
"Apakah master Ziya memiliki masalah dengan kaisar kami?." tanya Murong Xu yang belum mengetahui tentang penghiaan yang Kaisar Lu Yunha lakukan pada Xiao Ziya. Jika ia tau mungkin ia mengerti mengapa gadis itu sampai sebegitu kesalnya dengan kaisair.
"Tentu saja saya tak akan marah tanpa alasan." ucap Xiao Ziya dengan singkat dan tajam.
"Baiklah apa yang ingin master lakukan? melawan kaisar Lu Yunha bukanlah perkara yang gampang." ucap Xinlin kakak laki laki dari Muyen.
Walau Xiao Ziya terlihat begitu kuat namun gadis yang baru berumur sebelas tahun bagaimana cara untuk mengatasi masalah besar seperti itu. Keluarga Bangsawan Mung-e saja hanya bisa pasrah pada titah sang kaisar tanpa melakukan apapun.
"Apakah kalian meragukanku?." tanya Xiao Ziya yang menatap tajam ke arah Xinlin dan mengeluarkan aura emas yang ia miliki, Xinlin merasa tertekan dengan aura yang dikeluarkan oleh Xiao Ziya hingga ia hampir saja pingsan.
"Maaf atas perkataan putra saya barusan." ucap Murong Xu yang tak tega melihat putra pertamanya yang terlihat menahan rasa sakit. Xiao Ziya menarik kembali aura emasnya.
"Lalu apa yang Master Ziya akan lakukan untuk melawan Kekaisaran Lungzo?." tanya Linsinhu. Hanya ibu dari Muyen yang sudah mempercayai Xiao Ziya dari awal.
"Saya akan berperang dengan mereka." ucap Xiao Ziya yang membuat anggota Keluarga Bangsawan Mung-e semakin terkejut.
"Berperang? pasukan Kekaisaran Lungzo itu sangat banyak master ada dua puluh ribu pasukan bagaimana cara anda melawan mereka?." tanya Murong Xu yang merasa gadis yang ada di sampingnya itu tengah membahayakan dirinya sendiri.
Siapa yang akan berperang dengan sebuah kekaisaran hanya karna sang kaisar mengeluarkan titah yang membuat kakak sepupunya kehilangan kekasih? mungkin jika itu terjadi pada orang lain mereka akan menyarankan Xiao Yuna untuk mengikhlaskan Muyen, begitu beruntung Xiao Yuna saat memiliki adik sepupu yang sangat menyayanginya dan mau melakukan hal tak terduga hanya untuk membahagiakannya.
"Adik bukankah itu terlalu berbahaya?." ucap Xiao Yuna yang tak ingin Xiao Ziya terluka hanya karnanya.
"Bukankah jiejie tau bahwa aku tak pernah sendirian?." ucap Xiao Ziya yang tersenyum tipis menandakan bahwa gadis itu sudah merencanakannya dengan matang.
Di sisi lain saat ini istana Kekaisaran Qiyu sudah mempersiapkan sepuluh ribu pasukan yang akan berangakat ke Kekaisaran Lungzo, Pangeran Kegelapan, Kaisar Yan, Xiao Xun, dan Liu Anzo yang memimpin sepuluh ribu pasukan itu.
Sebenarnya Kekaisaran Qiyu memiliki lebih dari serarus ribu pasukan namun untuk menghancurkan Kekaisaran Lungzo sepuluh ribu pasukan sudah cukup.
"Mari kira berangkat jangan sampai adik kita menunggu." ucap Kaisar Yan yang memerintahkan prajurit prajuritnya untuk berangkat menuju Kekaisaran Lungzo.
Saat sepuluh ribu pasukan Kekaisaran Qiyu melewati perbatasan di sana ada sekitar lima ribu pasukan yang sedang menunggu dan memegang bendera hitam. Kaisar Yan yang tak mengetahui pasukan siapa itu langsung mendekat untuk memastikan bahwa pasukan itu bukan pasukan musuh.
"Selamat pagi Kaisar Yan." ucap Pangeran Zeeling yang menyapa Kaisar Yan.
Xiao Yan yang merasa pernah melihat pemuda yang ada di hadapannya itu akhirnya ingat bahwa pemuda itu adalah kakak angkat adiknya.
"Ternyata Pangeran Zeeling, apa yang sedang kalian lakukan dengan pasukan itu?." tanya Kaisar Yan.
"Tentu saja untuk membantu adik Ziya bukankah kalian ingin bertarung atas nama kakak laki laki adik Ziya? bagaimana bisa kami tak ikut." ucap Pangeran Zeeling yang memang memiliki mata mata yang akan mengawasi apa saja yang terjadi di Kekaisaran Qiyu dan semalam mata matanya kembali ke Kerajaan Hitam memberi kabar bahwa akan ada peperangan atas nama kakak laki laki Xiao Ziya.
Akhirnya mereka berangkat bersama, untuk sampai di Kekaisaran Lungzo memang memerlukan waktu yang cukup lama, mereka berangkat pagi pagi buta agar bisa segera sampai di sana. Saat berjalan belum jauh Xiao Yan kembali melihat pasukan lain dengan lambang Kerajaan Xingmen.
"Salam Kaisar Yan, kami dari Kerajaan Xingmen siap membantu." ucap Pangeran Xi Yijun yang membawa lima ribu pasukan juga..
Sekarang ada dua puluh ribu pasukan yang mengarah ke Kekaisaran Lungzo, pergerakan mereka belum diketahui oleh pihak Kekaisaran Lungzo. Xiao Yan dan Xiao Xun tersenyum saat melihat banyak bala bantuan yang datang ternyata adiknya itu sudah membangun hubungan dengan banyak pihak.
Ini semua belum berakhir karna Kekaisaran Binzo juga mengirimkan bantuan sebanyak sepuluh ribu pasukan, Kekaisaran Binzo berhutang budi pada Xiao Ziya karna gadis itu yang memberikan suplay kebutuhan pokok dengan harga murah ke kekaisaran mereka sehingga keaejahteraan rakyat Kekaisaran Binzo bisa terus terjaga. Pasukan dari Kekaisaran Binzo langsung pergi menuju Kekaisaran Lungzo untuk menunggu pasukan dari Kekaisaran Qiyu.
Saat ini pasukan Kekaisaran Qiyu dan juga sekutunya sudah sampai di wilayah Kerajaan Daun Perak, saat melintasi wilayah Kerajaan Daun Perak ada enam ribu pasukan yang ikut bergabung dengan mereka.
"Salam Kaisar Yan saya akan membantu nona Ziya." ucap Yuan Zie yang tak akan diam saja di kerajaanya ketika mendengar kabar bahwa Kekaisaran Qiyu akan menyerang Kekaisaran Lungzo atas nama Xiao Ziya. Sayang sekali saat ini Raja Artur tidak bisa membantu karna ada beberapa urusan mendesak yang harus ia lakukan. Namun dengan keseluruhan pasukan yang siap berperang atas nama Xiao Ziya mereka sudah dipastikan menang.
Xiao Ziya yang masih ada di Kediaman Bangsawan Mung-e ia sedang berada di sebuah kamar. Murong Xu dan keluarganya menyambut hangat kedatangan calon mantu dan juga adik ipar mereka.
"Bagaimana cara gadis itu berperang dengan Kekaisaran Lungzo." ucap Murong Xu yang tampak khawatir dengan Xiao Ziya.
"Kita perlu membantunya ayah, dia melakukan ini juga untuk memperjuanhkan hak adik Muyen." ucap Xinlin yang sangat ingin membantu Xiao Ziya, namun pasukan yang dimiliki Keluarga Bangsawan Mung-e hanyalah sekitar Dua ribu prajurit saja dan mereka jelas akan kalah jumlah dengan pasukan Kekaisaran Lungzo.
"Sebaiknya kita bertanya lebih detail pada Master Ziya." ucap Jinlie yang merupakan kakak perempuan dari Muyen.
"Selamat datang Master Ziya, apakah anda merasa lapar sehingga masuk ke dapur?." tanya salah seorang pelayan yang menyambut Xiao Ziya dengan hangat.
"Saya hanya ingin melihat lihat saja, jika boleh saya juga ingin membantu." ucap Xiao Ziya yang membuat semua pelayan yang sedang ada di dapur langsung menengok. Apakah gadis itu serius dengan apa yang ia ucapkan? bukankah statusnya lebih tinggi daripada bangsawan lalu mengapa ia mau repot repot turun kedapur.
"Tentu saja apakah kalian mengijinkannya?." tanya Xiao Ziya pada para pelayan karna ini bukan istana Kekaisaran Qiyu ataupun Klan Xiao sehingga para pelayan yang ada di tempat ini belum terbiasa dengan apa saja yang gadis itu lakukan.
"Baiklah jika Master Ziya ingin ikut memasak kami tak bisa melarang." ucap mereka secara serempak karna mereka juga takut jika gadis itu melapor yang tidak tidak pada Tuan Murong Xu.
Xiao Ziya mengeluarak beberapa sayuran dan daging yang ia tanam dan simpan di dalam cincin semesta. Melihat wortel, brokoli, dan buncis segar membuat para pelayan kebingungan dari mana benda benda itu muncul bukankan sebelumnya Master Ziya datang dengan tangan kosong, lalu mereka menyimpulkan bahwa seorang master bisa melakukan apapun yang ia mau.
"Baiklah saya tak akan sungkan lagi." ucap Xiao Ziya yang mulai memotong motong sayuran.
Murong Xu, Xinlin, dan Jinlie mencari Xiao Ziya di kamarnya namun mereka tak menemukan gadis itu, saat mencarinya keseluruh rumah akhirnya mereka menemukan Xiao Ziya yang sedang sibuk dengan pisau yang ada di tangannya.
"Apa yang sedang master Ziya lakukan?." tanya Murong Xu yang terkejut dengan apa yang dilakukan Xiao Ziya. Putrinya saja tak pernah datang kedapur bagaimana bisa master muda itu bisa turun langsung kedapur.
"Saya sedang memasak." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan aktivitas memasaknya yang tak bisa dihentikan oleh siapapun.
Setelah setengah jam akhirnya nasi goreng ala Xiao Ziyapun selesai dibuat, nasi goreng dengan daging dan juga wortel, brokoli, dan buncis siapa yang bisa menolaknya. Tak lupa gadis itu juga membuat telur dadar sebagai pelengkap.
Xiao Ziya membawa hasil masakannya itu ke meja makan keluarga Bangsawan Mung-e, semua sudah berkumpul untuk menikmati makanan yang dibuat oleh Xiao Ziya.
"Wah saudariku memasak nasi goreng pasti rasanya sangat luar biasa." ucap Xiao Yuna yang sudah tak sabar untuk mencicipi masakan dari saudarinya.
Akhirnya mereka semua mencicipi masakan dari Xiao Ziya, mereka semua menikmati nasi goreng itu dengan perasaan yang sangat bahagia karna masakan dari Xiao Ziya sangat luar biasa enak.
"Wah sangat luar biasa." ucap Murong Xu yang sangat menikmati masakan dari Xiao Ziya.
Sedangkan saat ini di dunia peri sedang ada keributan kecil di saat mereka mendapat kabar bahwa akan ada peperangan di dunia bawah atas nama Xiao Ziya. Bagimana bisa mereka diam saja dan tak membantu apapun, namun jika mereka turun langsung ke medan perang itu akan menarik perhatian pihak musuh dan kedepannya nyawa Xiao Ziya akan sangat terancam. Lalu apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu Xiao Ziya?.
"Aku sangat ingin membantu gadis manis itu." ucap Ratu Rexuca yang sangat ingin mengirim pasukan peri untuk ikut berperang.
"Kau tak boleh melakukan itu istriku." ucap Raja Richal yang berusaha untuk menahan istrinya yang sangat keras kepala itu.
"Bagaimana bisa kau diam saja di sini, bukankah gadis itu yang telah menyelamatkanmu." ucap Ratu Rexuca yang terlihat kesal pada suaminya.
"Bukan begitu jika kita turun langsung ke peperangan maka kedepannya musuh musuh kita akan mengincar nona Ziya apakah kau ingin gadis itu diincar oleh para penyihir hitam?." ucap Raja Richal yang mencoba menjelaskan pada sang istri bahwa mereka memang tetap harus membantu gadis itu namun dengan cara yang berbeda.
"Ku dengar perjalanan dari Kekaisaran Qiyu ke Kekaisaran Lungzo membutuhkan waktu yang lama, akan lebih baik kita membuatkan pintu teleportasi untuk pasukan itu?." ucap Putra Mahkota Robert yang memberikan saran pada ayah dan ibunya yang sedang bertengkar itu.
Akhirnya Raja Richal mengirim seribu pasukan untuk membuatkan pintu teleportasi untuk mereka. Seribu pasukan peri turun ke dunia bawah, mereka turun tepat di depan pasukan Kekaisaran Qiyu dan sekutunya yang sedang berjalan menuju Kekaisaran Lungzo.
"Siapa kalian?." tanya Xiao Yan yang merasa keheranan karna pasukan yang ada di hadapannya itu sangatlah aneh dan belum pernah ia lihat sebelumnya.
Sedangkan Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz tampak terkejut melihat ada seribu pasukan peri yang ada di hadapan mereka. Mengapa wilayah peri juga ikut campur dalam peperangan ini dan mereka ada di pihak siapa? itulah yang membuat kedua pangeran dari Kerajaan Hitam terlihat cemas.
"Kami diutus oleh raja kami untuk membantu pasukan yang akan berperang atas nama nona Xiao Ziya agar segera sampai ke tempat tujuan." ucap salah satu prajurit peri yang memberi taukan maksut dan tujuan mereka datang kesana.
"Baiklah lakukan saja apa yang raja kalian perintahkan, kami sangat bertrimakasih atas bantuan yang diberikan." ucap Xiao Yan yang sebenarnya tak mengerti apa yang akan dilakukan oleh pasukan aneh yang ada di depannya itu.
Para pasukan peri mulai membaca mantra secara serempak untuk membuat gerbang teleportasi yang sangat besar. Setelah selesai dibuat pasukan dari Kerajaan Hitam yang mencobanya terlebih dahulu disusul oleh pasukan lain.
Hai hai semua aku update lagi nih, alhamdulillah masih bisa update walau kepala pusing banget ya hehe. Jangan lupa follow aku yang belum v
follow, vote yang tiket votenya masih ada, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share, tips juga ya.