
Sedangkan saat ini Raja Artur, Tuan Xiliu, dan juga Yuan Zie masih saja mengobrol beberapa masalah yang sepertinya sama sekali tidak penting.
"Siapa yang sebenarnya yang sedang kau panggil kawan." ucap Xiliu sambil menatap Raja Artur yang sedang cengengesan sedari tadi.
Entah mengapa Raja Artur tak memiliki wibawa sebagai seorang raja, bukankah dulu dia adalah raja neraka yang sangat tegas dan juga hebat, entah mungkin karna faktor usianya yang sudah bertambah perlahan sifat raja Artur mulai berubah.
"Dia adalah gadis nakal hahaha." ucap Raja Artur yang masih dengan tampang cengar cengirnya.
Melihat ekspteri sang kakek membuat Yuan Zie ingin menghajarnya, seandainya pria yang ada di depannya itu bukan kakeknya mungkin Yuan Zie sudah memberikan beberapa pukulan padanya.
"Kakek tolong jaga wibawa anda." ucap Yuan Zie dengan sabar. Setelah memimpin kerajaan Daun Perak membuat pria itu sedikit mengerti apa saja yang harus dilakukan sebagai seorang raja.
"Sejak kapan cucuku ini menjadi begitu formal, ayolah kakekmu ini hanya ingin bersenang senang saja." ucap Raja Artur yang masih saja bersikap seperti itu.
Tak lama kemudian terdengar suara gemuruh dari luar istana neraka, Raja Artur sudah tau jika itu adalah Xiao Ziya yang baru saja tiba.
"Apakah kita hanya akan berdiam diri disini?." tanya Xiliu yang kebingungan.
"Dia yang akan datang kesini, siapkan saja mentalmu." ucap Raja Artur yang hanya mendapat respon anggukan dari Yuan Zie.
Xiao Ziya yang baru saja sampai di wilayah neraka mendapatkan sambutan dari prajurit iblis yang ada di sana. Walaupun Xiao Ziya jauh lebih muda dari mereka namun gadis itu adalah junjungan mereka juga.
"Hormat kami pada ratu penguasa neraka, ratu dari para iblis dan juga ratu dari semesta." ucap para prajurit itu sambil bersujud dihadapan Xiao Ziya.
Gadis itu terdiam dan melihat apa yang mereka lakuka. Namun Xiao Ziya sangat tak suka ketika ada yang bersujud dihadapannya ia tak semulia itu.
"Bangunlah, lain kali cukup membungkukkan badan saja." ucap Xiao Ziya dengan tegas.
"Baik kami akan mematuhi perintah dari Ratu." jawab mereka secara serentak.
Akhirnya Xiao Ziya masuk, wilayah neraka ini sangat luas penduduknya juga lumayan padat disini semua bisa hidup dengan akur. Ada manusia, ada roh, ada binatang buas, iblis, dan juga beberapa hewan agung. Entahlah mengapa wilayah neraka ini lebih tentram daripada Dunia bawah.
Wilayah neraka memiliki luas 10x dari luas dunia bawah, banyak tempat yang tak bisa dikunjungi oleh sembarangan orang. Seperti tempat peleburan jiwa, tempat penyiksaan, dan juga istana neraka. Xiao Ziya berjalan sembari melihat lihat sekitar, kehadiran gadis itu cukup menyita perhatian beberapa manusia yang tinggal di sana namun Xiao Ziya hanya acuh tak acuh saja.
Akhirnya Xiao Ziya sampai di gerbang masuk Istana Neraka, melihat Xiao Ziya yang tergesa gesa membuat para penjaga gerbang langsung membuka gerbang dan membungkuk hormat. Dengan secepat kilat Xiao Ziya masuk kedalam. Saat ini gadis itu tengah mencari ruang kerja dari kakek tua yang mengganggu waktu tidurnya.
Braaak.
Suara pintu yang dibuka dengan kasar, terlihat tiga orang pria yang sedang terkejut sambil melihat kearah Xiao Ziya.
Wajah Xiao Ziya saat ini benar benar sedang kesal, gadis itu melangkah mendekati Raja Artur yang hanya diam.
"Ada hal mendesak apa hingga Yang Mulia Raja Artur menggangu waktu istirahat saya." ucap Xiao Ziya penuh dengan penekanan.
Xiliu menatap Xiao Ziya dengan keheranan, siapa gadis yang ada di depannya itu mengapa ia sangat tidak sopan pada Raja Artur yang merupakan kekuasaan tertinggi yang ada di wilayah neraka.
"Tidak ada namun aku merindukanmu." ucap Raja Artur dengan santainya.
Xiao Ziya mengepalkan kedua tangannya, gadis itu sedang berusaha untuk menahan emosinya. Jika tidak mungkin Raja Artur sudah babak belur di tangan Xiao Ziya.
"Aku sedang tidur bersama Zoe mengapa kau menggangguku dengan alasan rindumu itu, baru beberapa hari yang lalu kita bertemu." ucap Xiao Ziya dengan sangat kesal, tatapan matanya begitu tajam dan mengintimidasi.
"Nak, mengapa kau begitu marah pada Artur?." tanya Xiliu yang merasa ada yang tidak beres disini.
"Maaf tuan ini siapa?." tanya Xiao Ziya yang berusaha untuk sedikit bersabar.
"Saya Xiliu sahabat dari Artur. Sedangkan nona ini siapa ya? mangapa sangat tidak sopan pada Artur yang merupakan penguasa neraka?." ucap Xiliu sambil menatap Xiao Ziya dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan.
Akhirnya Raja Arturpun turun tangan sebelum sahabatnya dan gadis nakal itu berkelahi. Namun semuanya sia sia karna mereka masih menatap sinis satu sama lain tak ada yang mau mengalah.
"Sebenarnya ada keperluan apa hingga Yang Mulia Raja Artur yang sangat angung ini memanggil saya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan sinis yang diberikan pada Raja Artur.
Ya selama ini memang belum ada yang seberani Xiao Ziya dalam hal bertindak ataupun menepatkan kata kata seperti itu ketika berbincang dengan Raja Artur.
"Hais baiklah maaf telah mengganggu waktu istirahat nona Ziya." ucap Raja Artur yang memilih untuk mengalah daripada harus berselisih dengan gadis yang sangat keras kepala seperti Xiao Ziya.
"Saya tidak punya banyak waktu." ucap Xiao Ziya yang mulai mengabaikan keberadaan Xiliu yang dianggapnya memang tidak penting.
"Saya ingin mengajak nona untuk berkunjung ke dunia peri dan membantu beberapa masalah yang sedang menimpa mereka." ucap Raja Artur dengan serius karna akhir akhir ini dunia peri mendapatkan guncangan yang sangat hebat.
"Maaf saya tidak ada waktu untuk itu, bukankah anda tau sendiri saya hanyalah murid akademi BIASA." ucap Xiao Ziya yang menekankan pada kalimat terakhirnya.
Lagipula bukankah pria yang berasal dari dunia peri itu sangat tidak senang dengan kehadirannya lalu mengapa ia harus repot repot pergi ke dunia peri untuk membantu masalah mereka? hey apakah mereka tak bisa menyelesaikannya sendiri, dan jika memerlukan bantuan mengapa harus memanggil Xiao Ziya seperti tak ada orang lain saja di dunia ini.
Xiliu menatap ke arah Raja Artur dengan bingung, ia masih tak faham mengapa sahabatnya itu meminta bantuan pada bocah ingusan yang sangat menyebalkan seperti gadis yang ada di hadapannya itu.
"Sahabatku bukankah kau bisa membantuku menangani masalah ini, lalu mengapa harus melibatkan bocah ingusan seperti itu?." tanya Xiliu yang benar benar sedang kebingungan.
Namun Xiao Ziya sudah mulai jenuh dan muak dengan panggilan panggilan menyebalkan yang pria peri itu sematkan padanya, daripada ia mengamuk di istana neraka dan membuat para iblis ikut terbangun lebih baik ia pamit untuk pulang.
"Jika tidak ada lagi yang perlu dibicarakan saya pamit undur diri terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung keluar dari ruang kerja Raja Artur.
Gadis itu berjalan dengan cepat, semua iblis dan penghini istana yang ia temui saat berjalan melewati lorong membungkuk hormat padanya.
Setelah sampai di luar gerbang istana neraka, Xiao Ziya melebarkan kedua sayap garuda emasnya lalu gadis itu mulai terbang ke dunia bawah.
Dilain tempat saat ini Raja Artur merasa sangat gusar, Xiao Ziya adalah kandidat yang tepat untuk membantu masalah yang sedang dialami dunia peri namub sangat disayangkan sahabatnya membuat gadis itu merasa sangat kesal.
"Ah ini sangat membuatku bingung." ucap Raja Artur sambil memengang kepalanya.
"Membujuk gadis itu bukanlah hal yang mudah kakek." ucap Yuan Zie yang kini juga sedang berfikir bagaimana cara untuk membujuk Xiao Ziya.
"Sebenarnya siapa gadis tadi?." tanya Xiliu yang masih belum mengerti tentang situasi saat ini.
"Dia adalah penerusku, bisa dibilang dialah Ratu Iblis." ucap Raja Artur yang membuat Xiliu terkejut bukan main ternyata gadis yang telah disinggungnya adalah penerus dari tahta neraka.
"Maaf aku telah membuat kekacauan." ucap Xiliu yang merasa sangat bersalah atas tindakannya tadi.
"Tidak masalah, kita akan menemuinya besok." ucap Raja Artur yang sudah membuat keputusan.
Saat ini Xiao Ziya telah kembali ke paviliunnya gadis itu merebahkan diri dan tertidur dengan pulas disamping Zoe. Entah apa yang akan terjadi di hari esok tak ada satupun yang mengetahuinya apapun itu Xiao Ziya akan melakukan semua tugasnya dengan sebaik mungkin.
**Hai hai semuanya aku update lagi nih maaf author ga bisa rajin rajin update karna ya ga tau weh susah nyari inspirasi akhir akhir ini kayanya author butuh piknik tapi lagi pandemi yaudahlah hehehe.
Jangan lupa vote, komen, like, rate, share ya**