RATU IBLIS

RATU IBLIS
Yanze Xu


Xiao Ziya menyusuri setiap sudut yang ada di dalam istana itu, tak ada hal aneh yang ia temukan kecuali aura familiar yang sangat mirip dengan milik Lunzie Xu. Xiao Ziya membuka sebuah pintu dengan ukuran yang sangat besar, sepertinya itu pintu untuk masuk ke dalam aula utama di istana tersebut. Setelah berhasil masuk ke dalam sana, mata Xiao Ziya tertuju pada seekor kalajengking hitam dengan ukuran yang sangat besar dan ketika melihat kalajengking itu membuat Xiao Ziya mengingat pertemuan pertamanya dengan Lunzie Xu. Gadis itu semakin curiga bahwa istana yang berdiri di bawah Hutan Pasir Hitam masih memiliki hubungan dengan alam neraka, mungkinkah kalajengking tersebut juga seorang jenderal neraka yang sengaja naik ke Dunia Manusia Abadi untuk melakukan sesuatu?.


Saat Xiao Ziya sedang berfikir tentang asal usul sang kalajengking dengan tenang, tiba tiba saja kalajengking hitam itu menyerangnya menggunakan ekor beracun yang ia miliki. Untunglah gadis itu memiliki respon serta kecepatan yang sangat bagus hingga ia bisa menghindar dengan sangat mudah, kalajengking itu terlihat marah karna gagal menyerang mangsanya.


"Saya yakin Anda bisa berbicara layaknya manusia biasa." ucap Xiao Ziya yang ingin membicarakan beberapa hal pada kalajengking iblis raksasa itu meski hal tersebut cukup sulit untuk dilakukan.


Di sisi lain saat ini Lunzie Xu sedang mengingat ingat kembali siapa kalajengking iblis yang sedang mencoba untuk menyerang Nona Besarnya, karna terlalu lama tinggal di dunia bawah pria itu sedikit lupa dengan beberapa anggota Kalajengking iblis yang tinggal di alam neraka.


"Sepertinya saya mengenal kalajengking itu namun saya lupa." ucap Lunzie Xu dengan polosnya, Xiao Ziya hanya diam dan tak menanggapi perkataan pria itu karna percuma saja jika sang kalajengking iblis lupa dengan anggota kelompoknya ketika masih tinggal di alam neraka.


"Berhentilah menyerang, saya datang bukan untuk mencari masalah dengan Anda. Bukankah Anda sendiri yang menarik saya masuk ke dalam pasir." ucap Xiao Ziya dengan tatapan datar, perlahan lahan gadis itu mulai kehilangan kesabarannya karana sang kalajengking iblis terus menyerang tanpa henti.


Kalajengking itu tak ingin mendengar perkataan gadis asing yang ada di hadapannya, yang perlu ia lakukan saat ini hanyalah meracuni gadis tersebut hingga ia akan mati dengan sendirinya. Entah mengapa setiap serangan yang kalajengking itu lakukan tak dapat menyentuk gadis itu sedikitpun hingga sang kalajengking merasa sangat kesal.


"Apakah kau sejenis dengan paman Lunzie Xu?." tanya Xiao Ziya dengan rasa penasaran yang tinggi, meski gadis itu tau percuma saja berbincang dengan kalajengking keras kepala namun ia tetap mengajukan beberapa pertanyaan.


Mendengar nama Lunzie Xu disebut oleh seorang gadis manusia biasa membuat kalajengking itu menghentikan serangannya untuk beberapa saat, bagaimana gadis itu mengenal Lunzie Xu kalajengking iblis yang berhasil menjadi jenderal tingkat tinggi dari alam neraka. Sangat disayangkan Lunzie Xu mencintai seorang dewi dan memilih untuk pergi dari alam neraka karna orang yang ia cintai sedang menjalankan hukuman dari Sang Dewa Agung yaitu dikurung di sebuah air terjun yang ada di Lapisan Dunia Bawah.


"Dimana kau mendengar nama itu." ucap sang kalajengking yang saat ini sedang menatap Xiao Ziya dengan tajam, mungkinkah gadis itu datang karna mendapat titah dari sang Dewa Agung untuk menangkapnya?.


"Berubah lah ke wujud manusia Anda jika ingin mengetahui hal itu." ucap Xiao Ziya dengan sedikit paksaan.


Mau tak mau Yanze Xu berubah dari wujud kalajengking menjadi seorang pemuda dengan paras yang cukup tampan, Xiao Ziya mandang cukup lama ke arah pemuda itu. Xiao Ziya merasa sangat familiar dengan wajah tersebut, mengapa wujud manusia dari kalajengking tadi sangat mirip dengan Lunzie Xu? mungkinkah mereka berdua saudara?.


"Cepat katakan dimana kau mendengar nama itu, siapa yang memintamu datang ke tempat kami!!. Jika Dewa Agung yang memintamu untuk datang maka pergilah sekarang juga." ucap Yanze Xu dengan emosi membara, tak seharusnya gadis manusia sepertinya mengetahui nama itu.


"Katakan terlebih dahulu mengapa para kalajengking iblis seperti kalian berada di tempat ini?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan penuh selidik, apakah Raja Artur membiarkan hal hal seperti ini terjadi?. Seharusnya ada beberapa kelompok pasukan dari alam neraka yang sedang mencari keberadaan mereka.


Tubuh Yanze Xu tiba tiba membeku, ia tak bisa mengatakan apapun karna gadis itu mengetahui banyak hal tentangnya dan anggota Kalajengking Iblis yang lain. Pemuda itu semakin curiga bahwa gadis asing yang ada di hadapannya ini benar benar datang karna perintah dari Dewa Agung, selama lima puluh tahun mereka hidup dengan damai di Hutan Pasir Hitam yang ada di Dunia Manusia Abadi. Kelompok Kalajengking Iblis sengaja pergi ke tempat itu karna mereka tak bisa tetap tinggal di alam neraka tanpa adanya pemimpin mereka yaitu Lunzie Xu. Yanze Xu sempat mengajak sepuluh ribu anggotanya untuk pergi ke dunia bawah untuk mencari keberadaan pemimpin mereka, sangat disayangkan saat itu Dewa Agung meminta beberapa Dewa untuk turun ke Dunia Bawah agar tak ada kalajengking iblis yang berhasil masuk ke wilayah tersebut.


"Bagaimana mungkin kau mengenali kami dengan sangat mudah, katakan apa yang diinginkan oleh Dewa Agung hingga mengirim mu datang pada kami." ucap Yanze Xu dengan serius.


"Dewa Agung? saya datang karna keinginan saya sendiri. Kebetulan saya akan melakukan perjalanan yang cukup jauh dan harus melewati Hutan Pasir Hitam ini." jawab Xiao Ziya dengan jujur, ia tak mungkin berhubungan dengan Dewa Agung yang sudah mati itu. Lagipula saat ini alam dewa dewi hanya memiliki Dewi Agung saja.


Yanze Xu menatap ke arah Xiao Ziya dengan lekat, pemuda itu sedikit sulit mempercayai apa yang gadis itu katakan. Lalu darimana ia mengenal Lunzie Xu? tak mungkin jika gadis itu adalah bagian dari alam neraka karna tak pernah ada manusia yang bisa tinggal dan membaur dengan para iblis yang tinggal di sana. Karna tak ingin membuang buang waktunya terlalu banyak akhirnya Xiao Ziya meminta Lunzie Xu untuk keluar dari cincin semesta miliknya, pria itu keluar dengan wajah yang lebih tampan dari pemuda itu. Yanze Xu menatap pria yang ada di hadapannya dengan tatapan tak percaya, bagaimana bisa kakak laki lakinya bersama dengan gadis manusia itu? apa yang sebenarnya terjadi?.


"Apa yang telah kau lakukan pada kakak ku." ucap Yanze Xu yang langsung mengambil sebilah pedang dari belakang punggungnya kemudian menodongkan pedang tersebut pada Xiao Ziya.


Melihat Nona Besarnya dalam bahaya, Lunzie Xu langsung mengeluarkan racun dari telapak tangannya kemudian menyerang Yanze Xu menggunakan racun tersebut. Yanze Xu terkejut karna kakak laki laki yang telah lama hilang itu secara terang terangan membela gadis manusia itu daripada dirinya yang masih memiliki ikatan darah, Yanze Xu menggertak giginya dengan geram ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan kakak laki lakinya itu kembali.


"Tak ada yang boleh menyakiti Nona Besar Xiao Ziya meskipun itu kau adikku." tegas Lunzie Xu dengan tatapan dingin, pria itu baru saja mengingat bahwa pemuda yang ada di hadapannya adalah sang adik laki laki yang dulu tinggal bersama saat mereka masih di alam neraka. Semenjak ia berada di dunia bawah ia tak pernah bertemu dengan adik laki lakinya ataupun keluarga yang lain.


"Apa yang gadis itu lakukan padamu, hingga kau memanggilnya dengan sebutan Nona Besar?." tanya Yanze Xu dengan tatapan tak suka yang ia berikan pada Xiao Ziya.


Saat ini Xiao Ziya hanya diam melihat apa yang akan terjadi antara kakak dan adik laki laki itu setelah mereka berpisah dalam waktu yang lama kemudian bertemu dengan kondisi yang cukup menegangkan. Xiao Ziya mengambil sebuah kursi dari cincin semesta miliknya, ia duduk dengan tenang sembari membawa semangkuk ceri segar yang ia dapatkan dari cincin semestanya juga.


"Katakan!! apa yang telah gadis itu lakukan hingga kakak sangat tunduk padanya." bentak Yanze Xu yang tak bisa menerima hal itu, selama tinggal di alam neraka kakak laki lakinya terkenal sebagai seorang Jenderal Neraka yang tangguh dan juga pemberani. Para penduduk Alam Neraka menyebutnya sebagai Jenderal bengis karna tak segan membunuh siapapun yang berani melanggar aturan yang ada di Alam Neraka, Lunzie Xu juga dikenal memiliki kepribadian yang sangat dingin pada orang orang yang tak ia kenal karna itu Yanze Xu tak terima melihat perubahan dari kakak laki lakinya itu.


"Tanpa bantuan dari Nona Besar Xiao Ziya saya tak akan pernah bisa keluar dari tempat itu, Nona Ziya yang membantu saya dan juga Dewi Yin Yuer untuk membalas dendam pada Dewa Agung." jelas Lunzie Xu dengan singkat kepada adik laki lakinya itu.


"Dia membantu mu?." tanya Yanze Xu dengan tatapan tak percaya, ia membelalakkan matanya ke arah gadis yang sedang duduk santai sembari memakan buah ceri itu.


"Mana mungkin seorang manusia sepertinya bisa mengalahkan Dewa Agung." ucap Yanze Xu dengan tatapan meremehkan, meskipun Xiao Ziya tak ingin ikut campur dalam masalah kakak adik itu namun ia tetap akan memberi pelajaran saat ada seseorang yang meragukan kemampuannya.


Dengan sigap Xiao Ziya mengambil pedang hitam yang ada di dalam cincin semesta miliknya kemudian melemparkan pedang itu hingga menancap tepat beberapa senti di depan Yanze Xu, pemuda itu terjatuh kebelakang karna tak siap dengan serangan mendadak yang dilakukan oleh Xiao Ziya. Yanze Xu juga tak tau dari mana datangnya keberanian yang dimiliki oleh gadis itu, menghadapi kalajengking iblis dari alam neraka bukanlah hal yang mudah. Yanze Xu menatap ke arah pedang hitam yang tak jauh dari tempat ia terjatuh saat ini, dengan segera pemuda itu berdiri dan mencoba untuk mencabut pedang tersebut. Anehnya pedang hitam itu tak bergerak sama sekali dan tiba tiba mengeluarkan ledakan aura yang sangat besar, Yanze Xu memuntahkan seteguk darah segar karna tak dapat menahan ledakan aura tersebut.


"Jangan berani menyentuh apapun yang telah menjadi milik saya, sekali lagi Anda melakukan hal yang sama maka nyawa Anda akan menghilang." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam dan nada bicara dingin.


"Maaf atas tindakan yang telah dilakukan oleh adik saya." ucap Lunzie Xu yang meminta maaf atas nama sang adik dengan membungkukkan badan di hadapan Xiao Ziya.


"Saya tak menerima permintaan maaf yang diwakilkan seperti itu. Jika Tuan Yanze Xu merasa bersalah atas tindakannya biarlah ia meminta maaf secara pribadi." jawab Xiao Ziya yang tak menerima permintaan maaf dari Lunzie Xu, gadis itu hanya ingin memberi sebuah pelajaran bahwa permintaan maaf yang tulus harus dilakukan oleh pihak yang bersangkutan.


"Baiklah jika itu keinginan Nona Besar Xiao Ziya." ucap Lunzie Xu yang langsung menegakkan badannya kembali.


"Bagaimana cara gadis sepertimu mengalahkan Dewa Agung? trik apa yang telah kau lakukan?." tanya Yanze Xu dengan rasa penasaran tinggi, jika dilihat dari wajah gadis itu ia memang memiliki paras yang sangat cantik dan Yanze Xu juga yakin dia bukan gadis yang akan merelakan harga dirinya untuk membunuh atau mengalahkan seseorang.


"Saya datang ke Alam Dewa Dewi kemudian saya bertemu langsung dengan Dewa Agung, tadinya saya tak ingin membunuh Dewa Agung akan tetapi setelah melihat keangkuhan dan tindakan tindakan yang telah ia lakukan saya langsung bertarung dengannya." jawab Xiao Ziya dengan singkat karna tak mungkin gadis itu menceritakan dari awal kisah perjalanan saat pergi ke Alam Dewa.


"Benarkah seperti itu? jika saya boleh tau siapa Anda sebenarnya?." tanya Yanze Xu yang penasaran dengan identitas gadis manusia yang berhasil melepas kakak laki lakinya serta Dewi Yin Yuer dari hukuman Dewa Agung serta mengalahkan Dewa Agung dalam sebuah pertaruhan.


"Saya Xiao Ziya seorang gadis yang lahir dan dibesarkan di dunia bawah, saya akan menentang apapun yang melenceng dari kebenaran semesta meskipun saya harus menjadi sangat kejam." jawab Xiao Ziya dengan tatapan tajam, sekilas mata gadis itu mengeluarkan cahaya berwarna merah darah.


"Jika memang itu kebenarannya saya meminta maaf atas semua tindakan yang telah saya lakukan, terimakasih karna telah membawa kakak saya kembali pada kelompoknya." ucap Yanze Xu, ia merasa lega karna sang kakak laki laki bisa kembali memimpin kelompok Kalajengking Iblis.


Xiao Ziya dan Lunzie Xu saling bertatapan satu sama lain kemudian mereka berdua menunjukkan raut wajah bingung, siapa yang mengantar Lunzie Xu kembali ke kelompok Kalajengking Iblis? Xiao Ziya hanya kebetulan melewati Hutan Pasir Hitam karna tempat yang ingin ia tuju adalah Desa Elnz. Dengan segera Xiao Ziya menggerakkan tangannya kemudian pedang hitam milik gadis itu sudah berada di tangan Xiao Ziya lagi.


"Anda jangan salah mengira maksud kedatangan saya kemari. Saya tak pernah memberi izin pada Lunzie Xu untuk kembali ke kelompoknya." jawab Xiao Ziya dengan senyuman miring serta tatapan yang tak bersahabat.


Yanze Xu semakin tak mengerti dengan maksud perkataan dari gadis bernama Xiao Ziya itu, bukankah sudah seharusnya Lunzie Xu kembali ke kelompok Kalajengking Iblis kemudian menempati posisi sebagai pemimpin kelompok itu. Lagipula apa yang akan didapatkan oleh kakak laki lakinya jika terus mengikuti Xiao Ziya? meskipun gadis itu lebih kuat dari kultivator pada umumnya, Yanze Xu masih ragu jika Ziya bisa menjaga kakaknya untuk kurun waktu yang lama.


"Biarkan kami menjaga dan merawat kakak Lunzie Xu, jika terus bersama dengan Anda maka kekuatannya tak akan berkembang." ucap Yanze Xu secara terang terangan tanpa melihat terlebih dahulu perkembangan yang terjadi pada tingkatan kakak laki lakinya itu.


"Saya akan terus bersama dengan Nona Besar Xiao Ziya, saya telah bersumpah dengan nyawa saya sendiri untuk selalu ada di samping Nona Ziya." ucap Lunzie Xu yang tak ingin dipisahkan oleh Xiao Ziya, lagipula kelompok Kalajengking Iblis tak akan menerima kehadiran Dewi Yin Yuer.


"Argh!!! Mengapa kalian mempersulit keadaan ku." ucap Yanze Xu yang mulai tersulut emosi, pemuda itu ingin kakak laki lakinya kembali pada kelompok Kalajengking Iblis bagaimanapun caranya walau ia harus bertarung melawan gadis bernama Xiao Ziya itu.


Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, maaf karna up satu hehehe lagi capek guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.