RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pasukan Khusus


Setelah itu Xiao Ziya meminta agar Xiao Ciyun dan ayahnya membuat sebuah rencana agar para kelompok Sekte Harimau putih yang sudah berada di dalam wilayah Kekaisaran Qiyu tak bisa keluar, sedangkan Xiao Ziya akan pergi ke kota kecil miliknya untuk menyusun rencana bersama dengan para pasukan khusus. Saat ada di gerbang perbatasan terluar Xiao Ziya melihat para prajurit yang sedang berjaga bertengkar dengan puluhan orang asing, sepertinya orang orang itu memaksa masuk kedalam tanpa mau menunjukkan kartu identitas mereka.


"Jika ingin masuk tunjukkan token identitas, Kekaisaran Qiyu bukan tempat yang bisa didatangi sesuka hati." ucap Xiao Ziya dengan nada yang tegas, para prajurit yang melihat kehadiran Xiao Ziya langsung membungkuk dan memberikan salam. Untung saja nona muda mereka datang keperbatasan jika tidak mereka akan kewalahan menghadapi hal semacam ini.


"Siapa kau mengapa ikut campur dengan urusan kami?." tanya salah satu dari rombongan orang asing yang ingin masuk kedalam wilayah Kekaisaran Qiyu.


Xiao Ziya menatap dengan tajam ke arah rombongan itu ia yakin bahwa mereka berasal dari Sekte Harimau Putih, jika semakin banyak yang datang maka dugaanya benar sekte itu ingin menyerang saat kekaisaran dalam kondisi yang lengah. Kini Xiao Ziya sudah ada di duni bawah maka ia akan mengatasi setiap masalah yang terjadi dengan cepat dan mudah. Xiao Ziya mengeluarkan sebuah pedang berwarna merah dari dalam cincin semestanya.


"Jika saya membunuh kalian di sini Kaisar dari wilayah manapun tak akan ada yang menyalahkan saya." ucap Xiao Ziya dengan seringai menakutkan yang menghiasi wajah cantinnya itu.


"Kami hanya ingin masuk kedalam mengapa dipersulit seperti ini?." tanya salah seorang dari mereka dengan nada yang memelas seperti sedang meminta belas kasihan pada Xiao Ziya.


"Para prajurit hanya meminta kalian menunjukkan token identitas apa susahnya? jika tak bisa memenuhi persyaratan untuk masuk ke wilayah kami silahkan kalian pergi." ucap Xiao Ziya yang tak ingin dibantah oleh siapapun, sudah banyak anggota Sekte Harimau Putih yang masuk ke wilayahnya menggunakan cara yang kotor.


"Bagaimana kalau kami membayar saja?." ucap salah satu dari mereka kemudian mengeluarkan satu peti koin emas agar bisa masuk kedalam wilayah Kekaisaran Qiyu tanpa harus menunjukkan token identitas.


"Anda kira saya kekurangan koin emas? saya tidak butuh." ucap Xiao Ziya yang tak bisa disogok dengan satu peti koin emas. Gadis itu menjadi mengerti cara kotor apa yang telah mereka lakukan.


"Jadi apa maumu gadis sialan." triak beberapa pria yang tak suka saat jalan mereka dihalangi oleh gadis muda sombong itu.


Xiao Ziya tersenyum dengan sangat tipis tanpa basa basi atau mengatakan apapun ia langsung menebas semua kepala orang orang yang ingin masuk tanpa menunjukkan token identitas mereka, seketika gerbang masuk wilayah Kekaisaran Qiyu yang ada di perbatasan luar berceceran darah. Para prajurit yang melihat hal itu gemetaran karna takut, setelah membunuh mereka semua Xiao Ziya membakar mayat mereka agar tak meninggalkan jejak.


"Tulis nama siapa saja yang telah menerima suap, lalu saya kan mengambilnya nanti. Jangan ada kebohonga jika kalian masih ingin hidup kalian mengerti?." tanya Xiao Ziya pada dua prajurit yang saat itu mendapatkan tugas untuk berjaga di perbatasan dengan cepat mereka menganggukkan kepala.


Setelah itu Xiao Ziya melesat pergi menuju kota kecil miliknya yang berada di dalam hutan, saat akan masuk kedalam kota kecilnya ada dua pemuda yang sepertinya adalah anggota baru yang di rekrut oleh seseorang.


"Maaf nona ingin menemui siapa?." tanya salah seorang pemuda dengan nada bicara yang sangat sopan.


"Saya Xiao Ziya apa ada masalah?." ucap Xiao Ziya yang langsung menyebutkan siapa namanya, namun pemuda pemuda itu tak akan percaya dengan mudah.


"Nona Ziya sedang berada di dunia atas dan belum kembali." jawab salah satu dari pemuda itu, mereka belum pernah melihat wajah Xiao Ziy namun mereka sangat sok tau bagaimana wujud Xiao Ziya.


"Terbukalah." ucap Xiao Ziya yang membuka gerbang masuk kota kecilnya menggunakan sihir karna ia tak ingin berdebat dengan beberapa pemuda menyebalkan itu. Melihat gerbang terbuka begitu saja dan seora gadis asing masuk kedalam kota kecil tentu beberapa anggota pasukan khusus baru itu kelabakan dan mengejar Xiao Ziya yang masuk kedalam kota kecil miliknya sendiri.


"Nona tunggu anda tak bisa langsung masuk seperti itu." triak beberapa dari mereka yang ingin menghentikan langkah Xiao Ziya, sangat disayangkan gadis itu terus berjalan dan tak peduli dengan triakan para pemuda di belakangnya.


Karna terdengar suara keributan beberapa anggota lama pasukan khusus milik Xiao Ziya keluar dari tempat latihan tertutup mereka, saat berjalan menuju gerbang masuk utama kota kecil itu mereka berpapasan dengan seorang gadis yang wajahnya sangat familiar.


"Salam hormat kami pada nona Xiao Ziya." ucap beberapa orang yang tergbung sebagai anggota pasukan khusus milik Xiao Ziya.


"Saya terima salam kalian, kumpulkan semua anggota di lapangan utma. Termasuk anggota baru agar mereka tak seenaknya meneriaki saya kalian faham?." ucap Xiao Ziya dengan sedikit nada kesalnya.


"Baik kami mengerti." ucap Sin Binjo yang mewakili temannya yang lain. Setelah itu mereka pergi untuk memberitaukan bahw nona muda meminta mereka semua untuk berkumpul di lapangan utama.


Saat ini Xiao Ziya berdiri di sebuah gundukan tanah yang lebih tinggi dari tanah yang lain, gadis itu sedang menunggu anggota pasukan khususnya berkumpul. Setelah meninggu beberapa saat puluhan ribu anggota pasukan khusus milik Xiao Ziya berlarian menuju lapangan utama. Mereka cukup terkejut saat beberapa teman mereka mengatakan bahwa nona meminta agar mereka segera berkumpul. Setelah semua anggota yang masih ada di kota kecil berkumpul mereka membentu beberapa kelompok kemudian berbaris dengan rapi. Saat Xiao Ziya melihat lihat sepertinya banyak anggota baru yang entah masuk dengan cara apa.


"Selamat malam semuanya." ucap Xiao Ziya yang menyapa para anggota pasukan khususnya dengan sangat ramah.


"Malam nona Xiao Ziya." triak mereka semua secara serempak.


"Saya telah kembali dari dunia atas dengan selamat, dan mengapa banyak anak bau kencur di sini?." tanya Xiao Ziya sambil menatap anggota baru dengan tatapan tajam karna mereka bukan orang orang yang dipilih oleh Xiao Ziya.


"Menjawab pertanyaan nona mereka adalah para pemuda terlantar yang kami temukan di beberapa wilayah." ucap Sen Linju yang memberanikan diri menjawan pertanyaan Xiao Ziya, entah mengapa mereka sangat berani memasukkan orang asing ke wilayah milik Xiao Ziya.


"Apa saya sebaik itu mau menampung orang seperti mereka?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan yang tak bersahabat. Gadis itu tak suka jika ada seseorang bertingkah seenaknya di wilayah yang sudah menjadi miliknya.


Semua anggota pasukan khusus yang ada di sana menundukkan kepala mereka karna merasa bersalah atas apa yang telah mereka lakukan. Mungkin karna Xiao Ziya sudah cukup lama tak mendisiplinkan mereka akhirnya mereka menjadi pelupa dan bersikap seenaknya seperti sekarang ini.


"Jadi kalian merasa memiliki hak atas tempat ini?." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin yang sangat menyeramkan, gadis itu sedang memarahi anggota pasukan khusus miliknya.


"Apa karna jumlah kalian sangat banyak kalian ingin memberontak?." ucap Xiao Ziya lagi yang sepertinya sangat marah pada para anggota pasukan khususnya yang mulai seenaknya itu. Tak ada yang berani menjawab pertanyaan dari Xiao Ziya mereka tak menyangka bahwa nona merek akan semarah ini.


"Saya yang membentuk kalian menjadi pasukan khusus, saya juga bisa memenggal kepala kalian dalam sekejab saja." ucap Xiao Ziya yang marah dan kini bola mata gadis itu berubah warna menjadi merah darah. Semua anggota pasukan khusus bersujud di hadapan Xiao Ziya mereka benar benar merasa bersalah.


"Baik kami mengerti nona." jawab anggota pasukan khusus milik Xiao Ziya secara serempak, mereka tak akan melakukan hal hal seperti itu tanpa izin dari nona muda mereka.


Setelah itu Xiao Ziya meminta pada anggota baru pasukan khususnya untuk pergi ke lapangan belakang kota kecil karna mereka akan mendapat pelatihan di sana, para pemuda yang berjumlah kurang lebih dua ratus orang itu pergi menuju tempat yang disuruh oleh Xiao Ziya. Setelahnya Xiao Ziya mengeluarkan lima jenderal iblisnya, ia memberikan tugas pada para jenderal iblis untuk melatih para pemuda yang menunggu di lapangan belakang kota kecil miliknya.


Sedangkan Xiao Ziya memberitaukan pada anggota khusus miliknya yang lain bahwa sebagian dari mereka akan ia bawa ke Kekaisaran Qiyu untuk menjalankan sebuah misi khusus. Ada banyak anggota pasukan khusus Xiao Ziya yang ingin ikut karna mereka sudah lama tak mendapatkan tugas langsung dari nona muda mereka.


"Saya butuh lima ribu pasukan yang ikut dengan saya dan lima belas ribu pasukan yang lain berlatih dengan keras karna akan ikut dalam pertarungan." ucap Xiao Ziya yang sudah memilih kelompok mana yang akan ikut dengannya ke dalam wilayah Kekaisran Qiyu dan sisanya tetap berada di dalam kota kecil.


"Apakah tak ada tugas untuk kami nona?." tanya salah seorang anggota pasukan khusus yang tak mendapat tugas apapun dari Xiao Ziya.


"Bantu prajurit perbatasan untuk memberantas orang asing yang ingin masuk kedalam wilayah Kekaisaran Qiyu tanpa mau menunjukkan kartu identitas mereka." ucap Xiao Ziya yang memberi tugas pada yang lainnya.


Setelah itu Xiao Ziya membawa lima ribu pasukannya untuk keluar dari kota kecil miliknya, ia berjalan memimpin lima ribu pasukan dibelakangnya. Para prajurit perbatasan menyambut kedatangan Xiao Ziya bersama dengan pasukannya. Setelah masuk kedalam wilayah Kekaisaran Qiyu ada dua prajurit yang menghentikan Xiao Ziya.


"Maaf nona ini data yang anda inginkan." ucap prajurit itu yang memberikan selembar kertas pada Xiao Ziya.


"Trimakasih karna telah bekerja sama dengan saya." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan perjalananya menunju istana Kekaisaran Qiyu.


Rombongan Xiao Ziya menarik perhatian banyak orang, beberapa anggota Sekte Harimau Putih yang ada di dalam penginapan langsung keluar dari penginapan mereka dan melihat ke arah rombongan Xiao Ziya.


"Siapa orang orang yang ada di belakang gadis itu?." ucap Yung Sangrang yang penasran dengan ribuan pria dan pemuda yang berjalan di belakang gadis yang mengaku sebagai tunangan dari Kaisar Yan.


"Mereka adalah pasukan milik nona Ziya." jawab salah seorang pengunjung penginapan lain yang ada di sebelah pemimpin Sekte Harimau Putih.


"Apakah gadis itu tunangan Kaisar Yan?." tanya Yung Sangrang yang ingin memastikan kebenaran apakah Xiao Ziya benar benar tunangan Kaisar Yan ataukah bukan.


"Apa yang anda katakan? Xiao Ziya adalah adik dari Kaisar Yan." jawab orang itu yang membuat Yung Sangrang merasa sangat kesal karna ditipu oleh Kaisar Yan dan adiknya.


Yung Sangrang meremas tangannya dengan geram, ia masuk kembali kedalam penginapan dan membanting pintu kamarnya dengan kesal.


"Argh sialan mengapa aku bisa ditipu oleh gadis itu." ucap Yung Sangrang ia akan pergi ke Istana Kekaisaran Qiyu untuk mengajukan protes pada Kaisar Yan. Jika sang kaisar memang tak ingin menerima lamarannya seharusnya ia tak perlu melakukan hal seperti itu.


Sedangkan saat ini Xiao Ziya dan pasukannya sudah sampai di depan gerbang masuk Istana Kekaisaran Qiyu, penjaga gerbang membuka gerbang masuk dengan sangat lebar agar Xiao Ziya dan pasukannya masuk kedalam dengan mudah.


"Tolong sampaikan pada Kaisar Yan untuk menemui saya di lapangan belakang." ucap Xiao Ziya yang menyampaikan pesan pada prajurit penjaga gerbang.


"Baiklah saya akan sampaikan pada Kaisar Yan." ucap sang prajurit penjaga gerbang yang langsung menutup gerbang dan berlari ke dalam istana untuk memberi laporan pada Kaisar Yan.


Xiao Ziya dan lima ribu pasukan khusus yang ia bawa pergi ke tempat latihan pasukan kekaisaran. Banyak prajurit kekaisaran yang melihat ke arah Xiao Ziya dan pasukannya, apa yang sedang nona muda mereka ingin lakukan.


"Salam hormat kami pada nona Xiao Ziya." ucap para prajurit kekaisaran yang memberikan salam pada Xiao Ziya.


"Saya trima salam kalian." jawab Xiao Ziya yang tersenyum ke arah para prajurit kekaisaran.


"Apa yang ingin nona lakukan dengan membawa banyak pria dan pemuda di belakang anda?." tanya salah satu prajurit kekaisaran yang ingin tau apa niatan Xiao Ziya.


"Mereka adalah pasukan khusus milik saya." ucap Xiao Ziya yang mengenalkan pasukan khusus miliknya pada para prajurit kekaisaran yang sedang berlatih.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Kaisar Yan datang bersama dengan Jenderal Zue dibelakangnya. Pasukan khusus milik Xiao Ziya dan para prajurit Kekaisaran Qiyu memberikan salam pada Kaisar Yan dan juga Jenderal Zue.


"Ada apa adik meminta saya datang kesini?." tanya Kaisar Yan yang menanyakan tujuan Xiao Ziya memanggilnya ke tempat latihan para prajurit.


"Saya sudah mendapatkan informasi mengenai anggota Sekte Harimau Putih. Mereka telah membawa anggota sekte mereka dalam jumlah yang besar ke wilayah Kekaisaran Qiyu. Selain itu mereka memaksa dan menyuap beberapa prajurit agar bisa masuk tanpa menunjukkan token identitas. Setelah semua itu saya mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa mereka ingin menyerang saat Kekaisaran Qiyu dalam kondisi yang lengah." ucap Xiao Ziya yang memberitukan sedikit rincian tentang apa yang ia ketahui mengenai Sekte Harimau Putih.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya membuat Kaisar Yan sangat terkejut, mengapa ia tak mengetahui tentang hal ini. Untung saja ia memiliki adik yang sangat cerdik dan teliti mengenai hal hal seperti itu.


"Jadi apa yang akan kita lakukan?." tanya Jenderal Zue yang ingin bertanya tentang pendapat Xiao Ziya.


"Saya sudah punya sebuah rencana." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan sedikit menyeramkan.


Hai hai semuanya aku update lagi nih walai otak lag ga bisa mikir apa apa. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys karna wajib, gift hadiah apapun ya makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.