelah mereka melahirkannya, tapi tergantung arwahnya kadang mereka mengambil ibunya tidak anaknya kadang juga mereka mengambil keduanya" ucap pak Komar.


"Lalu bagaimana ini pak?" tanya Ariel.


"Tolong selamatkan mereka pak, kami tak tau harus menjelaskan kepada orang tua mereka gimana jika mereka tak ikut pulang bersama kami" ucap Dani.


"Iya pak kami mohon" ucap Sani.


"Baik saya akan usahakan menyelamatkan mereka bertiga, jadi kalian akan mengorbankan anaknya ini?" tanya pak Komar, mereka semua saling pandang.


"Iya pak" jawab Ariel.


"Bawa mereka kerumah untuk diistirahatkan, kalian tinggal dimana disini?" tanya pak Komar.


"Divilla deket sini pak" jawab Julio.


"Ohh kalian hati-hati bawa merekanya" ucap pak Komar.


"Baik pak terima kasih" ucap mereka semua, para laki-laki mengangkat tubuh Sarah dkk bersama. Para wanita berjalan elegan tanpa membawa beban.


Setelah sampai divilla mereka membaringkan tubuh Sarah dkk diranjang yang ada dikamar, mereka disatu kamarkan supaya jika ada masalah tak perlu bolak balik.


"Ketemu udah tapi malah ada masalah" ucap Dani mendudukan tubuhnya disofa ruang tengah.


"Kalau udah kayak gini gimana kita jelasin keorang tua mereka?" ucap Ariel bingung.


"Gue juga gak tau" ucap Sani.


"Kenapa perutnya cepet besarnya ya?" ucap Fadil.


"Karena bayi yang ada dirahim mereka adalah keturunan gaib, tapi itu biasanya tergantung hantu yang ngehamilinnya sih mau cepat ngelahirin atau nggak" ucap Mona.


"Kok kakak tau?" bingung Fadil, manusia yang lain juga ikut bingung kecuali Dimas.


"Temen dulu pernah kayak gitu" ucap Mona asal.


"Terus temen kakak gimana pas udah ngelahirin, anaknya yang dibawa atau ibunya?" tanya Reno.


"Dua-duanya" jawab Mona sedikit menunduk pura-pura sedih.


"Kita omongin nanti aja, sekarang kita istirahat" ucap Julio.


"Iya" jawab mereka.


"Sarah dkk gak akan kenapa-kenapakan?" tanya Dani.


"Kita juga gak tau, tapi sebaiknya kita berfikir positif dan berdoa semoga mereka gak apa-apa" ucap Dela.


"Amin" ucap mereka semua kompak.


Mereka semua masuk kedalam kamar masing-masing, Hermione menghilang pergi keneraka karena dipanggil oleh suaminya Lucifer.


"Kenapa hamba dipanggil kemari suamiku?" Hermione menunduk hormat.


"Sudah beberapa minggu kau tidak mencari manusia berdosa istriku Hermione, biasanya setiap saat kau akan membawa manusia berdosa keneraka" ucap Lucifer.


"Maaf suamiku" ucap Hermione.


"Aku mau gantinya kau membawa 2 suami manusiamu kemari" ucap Lucifer, Hermione langsung terbelalak.


"Jangan Dimas aku mohon, aku akan mencari yang lebih dari Dimas" ucap Hermione.


"Apa kau menyukai Dimas sampai tidak mau membawa Dimas keneraka?" tanya Lucifer penuh selidik.


"Aaa itu ti tidak" jawab Hermione.


"Dimas aku akan bebaskan tapi Sakti tidak" ucap Lucifer.


"Baik" jawab Hermione.


"Ganti Dimas adalah kau harus tidur dengan 5 pria yang masih perjaka" ucap Lucifer.


"Ba baik aku akan melaksanakan tugasnya" ucap Hermione.


"Waktumu 1 minggu" ucap Lucifer.


"Permisi" Hermione langsung menghilang dari sana.


Dia muncul dikamar Sakti, terlihat Sakti sudah tertidur pulas. Hermione pergi kedapur, dia membuat selang gasnya bocor. Hermione lalu menyemburkan api dari mulutnya seketika itu juga terjadi kebakaran didapur rumah Sakti.


Hermione kembali kekamar Sakti, dia menarik jiwa Sakti paksa setelah mendapatkan jiwa Sakti dia langsung membawanya keneraka dan dia melemparkan jiwa Sakti kedalam sana.


Setelah itu dia muncul dikamar miliknya dengan wujud iblis, ternyata disana ada Dimas. Dimas yang melihat wujud Hermione iblis langsung berdiri dari duduknya dia menghampiri Hermione perlahan.



"Eh lupa diganti" ucap Hermione.


"Jangan diganti" ucap Dimas cepat menghalang Hermione mengganti wujudnya. Dimas memegang dagu Hermione lalu dia gerakkan kekanan dan kekiri.


"Kamu gak takut?" tanya Hermione.


"Ya nggaklah, kan pertama ketemu kamu wujudnya kayak gini" Dimas memegang tanduk Hermione, lalu menoel telinga Hermione.


"Kangen aku liat wujud kamu yang ini" Dimas langsung memeluk Hermione, Hermione heran dengan tingkah Dimas yang tidak takut dengan dirinya.


"Konsep dari sananya memang udah kayak gini sayapnya, dan aku masih bisa terbang" jawab Hermione.


"Aaa suara kamu bagus banget kayak berat-berat basah gimana gitu" ucap Dimas senang dia melepas pelukannya lalu melihat Hermione dari atas kebawah.


"Kirain cowok doang ada roti sobek kamu juga ada" ucap Dimas mengusap perut Hermione yang berbentuk kotak-kotak kecil.


"Cantik kamu sama sekali gak berkurang malah makin tambah cantik" ucap Dimas mengusap pipi Hermione sambil menatap mata Hermione.


"Harusnya kamu takut liat aku, pertama liat aku aja kamu takut" ucap Hermione dengan suara beratnya khas saat dia menjadi iblis.


"Itukan pas pertama bukan sekarang" ucap Dimas.


"Kalau bisa sesekali kamu lagi sama aku nampakin wujud ini ya" ucap Dimas.


"Iya" balas Hermione.


"Ihhh gemes" Dimas mencubit pipi Hermione.


"Aneh, tapi bagus deh dia mau nerima aku apa adanya kayak gini" batin Hermione.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan Sarah dkk. Hermione langsung berubah menjadi Dara, mereka lalu pergi keluar kamar. Mereka bergegas pergi kekamar yang ditempati oleh Sarah dkk.


"Akhhh sakiiit" teriak Sarah dkk.


"Gimana ini?" Ariel panik melihat Sarah dkk.


"Kita harus gimana ini" ucap Dani.


"Aduh gimana kita bawa kerumah sakit atau apa nih" ucap Sani


"Pak Komar, kalian panggil pak Komar" ucap Hermione menyuruh Reno dan Fadil.


"Iya kak" Reno dan Fadil langsung pergi dari sana.


"Aghhhh" erangan Sarah dkk.


"Sakit" ucap mereka.


"Apa mereka mau ngelahirin" ucap Julio pura-pura tidak tau.


"Masa disini, gak dibawa kerumah sakit" ucap Drew.


"Emang disini ada rumah sakit" ucap Dela.


"Aghhh sakit hah hah aghhh"


"Aduh gimana ini?" ucap Ariel.


...........


Tok...


...Tok......


^^^Tok...^^^


"Pak Komar, pak Komar darurat" ucap Reno dan Fadil mengetuk pintu.


"Pak tolong pak" pintu terbuka memperlihatkan pak Komar.


"Ada apa nak?" tanya pak Komar.


"Itu mereka kesakitan" ucap Reno.


"Kayaknya mereka mau melahirkan" ucap Fadil, mereka berdua bernapas tak beraturan karena berlari dari villa kerumah pak Komar.


"Kalian duluan kesana nanti saya nyusul sama dukun beranak" ucap pak Komar.


"Iya pak maaf ganggu waktunya" ucap Reno.


"Kami permisi dulu pak" ucap Fadil.


"Iya" jawab pak Komar. Reno dan Fadil langsung pergi dari rumah pak Komar. Pak Komar mengunci pintu rumahnya lalu pergi kerumah dukun beranak.


.........


"Gimana udah?" tanya Hermione sadar melihat Reno dan Fadil datang.


"Hah hah udah hah" jawab Reno.


"Akhhh" seketika mereka melihat kearah Sarah dkk. Terlihat sudah ada 3 bayi disana, anehnya mereka sama sekali tidak menangis seperti bayi yang baru lagi biasanya. Sarah dkk pingsan setelah melahirkan anak keturunan hantu itu.


"Ihhh" Iliana, Mona dan Dela pergi keluar kamar.


"Aduh gimana ini?" ucap Sani ngeri melihat itu.


"Enak tuh dimakan" batin Andre, Evan, Julio dan Drew.


"Tahan woi" batin Hermione. Hermione ikut menyusul Iliana dan yang lainnya dia tak mau nanti kehilangan kendali.


"Pak Komarnya mana lagi belum datang-datang" ucap Fadil.


"Gue mau keluar" ucap Dimas langsung keluar kamar.


"Gue juga" ucap Evan karena dia takut khilaf.


"Mending kita nunggu diluar" ucap Ariel.


"Kuy" ucap Dani dan Sani karena mereka tidak tahan melihat 3 bayi itu, mereka semua lalu keluar meninggalkan Sarah dkk bersama 3 bayi yang baru keluar dari rahim Sarah dkk. Pintu mereka tutup rapat, Hermione duduk termenung disofa dia sedang berkomunikasi dengan Bayu dkk memberitahu kalau Sarah dkk sudsh melahirkan, Bayu dkk terkejut karena itu sangat cepat tapi mereka senang juga.


Bayu dkk muncul dikamar yang digunakan Sarah dkk mereka langsung mengambil bayi tersebut lalu menghilang. Bayu kembali muncul dikamar itu, dia membaca mantra sambil mengarahkan telapak tangannya kearah Sarah dkk.


"Kalian tidak akan mengingat kejadian yang pernah terjadi ini" ucap Bayu pelan sambil tersenyum miring.


"Cepat pergi situa itu sedang diperjalanan kesini" suara Hermione terdengar ditelinga Bayu.


"Baik, terima kasih ratu, saya permisi" Bayu langsung menghilang.


Bersambung...