RATU IBLIS

RATU IBLIS
Siapa Yang Lebih Berkuasa


Xiao Zuen menghela nafas dengan berat, ia tak ingin menerima pemberian sebanyak itu dari Nona Ziya namun sang nona memaksanya untuk menerima itu semua. Pada akhirnya Xiao Zuen mengalah, ia tak ingin menyakiti hati sang nona muda yang sudah berbaik hati, ia mulai memilih dua armor yang ia sukai dan beberapa senjata yang cocok dengan kemampuannya saat ini. Xiao Ziya terus memperhatikan bagaimana pemuda itu memilih senjata, tidak buruk juga karna Zuen bukanlah pemuda yang serakah.


"Saya mewakili seluruh kelompok mengucapkan terimakasih atas pemberian ini, jika ada yang bisa kami lakukan untuk nona muda maka jangan sungkan untuk mengatakannya." ucap Xiao Zuen sembari membungkukkan badan.


"Tidak perlu seperti itu, saya memiliki banyak barang yang sudah tidak terpakai. Daripada dibiarkan berkarat lebih baik saya membagikannya pada orang lain. Kalian juga masa depan Klan Xiao, karna itulah saya menaruh harapan besar pada kalian semua. Tolong panggilkan ketua kelompok yang lain karna saya akan memberikan beberapa armor serta senjata untuk mereka." ucap Xiao Ziya dengan senyum tipis dan sorot mata yang terasa dingin.


"Baik saya akan melakukannya sesuai dengan perintah Anda, apakah saya boleh pergi sekarang?." tanya Xiao Zuen.


"Sebelum kau pergi saya ingin bertanya sesuatu, siapa gadis berambut coklat tua yang ada di kelompok mu itu. Saya sangat tidak menyukainya, dia tidak memberikan salam serta menatap saya dengan tatapan tajam." ucap Xiao Ziya yang sudah berusaha dengan baik untuk tidak menghancurkan gadis itu.


Xiao Zuen terdiam beberapa saat, ia seperti sedang memikirkan siapa gadis yang dimaksud oleh nona mudanya itu. Setelah mengingat ingat kembali akhirnya Zuen ingat siapa gadis itu.


"Dia adalah Nona Xiao Yungha, anak angkat dari pemimpin Klan Xiao." jawab Xiao Zuen yang membuat Ziya sedikit terkejut. Pantas saja ia tidak mengenali wajah itu sebelumnya, mengapa sifat anak angkat itu sangat persis dengan ayah angkatnya.


Dua tahun yang lalu ketika Xiao Ziya masih berada di Dunia Manusia Abadi, Xiao Ciyun bertugas di sebuah tempat yang berada di wilayah kerajaan lain saat kembali dari sana ia membawa seorang gadis dengan penampilan yang cukup lusuh kemudian diangkat menjadi anak. Awalnya banyak pro dan kontra saat Xiao Ciyun mengangkat seorang hadis berusia tiga belas tahun menjadi putrinya, namun dengan otoritas yang ia miliki sebagai pemimpin Klan Xiao ia memaksa semua orang menerima kehadiran gadis itu.


"Baiklah kau bisa pergi sekarang, katana pada gadis bernama Xiao Yungha itu jika dia masih berani menatap saya dengan tatapan yang tidak mengenakkan maka jangan salahkan saya bila kedua matanya akan hilang." ucap Xiao Ziya, ia mempersilahkan Xiao Zuen untuk pergi dan menyampaikan pesannya itu.


"Saya permisi terlebih dahulu Nona Ziya, sampai jumpa lagi di lain waktu." ucap Xiao Zuen.


Pemuda itu mengangkat kotak besi berisikan barang barang pemberian Xiao Ziya dengan susah payah, awalnya ia mengira kotak itu ringan namun tebakannya salah. Dengan sedikit perjuangan akhirnya Xiao Zuen sampai di depan gerbang paviliun milik Xiao Ziya, beberapa prajurit yang melihat pemuda itu sedang kesulitan langsung membantunya.


"Putri angkat Xiao Ciyun? sungguh hal yang menarik. Mari kita lihat drama apa lagi yang akan dibuat oleh orang orang bodoh itu." gumam Xiao Ziya dengan suara pelan kemudian ia masuk ke dalam paviliun miliknya untuk beristirahat.


Xiao Zuen dan beberapa prajurit dari paviliun Xiao Ziya sampai di lapangan tempat murid murid Klan Xiao berlatih. Kedatangan pemuda itu dengan membawa sebuah kotak besi besar menyita perhatian kelompok lainnya.


"Hah akhirnya sampai juga, bagaimana cara Nona Ziya mengangkat beda seberat ini dengan sangat mudah." ucap Xiao Zuen dengan nafas yang tidak beraturan. Sepertinya ia salah ketika membandingkan diri dengan gadis itu.


"Kami permisi Tuan Muda." ucap para prajurit dari paviliun Xiao Ziya, mereka harus segera kembali bertugas.


"Terimakasih atas bantuan kalian semua, jika tidak tangan saya akan patah." ucap Xiao Zuen diselingi dengan suara tawa.


Para prajurit itu pergi dan semua anggota kelompok Xiao Zuen datang menghampirinya, mereka bertanya tanya apa isi kotak besi itu dan mengapa Nona Besar membawanya pergi.


"Apa gadis itu menggoda mu Tuan Muda?." tanya Xiao Yungha dengan nada ketus.


"Jaga ucapan mu pada Nona Besar, jangan menyamakan dirimu sendiri dengannya." jawab salah satu anggota kelompok Xiao Zuen.


"Cih aku tidak sedang berbicara dengan mu, jangan ikut campur dengan urusan ku dan Tuan Muda Zuen." sindir Xiao Yungha.


"Nona Ziya tidak melakukan apa yang kau katakan, ia membawa saya ke paviliun nya dan memberikan beberapa barang untuk dibagikan pada kalian." jawab Xiao Zuen dengan nada dingin, sejak kemunculan Xiao Yungha di Klan Xiao ini ia merasa sangat tidak nyaman.


"Pasti barang murahan yang gadis itu berikan, aku tidak menginginkannya." ketus Xiao Yungha.


"Awas saja jika kau memintanya nanti, kami akan membuat mu babak belur dan mewakili Nona Ziya memberikan hukuman pada gadis arogan." ucap salah seorang gadis yang ada di kelompok itu.


"Sudahlah jangan bertengkar, saya tidak akan memberikan apapun pada Nona Yungha seperti apa yang Anda katakan. Kalian semua bisa mengambil satu set armor, satu senjata yang cocok dengan kemampuan kalian, serta dua kitab jurus yang ingin kalian pelajari. Jangan biarkan Nona Yungha mengambil apapun dari kotak besi ini, saya akan pergi untuk menyampaikan pesan Nona Ziya lada ketua kelompok murid yang lain." ucap Xiao Zuen dengan tegas, untuk apa ia memberikan sesuatu pada seseorang yang telah menghina nona muda yang sangat ia hormati.


Akhirnya Xiao Zuen pergi meninggalkan kelompoknya menuju beberapa kelompok lain yang sedang berlatih. Seorang pemuda bernama Xiao Yuhen membuka kotak besi itu kemudian menunjukkan ekspresi terkejut sama seperti anggota yang lain.


"Sekaya apa Nona Ziya hingga memberikan barang barang semahal ini untuk membantu pelatihan kita semua." ucap Xiao Yuhen.


"Ini armor tingkat menengah, mungkin untuk satu set nya kita perlu mengeluarkan sepuluh ribu koin emas." jawab anggota kelompok yang lain.


"Baiklah saya akan mempersilahkan anggota perempuan memilih terlebih dahulu kecuali Nona Yungha." ucap Xiao Yuhen dengan senyuman miring. Siapa yang meminta gadis itu untuk bersikap sombong dan menjelekkan Nona Besar, kini biarlah Xiao Yungha menyesali perbuatannya itu.


"Ke... kenapa kalian mengucilkan ku seperti ini. Aku tadi hanya bercanda saja." sangkal Xiao Yungha, sepertinya gadis itu menginginkan barang barang pemberian Xiao


Ziya.


"Bercanda? apakah diantara kami semua ada yang tertawa saat mendengar candaan mu itu?. Menghina orang lain bukanlah sebuah candaan, Nona Xiao Yuhen Anda bukanlah seorang anak kecil yang tidak mengetahui etika." bentak Xiao Zuren dengan tatapan kesal. Gadis itu sangat ingin memukuli Xiao Yungha hingga babak belur.


Anggota kelompok yang lain hanya memandangi kepergian gadis itu dengan tatapan kesal dan beberapa diantaranya menatap dengan penuh kebencian. Xiao Yungha sering melakukan berbagai macam hal sesuai keinginannya sendiri tanpa memikirkan orang lain, semua itu disebabkan karna ia terlalu besar kepala saat menjadi putri angkat pemimpin Klan Xiao. Saat ini mereka tak perlu merasa takut lagi karna Nona Besar sudah kembali.


Di saat kelompok Xiao Zuen sedang sibuk memilih barang yang mereka inginkan, pemuda itu sendiri sibuk mencari beberapa ketua kelompok murid yang hari ini tidak berlatih di lapangan. Di sisi lain beberapa murid datang mengunjungi paviliun milik Xiao Ziya sesuai dengan instruksi gadis itu, setiap ketua kelompok akan mendapatkan satu kotak besi dengan ukuran dan isi yang sama. Mereka sangat berterimakasih atas pemberian dari Xiao Ziya, walaupun gadis itu sudah berpergian dalam waktu yang cukup lama ia masih menganggap generasi muda klan tersebut sebagai keluarganya sendiri.


Di sisi lain saat ini Xiao Yungha sedang menangis di hadapan pemimpin Klan Xiao, ia melaporkan tindakan anggota kelompoknya yang lain. Xiao Ciyun menunjukkan ekspresi marah saat mendengar cerita dari putri angkatnya itu, entah bodoh ataupun dungu pria itu tidak mencari tau terlebih dahulu kebenaran dari cerita tersendiri.


"Tenanglah putriku, ayah akan menghukum bajingan bajingan kecil itu agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang." ucap Xiao Ciyun sembari mengusap rambut putri angkatnya penuh dengan kasih sayang.


"Hiks hiks... mereka sangat jahat. Mungkinkah Nona Ziya telah mempengaruhi mereka semua untuk mengecilkan ku ayah." ucap Xiao Yungha yang kini membawa bawa nama Xiao Ziya.


"Sudahlah jangan menangis lagi, ayah akan memberi pelajaran pada mereka semua. Mari ikut ayah pergi ke lapangan tempatmu berlatih, ayah akan menanyakan hal ini secara langsung pada Zuen." ucap Xiao Ciyun. Pria itu berjalan keluar dari ruang kerjanya bersama dengan Xiao Yungha, beberapa anggota Klan Xiao menatap bingung ke arah keduanya. Mengapa pemimpin klan terlihat sangat marah? apakah anak angkatnya kembali membuat ulah?.


Saat ini Xiao Ziya sedang bersantai di halaman depan paviliun miliknya, ia memetik beberapa buah persik yang telah matang. Suasana damai yang sangat ia rindukan selama berkelana di beberapa lapisan dunia yang lain, sejauh apapun Xiao Ziya pergi dan seindah apapun tenpat yang ia kunjungi, tempat kelahirannya adalah tempat ternyaman yang ia miliki.


Saat Xiao Ziya sedang menikmati suasana yang sejuk ini seorang prajurit penjaga gerbang masuk paviliun berlari ke arahnya dengan nagas tersengal sengal.


"Ada apa? mengapa Anda berlarian seperti itu?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan binging.


"Saya melihat Tuan Xiao Ciyun dan putri angkatnya berjalan ke arah lapangan tempat para murid berlatih, sepertinya putri angkat Tuan Xiao Ciyun membuat masalah lagi. Saya hanya merasa khawatir jika masalah itu berhubungan dengan kelompok Tuan Muda Zuen." jelas sang prajurit pada Xiao Ziya.


"Kembalilah ke tempat bertugas dan saya akan pergi untuk memantau situasi di sana." ucap Xiao Ziya. Tanpa berlama lama lagi gadis itu berjalan keluar dari paviliunnya, semoga saja Xiao Ciyun tidak melakukan tindakan bodoh.


Di sisi lain saat ini Xiao Ciyun beserta putri angkatnya sedang berhadap hadapan dengan kelompok Xiao Zuen.


"Apa apaan ini, mengapa kalian mengucilkan putri saya!." bentak Xiao Ciyun secara tiba tiba. Bukannya merasa takut Xiao Zuen dan kelompoknya saling berpandangan satu sama lain.


Apa yang sedang dikatakan oleh pemimpin klan? siapa juga yang mengucilkan gadis itu. Bukankah tadi Xiao Yungha sendiri yang mengatakan bahwa ia tak ingin menerima barang barang pemberian dari Xiao Ziya, jadi apa salahnya jika mereka benar benar melakukan permintaan gadis itu.


"Sebaiknya Anda mencari tau kebenarannya terlebih dahulu sebelum memarahi kami seperti itu. Putri Anda sendiri yang mengatakan bahwa ia tidak ingin menerima barang barang murah pemberian Nona Muda Xiao Ziya, namun saat melihat barang apa yang diberikan Nona Muda putri Anda mulai menjilat ludahnya sendiri." jawab Xiao Zuen dengan tatapan dingin.


"Aku hanya bercanda, mengapa kalian menganggapnya serius seperti itu." ucap Xiao Yungha yang sedang membela dirinya sendiri.


"Kalian sudah dewasa, apakah tidak bisa membedakan saat seseorang sedang bercanda ataupun tidak." bentak Xiao Ciyun, ia hanya akan mendengar perkataan putri angkatnya saja tanpa peduli perkataan orang lain.


"Karna kami semua sudah bukan anak anak lagi, apa yang dikatakan oleh putri Anda bukanlah sebuah candaan. Bagaimana bisa hinaan yang ditunjukkan pada Nona Besar kami anggap sebagai candaan? lalu sekarang siapa yang terlihat seperti anak kecil." jawab Xiao Zuen dengan tegas. Ia sangat muak dengan kebodohan pemimpin klan.


Xiao Ciyun melebarkan matanya, pria itu melayangkan sebuah pukulan pada Xiao Zuen namun tiba tiba ada sebuah tangan yang menahan pukulannya itu. Bukan hanya menahannya saja, samar samar terdengar suara retakan dari beberapa bagian tangan Xiao Ciyun.


"Jangan melukai murid Klan Xiao hanya karna tuduhan putri Anda. Saya percaya akan apa yang dikatakan oleh Xiao Zuen." ucap Xiao Ziya dengan tatapan membunuh.


"Kau...argh jangan ikut campur dalam masalah ini. Saya akan memberi pelajaran pada mereka yang telah mengucilkan putri saya." ucap Xiao Ciyun dengan kemarahan meluap-luap. Pria itu mengeluarkan pedang miliknya dan hendak menyerang Xiao Zuen, namun pedangnya patah saat tersentuh oleh tangan Xiao Ziya.


"Mereka adalah bagian dari Klan Xiao dan masa depan klan ini. Meskipun Anda memiliki posisi sebagai pemimpin klan bukan berarti Anda memiliki hak untuk menghukum orang lain dengan seenak hati." tegas Xiao Ziya.


"Mengapa Nona Muda membela mereka semua, apakah Nona bersekongkol dengan mereka untuk mengucilkan saya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan hingga Anda membenci saya seperti ini." ucap Xiao Yungha dengan mata berkaca-kaca.


Xiao Ziya menatap tajam ke arah gadis itu, ia mengangkat sebuah alisnya kemudian menyeringai. Ternyata putri angkat dari Xiao Ciyun sangat manipulatif dan pintar berakting. Sudahlah lama Xiao Ziya tak merasakan sensasi seperti ini.


"Kau benar sekaligus salah. Saya tidak lernah meminta murid manapun untuk membenci mu karna saya saja tidak mengenal siapa kau. Benar adanya jika saya memiliki kesan buruk saat pertemuan pertama kita beberapa jam yang lalu, saya masih ingat dengan jelas tatapan tajam yang Anda berikan untuk saya." jawab Xiao Ziya dengan santai.


"Dia adalah putri saya, karna itu Anda juga harus menghormatinya Nona Ziya. Bukankah Anda sendiri yang mengatakan akan menyerahkan otoritas penuh Klan Xiao pada saya." ucap Xiao Ciyun yang meminta Xiao Ziya untuk menghormati keberadaan putri angkatnya itu.


"Hal itu benar namun bukan berarti saya akan menuruti semua hal yang Anda perintahkan, saya bisa melakukan apapun sesuai keinginan saya karna wilayah Kekaisaran Qiyu masih berada di bawah kepemimpinan saya. Apa Anda tidak suka? maka pergilah dari wilayah ini." jawab Xiao Ziya yang membuat Xiao Ciyun langsung terdiam. Bagaimana bisa ia lupa bahwa gadis itu lebih berkuasa daripada dirinya.


**Jadi author mau klarifikasi dulu guys, kemarin itu bukan masalah percintaan itu aja. Dua hari sebelumnya udah ada masalah lain terus ketambahan sama masalah itu. Jadinya tuh terlalu banyak yang harus di fikirin sampe ga fokus sama sekali. Kalau ditanya kenapa lebih rajin yang di sebelah karna di sini agak miris ya, sebulan itu paling gede 150 ribu dan bisa di tarik kalau udah 1,4jt. Kalian ingat ga pas author masih rajin update beberapa bulan yang lalu itu bahkan cuma dapat ga sampe 200 ribu. Pusing tau kalau ga ada pegangan uang tuh 😭😭.


Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys**.