RATU IBLIS

RATU IBLIS
Sekte Lirong


Anggota Sekte Lirong semakin panik saat mengetahui kenyataan bahwa gadis yang bisa menebak dengan benar apa yang menjadi rencana mereka adalah putri dari Raja Zeus, jika mereka mengakui apa yang ingin mereka lakukan maka bisa dipastikan surat lamran yang baru saja mereka kirim tak akan diterima oleh Yang Mulia Raja Zeus oleh karna itu mereka sedang memikirkan sebuah alasan ataupun cara untuk mengelak dari tuduhan itu, lagipula walau gadis yang merupakan putri Raja Zeus itu tau apa yang ingin mereka lakukan namun belum tentu ia sanggup membuktikannya.


"Kami tak melakukan atau memasang mantra pada pintu masuk aula, mungkin saja putri anda hanya sedang kesal pada kami. Saat melewati kami saja ia tak memberikan salam." ucap Li Yun yang membuat sebuah alasan agar mereka tak dicurigai lagi.


"Lagipula apakah putri anda memiliki bukti jika kami melakukan hal yang ia tuduhkan itu?." ucap Li Zoru yang merupakan ketua pertama Sekte Lirong.


Raja Zeus menatap ke arah Xiao Ziya seolah memberi isyarat agar Xiao Ziya memberikan bukti yang nyata jika orang orang berjubah putih itu jika mereka memang melakukannya.


"Baiklah jika kalian menginginkan bukti. Api hitam api pensucian pembakaran dosa bagi si pendusta bakarla tubuh siapapun yang telah memberikan mantra pada pintu masuk aula ini." ucap Xiao Ziya yang mengatakan sebuah mantra singkat namun membuat semua orang yang berasal dari Sekte Lirong merinding ketakutan.


Setelah selesai mengatakan kalimat itu tiba tiba saja Li Bingi yang merupakan ketua ketiga Sekte Lirong bertriak kesakitan karna tubuhnya terbakar oleh api hitam. Api itu membakar tubuh Li Bingi sera membakar jiwanya juga, anggota Sekte Lirong yang lain terkejut bukan main ternyata apa yang diucapkan oleh gadis yang ada dihadapan mereka bukanlah bualan semata, benar banar ada api hitam yang muncul dan membakar tubuh salah satu anggota sekte mereka.


"Argh ini sungguh menyakitkan jiwaku rasanya seperti terbakar." triak Li Bingi dengan keras, ia ingin meminta tolong namun sepertinya tak ada yang bisa menolongnya selain gadis yang menciptakan api hitam itu.


"Hentikanlah apa yang kau lakukan pada salah satu anggota kami." ucap Lu Yun, sebagai pemimpin Sekte Lirong tentu saja ia tak bisa hanya diam saat melihat salah satu anggota sektenya sedang dalam masalah.


"Bukankah kalian meminta bukti, dan api hitam itu tak pernah salah saat menghukum seseorang." ucap Xiao Ziya yang acuh pada apa yang dikatakan oleh pemimpin Sekte Lirong, siapa suruh mereka membuat masalah dengan ayahnya. Walaupun Raja Zeus hanyalah ayah angkat Xiao Ziya namun pria itu tetap ayahnya yang akan ia lindungi juga saat dalam bahaya.


"Kau akan menyesalinya jika sampai panatua datang kesini." ucap Li Ayumi yang mencoba menakuti Xiao Ziya. Panatua Sekte Lirong memang kuat dan memiliki banyak pengalaman dalam bertarung namun itu belum cukup jika yang menjadi lawannya adalah Xiao Ziya.


"Ah benarkah begitu saya sungguh merasa takut." ucap Xiao Ziya yang berpura pura ketakutan padahal ia tak peduli sama sekali dengan keberadaan panatua dari Sekte Lirong.


Tubuh Li Bingi lama lama melebur menjadi abu bahkan jiwanya tak tersisa sama sekali, Xiao Ziya melihat kearah api hitamnya yang masih menyela sepertinya api hitam milik Xiao Ziya itu ingin melahap anggota Sekte Lirong yang lain.


"Tenanglah api hitamku, apa yang membuatmu begitu murka." ucap Xiao Ziya yang sedikit merasa kebingungan karna tak biasanya api hitam miliknya akan agresif seperti itu hingga ingin melahap orang yang belum jelas kejahatannya.


Tib tiba saja api hitam milik Xiao Ziya membesar kemudian api itu membentuk wajah wajah warga desa yang menjadi korban pembunuhan dengan cara dibakar, Xiao Ziya mengerti ternyata sekte yang sedang ia cari cari datang dengan sendirinya. Sekte Lironglah yang harus bertanggung jawab atas kematian ratusan penduduk desa yang tak bersalah itu pantas saja api hitam miliknya begitu murka.


"Ah ternyata seperti itu, sebelum kau melahap mereka semua sebaiknya kita nikmati permainan ini terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya pada api hitam miliknya, api hitam itu mengecil kemudian merekat dengan rambut Xiao Ziya, api hitam itu akan menuruti perintah dari junjungannya.


"Sialan kau telah membunuh ketua ketiga, apa maumu gadis busuk." ucap Lu Yun yang benar benar marah pada Xiao Ziya karna gadis itu telah membunuh salah satu ketua Sekte Lirong.


"Jaga ucapanmu ketua Sekte Lirong, Xiao Ziy adalah putriku. Bukankah kalian anggota sekte aliran putih mengapa kalian menggunakan cara licik seperti ini saat mengirim surat lamaran." ucap Raja Zeus yang juga tak terima dengan sikap anggota Sekte Lirong yang sudah sangat keterlaluan. Sebagai anggota dari sekte aliran putih tentu saja apa yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan yang besar.


"Saya juga mengetahui rahasia besar kalian." ucap Xiao Ziya yang membuat anggota Sekte Lirong semakin panik dan inggin segera pergi dari sana. Bagaimana bisa gadis itu mengetahui rahasia besar mereka padahal tak ada yang mengatakan apapun tentang hal itu.


"Jangan coba coba membodohi kami semua." triak Li Jinhu yang sudah sangat geram gadis yang ada di hadapannya itu terlalu banyak membuat kekacauan untuk sektenya. Sebaiknya gadis yang ada di hasadapannya itu segera dimusnahkan.


Li Jinhu mengeluarkan sebuah tombak, ia mengarahkan tombak itu pada Xiao Ziya dengan cepat Xiao Ziya menghindar. Li Jinhu menyerang Xiao Ziya dengan berutal tanpa memberikan sebuah celah.


Ribuan tombak cahaya itu mulai menghujani Xiao Ziya dari atas.


"Prisai api." ucap Xiao Ziya yang juga mengeluarkan salah satu sihir pelindung miliknya. Sebuah prisai besar yang terbuat dari api merah dan api hitam muncul di atas kepala Xiao Ziya. Prisai api itu melelehkan tombak cahaya yang menghujani Xiao Ziya.


"Argh mengapa sangat sulit untuk membunuh gadis sialan sepertimu." ucap Li Jinhu yang sudah sangat geram dan ingin menghujamkan tombaknya pada jantung Xiao Ziya.


Trangg


Suara tombak milik Li Jinhu yang membentur pedang merah milik Xiao Ziya, ternyata gadis itu telah mengeluarkan sebuah pedang miliknya yang ada di dalam cincin semestanya.


"Kau kira hanya kau saja yang memiliki senjata?." ucap Xiao Ziya yang mulai mengayunkan pedangnya dengan cepat hingga Li Jinhu tak sanggup mengimbangi gerakan dari Xiao Ziya yang begitu cepat.


Li Jinhu kewalahan dan diseluruh tubuhnya tercipta luka goresan yang sangat banyak, darah berceceran di lantai aula utama. Anggota Sekte Lirong yang lain ingin membant namun sangat memalukan jika untuk melawan seorang gadis mereka harus keroyokan.


"Apa yang kalian lihat cepat bantu teman kalian." triak Li Yun yang kesal karna anggotanya yang lain hanya diam melihat saja. Akirnya ketua pertama yaitu Li Zoru juga maju untuk menyerang Xiao Ziya namun hasilnya tetap sama gadis itu unggul.


"Saya lupa mengatakan apa yang menjadi rahasia besar kalian." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan manis namun membuat pemimpin sekte gelagapan dan tak tau harus melakukan apa agar gadis itu diam dan tak mengatakan apapun.


"Kalianlah yang telah mengundang iblis untuk menjaga roh penduduk yang menjadi korban kalian." ucap Xiao Ziya yang sengaja membuat kata katanya menjadi sedikit rumit. Lin Yun sudah sangat kesal karna rahasia sekte mereka telah dibongkar oleh gadis bernama Xiao Ziya itu.


"Diamlah gadis sialan kau tak perlu ikut campur dengan urusan sekte kami." ucap Li Yun yang membentak Xiao Ziya, pria itu benar benar kehabisan kesabarannya ia membacakan sebuah mantra pemanggil roh jahat.


Saat Li Yun selesai membaca mantra itu tiba tiba tanah yang ada di bawah Istana Kerajaan Hitam bergetar dengan hebat ribuan roh jahat bangit dari bawah tanah, melihat hal itu tentu saja tak membuat Xiao Ziya merasa takut memangnya mengapa jika Li Yun memiliki pasukan roh jahat bukankah Xiao Ziya juga memiliki pasukan iblis yang dapat menyelesaikan masalah ini dengan mudah.


"Keluarlah pasukan iblisku." ucap Xiao Ziya yang meminta pada lima ratus lima pasukan iblis miliknya untuk keluar dari cincin semesta. Keluarlah lima ratus lima pasukan dengan zirah hitam mereka dengan aura kematian yang sangat kuat. Dengan sumber daya dan pelatihan yang ketat membuat lima ratus lima pasukan iblis milik Xiao Ziya berkembang dengan pesat.


"Apa apaan ini bagaimana kau bisa memiliki pasukanmu sendiri dengan aura semenyeramkan ini." ucap Li Yun yang tak mengira bahwa gadis yang akan menjadi lawannya juga memiliki pasukan.


"Mari kita lihat pasukan siapa yang lebih unggul." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyuman iblisnya yang sangat menyeramkan.


Ribuan pasukan roh jahat milik Li Yun melawan lima ratus lima pasukan iblis milik Xiao Ziya, mereka saling bertarung satu sama lain. Sebagai pasukan milik Xiao Ziya tentu saja mereka memiliki senjata yang lengkap serta mantra mantra yang dapat menghancurkan roh jahat dengan cepat. Pertaungan itu terasa begitu lambat bagi Xiao Ziya, gadis itu sudah tak sabar lagi.


"Baiklah bagaimana jika saya turun tangan?." ucap Xiao Ziya yang ingin segera menyelesaikan semua urusannya dengan Sekte Lirong karna masih banyak permasalahan lain yang harus ia selesaikan.


Hai hai semua makasih udah stay sama novel aku ya, tanpa kalian author bukan siapa siapa. Jangan lupa follow buat yang belum, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.