RATU IBLIS

RATU IBLIS
Menyelesaikan Masalah Belasan Tahun Yang Lalu


Setelah kepergian Xiao Ziya, Xiao Xun dan Xiao Yan juga ikut pergi untuk beristirahat di kamar mereka. Kini yang tersisa hanyalah Xiao Cunyu, pria itu berdiam diri cukup lama di dalam ruang makan karna sedang memikirkan sesuatu, mungkin bertemu kembali dengan wanita yang pernah menjadi bagian dari hidupnya membuat Xiao Cunyu merasa senang meski saat ini mereka sudah tak bersama lagi. Xiao Cunyu masih mencintai Junyi Zu sama seperti belasan tahun yang lalu saat pertemuan pertama mereka, namun Xiao Cunyu menyadari merebut seseorang yang sudah memiliki suami bukanlah hal yang baik.


"Setidaknya dia sudah kembali pada keluarga aslinya, saya hanyalah pengganti." gumang Xiao Cunyu dengan suara pelan. Pria itu bergegas pergi dari ruang makan utama Istana Kerajaan Bulan, saat ingin masuk ke dalam kamarnya tiba tiba ada seseorang yang menepuk pundak Xiao Cunyu secara perlahan.


Xiao Cunyu menoleh kebelakang dan ia bertatapan langsung dengan Raja Yongling Zu, Xiao Cunyu tersenyum ke arah pria itu.


"Ada apa? apakah Anda ingin mengatakan sesuatu pada saya?." tanya Xiao Cunyu dengan sopan, sepertinya suami dari mantan istrinya itu ingin menyelesaikan masalah diantara mereka berdua yang sudah dibiarkan larut selama ini.


"Saya ingin mengatakan beberapa hal pada Tuan Xiao Cunyu, bisakah Anda ikut dengan saya ke halaman belakang istana ini?." ucap Raja Yongling Zu.


"Baiklah saya tidak merasa keberatan." ucap Xiao Cunyu yang meminta Raja Yongling Zu untuk memandu jalan menuju halaman belakang istana Kerajaan Bulan karna ia belum mengetahui letak tempat tempat yang ada di istana ini.


Raja Yongling Zu berjalan di depan Xiao Cunyu, sepertinya mereka berdua sedang larut dalam fikiran masing masing. Setelah berjalan cukup lama dan melewati beberapa lorong istana akhirnya mereka sampai di halaman belakang Istana Kerajaan Bulan, Raja Yongling Zu meminta pada Xiao Cunyu untuk duduk di sebuah kuris taman.


"Sebelumnya saya ingin meminta maaf atas kejadian belasan tahun yang lalu, saya merasa tak terima karna wanita yang saya cintai bersama dengan orang lain. Waktu itu saya memukul Anda hingga mendapatkan luka yang cukup parah, saya benar benar minta maaf akan hal itu." ucap Raja Yongling Zu dengan membungkukkan badannya di hadapan Xiao Cunyu. Rasa penyesalan terus menghantuinya semenjak Xiao Ziya datang ke Istana Kerajaan Bintang Timur dan menunjukkan sikap yang begitu baik. Sepertinya Xiao Cunyu berhasil mendidik gadis itu hingga tumbuh menjadi gadis yang sangat luar biasa seperti sekarang.


"Bangunlah tidak perlu sampai seperti itu, saya mengerti apa yang Anda rasakan. Saya sudah memaafkan semua yang terjadi di masa lalu, anggap saja sebagai sebuah pembelajaran." jawab Xiao Cunyu dengan ekspresi wajah tenang, ia sudah memaafkan semuanya sejak awal.


"Saat itu saya mengira bahwa Anda sengaja menikah dengan istri saya dan Anda mengetahui bahwa wanita itu sudah memiliki suami. Ketika berhasil menjemput Junyi Zu pulang dan membawa kembali ke Istana Kerajaan Bintang Timur saya sangat terkejut karna ia mengalami hilang ingatan. Karna itu saya menyadari bahwa Anda tak memiliki niatan untuk menghancurkan pernikahan saya, saat itu Anda juga tak mengetahui bahwa Junyi Zu sudah memiliki keluarga." sambung Raja Yongling Zu dengan menundukkan kepalanya, ia sangat malu saat mengakui semua kesalahannya itu. Setidaknya setelah semua ini, Raja Yongling Zu bisa tertidur dengan pulas dan tak perlu dihantui rasa bersalah.


"Jika saat itu saya mengetahui dia sudah bersuami maka saya tak akan pernah mendekatinya. Mungkin ini memang sebuah takdir, dari hubungan yang terlarang itu Xiao Ziya hadir ke dunia ini. Anda tenang saja saya tak akan merebutnya dari Anda, saya hanya ingin agar kalian tak mengambil Xiao Ziya dari sisi saya meskipun istri Anda memiliki hal untuk merawat anak perempuan yang ia lahir kan." ucap Xiao Cunyu dengan jujur. Selama ini ketakutan terbesarnya adalah kehilangan putri yang sangat ia sayangi, ia takut suatu hari nanti mantan istrinya akan datang untuk mengambil putrinya itu.


"Saya rasa hal itu tak akan pernah terjadi, Nona Muda Xiao Ziya sangat dekat dengan Anda karna selama ini Anda yang telah membesarkan dan merawatnya. Istri saya hanya ingin bertemu dengan anaknya untuk melepas rasa rindunya, jika diberikan dua pilihan untuk tinggal dengan Anda atau tinggal dengan ibunya pasti Nona Muda Xiao Ziya akan memilih Anda." jawab Raja Yongling Zu, cinta pertama dari seorang anak perempuan adalah ayahnya dan Xiao Cunyu berhasil menjadi ayah yang baik untuk Xiao Ziya.


"Ahahaha namun gadis itu sering berpergian kesana kemarin, jiwa petualang nya sangatlah tinggi. Sebagai seorang ayah saya tak akan melarang apapun yang ingin ia lakukan selama ia bisa menjaga diri dengan baik." ucap Xiao Cunyu dengan suara tawa yang cukup kencang. Respon hangatnya membuat kecanggungan diantara mereka berdua perlahan mulai memudar.


"Apakah Anda ingin bertemu dengan Junyi Zu?." tanya Raja Yongling Zu dengan tiba tiba. Xiao Cunyu menatap ke arah Raja Yongling Zu dengan tatapan terkejut, tentu dia ingin bertemu dengan mantan istrinya itu.


"Jika boleh jujur saya ingin bertemu dengannya sekali saja, tapi saya tak ingin membuat hubungan antara kalian berdua menjadi renggang." jawab Xiao Cunyu dengan wajah pasrah, banyak hal yang tak bisa ia gapai meski memaksakan hal itu.


"Saya memberikan izin pada Anda untuk bertemu dengan Junyi Zu, kemarilah istriku." ucap Raja Yongling Zu yang memanggil Ratu Junyi Zu yang sedang bersembunyi di balik pepohonan rindang, ternyata wanita itu sedang menguping pembicaraan antara suami dan mantan suaminya.


Dengan ragu ragu Ratu Junyi Zu keluar dari bilik pepohonan kemudian berjalan mendekati ke arah Raja Yongling Zu. Suasana menjadi sangat hening saat ketiganya berkumpul di satu tempat yang sama, Xiao Cunyu melihat ke arah lain karna ia sedang menjaga perasaan suami sah dari wanita itu.


"Selesaikan urusan diantara kalian berdua, saya akan pergi agar tak menganggu." ucap Raja Yongling Zu yang tiba tiba saja melesat pergi dari halaman belakang Istana Kerajaan Bulan.


Ratu Junyi Zu duduk di sebelah Xiao Cunyu, dengan segera Xiao Cunyu sedikit menjauh untuk memberikan jarak diantara keduanya.


"Maaf atas semua kejahatan yang pernah saya lakukan pada Anda. Saya yang tiba tiba masuk ke dalam kehidupan Anda, mengukir sebuah kenangan yang indah kemudian pergi begitu saja tanpa bisa mengingat siapa Anda dalam kehidupan saya. Beberapa hari terakhir semua ingatan saya kembali, ya saya begitu merasa bersalah pada Anda dan juga putri kita. Terimakasih karna telah menjaga Xiao Ziya selama ini, dia tumbuh menjadi gadis cantik dan juga memiliki pemikiran yang dewasa. Beberapa bulan yang lalu saya sempat mengecewakan gadis itu dengan mengatakan bahwa dia bukanlah putri saya, namun perlu saya perjelas bahwa saat itu saya mengatakannya secara tidak sadar." ucap Ratu Junyi Zu dengan air mata yang membasahi wajah cantiknya. Ia merasa menjadi wanita paling jahat yang ada di dunia ini, ia telah menyakiti perasaan pria yang mencintainya kemudian tak mengakui buah hati mereka.


"Saya takut anak itu akan membenci saya, padahal dia datang jauh jauh ke Dunia Manusia Abadi hanya untuk bertemu dengan ibu kandungnya." lanjut Ratu Junyi Zu dengan punggung yang bergetar, wanita itu merasakan penyesalan yang sangat dalam di hatinya. Semua itu terjadi karna kebodohannya sendiri, karna itulah ia harus bisa menerima semua kemungkinan yang akan terjadi nanti.


"Bagaimana jika saya berniat untuk mengambilnya dari Anda?." tanya Ratu Junyi Zu secara spontan, sang ratu juga ingin membesarkan putrinya itu sama seperti yang mantan suaminya lakukan.


Gubrak ....


Bruaak...


Suara sesuatu yang jatuh dari atas pohon, Xiao Cunyu dan Ratu Junyi Zu terkejut keduanya langsung melihat kesekeliling taman belakang istana Kerajaan Bulan untuk menemukan sesuatu yang jatuh dari atas pohon. Mata Ratu Junyi Zu dan Xiao Cunyu membelalak dengan lebar saat melihat putri mereka terduduk di tanah dengan senyuman tak bersalah. Ternyata Xiao Ziya berada di atas pohon itu sedari tadi untuk mengawasi ayahnya yang dibawa pergi oleh Raja Yongling Zu, Xiao Ziya hanya ingin memastikan sang raja tak melakukan sesuatu pada ayahnya itu.


"Apa yang kau lakukan di atas sana? bukankah ayah sudah memintamu untuk beristirahat. Kembalilah ke kamar kau harus segera pulih putriku." ucap Xiao Cunyu dengan raut wajah khawatir.


"Saya baik baik saja ayah, kebetulan saya sedang mencari udara segar di atas sana." jawab Xiao Ziya dengan wajah polosnya.


"Masuk lah ke kamar mu sekarang, udara malam tak bagus untuk mu putriku." ucap Xiao Cunyu yang tak pernah berhenti khawatir pada putri kesayangannya itu, sejak bayi Xiao Cunyu yang merawat Xiao Ziya karna itulah mereka memiliki ikatan antara ayah dan anak perempuan yang sangat kuat.


Ratu Junyi Zu hanya diam dan tak bisa mengucapkan apapun, ia sangat ingin memeluk putrinya itu dengan erat kemudian mengatakan bahwa ia sangat menyayangi putrinya itu. Semuanya hanyalah angan angan dari Ratu Junyi Zu karna pada kenyataannya ia tak berani melakukan hal itu, kesalahannya sangat fatal dan putrinya pasti sangat kecewa padanya. Xiao Ziya menyadari bahwa sang ibu melihat ke arahnya sedari tadi, ia sengaja diam dan tak mengatakan apapun agar ibunya berani memulai pembicaraan diantara mereka terlebih dahulu.


"Sebelum kembali ke kamar saya ingin mengatakan sesuatu pada wanita Yang ada di sebelah ayah." ucap Xiao Ziya dengan nada tegas dan sorot mata tajam, nyali Ratu Junyi Zu semakin menciut dan ia tak berani menatap mata tajam putrinya itu.


"Anda adalah ibu saya, wanita yang telah melahirkan saya ke dunia ini. Entah Anda ingin mengakuinya ataupun tidak, pada kenyataannya Anda tetaplah ibu kandung saya. Meskipun Anda telah berpisah dengan ayah mungkin status diantara kalian hanya sebagai mantan suami istri namun perlu Anda ketahui tak ada istilah mantan anak di dunia ini. Setiap anak tak bisa memilih dari keluarga seperti apa mereka ingin dilahirkan, atau dalam kondisi seperti apa mereka ingin menjalani hidup. Saya sangat berterimakasih karena Anda telah melahirkan saya ke dunia ini, saya juga sangat beruntung memiliki seorang ayah yang sangat menyayangi putrinya. Saya tau apa yang terjadi pada Anda, dan saya tak pernah membenci Anda sedikit pun ibu, jadi tolong singkirkan fikiran negatif yang ada di kepala ibu." ucap Xiao Ziya yang sedang memberikan penjelasan pada Ratu Junyi Zu. Seketika ekspresi sang ratu berubah dari sedih menjadi senang, ia sangat lega karna putrinya itu tak menaruh rasa benci padanya.


"Apakah ibu bisa merawat mu? bersediakah kau tinggal bersama ibu di Kerajaan Bintang Timur." ucap Ratu Junyi Zu dengan tatapan penuh harap.


"Saya minta maaf karna tak bisa melakukan hal itu, ibu sudah mendengar sendiri dari ayah bahwa saya sangat suka melakukan, perjalanan ke berbagai tempat yang berbeda. Dan setelah saya merasa lelah dan ingin beristirahat maka saya akan kembali ke Klan Xiao yang ada di dunia bawah karna sejak awal tempat itulah tempat kelahiran saya dan di sana saya dibesarkan. Jangan meminta saya untuk memilih diantara kalian berdua, karna saya yakin kalian sudah mengetahui jawaban. Saya bisa mengunjungi ibu dan juga saudara tiri saya yang lain terutama Putri Beiling Zu, namun untuk menetap dalam jangka waktu lama saya tak bisa melakukannya. Saya harap ibu bisa mengerti akan hal itu, dan ayah lah tokoh terfavorit yang ada di hidup saya." jawab Xiao Ziya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun di hatinya, inilah yang ia rasakan sejak awal hingga akhir. Banyak orang yang menerimanya dengan baik di Dunia Bawah, mereka juga sangat menghargai kehadirannya.


"Ah maaf karna ibu sudah berharap banyak padamu. Seharusnya ibu menyadari bahwa tak ada kasih sayang yang ibu berikan sejak kau lahir ke dunia ini. Bolehkah ibu memeluk mu? sekali saja?." ucap Ratu Junyi Zu yang sedang mengutarakan permintaannya.


"Ibu bisa melakukan hal itu sebanyak yang ibu mau, saya tetaplah putri ibu." jawab Xiao Ziya dengan senyuman lebar, gadis itu berdiri kemudian berjalan menghampiri ayah dan ibunya. Ya setelah penantian selama ini, akhirnya ia bisa melihat ayah dan ibunya akur kembali meski mereka tak akan pernah bersatu menjadi suami istri seperti dulu.


Ratu Junyi Zu berlari ke arah Xiao Ziya kemudian memeluk putrinya itu dengan sangat erat, Ratu Junyi Zu merasa senang sekaligus sedih. Ia senang karna putrinya itu tak membencinya setelah semua yang telah ia lakukan, ia merasa sedih karna putrinya tak bersedia untuk tinggal menetap bersama dengannya di Istana Kerajaan Bintang Timur.


"Ibu sangat menyayangi mu, maafkan ibu karna telah menyakiti perasaan mu putriku." ucap Ratu Junyi Zu dengan suara pelan sembari memeluk Xiao Ziya.


"Kemarilah ayah dan juga paman Yongling Zu." ucap Xiao Ziya yang melihat kedua pria itu sedang menatap ke arahnya. Raja Yongling Zu sejak awal hanya berlari ke sisi lain halaman belakang Istana Kerajaan Bulan, ia tak bisa membiarkan istrinya berduaan dengan pria lain.


Raja Yongling Zu dan Xiao Cunyu ikut memeluk Xiao Ziya dengan erat, kini gadis itu sedang merasakan kehangatan dari keluarga lengkapnya. Seorang ibu dan dua ayah, sungguh hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.