
Di sisi lain saat ini Aron sedang berada di atap paviliun milik Xiao Cunyu, ia mendengar semua rencana jahat yang direncanakan oleh Xiao Yan dan Wi Xume. Aron melihat ke arah seorang pelayan yang sedang masuk kedalam paviliun, Aron menggenggam sebuah belati di tangan kanannya.
"Mereka harus diberi pelajaran, kurang baik apa nona yang tak ingin membunuh Xiao Yan gila itu." ucap Aron dengan nada kesalnya.
Lien Yang sang pelayan paruh baya masuk kedalam kamar Xiao Zoe, ia tersenyum ke arah anak laki laki itu seperti tak memiliki niat jahat apapun. Lien Yang menggendong Zoe dan mengajaknya keluar dari paviliun milik Xiao Cunyu.
Jleb.
Sebuah belati menusuk jantung Lien Yang dari belakang, wanita paruh baya itu sangat terkejut dan terjatuh kedepan. Dengan sigap Aron merebut Xiao Zoe dari gendongan wanita itu.
"Sekarang kau aman adik kecil." ucap Aron dengan senyum lega karna berhasil menyelamatkan Zoe dari rencana jahat Xiao Yan dan Wi Xume.
"Bibi jahat?." ucap Zoe dengan polosnya, ia tau jika pemuda yang saat ini sedang menggendongnya adalah anak buah dari Xiao Ziya.
"Iya, dia berencana untuk menculikmu. Sekarang aku akan mengantarmu ke kamar." ucap Aron yang membawa Zoe masuk kembali kedalam kamar.
Setelah selesai mengantar Xiao Zoe kedalam kamarnya, Aron kembali ketempat jasad Lien Yang berada. Pemuda itu mengangkat jasad itu dan membawanya menjauh dari paviliun milik Xiao Cunyu, Aron berencana menggugurkan jasad pelayan itu di hutan dekat perbatasan.
Di sisi lain saat ini Xiao Yan dan Wi Xume sudah berada di hutan perbatasan mereka sedang menunggu pelayan wanita itu datang membawa Zoe.
"Mengapa pelayan itu sangat lama, sebentar lagi matahari akan terbit." ucap Wi Xume yang tak sabar membalas demdam pada Xiao Ziya yang sudah menjatuhkan harga dirinya.
"Mungkin bibi Yang sedang dalam perjalanan menuju kemari." ucap Xiao Yan, ia yakin bahwa pelayan setianya itu bisa membawa Zoe ke hutan ini. Xiao Yan juga tau bahwa pelayan wanita itu sudah menganggap dirinya sebagai putra sendiri, sehingga ia rela mengorbankan apapun.
Kedua orang itu tetap menunggu hingga matahari terbit, Xiao Ziya hanya melihat pasangan suami istri itu dari atas pohon. Ia tak tau rencana jahat apa yang mereka berdua rencanakan, namun Ziya sangat yakin jika Aron bisa menyelesaikannya dengan baik.
"Jika kita tak memiliki hubungan darah mungkin saat ini kau tinggal kerangka saja." ucap Xiao Ziya dengan pelan diselangi senyuman tipis yang menakutkan.
Xiao Yan dan Wi Xume masih menunggu hingga mereka berdua merasa jenuh, Xiao Yan mulai ragu jika pelayannya itu dapat menjalankan tugas dengan baik. Ataukah mungkin Lien Yang ditangkap oleh ayahnya? atau anggota Klan Xiao yang lain jika benar hal itu terjadi jangan sampai ia membuka mulut.
"Sebaiknya kita pergi dari sini dan kembali ke penginapan." ucap Xiao Yan dengan perasaan cemasnya.
"Bukankah kita sedang menunggu pelayan itu membawa adik angkat mu kesini?." tanya Wi Xume yang merasa bingung, mengapa Xiao Yan membatalkan rencananya?.
"Mungkin saat ini wanita tua itu sudah ditangkap oleh salah satu anggota Klan Xiao sehingga tak bisa datang kesini." ucap Xiao Yan, ia langsung menarik tangan Wi Xume untuk segera pergi dari sana jangan sampai ada yang datang untuk menangkap mereka berdua.
Setelah pasangan suami istri itu pergi, Aron datang untuk melapor pada nona mudanya bahwa ia berhasil membatalkan rencana penculikan yang direncanakan oleh Xiao Yan dan Wi Xume. Xiao Ziya sangat puas dengan kerja Aron yang ia anggap sebagai tangan kanannya. Xiao Ziya meminta pada Aron untuk melanjutkan tugas karna mungkin kedua orang itu sedang membuat rencana lain.
"Saya pergi dulu nona muda." ucap Aron yang langsung menghilang dari hadapan Xiao Ziya.
"Hah Aron gege selalu menghilang begitu saja." ucap Xiao Ziya yang menghela nafas kasar.
Xiao Ziya turun dari pohon tempatnya beristirahat, gadis itu berjalan menuju gerbang masuk Wilayah Kekaisaran Qiyu. Para prajurit perbatasan membungkukkan kepala mereka sebagai tanda penghormatan untuk nona besar. Xiao Ziya berada di sebuah desa dekat perbatasan ia masuk kedalam sebuah kedai dan memesan beberapa makanan.
"Saya ingin dua porsi mie daging pedas, dan acar timun." ucap Xiao Ziya yang memesan makanan.
"Baik, nona tunggu sebentar di sini." ucap seorang pelayan yang langsung membungkukkan dirinya kemudian berjalan menuju dapur.
Xiao Ziya menunggu pesanannya dengan sabar, ia melihat ke sekeliling kedai dan mengamati. Ternyata banyak kultivator dari luar wilayah Kekaisaran Qiyu yang datang berkunjung.
"Siapa gadis muda yang duduk di sebrang sana?." tanya seorang kultivator dari luar wilayah Kekaisaran Qiyu. Ia merasakan aura yang sangat kuat dari Xiao Ziya.
"Mengapa anda tak menanyakan langsung pada saya?." ucap Xiao Ziya yang mendengar percakapan diantara para kultivator itu.
Sekelompok kultivator itu sangat terkejut karna mereka berbicara dengan suara yang sangat pelan, jarak mereka duduk dengan gadis itu lumayan jauh bagaimana gadis itu bisa mendengar apa yang mereka katakan?.
"Anda sedang berbicara pada kami?." tanya seorang pemuda dengan nada terheran heran.
"Bukankah kalian yang lebih dahulu membicarakan saya?." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin.
Belum sempat sekelompok kultivator itu menanyakan sesuatu pada Xiao Ziya, tiba tiba pesanan gadis itu datang dan diantar langsung oleh sang pemilik kedai. Pemilik kedai ini terkenal sangat dingin dan jarang menyambut tamu yang datang namun kali ini pelanggan lain dapat melihat sang pemilik kedai sangat ramah pada Xiao Ziya.
"Salam hormat saya pada nona besar Xiao Ziya. Saya merasa sangat tersanjung karna nona bersedia mampir ke kedai saya ini." ucap sang pemilik kedai dengan senyuman ramahnya, ia tak menyangka Xiao Ziya yang sangat terkenal itu makan di kedainya.
"Saya terima salam anda, kebetulan beberapa saat lalu saya melewati daerah perbatasan, saat melintasi kedai ini saya mencium aroma makanan yang sangat lezat sehingga mampir untuk mencicipinya." ucap Xiao Ziya dengan jujur. Pemilik kedai itu menundukkan kepala kemudian pergi dari hadapan Xiao Ziya. Ia tak ingin mengganggu gadis itu saat makan.
Kelompok kultivator tadi saling berpandangan satu sama lain, nama Xiao Ziya tak asing bagi mereka. Mereka semua langsung menutup mulut dan tak berani menanyakan apapun pada gadis itu. Sedangkan Xiao Ziya sedang menikmati makanan yang ia pesan.
Para kakak laki laki Xiao Ziya masih menunggu di paviliun, mereka sedang menikmati sarapan di ruang makan.
"Apakah adik Ziya tak akan kembali?." ucap Xiao Sunjin yang ingin menunggu Ziya kembali terlebih dahulu sebelum sarapan.
"Bagaimana jika gadis itu melewatkan sarapannya?." tanya Al Denzi yang sangat khawatir dengan kondisi Xiao Ziya saat ini. Semalaman ia tak bisa tidur karna memikirkan gadis itu.
"Kalian tak perlu sepanik itu, gadis pasti sedang sarapan saat ini." ucap Xiao Xun yang hafal dengan kebiasaan adiknya, jika Ziya tak makan saat malam hari maka ia akan makan dengan porsi yang sangat banyak saat pagi hari.
"Jangan terlalu khawatir pada adik Ziya, walaupun tubuhnya kecil ia makan dengan lahap setiap harinya." ucap Xiao Bin yang tak akan terkejut lagi jika melihat Xiao Ziya makan dalam porsi besar.
Akhirnya suasana di ruang makan kembali damai, beberapa pemuda merasa tenang karna orang orang terdekat Xiao Ziya yakin bahwa saat ini gadis itu baik baik saja dan tak akan melewatkan sarapannya.
Xiao Ziya sudah memakan semua pesananya, gadis itu membayar kemudian keluar dari kedai. Para kelompok kultivator yang tadinya sangat penasaran dengan identitas gadis itu sekarang hanya diam dan menundukkan kepala mereka, tak ada yang berani melihat ke arah Xiao Ziya. Mereka semua takut jika apa yang mereka lakukan sebelumnya menyinggung perasaan gadis itu.
"Lain kali jika bertemu dengan saya tak perlu setakut itu, saya tidak akan membunuh jika tak diusik." ucap Xiao Ziya dengan santai saat keluar dari kedai itu. Setelah Xiao Ziya pergi semua penghujung kedai menghela nafas mereka dengan lega.
"Duduk di satu tempat dengan orang sehebat nona Ziya adalah hal yang luar biasa." ucap salah satu pengunjung kedai yang menyadari keberadaan Xiao Ziya dari awal.
"Bukankah itu gadis yang telah menghancurkan Kekaisaran Binzo." ucap salah seorang kultivator yang ingat dengan nama dan identitas Xiao Ziya.
Saat ini Xiao Ziya sedang berjalan menuju Klan Xiao, ia tau bahwa para kakak laki lakinya sedang menunggu di sana. Saat ditengah tengah perjalanan Xiao Ziya bertemu dengan beberapa orang aneh mereka menatap Xiao Ziya seperti memiliki maksut yang tak baik.
"Kalian mencari saya?." tanya Xiao Ziya dengan ekspresi santai karna ia mulai terbiasa dengan orang orang yang berdatangan untuk membuat masalah dengannya.
"Kau nona Ziya? kami memberimu undangan untuk datang ke dunia semesta rendah, para pemimpin menunggumu di sana." ucap salah seorang pria misterius yang menggunakan sebuah topeng dengan wajah tersenyum.
"Baiklah saya akan datang jika sudah memiliki waktu senggang." ucap Xiao Ziya dengan senyum senyuman polos dan seringai yang ia sembunyikan.
Beberapa orang aneh itu menghilang dari hadapan Xiao Ziya mereka kembali ke dunia semesta tingkat rendah, Xiao Ziya membaca sebuah kertas emas yang ada di tangannya. Di sana tertera bahwa dunia semesta tingkat rendah memerlukan bantuan Xiao Ziya, mereka juga meminta maaf atas beberapa insiden yang terjadi akhir akhir ini. Xiao Ziya membakar kertas emas itu menggunakan api hitam miliknya.
"Ya, tak ada manusia yang tiba tiba menjadi baik bukan?." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan perjalananya menuju Klan Xiao.
Setelah sampai di gerbang masuk Klan Xiao ada seorang anak kecil yang berlari menghampiri Xiao Ziya. Anak itu adalah Zoe, ia sudah menceritakan kejadian semalam pada Xiao Cunyu, tentu pria tua itu merasa cemas namun untunglah salah satu orang kepercayaan dari putrinya ada di sana.
"Ziya jiejie." ucap Zoe dengan suara khas anak kecil yang lucu.
Dengan segera Xiao Ziya menggendong adik laki lakinya itu.
"Kau baik baik saja? apa kau merasa takut?." tanya Xiao Ziya yang sedikit khawatir karna Zoe masih terlalu kecil untuk melihat adegan berdarah seperti itu.
"Tidak, bukankah jie jie akan selalu melindungi ku hingga aku bisa melindungi diriku sendiri nanti." ucap Zoe yang sangat yakin bahwa kakak perempuannya akan selalu melindungi dirinya hingga ia tumbuh besar dan mampu melindungi dirinya sendiri. Zoe juga memiliki keinginan untuk menjadi sangat kuat, jika bisa ia ingin lebih kuat daripada Xiao Ziya karna ia ingin melindungi penyelamatnya itu.
Karna usia Zoe yang sudah menginjak anak anak, ia tersadar bahwa Xiao Ziya dan orang orang di sekitarnya bukanlah keluarga kandung. Walaupun begitu Zoe sangat bersyukur karna mereka sangat mennyayanginya, jika bukan karna gadis yang sedang menggendongnya sekarang ini mungkin ia sudah menjadi seorang budak yang diperlakukan dengan kasar.
"Wah bukankah adikku ini sudah bertambah lebih besar daripada sebelumnya?." ucap Xiao Ziya yang merasa senang, ia mencium pipi Zoe dengan gemas.
Akhirnya mereka berdua sampai di paviliun milik Xiao Ziya, kebetulan saat itu Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz sedang mencari Ziya karna mereka harus kembali ke Kerajaan Hitam. Raja Zeus sudah menghubungi kedua putranya melalui telepati, banyak tugas kerajaan yang harus mereka selesaikan secepat mungkin.
"Kemana saja kau pergi adik?." ucap Pangeran Anz dengan ekspresi khawatir.
"Saya sedang berjalan jalan di hutan untuk menenangkan diri, apakah kalian berdua akan kembali sekarang?." tanya Xiao Ziya. Ia tau Raja Zeus akan segera menghubungi kedua putranya itu karna ia sangat iri dengan Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz yang bisa pergi ke dunia bawah untuk mengunjunginya.
"Ya, kami harus kembali sekarang juga. Jika tidak maka ayah akan memberi hukuman yang berat." ucap Pangeran Zeeling dengan ekspresi kesal karna ia masih ingin di sana.
"Katakan pada ayah, mungkin untuk waktu dekat saya belum bisa berkunjung karna harus pergi ke dunia semesta tingkat rendah." ucap Xiao Ziya dengan santai, namun perkataan nya itu membuat kedua pangeran terkejut.
"Untuk apa kau pergi ke sana? bukankah tempat itu sangat berbahaya?." ucap Pangeran Anz yang merasa bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh Xiao Ziya di sana.
"Mereka mengundang saya untuk datang, dan saya datang membawa kehancuran." ucap Xiao Ziya , tentu gadis itu sudah memiliki rencana yang matang sebelum pergi kesana.
"Baiklah kami akan pergi sekarang, jagalah dirimu dengan baik jika kau butuh bantuan maka panggil saja kami bedua." ucap Pangeran Zeeling yang mencoba untuk percaya bahwa adiknya akan baik baik saja.
"Sampai jumpa." ucap Xiao Ziya yang melambaikan tangannya, Zoe juga ikut melambaikan tangan.
Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz menghilang mereka menggunakan kertas mantra teleportasi yang diberikan oleh sang ayah. Xiao Ziya melangkah masuk menuju paviliunnya, ia melihat para kakak laki lakinya sedang bersantai di ruang tamu.
"Mereka siapa?." tanya Zoe dengan polos karna ia belum pernah melihat kesembilan pemuda yang saat ini sedang menatap ke arahnya.
"Ah mereka saudara saudaraku, apa Zoe ingin berkenalan?." tanya Xiao Ziya pada adik laki lakinya itu. Ziya menurunkan Zoe dari gendongannya.
Zoe berjalan mendekati para murid dari Akademi Wunyeng, ia melihat wajah mereka satu persatu dengan tatapan kagum. Satu persatu memperkenalkan diri mereka pada Zoe.
"Apa kalian juga akan segera kembali?." tanya Xiao Ziya, ia ingin tau berapa lama mereka akan tinggal di paviliunnya.
"Kami akan kembali besok malam saat gerbang teleportasi terbuka." jawab Al Denzi dengan santai karna ia masih ingin melihat lihat suasana dunia bawah.
"Baiklah saya akan meminta beberapa pelayan untuk bekerja di sini dan mengurus keperluan kalian bersembilan." ucap Xiao Ziya,ia pergi menuju kediaman Xiao Ciyun.
"Permisi paman Ciyun." ucap Xiao Ziya yang melihat sang paman baru saja ingin keluar.
"Ah ada apa keponakanku?." tanya Xiao Ciyun dengan ramah pada Ziya.
"Saya ingin meminjam beberapa pelayan untuk mengurus tamu tamu yang ada di paviliun saya." ucap Xiao Ziya dengan sopan, walaupun gadis itu memiliki posisi yang tinggi di Klan Xiao namun ia merasa perlu meminta izin pada Xiao Ciyun yang selama ini telah mengurus Klan Xiao dengan baik.
"Silahkan, kau bisa membawa puluhan pelayan jika perlu." ucap Xiao Ciyun.
"Terimakasih paman, kalau begitu saya pergi terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang beranjak pergi untuk membawa beberapa pelayan. Setelah membawa sembilan pelayan wanita dengan usia yang bisa di bilang masih cukup muda Xiao Ziya mengantar mereka menuju paviliun miliknya.
"Saya harap kalian bisa melayani tamu tamu saya dengan ramah, perlakukan mereka dengan baik." ucap Xiao Ziya penuh dengan wibawa.
"Baik kami akan menjalankan tugas dengan sebaik mungkin." ucap kembilan pelayan wanita yang tak akan menolak melayani para pemuda tampan.
"Algi Gege bisakah kau antar Zoe ke paviliun ayah? saya harus pergi karna ada beberapa hal penting yang perlu diselesaikan." ucap Xiao Ziya yang meminta tolong pada Wi Algi, tentu dengan senang hati pemuda itu menyanggupi permintaan adik perempuannya itu.
Xiao Ziya pergi dari paviliunnya ia berjalan menuju sebuah gang sempit yang ada di sekitar Istana Kekaisaran Qiyu. Xiao Ziya melihat beberapa orang pembunuh bayaran yang sedang merencanakan sesuatu.
"Lebih baik kita membunuh Kaisar Zue secara langsung sebelum ada yang datang untuk membantunya." ucap salah seorang pembunuh bayaran yang tak mengetahui kekuatan dibelakang Kaisar Zue yaitu Xiao Ziya.
Xiao Ziya mengamati wajah para pembunuh bayaran itu dengan teliti, wajah wajah yang sangat familiar baginya, bukankah mereka para kultivator yang ia temui di kedai sebelumnya?. Jadi para kultivator yang datang dari luar Kekaisaran Qiyu adalah pembunuh bayaran? apa ini ada hubungannya dengan Xiao Yan.
"Ah mengapa banyak tikus yang mencoba melawan iblis." ucap Xiao Ziya yang menghela nafas dengan berat, ia tak menyangka jika para kultivator yang terlihat baik itu adalah kelompok pembunuh bayaran.
Hai hai semuanya author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa buat follow, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.