RATU IBLIS

RATU IBLIS
Mencoba Menerima


Xiao Ziya menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa ia baik baik saja, setelah itu Ziya langsung melesat dengan membawa Mue Linzong dan Mue Sanron bersama dengannya. Xiao Ziya melesat dengan kecepatan maksimal hingga Putra Mahkota yang saat itu sedang menggendong Putri Beiling Zu tak bisa mengikutinya, Mue Linzong dan Mue Sanron merasa mual karna perjalanan yang sangat mendadak itu.


"Apa kau ingin membunuh kami dengan kecepatan melesat mu ini." triak Mue Sanron dengan nada kesal, mengapa gadis itu tak bisa melesat menggunakan kecepatan normal saja.


"Jika kalian mati karna hal sepele seperti ini artinya kalian berdua lemah." jawab Xiao Ziya dengan nada datar, ia tak peduli dengan apa yang akan terjadi pada dua orang tua busuk itu. Bagi Xiao Ziya yang terpenting sekarang ini adalah memberitahukan ada Raja Yongling Zu bahwa ia telah menemukan pelaku penculikan Putri Beiling Zu.


Setelah beberapa saat akhirnya gadis itu sampai dan melewati gerbang istana dengan cara melompatinya, para penjaga gerbang hanya melihat ke arah Xiao Ziya dengan tatapan heran. Gerbang utama Istana Kerajaan Bintang Timur tingginya delapan meter, dengan ketinggian seperti itu Xiao Ziya dapat melompatinya dengan sangat mudah.


"Mengapa Nona Ziya tak meminta kita untuk membukakan gerbang saja." ucap salah seorang prajurit penjaga gerbang yang merasa tak berguna.


"Mungkin ia sedang terburu buru hingga melewati gerbang utama dengan cara melompat seperti itu." jawab prajurit penjaga gerbang yang lain, ia masih bisa berfikir positif tentang apa yang dilakukan oleh Xiao Ziya tadi.


"Saya juga melihat Nona Ziya membawa dua orang bersama dengannya, mungkin mereka pelaku penculikan Putri Beiling Zu." ucap seorang prajurit penjaga gerbang yang sudah mendengar kabar tentang hilangnya Putri Beiling Zu.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya sudah masuk ke dalam istana utama, gadis itu bergegas masuk ke aula utama dengan membawa Mue Sanron dan Mue Linzong. Setelah masuk ke dalam aula utama, Xiao Ziya mengikat tangan serta pergelangan kaki kedua pelaku itu menggunakan benang sihir sama seperti yang mereka lakukan pada Putri Beiling Zu. Ada perbedaan antara benang sihir yang dibuat oleh Mue Sanron dengan benang sihir buatan Xiao Ziya, benang sihir milik wanita jahat itu hanyalah benang sihir tingkat rendah yang tak akan menyakiti orang yang terikat dengannya. Sedangkan benang sihir milik Xiao Ziya berada di tingkat tertinggi, jika Mue Sanron ataupun Mue Linzong menggerakkan tubuh mereka sedikit saja maka akan ada listrik tegangan tinggi yang menyengat tubuh keduanya.


"Kalian hanya perlu diam hingga Raja Yongling Zu kembali bersama yang lain." ucap Xiao Ziya, gadis itu memberi peringatan pada Mue Sanron karna saat ini Mue Linzong masih bersikap seperti orang sakit jiwa. Xiao Ziya duduk di salah satu kursi yang teradapat di aula utama, ia mengambil buah persik kemudian memakan buah itu sembari menunggu kedatangan yang lain.


Saat ini tabib yang merawat Selir Mue Zu dan kedua anaknya mendapat kabar bahwa orang tua sang selir sedang di tahan oleh Xiao Ziya di aula utama, sepertinya akan ada hal buruk yang menimpa kedua orang tua sang selir. Tabib itu bergegas pergi menuju ruang kesehatan ia akan memberitahu berita ini pada Selir Mue Zu agar segera menyelamatkan kedua orang tuanya.


"Salam hormat saya pada Selir Mue Zu." ucap tabib itu dengan membungkukkan kepala di hadapan Selir Mue Zu yang sedang duduk di atas ranjang tempatnya dirawat.


"Saya terima salam mu tabib, mengapa Anda terlihat begitu khawatir?." tanya Selir Mue Zu dengan tatapan keheranan, hal apa saja yang terjadi di Istana Kerajaan Bintang Timur selama ia terbaring sakit di ruang kesehatan. Mungkinkah anak haram dari Ratu Junyi Zu itu telah memperluas pengaruhnya hingga para penduduk Kerajaan Bintang Timur lebih menyukainya daripada para pangeran dan putri yang lain.


"Pagi tadi saya mendapat kabar bahwa Putri Beiling Zu diculik oleh seseorang saat malam hari, beberapa saat yang lalu saya melihat Nona Xiao Ziya membawa kedua orang tua Anda kedalam aula utama. Sebaiknya Anda pergi ke sana untuk memastikan bagaimana konsisi Nyonya Mue Sanron dan Tuan Mue Linzong." ucap sang tabib yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai mata mata Selir Mue Zu.


Sang selir menggertak giginya dengan cukup keras, saat ini kedua anaknya masih dalam kondisi kritis dan Xiao Ziya masih ingin membuat masalah dengan kedua orang tuanya. Apa yang sedang difikirkan oleh gadis gila itu hingga ingin melukai seluruh anggota keluarganya, dengan kesal Selir Mue Zu bangun dari atas ranjang kemudian berjalan menuju aula utama Kerajaan Bintang Timur. Para pelayan istana utama yang saat itu sedang membersihkan kaca menatap ke arah sang selir dengan tatapan bingung, apa yang sedang dilakukan oleh Selir Mue Zu? bukankah saat ini wanita jahat itu sedang dalam masa penyembuhan karna beberapa tulang rusuknya patah.


Selir Mue Zu berusaha mengabaikan tatapan tatapan dari para pelayan rendahan itu, ia tak ingin menguras banyak tenaga dan membuat lukanya terbuka lagi. Setelah sampai di depan pintu aula utama sang selir meminta pada prajurit untuk membukakannya, setelah pintu terbuka lebar Selir Mue Zu langsung masuk ke dalam untuk menemui Xiao Ziya. Sang selir menatap ke seluruh ruangan, ia mengangkat sebelah alisnya karna merasa heran. Mengapa di ruangan itu hanya ada Xiao Ziya dan kedua orang tuanya saja? dimana anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur yang lain?.


"Lepaskan kedua orang tua saya!." triak Selir Mue Zu pada Xiao Ziya yang masih memakan buah persik yang ada di tangannya, Xiao Ziya melirik ke arah sang selir kemudian kembali fokus untuk mengunyah. Apapun yang dikatakan oleh Selir Mue Zu bukanlah hal penting yang harus ia dengar ataupun fikirkan.


"Sialan jangan mengabaikan saya!!" bentak Selir Mue Zu dengan amarah yang meluap luap, wanita itu berjalan dan mendatangi Xiao Ziya.


"Apa kau tuli hingga tak bisa mendengar apa yang sedang saya katakan." ucap Selir Mue Zu tepat di hadapan Xiao Ziya, gadis itu masih diam dan tak ingin menjawab semua ocehan dari sang selir. Hal yang ingin Xiao Ziya lakukan saat ini hanyalah menunggu kedatangan anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur yang lain.


Karna geram dengan tingkah Xiao Ziya yang dengan sengaja mengabaikan semua perkataanya, Selir Mue Zu ingin menjambak rambut gadis itu namun ia kalah cepat dengan Xiao Ziya. Saat ini Xiao Ziya sedang menatap tajam ke arah Selir Mue Zu sembari mencengkram leher sang selir dengan cukup kuat.


"Jangan mengganggu saya." setelah mengatakan tiga kata itu Xiao Ziya langsung mendorong Selir Mue Zu kebelakang hingga terjatuh.


Mue Sanron menatap ke arah putri kesayangannya itu dengan tatapan iba, mengapa gadis seperti Xiao Ziya harus datang ke Istana Kerajaan Bintang Timur untuk menggagalkan semua rencana yang telah mereka susun dengan baik.


"Argh lepaskan saya." ucap Mue Sanron yang mulai memberontak dan mencoba untuk melepaskan benang sihir itu, dalam hitungan detik listrik tegangan tinggi menyengat tubuh wanita tua itu hingga tubuhnya terasa mati rasa.


"Lebih baik Anda diam jika tak ingin menikmati sengatan listrik seperti itu." ucap Xiao Ziya dengan nada ketus, gadis itu mulai kesal karna terlalu lama menunggu kedatangan Raja Yongling Zu bersama dengan anggota keluarga Kerajaan Bintang Timur yang lain.


Di sisi lain saat ini Raja Yongling Zu bersama dengan orang orang yang ikut dalam pencarian Putri Beiling Zu sedang bergegas kembali menuju Istana Kerajaan, mereka berpapasan dengan Putra Mahkota Yunzo Zu yang sedang menggendong Putri Beiling Zu. Sang putra mahkota menjelaskan bahwa Xiao Ziya lah yang berhasil menemukan tempat dimana sang putri disembunyikan, saat ini Xiao Ziya sedang menunggu kepulangan mereka untuk menghukum para pelaku kejahatan. Mendengar kalimat bahwa Xiao Ziya sedang menunggu mereka membuat Raja Yongling Zu dan para pangeran gemetaran, mereka berusaha untuk kembali secepat mungkin agar tak membuat gadis itu menunggu terlalu lama.


"Apakah Nona Ziya sudah masuk ke dalam istana?." tanya Raja Yongling Zu pada prajurit penjaga gerbang dengan tatapan khawatir.


"Nona Ziya sudah lama masuk ke dalam istana, ia terlihat sangat terburu buru hingga melompati gerbang setinggi ini." jawab seorang prajurit dengan jujur.


Tanpa basa basi lagi Raja Yongling Zu dan yang lain segera masuk ke dalam istana untuk menemui Xiao Ziya. Setelah masuk ke istana utama, Raja Yongling Zu menanyakan pada beberapa pelayan kemana Xiao Ziya pergi dan pelayan itu memberitahu bahwa Xiao Ziya sudah lama menunggu di dalam aula utama.


"Maaf karna membuat Nona Ziya menunggu lama." ucap Raja Yongling Zu yang spontan membungkukkan badannya sebagai tanda bahwa ia benar benar meminta maaf pada gadis itu.


"Anda tak perlu membungkukkan badan pada saya, segeralah masuk karna waktu saya taj banyak lagi." ucap Xiao Ziya masih dengan tatapan datar. Raja Yongling Zu dan yang lain segera menempati posisi mereka masing masing, setelah itu mereka menatap ke arah Xiao Ziya sebagai pertanda bahwa semua sudah siap untuk mendengarkan penjelasan dari Xiao Ziya.


"Baiklah karna kalian sudah datang saya ingin memberitahukan bahwa Nyonya Mue Sanron adalah pelaku tunggal penculikan terhadap Putri Beiling Zu." ucap Xiao Ziya yang menyebutkan hanya ada satu pelaku yang harus bertanggung jawab atas masalah ini.


"Mengapa Anda melakukan hal ini terhadap putri saya?!" tanya Raja Yongling Zu dengan tatapan tajam, Putri Beiling Zu tak pernah menyinggung siapapun sehingga gadis itu tak memiliki musuh.


"Saya tak akan mengatakan apapun." ucap Mue Sanron, wanita itu masih sangat keras kepala meski ia dalam kondisi yang tak menguntungkan.


"Jangan sembarang menuduh ibu saya, bagaimana jika ibu saya mengalami nasib yang sama dengan Putri Beiling Zu?." selak Selir Mue Zu yang ingin membantu sang ibu terbebas dari tuduhan itu. Sang selir tau bahwa ibunya benar benar tersangka dalam penculikan Putri Beiling Zu namun ia tak rela jika sang ibu mendapat hukuman berat karna telah menculik sang putri.


"Jika saya mengatakan Nyonya Mue Sanron adalah pelakunya maka ia adalah pelakunya. Saya tau mengapa Nyonya Mue Sanron menculik Putri Beiling Zu ketika saya sedang berada di luar, wanita itu hanya ingin memancing saya masuk ke dalam ruang bawah tanah tempatnya menyembunyikan sang putri dan ketika saya salah membuka ruangan maka saya akan terkena beberapa jebakan yang telah ia persiapkan." ucap Xiao Ziya yang jauh lebih pintar daripada Mue Sanron hingga semua rencana jahat wanita itu bisa dibaca dengan baik oleh gadis itu.


"Jika Anda memiliki masalah dengan saya seharusnya Anda melakukan pembalasan secara langsung." ucap Xiao Ziya dengan senyuman yang sangat mencurigakan. Entah mengapa saat melihat senyuman dari gadis itu membuat perasaan Mue Sanron tak tenang.


"Anda harus bersikap adil pada ibu saya Yang Mulia Raja Yongling Zu, sampai saat ini belum ada bukti bahwa ibu sayalah yang telah menculik Putri Beiling Zu." ucap Selir Mue Zu yang tetap memaksakan pendapatnya.


"Saat Putri Beiling Zu sadar ia akan mengatakan semuanya, bukankah begitu Nyonya Mue Sanron." balas Xiao Ziya, gadis itu sudah tak sabar mengirim Mue Sanron kembali ke Kerajaan Yuan Liong agar wanita tua itu melihat kehancuran Klan Mue yang telah ia jaga bersama dengan sang suami.


"Tetap saja kita perlu bukti bukti untuk memberatkan tuduhan Anda terhadap ibu saya." ucap Selir Mue Zu yang mulai mengatakan berbagai hal mengenai hukum. Xiao Ziya hanya tersenyum tipis mendengar semua perkataan sampah itu.


"Bagaimana menurut Anda Nona Ziya?." tanya Yang Mulia Raja Yongling Zu pada Ziya karna gadis itulah yang telah menemukan orang yang telah menculik Putri Beiling Zu ditambah masalah ini terjadi karna Mue Sanron memiliki dendam terhadap Xiao Ziya.


"Sembari menunggu pihak Kerajaan Bintang Timur melakukan penyelidikan saya menyarankan agar Nyonya Mue Sanron dan Tuan Mue Linzong untuk kembali ke Klan Mue, setelah pihak kerajaan memiliki keputusan tetap mengenai masalah ini maka pihak kerajaan akan mengirim surat panggilan pada Anda." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar, Mue Sanron merasa sangat senang mendengar saran dari Xiao Ziya. Akhirnya ia bisa kembali ke Klan Mue, setelah sampai di Klan Mue nanti ia akan meminta bantuan pada ketua klan yang lain untuk menyingkirkan Xiao Ziya.


"Baiklah jika itu keinginan Anda maka saya akan mengabulkannya." ucap Raja Yongling Zu dengan ragu ragu, baru kali ini ia melihat Xiao Ziya melepaskan orang yang menjadi mangsanya.


"Saya akan mengemasi barang barang dan keluar dari tempat mengerikan ini." ucap Mue Sanron yang menatap tajam ke arah Xiao Ziya, wanita itu mengisyaratkan agar Ziya melepaskan benang sihir yang masih mengikatnya serta sang suami.


"Agar kalian tak melarikan diri saat akan dijatuhi hukuman nanti maka saya akan menanamkan racun di jantung kalian berdua." ucap Xiao Ziya yang langsung memejamkan matanya, gadis itu merapalkan sebuah mantra kemudian ia mengeluarkan sebotol racun mematikan yang di simpan di dalam cincin semesta. Racun itu menggumpal dan membentuk sebuah lingkaran, setelah dalam bentuk yang sempurna kedua racun tersebut melesat masuk ke dalam jantung Mue Sanron dan Mue Linzong.


Tubuh Mue Sanron dan Mue Linzong bersaksi terhadap racun yang baru saja memasuki tubuh mereka, Mur Sanron memuntahkan darah berwarna hitam sedangkan Mue Linzong pingsan dengan darah yang mengalir keluar dari telinganya. Setelah proses penyegelan racun selesai Xiao Ziya melepas benang sihir yang mengikat tangan serta kaki pasangan suami istri itu.


Selir Mue Zu menghampiri kedua orang tuanya dan meminta prajurit untuk membantunya membawa keduanya menuju ruang kesehatan, sebelum pergi dari aula sang selir sempat menatap tajam ke arah Xiao Ziya. Sedangkan gadis itu membalas dengan sebuah senyuman manis karna ia memiliki kejutan yang sangat menarik untuk Mue Sanron dan Mue Linzong.


"Mengapa Anda membiarkan mereka pergi?." tanya Yang Mulia Raja Yongling Zu, sepertinya pria itu penasaran dengan rencana yang telah di siapkan oleh Xiao Ziya.


"Nanti Anda akan mengetahuinya sendiri, dalam dua hari saya akan kembali ke Kerajaan Bulan. Ada banyak hal yang perlu saya selesaikan sebelum pulang ke dunia bawah." ucap Xiao Ziya, gadis itu harus segera kembali karna masalah nenek kandungnya tak boleh dibiarkan terlalu lama. Lagipula paman dan bibinya juga harus pulang ke wilayah penyihir hitam.


"Anda tak ingin menunggu hingga Ratu Junyi Zu mengingat Anda kembali?." tanya Raja Yongling Zu, pria itu mengira bahwa Xiao Ziya akan tinggal di Istana Kerajaan Bintang Timur hingga sang istri mengingat gadis itu kembali.


"Saya tak bisa memaksakan kehendak terhadap ibu saya sendiri, biarlah seiring berjalannya waktu saya bisa menerima hal ini. Saya harap Anda akan selalu menjaga ibu saya dengan baik." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis. Sekuat apapun dirinya, ia tak akan menggunakan sihir berbahaya hanya untuk membuat ibu kandungnya mengingat tentang kenangan di masa lalu.


"Tanpa Anda minta saya akan menjaga istri saya dengan baik. Jika suatu hari Anda berkunjung kembali ke Dunia Manusia Abadi, datanglah untuk bertemu dengan ibu Anda lagi." ucap Raja Yongling Zu, ia merasa sangat bersalah karna telah menghilangkan ingatan Ratu Junyi Zu mengenai kenangan di masa lalunya.


"Entahlah, saya hanya mengikuti bagaimana takdir mengalir. Saya permisi terlebih dahulu Yang Mulia Raja Yongling Zu." ucap Xiao Ziya, gadis itu berjalan keluar dari aula utama dengan senyuman kekecewaan yang terlihat jelas menghiasi wajah cantiknya. Xiao Ziya akan mencoba untuk hidup dengan baik meski tak akan pernah di ingat oleh ibunya sendiri, mungkin di masa depan Xiao Ziya akan menemukan hal yang lebih mengejutkan lagi.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.