RATU IBLIS

RATU IBLIS
33


Malam harinya Hermione masih tetap menunggu Reno dirumah sakit tanpa pergi kemana-mana.


"Perasaan kakak dari tadi gak makan-makan deh" ucap Reno.


"Ah yang bener, ntahlah kakak lupa, biarkan saja" ucap Hermione.


"Nanti kakak sakit" ucap Reno.


"Kamu tenang aja kakak baik-baik aja gak akan sakit" ucap Hermione mmengusap pipi Reno.


"Kakak dari tadi nyuruh aku makan terus tapi kakaknya gak makan, makan ini itu segala kakak beli buat aku tapi kakaknya gak tuh sama sekali nyobain makanannya" Reno cemberut.


"Kakak belikan buat kamu bukan buat kakak" ucap Hermione.


"Tapi pakai uang kakak, jadi itu harusnya buat kakak juga ngapain dikasih keaku" ucap Reno.


"Karena kamu lagi sakit, udah sekarang kamu tidur udah jam 9" ucap Hermione.


"Kak baru jam 9" ucap Reno.


"Kamu lagi sakit harus banyak-banyak istirahat biar cepet sembuh" ucap Hermione.


"Kalau udah sembuh bisa main sama kakak deh" ucap Reno.


"Malah mikirin itu lagi, udah tidur cepet kakak temenin" ucap Hermione.


"Hmmm yaudah" ucap Reno memindahkan posisinya jadi berbaring, Hermione menyelimuti Reno.


"Selamat tidur" Hermione mencium kening Reno lalu mengusap rambut Reno supaya dia tidur.


"Udah jam segini Dimas lagi sama Sasa sekarang gue harus cepet kesana" batin Hermione.


"Cepet tidur Reno aku harus mengambil alih tubuh Sasa dan menghisap energi manusia supaya kekuatan aku semakin pulih dan kuat" batin Hermione.


.........


Dimas berjalan-jalan dengan Sasa keliling desa dengan berjalan kaki. Sesekali Sasa melirik Dimas, Dimas yang tau akan hal itu diam saja.


"Udah jam segini gue harus ngapain" batin Dimas.


"Mas kita duduk disitu yok" Sasa menarik tangan Dimas untuk duduk dikursi.


"Udaranya dingin ya" ucap Sasa.


"Bilang aja kalau mau dipeluk" Dimas memindahkan Sasa kepangkuannya lalu memeluk Sasa dari belakang.


"Eh" Sasa kaget dengan perlakuan Dimas tapi dia senang juga.


"Kamu tinggal dimana?" tanya Sasa.


"Divilla, aku kesini cuman untuk kepemakaman temanku yang baru beberapa hari ini meninggal jadi hanya akan beberapa hari saja disini" ucap Dimas.


"Kamu mau pulang lagi kekota kapan?" tanya Sasa.


"Ntahlah aku belum tau, dikota juga adik sepupuku sedang ada dirumah sakit untungnya ada sahabatku yang menjaganya" ucap Dimas.


"Siapa sahabatmu lain kali kenalkan aku padanya" ucap Sasa.


"Namanya Dara, dia punya adik dan adiknya menjadi teman adikku makanya kami sering bertemu" ucap Dimas.


"Adikmu cewek?" ucap Sasa seperti bertanya.


"Bukan dia cowok" ucap Dimas.


"Aku kira dia cewek makanya dijaga sahabatmu" ucap Sasa.


"Apa kamu punya pacar?" tanya Sasa.


"Kenapa emangnya?" tanya balik Dimas.


"Nggak nanya aja" jawab Sasa.


"Kalau aku bilang ada nanti kamu pergi, kalau aku bilang gak ada nanti kamu malah mau jadi pacar aku lagi" ucap Dimas.


"Ih geer" ucap Sasa mencubit lengan Dimas yang melingkar diperutnya.


Dimas menyimpan kepalanya dipundak Sasa, Sasa merasakan hembusan nafas Dimas yang menyentuh kulit lehernya. Sasa lalu bergerak membuat Dimas mendesah pelan.


"Kamu sengaja ya?" ucap Dimas.


"Tidak aku hanya sedikit merinding saat napasmu mengenai leherku" ucap Sasa.


"Baru segitu aja udah merinding, gimana kalau ngelakuin hal yang lebih" ucap Dimas.


"Maksud kamu apa Mas?" tanya Sasa, Dimas memasukkan tangannya kedalam baju Sasa.


"Dimas kamu mau apa?" Sasa pura-pura polos.


"Apa ini enak?" tanya Dimas m3remas benda kenyal Sasa.


"Ahh Dimas" desah Sasa.


"Ya ini enak" ucap Sasa.


"Kalau ini" ucap Dimas memasukkan tangannya kedalam rok Sasa dan bermain disana.


"Ah nik~mat Dimas ah terus" ucap Sasa.


"Ah pernah Di~mas" ucap Sasa.


"Goyangkan pinggulmu" ucap Dimas.


"Ba~ik" Sasa mulai menggoyangkan pinggulnya supaya pedanh Dimas bangun.


"Disi~ni gak adahh or~ang yang lewat uh kalau jam segini" ucap Sasa.


"Apa kamu mau melakukannya disini?" tanya Dimas.


"Ter~serah kamuhh aku ud~ah gak tahan" ucap Sasa.


"Mashhh tam~bah 1 jari ah lagi dan percepathhh" ucap Sasa.


"Baiklah" Dimas memasukkan 1 jarinya lagi jadi sekarang didalam lobangnya ada 3 jari Dimas.


.......


Reno sama sekali belum bisa tidur padahal sudah makan obat, Hermione masih tetap menunggu Reno sampai tertidur.


"Reno udah jam setengah 10 lebih kamu masih belum tidur juga" ucap Hermione.


"Kak gak bisa tidur, gak tau kenapa" ucap Reno pindah posisi menjadi duduk.


"Reno tidur udah malam" ucap Hermione.


"Belum ngantuk kak beneran" ucap Reno. Perawat datang masuk kedalam kamar rawatnya.


"Maaf mengganggu jam istirahatnya saya mau mengecek infus dan menggantinya" ucap perawat itu.


"Silahkan" ucap Hermione. Perawatnya mengganti infusnya.


Perawat selesai dia lalu pamit pergi. Hermione merasa aneh dengan perawat itu.


"Aura ini seperti milik musuh manusiaku yang telah lama menghilang" batin Hermione.


"Perawat itu hanya anak buahnya saja ternyata" batin Hermione setelah melihat dari mata batinnya.


"Kak aku pengen" ucap Reno tiba-tiba membuat Hermione langsung tersadar dari lamunannya.


"Gak boleh kamu sakit" ucap Hermione.


"Kak aku mohon" ucap Reno memelas.


"Wah berarti ini bukan cairan yang biasa, ini cairan udah dicampur dengan obat perangsang" batin Hermione.


"Ini rumah sakit gak boleh" ucap Hermione.


"Kak aku sudah tak tahan bantu aku kak" ucap Reno.


"Gak bisa Reno" ucap Hermione.


"Kak please aku bener-bener gak bisa nahan lagi" ucap Reno.


"Kak perawat tadi nyimpan kamera kecil dan itu sudah menyala" ucap Andre muncul dengan wujud iblisnya.


"Terus Reno gimana?" tanya Hermione lewat batin.


"Aku akan jadi dokter dan mengatakan bahwa Reno bisa pulang sekarang" ucap Andre menghilang dari sana.


"Reno gak boleh, kamu kenapa malah jadi kayak gini sih" ucap Hermione.


"Aku menyuruhmu tidur dari tadi" ucap Hermione.


"Kak aku gak akan bisa tidur dalam keadaan aku menahan ini" ucap Reno.


"Menahan apa?" ucap seseorang mengagetkan Reno.


"Eh do dokter gak kok dok" ucap Reno.


"Hmm saya periksa keadaan anda dulu ya. Nona Dara keadaan pasien sudah membaik dan bisa pulang besok" ucap dokter itu yang tak lain adalah Andre.


"Pulang sekarang bisa gak dok?" ucap Reno.


"Bisa saja tapi ini udah malam" ucap Andre.


"Tak apa-apa, kak kita pulang sekarang" ucap Reno.


"Hah oh iya kita pulang sekarang" ucap Hermione.


"Baik kalau itu maunya silahkan berkemas saya permisi masih ada pasien yang harus saya cek keadaannya" ucap Andre.


"Iya dok makasih" ucap Hermione.


"Sama-sama Nona Dara" Andre menatap mata Hermione sambil tersenyum lalu pergi.


"Dokter bilang aku udah sembuh, dan aku boleh pulang berarti aku boleh melakukannya" ucap Reno.


"Kau sangat keras kepala ya Reno" ucap Hermione.


"Biarin" ucap Reno.


Bersambung...