
Sang tabib wanita merasa bingung, haruskah ia memberitahu apa yang telah di dengarnya pada Xiao Ziya. Nyawa gadis itu sedang terancam sekarang, pantas saja Xiao Ziya bersikeras tak memberikan pil darah miliknya pada Yie Weinje semua itu karna sifat dari Yie Weinje sendiri. Setelah berfikir cukup lama, tabib itu memilih sebuah keputusan yang adil bagi kedua belah pihak. Ia tak akan membantu Yie Weinje mendapatkan pil darah dari gadis itu, dan tak akan memberitahukan rencana yang dibuat oleh Yie Weinje dan Yie Munha untuk menyingkirkan Xiao Ziya.
"Ini keputusan yang cukup sulit, namun saya rasa inilah yang paling adil." ucap tabib wanita itu dengan senyuman pahit yang ia tunjukkan. Sebagai seorang tabib ia tak bisa ikut campur terlalu banyak dalam urusan pribadi pasiennya ataupun orang orang yang berhubungan dengan sang pasien. Lagipula tabib wanita itu juga percaya, Xiao Ziya bisa mengatasi Yie Munha nantinya saat pesta perayaan kemenangan.
Di sisi lain Yie Gu dan Yie Laingfu sedang berdiskusi di sebuah ruangan yang tertutup, mereka harus bisa membujuk Xiao Ziya untuk memberikan pil darah ataupun melakukan akupuntur pada Yie Weinje. Namun alasan apa yang bisa membuat hati gadis itu menjadi luluh? haruskah mereka meminta bantuan pada ibu kandung Xiao Ziya?.
"Sebaiknya kita meminta bantuan pada Junyi jiejie." ucap Yie Laingfu dengan sorot mata serius. Tak ada anak yang akan membantah permintaan langsung dari ibu kandungnya, ditambah lagi Xiao Ziya belum pernah bertemu dengan ibunya sendiri.
"Kau kira Raja Yongling Zu akan membiarkan kita membawa ratunya? bukankah beberapa tahun belakangan ini kita dilarang untuk mengunjungi Junyi Zu." ucap Yie Gu dengan cemas.
"Xiao Ziya belum pernah bertemu secara langsung dengan ibunya, bisa disimpulkan gadis itu tak mengetahui bagaimana wajah asli dari ibu kandungnya sendiri. Kita bisa menyewa seorang wanita dengan usia yang sama dengan Junyi Zu dan memintanya menjadi ibu kandung palsu dari Xiao Ziya." ucap Yie Laingfu, pria itu memiliki rencana yang sangat matang untuk membodohi Xiao Ziya. Mungkin dengan cara seperti itu, Xiao Ziya dengan senang hari akan memberikan pil darah miliknya.
"Suatu hari gadis itu pasti akan pergi ke Kerajaan Bintang Timur, saat itu tiba ia akan mengetahui segalanya. Apakah kau tak mengetahui bahwa keponakanmu itu sangat benci saat ada yang berbohong padanya, bayangkan saja jika ia datang ke Klan Yuang Yie untuk membalas dendam." ucap Yie Gu dengan pertimbangan yang lebih serius, melihat bagaimana cucunya memiliki banyak sekutu yang siap membantu kapanpun berarti gadis itu sanggup menghancurkan Klan Yuang Yie.
"Dia adalah cucu kesayangan anda, tentu dia akan memikirkan perasaan anda sebelum mengambil tindakan besar." ucap Yie Laingfu, pria itu tetap memaksa ayahnya untuk menyetujui rencana yang ia miliki.
"Lakukanlah sendiri jika ingin melakukannya. Menipu seseorang demi mendapatkan sesuatu bukanlah hal yang terhormat." ucap Yie Gu yang tetap tak setuju pada rencana putranya itu.
Yie Laingfu merasa sangat kesal karna ayahnya yang keras kepala, semua ini dilakukan demi kesembuhan ibunya. Yie Laingfu mengatakan bahwa ia akan menjalankan rencana itu sendiri, dan ia juga berpesan pada Yie Gu agar tak membocorkan rencananya pada Xiao Ziya. Yie Gu hanya menganggukkan kepalanya, ia tak akan ikut campur dengan apa yang terjadi selanjutnya. Akhirnya Yie Lainya keluar dari ruangan itu kemudian pergi meninggalkan Kastil Klan Yuang yang, sedangkan Yie Gu pergi menuju ruang kerjanya.
"Sangat sulit mengatur anak itu, dia tak tau apa yang akan terjadi nantinya jika berani membuat masalah dengan Xiao Ziya." ucap Yie Gu dengan tatapan pasrah, mungkin ia harus bersiap kehilangan salah satu putranya.
Sedangkan di tempat lain saat ini Yie Laingfu sedang mencari seorang wanita dengan usia dan wajah yang hampir mirip dengan kakak pertamanya. Tentu akan sulit menemukan wanita seperti itu, Yie Laingfu tak akan menyerah hingga menemukan yang sesuai dengan keinginannya. Yie Laingfu masuk kesebuah rumah bordil yang ada di wilayah Klan Yuang Yie, ia bertanya pada pengurus rumah bordil itu apakah ada wanita dengan usia dan wajah yang sama dengan kakak perempuannya.
"Bagaimana ciri ciri wajah kakak perempuan anda?." tanya seorang wanita pemilik rumah bordil tersebut.
"Kakak saya memiliki sorot mata yang tajam, hidung mancung, bulu mata lentik, kulit putih cerah, senyuman manis, dan mata berwarna coklat cerah." ucap Yie Laingfu yang sedang menyebutkan bagaimana ciri ciri dari Junyi Zu.
Wanita pemilik rumah bordil itu pergi kedalam sebuah ruangan tempat para pekerja berkumpul, ia meminta semua wanita dengan ciri ciri fisik yang hampir mirip untuk keluar dan menemui Tuan Yie Laingfu. Ada sekitar lima wanita yang memiliki ciri ciri fisik yang hampir mirip, Yie Laingfu melihat ke arah mereka semua satu persatu untuk memastikan tingkat kemiripan.
"Siapa wanita ini?." tanya Yie Laingfu pada pemilik rumah bordil. Ia melihat ke arah seorang wanita dengan wajah yang sangat mirip dengan kakak perempuannya.
"Nama saya Yuana Jung, senang bisa bertemu dengan Tuan Yie Laingfu." ucap wanita itu dengan suara lembut, ia tersenyum manis ke arah Yie Laingfu seperti sedang menggoda.
"Saya akan membawa wanita ini untuk beberapa hari kedepan, ini dua ratus koin emas sebagai biyaya sewa." ucap Yie Laingfu, ia memberikan sekantung koin emas pada wanita pemilik rumah bordil itu. Dengan senang hati wanita itu menerima koin emas yang diberikan oleh Yie Laingfu.
"Terimakasih tuan, tolong jaga pekerja saya dengan baik. Dia salah satu idola di rumah bordil saya." ucap wanita pemilik rumah bordil itu.
Yie Laingfu mengajak wanita bernama Yuana Jung tersebut untuk segera pergi dari sana, tak baik jika terlalu lama berada di rumah bordil. Yuana Jung dengan senang hati mengikuti pria tampan yang sedang menarik tangannya itu, beberapa saat kemudian mereka sampai di perbatasan Klan Yuang Yie.
"Mengapa anda mengajak saya kesini tuan?." tanya Yuana Jung dengan raut wajah bingung, bagaimana jika ia dijual di pasar gelap?.
"Ada tugas yang harus kau lakukan, jika kau berhasil melalukan tugas ini saya akan memberikan anda upah seribu koin emas." ucap Yie Laingfu pada wanita yang ada di hadapannya itu.
Yuana Jung dengan senang hati mendengar tugas yang harus ia lakukan, jika hanya untuk menggoda seorang pria saja adalah hal yang sangat mudah. Namun setelah mendengar penjelasan dari Yie Laingfu, wanita itu sedikit merasa kebingungan mengapa ia harus berpura pura menjadi ibu untuk seorang gadis berusia tiga belas tahun?. Karna upah yang ditawarkan sangatlah tinggi, Yuana Jung akan melakukan tugas itu dengan baik dan jika sang gadis merasa tertipu itu bukan urusannya melainkan urusan Klan Yuang Yie.
"Bagaimana jika gadis itu tau bahwa saya bukan ibu kandungnya?." tanya Yuana Jung dengan sedikit keraguan.
"Gadis itu belum pernah bertemu dengan ibu kandungnya, anda harus berakting dengan baik agar dapat meyakinkan gadis itu." ucap Yie Laingfu dengan senyuman licik, sepertinya sikap Yie Laingfu sedikit berubah.
"Itu hal yang mudah, selama upah yang anda berikan sesuai saya bisa melakukannya dengan baik." ucap Yuana Jung dengan senyuman lebar.
Akhirnya Yie Laingfu mengajak wanita itu untuk pergi menuju Istana Kerajaan Bulan, saat dalam perjalanan Yie Laingfu menceritakan hal apa yang terjadi antara ibu dan anak yang belum pernah bertemu itu. Yie Laingfu juga memberikan arahan pada Yuana Jung apa saja yang harus ia lakukan, selain itu Yuana Jung harus berhasil mendapatkan pil darah dari Xiao Ziya. Di sisi lain saat ini Xiao Ziya baru saja terbangun dari tidur nyenyaknya, hari sudah mulai larut dan Ziya merasa lapar.
"Selamat malam nona besar." ucap salah seorang pelayan, ia membungkukkan kepala dengan sopan.
"Selamat malam, bisakah kau mengambilkan makanan untuk saya?." tanya Xiao Ziya pada pelayan itu, ia meminta izin karna khawatir sang pelayan masih memiliki tugas yang belum diselesaikan.
"Saya akan mengambilkan makan malam untuk anda, silahkan nona besar menunggu di ruang makan." ucap pelayan itu yang langsung pergi menuju dapur, sedangkan Xiao Ziya berjalan ke ruang makan menunggu di sana.
Suasana di ruang makan sangatlah hening, tak ada siapapun di sana kecuali Ziya. Gadis itu merasa bosan saat menunggu makan malamnya datang, ia sedang memikirkan bagaimana jika keluarganya berada di sini dan menemaninya tinggal di Dunia Manusia Abadi untuk sementara waktu. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya datang beberapa pelayan yang membawakan makan malam untuk Xiao Ziya.
"Selamat menikmati makan malam anda nona besar." ucap para pelayan yang langsung pergi setelah meletakkan berbagai macam hidangan di atas meja makan.
Xiao Ziya menyantap makanan dengan sangat lahap, gadis itu sedang mengisi tenaganya yang terkuras akibat peperangan. Di tempat lain saat ini Yie Laingfu dan Yuana Jung baru saja sampai di wilayah Kerajaan Bulan, mereka bergegas pergi menuju istana sebelum hari semakin larut dan Xiao Ziya tertidur. Saat berada di depan gerbang masuk Istana Kerajaan Bulan, ada beberapa penjaga gerbang yang menghalangi mereka.
"Maaf kalian ingin bertemu dengan siapa?." tanya salah seorang prajurit dengan sopan.
"Saya berasal dari Klan Yuang Yie, saya ingin bertemu dengan Xiao Ziya." ucap Yie Laingfu dengan senyuman lebar yang memuakkan.
"Siapa nama anda?." tanya penjaga gerbang itu lagi, bagaimana jika pria yang ingin bertemu dengan pemimpin baru mereka adalah seorang penipu?.
"Saya Yie Laingfu, paman dari Xiao Ziya." ucap Yie Laingfu dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi.
"Silahkan menunggu sebentar, diperlukan izin dari pemimpin baru untuk masuk kedalam istana." ucap para penjaga gerbang, salah satu dari mereka masuk kedalam istana dan mencari keberadaan Xiao Ziya. Prajurit penjaga gerbang itu mendapat kabar dari seorang pelayan bahwa pemimpin baru mereka sedang makan di ruang makan.
Seorang prajurit penjaga gerbang masuk Istana Kerajaan Bulan mengetuk pintu ruang makan, setelah mendapatkan izin dari Xiao Ziya barulah prajurit itu masuk kedalam. Sang prajurit tersenyum ketika melihat pemimpin baru mereka sedang makan dengan lahap seperti seorang gadis kecil, ia merasa tak enak hati karna harus mengganggu waktu makan Xiao Ziya.
"Salam hormat saya ada Nona Besar." ucap prajurit tersebut dengan membungkukkan badan.
"Saya terima salam mu, ada apa kau datang saat saya sedang menikmati makan malam seperti ini?." tanya Xiao Ziya, gadis itu menghentikan aktivitas makannya karna merasa penasaran dengan alasan prajurit itu datang mencarinya.
Xiao Ziya meminta prajurit untuk untuk mempersilahkan tamunya menunggu di ruang kerjanya, Xiao Ziya akan menghabiskan makanannya terlebih dahulu sebelum bertemu dengan sang paman. Xiao Ziya hanya tak mau selera makannya menghilang jika ia harus menemui Yie Laingfu dan wanita asing itu terlebih dahulu. Sang prajurit penjaga gerbang sudah kembali ke tempatnya, ia mempersilahkan tamu dari pemimpin baru untuk masuk kedalam dan menunggu di ruang kerja karna saat ini pemimpin sedang makan.
"Baiklah terimakasih, kami akan menunggu." ucap Yie Laingfu yang langsung masuk kedalam istana bersama dengan Yuana Jung.
Saat berada di dalam istana Kerajaan Bulan, Yie Laingfu merasa sangat kagum dengan luasnya istana tersebut. Betapa beruntungnya Xiao Ziya karna bisa merebut Kerajaan Bulan dari Raja Anling Zee, andai saja ia bisa duduk di tahta kerajaan dan menjadi seorang raja.
"Akan sangat lama jika kita menunggu gadis itu selesai makan." ucap Yuana Jung dengan raut wajah kesal, ia tak ingin menunggu lebih lama lagi.
"Baiklah kita bisa menemuinya di ruang makan sekarang." ucap Yie Laingfu dengan santai, tak mungkin keponakannya akan marah jika ia langsung pergi ke ruang makan.
Yie Laingfu dan Yuana Jung mencari dimana ruang makan Istana Kerajaan Bulan, setelah berkeliling cukup lama akhirnya mereka berdua menemukan sebuah ruangan. Tanpa mengetuk pintu Yie Laingfu membuka ruangan tersebut, di sana ia melihat Xiao Ziya yang sedang makan dengan lahap seperti seorang gadis yang belum makan dua minggu. Mendengar suara pintu ruang makan terbuka tanpa ada yang meminta izin terlebih dahulu tentu membuat Xiao Ziya merasa penasaran, gadis itu menoleh ke arah pintu masuk kemudian ekspresi gadis itu berubah menjadi datar.
"Apakah prajurit penjaga gerbang tak memberitahu anda untuk menunggu di ruang kerja saya?." tanya Xiao Ziya dengan suara datar, gadis itu telah kehilangan selera makannya. Ia memanggil beberapa pelayan untuk membawa makanan yang tersisa kembali ke dapur.
"Saya datang karna ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda." ucap Yie Laingfu dengan senyuman lebar tanpa rasa bersalah.
"Saya tak menanyakan hal tersenut, mengapa anda tak mendengar perkataan prajurit penjaga gerbang?." ucap Xiao Ziya lagi dengan nada bicara sedikit lebih tinggi, gadis itu muak dengan sikap tak sopan dari beberapa anggota Klan Yuang Yie.
"Ibu sangat merindukanmu putriku." ucap Yuana Jung, wanita itu mulai menjalankan tugasnya sebagai ibu kandung palsu dari Xiao Ziya.
Yuana Jung tiba tiba saja memeluk Xiao Ziya dengan cukup erat, wanita itu meneteskan air mata seolah oleh ia sangat merindukan putri kandungnya. Bukannya merasa senang karna bertemu dengan wanita yang mengaku sebagai ibu kandungnya itu, Xiao Ziya malah merasa sangat risih. Seorang wanita yang memiliki kedudukan sebagai seorang ratu pasti memiliki etika yang lebih sopan daripada wanita yang sedang memeluknya.
"Siapa wanita ini, tolong lepaskan pelukan anda." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi datar, gadis itu melepas pelukan Yuana Jung dengan paksa.
"Aku adalah ibumu, mengapa kau memperlakukan ibu seperti ini?." ucap Yuana Jung dengan ekspresi sedih.
"Dia adalah ibumu, bukankah selama ini kau ingin bertemu dengan ibu kandungmu?." ucap Yie Laingfu dengan tatapan terharu.
Ada beberapa hal yang mengganjal di hati Xiao Ziya, gadis itu tak percaya jika wanita itu adalah ibunya meskipun ciri ciri fisik lumayan mirip dengan ibu kandungnya. Seingat Xiao Ziya sang ibu bernama Ratu Junyi Zu tinggal di Kerajaan Bintang Timur, ayah tiri dari Xiao Ziya yaitu Raja Yongling Zu sangat protektif pada ibunya. Karna hal itulah Xiao Ziya percaya bahwa sang ibu tak akan nisa keluar masuk istana Kerajaan Bintang Timur dengan bebas, lalu siapa wanita yang ada di hadapannya itu?.
"Siapa yang ingin kalian bodohi di sini?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan tajam, aura membunuh mulai keluar dari tubuh gadis itu.
"Saya mengenal ibumu dengan baik, saya sengaja membawanya untuk bertemu langsung padamu." ucap Yie Laingfu, ia berusaha untuk meyakinkan Xiao Ziya jika Yuana Jung adalah ibu kandung dari wanita itu.
"Baiklah jika begitu, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan. Jika wanita ini bisa menjawab maka saya akan percaya bahwa dia adalah ibu kandung saya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman miring, ia tak akan menanyakan hal hal yang diketahui oleh Yie Laingfu. Kemungkinan besar wanita yang ada di hadapannya dibayar oleh sang paman untuk mengaku ngaku sebagai ibu kandungnya agar mendapatkan pil darah.
"Ibu akan menjawab semua pertanyaan mu, ibu sangat sedih melihat kau tak mengenali ibumu sendiri." ucap Yiana Jung dengan akting yang sangat sempurna.
"Apa makanan kesukaan ibu saya ketika ia tinggal di dunia bawah." ucap Xiao Ziya yang sudah mengajukan pertanyaan pertama.
Yie Laingfu sangat terkejut dengan pertanyaan dari Xiao Ziya, mengapa gadis itu mengajukan pertanyaan yang sangat mudah seperti itu. Makanan kesukaan kakak perempuannya akan selalu sama dimanapun ia tinggal, untunglah Yie Laingfu sudah memberitahu segala hal mengenai kakak perempuannya itu.
"Ayam bakar pedas manis." jawab Yuana Jung dengan rasa percaya diri yang tinggi.
"Dimana ibu tinggal saat berada di dunia bawah?." tanya Xiao Ziya dengan santai.
"Ibu tinggal di Klan Xiao bersama dengan ayahmu." ucap Yiana Jung.
"Pertanyaan terakhir, mengapa ibu meninggalkan ayah?." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi datar.
"Ibu terpaksa meninggalkan ayahmu karna suami sah ibu yang tinggal di Dunia Manusia Abadi menjemput ibu ke dunia bawah, ibu tak ingin kau dan ayahmu terluka karna ibu." ucap Yuana Jung.
Xiao Ziya langsung tersenyum, semua pertanyaan berhasil dijawab dengan benar oleh wanita asing itu. Tiba tiba saja Xiao Ziya mengambil pedang hitamnya dari dalam cincin semesta dan menodongkan pedang tersebut ke leher wanita itu, tindakan Xiao Ziya mengejutkan Yie Laingfu dan Yuana Jung.
"Mengapa kau sangat tak sopan pada ibumu sendiri!." triak Yie Laingfu dengan suara keras, sepertinya pria itu sangat marah.
"Semua pertanyaan saya memang dijawab dengan benar, namun siapa yang ingin kalian bohongi di sini?." ucap Xiao Ziya dengan senyuman yang cukup menyeramkan.
"Apa maksudmu putriku." ucap Yuana Jung dengan hati hati karna ia takut pedang itu akan melukai lehernya yang cantik.
"Pertama, Raja Yongling Zu tak akan membiarkan ibu saya keluar istana saat malam hari seperti ini. Kedua, hubungan antara Klan Yuang Yie dan Kerajaan Bintang Timur sudah memburuk beberapa tahun terakhir, artinya paman Yie Laingfu tak akan mendapatkan izin untuk membawa ibu saya keluar istana. Dan yang ketiga, saya mengetahui sebuah fakta bahwa saat ini ingatan ibu saya mengenai semua hal yang terjadi di dunia bawah sudah terkunci karna sihir yang dipasang dalam memori otaknya. Dengan semua fakta itu saya yakin bahwa wanita ini bukanlah ibu kandung saya, jika paman Yie Laingfu ingin berbohong pada saya tolong gunakan cara yang lebih pintar." ucap Xiao Ziya dengan kemarahan yang tak bisa ia bendung.
Berpura pura menjadi ibu kandung dari gadis itu adalah sebuah kesalahan yang sangat besar, Xiao Ziya sangat membenci orang orang yang mempermainkan perasaanya secara sengaja. Xiao Ziya menebaskan pedang hitamnya itu ke leher wanita yang telah mengaku menjadi ibu kandungnya hingga kepala wanita itu terlepas dari badan. Yie Laingfu mematung, ia tak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan Yuana Jung. Bagaimana cara pria itu menjelaskan pada pemilik rumah bordil mengenai kematian wanita itu.
"Mengapa kau membunuhnya dengan kejam seperti itu!!." triak Yie Laingfu dengan amarah yang meledak.
"Mengapa anda membohongi saya? jika itu demi wanita tua yang sedang tergeletak lemah itu maka saya tak peduli." ucap Xiao Ziya dengan tatapan datar, dengan cepat gadis itu membakar tubuh Yuana Jung hingga tak tersisa.
"Wanita itu tetaplah nenekmu, tolong perhatikan dia dengan baik." ucap Yie Laingfu dengan mata memerah karna menahan marahnya.
"Ketika seseorang berniat mengambil apapun yang saya miliki, saat itu juga saya telah memutuskan semua hubungan saya dengannya. Seharusnya wanita itu bernasib sama dengan ibu palsu yang anda sewa, karna saya masih memikirkan perasaan kakek, saya mengurungkan niat untuk membunuhnya." ucap Xiao Ziya yang sedang menjelaskan apa yang seharusnya diterima oleh Yie Weinje.
"Berhenti mengatakan hal buruk mengenai ibu saya!!." triak Yie Laingfu.
"Dia bukanlah seorang ibu bagi putra putrinya yang lain, prajurit seret pria ini ke penjara bawah tanah." ucap Xiao Ziya yang meminta beberapa prajurit untuk datang dan memenjarakan Yie Laingfu.
Hai guys author mau sedikit cerita ke kalian, sebenernya author capek guys menetap di apk ini. Lama kelamaan tuh kaya ngerasa ga dihargai aja, pendapatan author bulan kemarin cuma 300k dan seharusnya masuk ke pendapatan bulan ini, tapi yang masuk cuma 20k aja. Ya bayangin author harus nunggu satu bulan sampai uangnya cair, dan bisa di cairin kalau udah 1,4jt. Kalau sampai tanggal sepuluh bulan ini uang 300k itu ga masuk ke pendapatan bulan ini mungkin author bakal pindah apk aja guys, bukannya apa apa ya author juga butuh uang buat beli kuota dan lain lain. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya. Doain aja sebelum tanggal 10 bulan ini, uang 300k itu udah masuk ke pendapatan bulan ini biar author ga pindah apk.