RATU IBLIS

RATU IBLIS
Cerita Singkat


Setelah beristirahat dengan cukup dan kondisi Xiao Ziya yang sudah membaik gadis itu memilih untuk keluar dari penginapan dan berjalan jalan sebentar besok pagi ia akan kembali ke dunia atas dan membuat obat untuk putra dari Kepala Akademi Wunyeng yang sudah sekarat. Xiao Ziya berjalan menyusuri jalan jalan stapak yang ada di sana lalu Xiao Ziya melihat kerumunan yang sangat banyak gadis itupun mendekat kesana.


Saat Xiao Ziya sudah dekat dengan kerumunan itu di sana ada seorang kakek yang sedang menjual tanaman dan bunga bunga langka. Saat dilihat dari dekat kakek itu adalah kakek yang sama yang ia lihat tadi pagi, Xiao Ziya mendekat dan melihat bunga bunga cantik yang dijual oleh sang kakek.


"Selamat malam kakek kita bertemu kembali." ucap Xiao Ziya yang tersenyum ke arah sang kakek. Kakek tua itu melihat ke arah Xiao Ziya dan tersenyum balik padanya.


Xiao Ziya memilih beberapa bunga dengan jenis yang berbeda, bunga bunga itu terlihat sangat cantik dan menakjubkan. Setelah mendapatkan bunga yang ia inginkan Xiao Ziya membayarnya dan hendak pergi namun sang kakek penjual tanaman itu menghentikan langkahnya.


"Kita akan bertemu lagi cucu dari sahabat lamaku." ucap sang kakek sebelum ia tiba tiba menghilang, semua orang yang ada dalam kerumunan yang Xiao Ziya lihat tadi juga tak ada di sana.


"Apa semua itu hanya halusinasiku saja?." ucap Xiao Ziya yang merasa bingung apakah tadi ia hanya berhalusinasi ataukah memang melihat sesuatu yang nyata namun tiba tiba saja menghilang.


Karna tak ingin terlalu memikirkannya akhirnya Xiao Ziya kembali berjalan jalan di sekitar daerah khusus dewa, udara saat itu cukup dingin dan Xiao Ziya hanya menggunakan gaun yang tak terlalu tebal gadis itu memilih untuk melapisi tubuhnya menggunakan api hitam agar tetap hangat. Karna sudah berjalan jalan cukup lama dan gadis itu mulai bosan akhirnya ia memilih untuk berjalan kembali kepenginapan.


Saat sedag berjalan menuju penginapan Xiao Ziya melihat seorang pemuda yang familiar baginya, pemuda itu sedang berdiri di tepi danau dan dengan cepat ia melompat kedalam danau itu. Xiao Ziya yang sempat melihat wajah pemuda itu sedikit terkejut karna ia adalah Dewa Agung Arzil. Apa yang pemuda gila itu lakukan? apakah ia ingin bunuh diri untuk mengakhiri semua kesalahan yang pernah ia lakukan pada Zoya di masa lalu, tentu saja Xiao Ziya tak akan membiarkan pemuda itu mati dengan seenaknya.


Byurr


Xiao Ziya meloncat kedalam danau dan mulai berenang menuju bagian terdalam dari danau itu, ia melihat tubuh Dewa Agung Arzil yang semakin tenggelam kedalam danau. Dengan cepat Xiao Ziya berenang mendekatinya dan menarin tangan Dewa Agung Arzil dan membawanya kepermukaan air gadis itu juga menyeretnya menuju tepi danau. Dewa Agung Arzil tampak tak sadarkan diri karna terlalu banyak meminum air danau.


"Pemuda ini memang sangat merepotkan." ucap Xiao Ziya yang langsung mengambil beberapa jarum emas dari dalam cincin semestanya Xiao Ziya menusukkan jarum emas itu ke beberapa titik akupuntur Dewa Agung Arzil dan mulai membakarnya dengan api merah milik Xiao Ziya.


Setelah selesai melakukan hal itu Dewa Agung Arzil memuntahkan semua air danau yang sempat ia minum, perlahan lahan kesadarannya mulai kembali saat ia membuka mata hal pertama yang ia lihat adalah sesosok gadis yang ia rindukan dan ingin ia peluk kembali.


"Kau menyelamatkanku Zoya? apakah kau juga masih menyayangiku?." ucap Dewa Agung Arzil yang merasa gadis itu masih menyukainya seperti dulu buktinya gadis itu rela menyelam kedalam danau untuk menyelamatkan dirinya.


"Nama saya Xiao Ziya, dan gadis bernama Zoya yang anda cari itu telah tiada." ucap Xiao Ziya dengan nada bicaranya yang dingin, ia tak ingin terjerat bayang bayang masa lalunya yang begitu kelam. Xiao Ziya sudah memutuskan untuk menjalani kehidupannya sekarang ini dengan baik, ia tak akan menjadi gadis yang lemah hanya karna kata kata kosong belaka. Saat ini ia tak ingin mencintai siapapun kecuali keluarga dan orang orang terdekatnya belum ada tempat dihatinya untuk seorang pemuda.


"Bagiku kau adalah Zoya yang selalu aku cintai." ucap Dewa Agung Arzil yang mengatakan bahwa ia masih mencintai gadis itu sama seperti dahulu.


"Simpan saja rasa cintamu itu, dihatiku sekarang ini sudah tak ada namamu atau siapapun." ucap Xiao Ziya yang ingin pergi namun pergelangan tangannya ditahan oleh Dewa Agung Arzil. Pemuda itu hendak memeluk Xiao Ziya namun dengan cepat Xiao Ziya menepisnya.


"Pulanglah jalani kehidupanmu seperti kau tak pernah mengenal saya, dan saya akan melakukan hal yang sama." ucap Xiao Ziya yang tak ingin memulai kisahnya lagi bersama pemuda itu.


"Maaf atas semua kesalahan yang pernah saya lakukan padamu, saya harap tak ada dendam di antara kita." ucap Dewa Agung Arzil yang ingin dimaafkan oleh Xiao Ziya.


"Anggap saja tak pernah terjadi apapun, saya sudah memaafkanmu dendam hanya akan menumbuhkan dendam baru di kemudian hari. Namun bagaimana kau bisa ada di dimensi yang sama dengan saya?." tanya Xiao Ziya yang merasa bingung mengapa pemuda itu bisa berreingkarnasi ketempat yang sama dengan dirinya ditambah ia langsung menjadi seorang Dewa Agung baru.


Dewa Agung Arzil atau Lee Darken menceritakan apa yang terjadi padanya setelah ia membunuh Xiao Ziya atau Ziya dikehidupannya yang lalu. Setelah menembak Zoya tepat pada jantung gadis itu tentu saja Zoya mati ditempat, Lee Darken langsung pergi dan membuat sebuah rencana agar Zoya terlihat seperti membunuh dirinya sendiri.


Kematian Zoya menyebar kemana mana hingga pada kelompok mafia yang gadis itu pimpin, wakil ketua kelompok mafia itu menyelidiki khasus kematian pemimpin mereka karna ia tau pemimpin mereka adalah gadis yang kuat yang tak akan melakukan hal seperti itu. Setelah pencarian cukup lama mereka akhirnya mengetahui bahwa Lee Darkenlah yang telah membunuh Zoya.


Suatu malam Yunzo nama wakil ketua kelompok mafia yang dipimpin oleh Zoya datang ke apartemen Lee Darken. Pemuda itu mendobrak pintu apartemen Lee Darken, setelah berhasil masuk kedalam Yunzo langsung memukul pemuda sialan yang telah berani melenyapkan nyawa pemimpinnya.


"Dasar sialan berani beraninya kau membunuh nona Ziya." ucap Yunzo yang terus terusan memukul Lee Darken hingga pemuda itu tumbang tanpa ada perlawanan.


"Gadis itu jahat, dia berencana membunuh kakak sepupunya dan anakku yang ada di rahim kakak sepupunya itu." ucap Lee Darken yang ternyata telah dihasut oleh kakak sepupu Zoya, namun pemuda itu sangat bodoh sehingga ia dengan mudah percaya begitu saja.


"Apakah kau yakin bayi yang dikandung oleh wanita murahan itu adalah anakmu? sebelum bertemu denganmu wanita itu selalu pergi ke bar setiap malamnya dan tidur dengan banyak pria." ucap Yunzo yang pernah melihat kakak seupu Zoya masuk kedalam bar dan keluar dari sana dalam kondisi mabuk berat, ia juga dibawa oleh pria yang berbeda beda.


Yunzo mengambil sesuatu dari tasnya kemudian ia melempar banyak sekali foto foto kakak sepupu Zoya bersama pria yang berbedq beda setiap harinya. Lalu Yunzo juga memperlihatkan sebuah rekaman dimana kakak sepupu Zoya pergi ke dokter kandungan bersama seorang pria, wanita itu juga mengatakan bahwa bayi yang ia kandung adalah anak dari pria itu. Melihat semuanya membuat Lee Darken merasa sangat terkejut.


"Dan gadis yang kau bunuh beberapa hari yang lalu adalah gadis yang sangat mencintaimu. Walau dia adalah seorang pemimpin kelompok mafia yang sangat ditakuti ia selalu mengatakan padaku agar tak melukai kekasihnya. Kau tau kan siapa yang ia maksut." ucap Yunzo dengan nada yang cukup tinggi, pemuda itu melayangkan sebuah pukulan lagi pada perut Lee Darken.


"Dia telah membeli rumah yang akan ditempati setelah kalian menikah, dia juga telah menyiapkan banyak rencana indah untuk kalian. Jika kau memang tak mencintainya mengapa kau mempermainkannya seperti itu, mengapa kau merenggutnya dariku. Sekarang aku tak bisa melihat senyumnya lagi itu semua karnamu. Entah berjuta juta kalipun kau berreingkarnasi aku berharap tak akan ada yang mencintai pria sialan sepertimu." ucap Yunzo yang mengucapkan kata kata sumpah serapahnya setelah itu Yunzo memilih untuk pergi dari apartemen Lee Darken.


Lee Darkan tertunduk dan mulai meneteskan air matanya ia tak menyangka bahwa gadis yang telah ia bunuh adalah gadis yang paling tulus mencintainya, mungkin saja ia memang tak pantas untuk dicintai siapapun.


Lee Darken mengurung dirinya selama berbulan bulan pemuda itu sangat menyesali semua hal yang pernah ia lakukan pada Zoya. Suatu hari Lee Darken memilih untuk keluar dari apartemen dan pergi ke perpustakaan kota untuk membaca buku dan menenangkan dirinya. Saat memilih milih buku yang ingin ia baca tanpa sengaja Lee Darken menemukan sebuah buku kuno yang berisi mantra reingkarnasi. Lee Darken mempelajari buku itu dengan harapan ia akan berreingkarnasi ke tampat yang sama dengan Zoya agar bisa meminta maaf padanya.


Setelah satu tahun lebih melakukan berbagai percobaan akhirnya Lee Darken berhasil berreingkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang ternyata adalah seorang anak dewa. Setelah tiga tahun menempati tubuh anak dewa itu akhirnya ia diangkat menjadi seorang dewa agung baru, selama tiga tahun itu Dewa Agung Arzil mencari keberadaan Zoya namun ia selalu gagal menemukannya.


Itulah alasan mengapa pemuda itu bisa berreingkarnasi ke tempat dan dimensi yang sama dengan mantan kekasih yang sangat ia rindukan. Setelah mendengar cerita dari Dewa Agung Arzil akhirnya Xiao Ziya mengerti alasan pemuda itu bisa berreingkarnasi dan menjadi seorang dewa agung. Namun mengapa ada buku seperti itu di perpustakaan kota di kehidupannya yang lalu.


"Baiklah jika begitu jalani saja hidupmu sebagai Dewa Agung Arzil, dan saya akan menjalani kehidupan saya sebagai Xiao Ziya. Kita tak perlu bertemu lagi di masa depan." ucap Xiao Ziya yang melesat pergi dari hadapan Dewa Agung Arzil.


Tanpa Xiao Ziya duga Dewa Agung Arzil mengejarnya, hingga Xiao Ziya sampai di depan pintu masuk penginapannya Dewa Arzil muncul di hadapan Xiao Ziya.


"Apakah sudah tak ada lagi kesempatan untuk saya?." tanya Dewa Agung Arzil yang bersikeras ingin kembali ke sisi Xiao Ziya.


"Tidak." jawab Xiao Ziya dengan singkat dan tatapan mata yang tajam.


"Satu kesempatan lagi." ucap Dewa Agung Arzil yang tetap memaksa Xiao Ziya untuk memberinya sebuah kesempatan.


"Tidak akan." ucap Xiao Ziya yang tetap dalam pendiriannya. Mungkin saja ia tak bisa membunuh pemuda itu namun ia tak akan jatuh kepelukannya lagi dan mengulang kesalahan yang sama.


"Saya mohon beri saya kesempatan." ucap Dewa Agung Arzil yang memohon di hadapan Xiao Ziya. Tentu saja sikap sang dewa agung membuat pengunjung penginapan yang lain merasa bingung.


"Kau tak layak untukku." ucap Xiao Ziya.


"Bukankah saya sekarang adalah seorang dewa agung? mengapa saya tak layak untukmu?." ucap Dewa Agung Arzil yang tak bisa menerima alasan Xiao Ziya yang tak masuk akal.


"Masa depan saya jauh lebih tinggi daripada kedudukan anda sekarang." ucap Xiao Ziya dengan nada datar Xiao Ziya sangat muak dengan pemuda yang ada di hadapannya itu.


"Saya memiliki sebagian wilayah dewa, jika kau kembali pada saya maka kau akan menjadi gadis yang paling bahagia." ucap Dewa Agung Arzil yang tetap memaksakan kehendaknya pada Xiao Ziya.


"Pertama saya sudah tak memiliki perasaan pada anda, kedua saya adalah gadis berusia dua belas tahun sedangkan anda sudah berusia dua puluh tahun sebaiknya anda tak bersikap seperti pria mesum yang mengincar anak kecil, ketiga saya adalah junjungan muda neraka jadi kedudukan ada bukanlah apa apa. Jika anda masih tak mengerti apa yang saya katakan maka berkacalah." ucap Xiao Ziya dengan panjang lebar mengenai beberapa alasan ia tak ingin bersama dengan pemuda itu lagi meski sekarang pemuda itu telah menjadi seorang Dewa Agung.


"Aku bisa saja membunuhmu lagi sekarang." ucap Dewa Agung Arzil yang sepertinya telah kehilangan akal.


"Lakukanlah jika kau mampu." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat kearah Dewa Agung Arzil kemudian menendangnya dengan kuat hingga sang dewa agung baru itu terpental beberapa meter dan memuntahkan darah segar.


"Bagaimana bisa alam dewa memiliki dewa agung yang lemah dan tak bermoral seperti dia." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk kedalam penginapan dan pergi menuju kamarnya. Gadis itu akan mempersiapkan dirinya untuk kembali ke dunia atas esok pagi.


Hai hai semua author balik lagi gimana kabar kalian semoga sehat terus ya guys. Jangan lupa follow, vote ya guys, gift hadiah apapun ya, like like like, komem buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga.