
Andre dan Hermione selesai melakukannya mereka tiba-tiba langsung menghilang begitu saja membuat Cindy kaget, mata Cindy mengedarkan pandangannya tapi tetap tidak ketemu, dia sudah pegal tak bisa bergerak seperti itu.
Tak lama kemudian dia bisa bergerak kembali seperti semula, Cindy berniat ingin kabur tapi gagal karena Andre sudah ada dihadapannya secara tiba-tiba saat berbalik dia melihat Hermione yang ada dibelakangnya.
"Orang yang sudah masuk kedalam sini tak akan pulang dengan selamat" ucap Andre.
"Mereka akan meninggalkan nama saja kepada keluarga dan semua orang" ucap Hermione.
"Kau akan dibawa kenaraka hahaha" ucap Andre.
"Pergi sebenarnya kalian siapa?" ucap Cindy. Hermione dan Andre berubah wujud menjadi iblis, tiba-tiba muncul 4 orang tadi yang Cindy tak kenal.
"Udah tau mereka siapa" ucap Evan langsung berubah wujud diikuti yang lain.
"Ka ka kalian ib iblis" ucap Cindy gemetar takut.
"Ya kami iblis" ucap Iliana.
"Kami memang iblis yang ditugaskan untuk membawa manusia berdosa seperti kau" ucap Julio.
"Membawa kedalam neraka untuk disiksa" ucap Mona.
"Gak ga gak aku gak mau" ucap Cindy.
Hermione menarik roh Cindy paksa seketika itu juga Cindy tak sadarkan diri.
"Bawa dia" ucap Hermione. Mona memasukki tubuh Cindy lalu pergi keluar dari mansion.
"Aku akan keneraka" ucap Hermione menghilang dengan membawa roh Cindy.
"Ratu mah bebas" ucap Julio.
"Adek ratunya tuh diem bae" ucap Iliana.
"Jangan bilang masih belum puas" ucap Evan.
"Memang belum masa cuman sebentar sih kan gak seru" ucap Andre.
"Coba dulu dia gak masuk neraka lapisan Tuan Asmodeus pasti gak begini banget" ucap Julio.
"Gue aja belum, ayo Na kita kekamar" ucap Evan memegang tangan Iliana lalu mereka berdua menghilang.
"Lah gue sama siapa Monanya lagi pergi nanti deh nunggu dah balik" ucap Julio lalu menghilang.
"Yah ditinggalin" ucap Andre. Hermione muncul kembali dengan wujud manusia.
"Nah kakak ayo" Andre senang dan langsung menarik tangan Hermione.
"Kemana?" tanya Hermione bingung.
"Ya kekamarlah" jawab Andre santai.
"Ngapain?" tanya Hermione.
"Senam lantai" jawab Andre kesal.
"Hah masa senam lantai" ucap Hermione. Andre langsung mendorong Hermione kedinding.
"Kebiasaan deh suka bener jadi polos begini" ucap Andre.
"Ohhh kamu mau lanjut" ucap Hermione.
"Nah itu sayang yang aku maksud" ucap Andre menarik tangan Hermione lagi.
.......
"Ni orang diapain ya" ucap Mona yang ada didalam tubuh Cindy.
"Mending mobilnya masukin kejurang aja sekalian dengan orangnya" ucap Mona melajukan mobilnya kejalan sepi.
"Selamat tinggal" ucap Mona saat jurang aja didepan mata.
Mona langsung keluar dari tubuh Cindy saat mobilnya sudah masuk jurang, dia melihat kejadian itu dari atas pohon.
Duar...
"Wow keren nanti kayak gini lagi deh kalau maunya bunuh orang" ucap Mona lalu menghilang dari sana.
........
Dimas sedang berbaring diranjang, tubuhnya sangat lelah.
"Kayaknya gue bakal lama disini, mau ngurus berita yang gak bener dulu biar pelanggan mau datang lagi kerestoran" ucap Dimas.
"Aneh-aneh aja bilang kokinya gentayangan" ucap Dimas. Tak lama itu dia terlelap tidur.
.......
Jam 12 malam Dimas terbangun karena haus, dia berjalan keluar dari kamar menuju dapur karena air yang ada dikamar sudah habis.
Saat sudah sampai didapur dia melihat ada orang yang berdiri disana.
"Kamu siapa kenapa bisa ada disini?" tanya Dimas mendekati orang itu perlahan. Tak ada jawaban dari orang tersebut, Dimas menepuk pundak orang itu dan membalikkan badan orangnya walaupun rada takut menyelimuti.
"Akhhhh" teriak Dimas saat melihat orang dihadapkannya, dia langsung lari masuk kedalam kamar, saat membuka pintu kamar orang yang tadi didapur sudah ada didalam kamarnya.
"Akhhh setannnn" teriak Dimas menutup pintu kamar lalu membalikkan badan ingin kekamar lain, tapi orang yang didalam kamar sudah berada dibelakangnya sambil memegang pisau yang berdarah.
"Anj1ng lo udah mati koki jangan ganggu gue sialan" ucap Dimas takut gemetar, koki itu langsung menggenggam pergelangan tangan Dimas dan bersiap ingin memotong tangan Dimas.
"Woi lo mau apa sial?" Dimas berusaha melepaskan genggaman sikoki. Koki itu mengangkat tangan yang memegang pisau lalu mengambil ancang-ancang untuk memotong tangan Dimas.
"Akhhhhh" teriak Dimas.
"Hah hah hah" Dimas terbangun dari mimpinya dan langsung duduk.
"Untung cuman mimpi" ucap Dimas, dia lalu melihat jam ternyata jam 12.
"Astoge jam 12 sialan" ucap Dimas mulai merinding.
"Di apartemen gue sendiri gak ada orang sama sekali" ucap Dimas.
Ting tong...
"Siapa yang bertamu malam-malam" ucap Dimas beranjak dari ranjang dan berjalan kearah pintu.
Dimas keluar dari kamar, dia berjalan sambil mengedarkan pandangannya karena merinding. Saat sudah didepan pintu dia membukanya terlihat ada seseorang yang membelakanginya. Dimas mengusap tengkuknya karena merasa auranya sangat dingin.
"Maaf siapa ya?" ucap Dimas. Orang itu membalikkan badannya sambil tersenyum melihat Dimas.
"Anj1ng lo lagi" teriak Dimas lalu menutup pintunya sampai berbunyi.
Dimas mengunci pintunya, dia membalikkan badannya lalu mengedarkan pandangannya.
"Serem banget gue diteror kayak gini" ucap Dimas pelan, dia berjalan kearah kamar kembali, saat sudah sampai didepan pintu kamar terdengar bunyi benda jatuh dari arah dapur.
Brak...
"Itu bunyi apa lagi" Dimas berjalan kearah dapur dengan perasaan takut.
Saatnya sampai dapur dia melihat orang tadi yang membunyikan bel apartemennya, dia memegang pisau yang penuh darah sambil tersenyum mengerikan melihat Dimas.
"Sialan lo koki mati ya mati aja bangs4t jangan ganggu gue" ucap Dimas membalikkan badan.
"Setan lo, cepet banget udah disini aja" Dimas mendorong tubuh sosok kokinya yang ternyata sudah ada dihadapannya saja.
Dimas langsung lari masuk kedalam kamar, mengunci kamarnya lalu naik keatas ranjang.
"Gak ada akhlak banget lo, udah mati masih aja keliaran mana ganggu gue, lama-lama gue bunuh lo biar mati 2 kali" ucap Dimas.
"Aaaaaanjing sialan lo udah didepan gue aja" ucap Dimas melihat sosok kokinya sudah ada didalam kamarnya.
"Hera tolongin aku" ucap Dimas. Koki itu berjalan kearah Dimas.
"Eh sialan berhenti lo" ucap Dimas tubuhnya tiba-tiba tak bisa digerakkan, Koki itu mengangkat pisaunya lalu menusuk kaki Dimas.
"Akhhhh" teriak Dimas.
"Hah hah hah" Dimas bangun dari tidurnya.
"Apa-apaan sih mimpi didalam mimpi" ucap Dimas.
"Mana mimpinya tentang koki yang bunuh diri lagi" ucap Dimas, dia lalu melihat kearah jam.
"Jam 7 selamat, gue kira mau jam 12 lagi, kalau jam 12 bisa-bisa kayak mimpi tadi" ucap Dimas.
"Aneh banget sih gue pake mimpi tu koki" ucap Dimas.
"Lebih baik gue mandi deh supaya pikiran gue gak kekoki itu terus" Dimas beranjak dari ranjang lalu berjalan kearah kamar mandi.
Bersambung...