RATU IBLIS

RATU IBLIS
Awal Kejutan Dari Xiao Ziya


Dengan segera Pangeran Kegelapan pergi menuju akademi untuk menemui Xiao Ziya namun baru saja ia ingin keluar gerbang istana kekaisaran Pangeran Kegelapan melihat Xiao Ziya yang sedang berjalan menuju istana.


"Sepertinya aku tak perlu mengantar surat ini, adikku datang dengan sendirinya." ucap Pangeran Kegelapan yang kembali masuk kedalam dan menemui Xiao Yan.


Melihat jenderalnya kembali dengan begitu cepat membuat Xiao Yan sedikit bingung. Bukankah Jenderal Zue baru keluar dua menit yang lalu bagaimana bisa ia kembali secepat ini.


"Kau sudah mengantar suratnya pada adik Ziya?." tanya Xiao Yan.


"Belum namun saya melihat adik Ziya berjalan menuju istana lebih baik kaisar sendiri yang memberikan undangan ini." ucap Pangeran Kegelapan yang mengngembalikan undangan dari Kerajaan Xingmen itu pada Xiao Yan.


Yang di tunggu tunggu akhirnya datang, Xiao Ziya masuk keruang kerja kaisar Yan setelah mengetuk pintu dan diizinkan masuk. Saat melihat wajah sang kakak ia tau bahwa kakaknya sudah menerima undangan dari Kerajaan Xingmen sesuai dengan rencana Xiao Ziya.


"Mengapa Kaisar Yan menatap saya seperti itu?." tanya Xiao Ziya yang menggunakan bahasa formal dan membuat Xiao Yan merasa sedikit tak nyaman.


"Panggil aku Yan gege ketika tak ada orang asing disekitar kita." ucap Xiao Yan yang lebih senang ketika ia dipanggil dengan sebutan gege.


Setelah itu Xiao Yan memberikan surat undangan pesta milik Xiao Ziya kepadanya. Xiao Ziya menerima undangan itu dan membacanya dengan teliti, ada sebuah kalimat yang menandakan bahwa akan ada sesuatu di sana kalimat itu adalah 'akan ada kejutan menarik untuk nona Ziya' dalam kalimat itu Xiao Ziya mendapat sebuah feeling yang tak bagus.


"Apa yang sedang terjadi, mengapa hanya kamu yang mendapat undangan pesta." ucap Xiao Yan yang memang tak mengerti mengapa ia tak mendapat undangan juga.


"Akan terjadi hal besar di sana nantinya untuk itu mereka tak ingin orang lain datang, gege tenang saja aku bisa mengatasinya." ucap Xiao Ziya yang meyakinkan gegenya bahwa ia akan baik baik saja.


Akhirnya Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan mengerti bahwa Kerajaan Xingmen memiliki niat buruk pada adik kesayannya. Xiao Ziya ingin pergi sendiri kesana namun ia merasa mungkin nantinya kakak laki lakinya yang menjadi kaisar itu akan menyuruh seseorang mengikutinya.


"Ah iya ini hadiah untuk Yan gege, dan ini untuk Zue gege." ucap Xiao Ziya yang memberikan dua kotak kayu yang sama seperti yang ia berikan pada Xiao Xun.


Saat dibukan Xiao Yan mendapatkan dua spirit stone merah yang sangat cocok dengan kekuatan dan jenia aura yang ia miliki. Mendapat hadiah yany begitu berharga dari sang adik tentu saja membuat Xiao Yan merasa begitu senang dan terharu. Sedangkan Pangeran Kegelapan mendapatkan dua spirit stone berwarna hitam yang cocok dengan aura dan ilmu yang ia miliki.


"Bukankah ini sangat mahal dua buah spirit stone hitam?." ucap Pangeran Kegelapan yang sulit untuk berkata kata, spirit stone hitam merupakan spirit stone hitam memiliki harga yang sangat mahal dan sangat langka.


"Ah itu tak sebanding dengan apa yang sudah kalian berikan padaku." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan senangnya.


Setelah urusannya di istana kekaisaran selesai Xiao Ziya berpamitan untuk kembali ke akademi karna ia harus menyelesaikan beberapa urusan yang ada.


"Hah bagaimana gadis itu mendapatkan spirit spirit stone yang sangat berharga." ucap Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan secara bersamaan.


Xiao Ziya yang sudah sampai di akdemi langsung mandi dan menyiapkan diri untuk pergi menuju Kerajaan Xingmen. Xiao Ziya memakai gaun berwarna hitam dengan hiasan benang emas berbentuk bunga, dan beberapa batu permata yang menghiasi gaun indah itu. Selain menggunakan gaun yang indah Xiao Ziya juga memakai sebuah mahkota putri yang ia dapatkan sebagai Putri dari Kekaisaran Qiyu.


Setelah selesai berdandan malam itu juga Xiao Ziya berencana untuk pergi ke Kerajaan Xingmen, seharusnya jika sesuai dengan undangan yang ia dapatkan Xiao Ziya berangkat esok pagi namun gadis itu tak ingin menunggu lama.


Saat Xiao Ziya berjalan melewati paviliun paviliun murid lain dan asrama asrama lain banyak mata yang memandangnya dengan kagum. Kecantikan Xiao Ziya dengan pancaran sinar bulan yang sangat indah menambah keanggunan gadis kecil itu.


"Mau pergi kemana nona Ziya malam malam begini?." tanya salah satu murid akademi yang kagum dengan keindahan yang tengah ia lihat.


"Hei Xun lihatlah adikmu sangat cantik, dia ingin pergi kemana." ucap Ling Fuen yang membuat Xiao Xun langsung mengalihkan pandangannya pada Xiao Ziya.


Saat melihat adik kecilnya itu berdandan dengan cantik seakan akan ia akan pergi kepesta membuat Xiao Xun penasaran dan menghampiri Xiao Ziya.


"Adikku kau ingin pergi kemana?." tanya Xiao Xun.


"Ah aku mendapatkan undangan pesta dari kerajaan sebelah." jawab Xiao Ziya dengan jujur.


"Baiklah hati hati di jalan, jika terjadi sesuatu kabari gege." ucap Xiao Xun yang takut sesuatu akan terjadi pada adiknya itu.


"Baiklah aku akan mengabari gege dengan telepati jika ada sesuatu yang mengancam." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan ceria kemudian gadia itu melanjutkan perjalananya.


Setelah sampai di hutan perbatasan Kekaisaran Qiyu dengan Kekaisaran tetangga Xiao Ziya membaca mantra teleportasi agar perjalananya lebih cepat.


Setelah selesai membaca mantra teleportasi Xiao Ziya sampai di gerbang masuk wilayah Kerajaan Xingmen. Semua penjaga gerbang masuk merasa heran dari mana datangnya gadis yang ada di hadapan mereka itu.


"Ada keperluan apa nona datang ke wilayah Kerajaan Xingmen." ucap seorang prajurit yang sedikit waspada dengan Xiao Ziya yang terlihat sedikit mencurigakan.


"Baiklah kami akan merahasiakan kedatangan nona." ucap para penjaga yang langsung menuruti perintah dari Xiao Ziya.


Koin emas yang diberikan oleh Xiao Ziya sangatlah banyak dan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka selama beberapa tahun. Para penjaga gerbang masuk Wilayah Kerajaan Xingmen memiliki gaji yang sangat kecil sehingga saat mendapat koin sebanyak itu mereka sangat senang.


"Baiklah jangan sampai kedatangan saya bocor." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat masuk kedalam wilayah Kerajaan Xingmen.


Gadis itu memakai sebuah topeng berwarna emas dengan hiasan dibagian mata seperti air mata darah yang mengalir.


"Kalian ingin memberiku kejutan esok hari? itu terlalu lama biar saya yang memberikan kejutan terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dibalik topengnya itu, mata hitam jernih gadis itu berubah menjadi merah ia berjalan menyusuri desa desa untuk sampai di istana Kerajaan Xingmen.


Saat melintasi desa desa Xiao Ziya memasang sihir pelindung agar saat ledakan hebat terjadi nanti penduduk yang tak berdosa tak terluka. Selain melindungi sihir yang Xiao Ziya buat juga membuat orang tak bisa keluar ataupun masuk seenaknya dalam wilayah itu. Setelah sampai di depan istana kerajaan Xingmen Xiao Ziya menyusup dan masuk ke beberapa kamar.


Tak semua anggota kerajaan Xingmen yang harus ia musnahkan, ada beberapa orang yang harus Xiao Ziya lindungi terutama Pangeran Xi Sihi yang sangat peduli padanya itu.


Yang perlu Xiao Ziya musnahkan hanya Raja Xi Yunzo, Permaisuri Xi Wunjin, dan juga Putri Xi Anhi. Sedangkan yang lainnya tak tau apa apa tentang rencana yang disiapkan oleh Permaisuri, Raja, dan seorang Putri.


Xiao Ziya masuk ke kamar kamar para putri, pangeran, pelayan, dan yang lainnya untuk memberikan sihir pelindung agar mereka baik baik saja saat kejutan yang ia siapkan untuk raja dan permaisuri meledak dengan hebat.


Setelah selesai Xiao Ziya kembali ke gerbang masuk istana Kerajaan Xingmen, ia memberikan surat undangan yang ia dapatkan pada para penjaga gerbang dan mereka mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk.


Raja Xi Yunzo dan Permaisuri Xi Wunji merasa begitu terkejut ketika Xiao Ziya datang lebih awal dari yang mereka perkirakan.


"Sialan mengapa gadis itu datang begitu cepat." ucap Permaisuri Xi Wunji yang kini sedang bersiap siap untuk menyambut kedatantan Xiao Ziya yang sangat tiba tiba itu.


Setelah selesai berdandan Permaisuri Xi Wunji menemui Raja dan pergi menuju aula utama Kerajaan Xingmen. Disana sudah ada Xiao Ziya yang sedang berbincang bincang dengan para pangeran dan putri yang lainnya.


"Selamat datang nona Ziya di istana kami, saya tak mengira nona akan datang secepat itu." ucap Permaisuri Xi Wunjin yang sedikit gelagapan.


"Tentu saja mendapatkan undangan dari permaisuri membuat saya sangat bersemangat dan langsung datang kesini." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan cerah namun mengisyaratkan sesuatu.


Pangeran Xi Sihu datang dan langsung memeluk Xiao Ziya dengan tangan mungilnya, ia begitu merindukan Xiao Ziya yang sudah ia anggap sebagai malaikat penolongnya itu.


Xiao Ziya membisikkan sesuatu pada Pangeran Xi Sihu, pangeran sempat terkejut namun ia langsung menganggukkan kepalanya tanpa ragu, mendapat jawaban seperti itu membuat Xiao Ziya senang dan mencium pipi tembam sang pangeran kecil.


"Mohon maaf nona Ziya, bagaimana anda bisa sampai begitu cepat." ucap Raja Xi Yunzo yang berusaha untuk menutupi ketakutannya.


"Tentu saja dengan kemampuan dan kekuatan." jawab Xiao Ziya dengan singkat.


"Saya mengundang nona kesini karna ingin menanyakan sesuatu pada nona, apakah benar nona dalang dibalik penyerangan yang terjadi pada permaisuri?." tanya Raja Xi Yunzo dengan nada yang sangat tak bersahabat.


Semua pangeran dan putri yang ada di sana hanya diam menyimak apa yang sedang dibicarakan karna mereka tak ingin ikut campur dalam masalah ini, mereka juga tak mengetahui jika permaisuri di serang.


"Bagaimana Yang Mulia Raja Xi Yunzo menuduh saya tanpa bukti apapun." ucap Xiao Ziya yang memulai aktingnya.


"Namun menurut Putri Xi Anhi, hanya anda yang memiliki masalah dengan permaisuri saya." ucap sang raja yang sepertinya ingin memojokkan Xiao Ziya.


"Ah ternyata Putri Xi Anhi yang telah menuduh saya, sepertinya keputusan saya untuk membiarkan anda tetap hidup adalah kesalahan." ucap Xiao Ziya yang tetap tenang namun memiliki aura yang sangat menakutkan.


"Selir Xi Minxi tolong bawa Pangeran Xi Sihu pergi, apa yang akan terjadi bukanlah sesuatu yang dapat dilihat oleh anak usia lima tahun." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah, tentu saja Selir Xi Minxi menuruti permintaan dari Xiao Ziya.


Setelah Pangeran Xi Sihu dibawa pergi Xiao Ziya langsung menguarkan sulur hitam dari tangannya, sulut itu mengikat kaki Putri Xi Anhi dengan sangat kencang kemudian sulur sulur itu merambat ke dinding istana lalu menggantung di atas sebuah tiang yang ada diatas.


Putri Xi Anhi menggantung dengan sangat tinggi hingga ia berteriak ketakutan.


"Apa yang kau lakukan pada putriku cepat lepaskan." ucap Permaisuri Xi Wunji yang penuh dengan amarah dan hendak menampar Xiao Ziya namun tangannya ditahan oleh Xiao Ziya.


**Hai hai semua aku update lagi nih, hari ini tiket vote kalian udah ada lagi loh jangan lupa vote in ke novelku ya biar aku seneng itu bentuk suport kalian ke aku, jangan lupa juga gift hadiah berupa apapun, terus like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips.


Jangan lupa follow aku juga ya**.