RATU IBLIS

RATU IBLIS
Misteri Paviliun Sebelah


Saat ini Xiao Ziya dan juga Zoe tengah bersantai di halaman paviliunnya, sedangkan Xu Yuan sedang pergi ke kantin akademi untuk membeli minum. Xiao Ziya meletakkan Zoe di tanah dan membiarkan bayi laki laki itu merangkak dengan bebas bagaimanapun itu akan sangat baik untuk tumbuh kembang Zoe nantinya.


"Mengapa aku tak pernah melihat penghuni paviliun yang ada disebelah." gumang Xiao Ziya yang merasa sedikit penasaran, pasalnya saat ia menyewa paviliun bibinya berkata bahwa paviliun disebelahnya sudag ditempati oleh orang lain.


"Mengapa nona melamun." ucap Xu Yuan yang baru saja datang sambil membawa sebotol susu untuk Zoe.


"Bukan apa apa namun aku merasa heran mengapa paviliun sebelah sangat sepi." ucap Xiao Ziya yang memasukkan botol susu itu kedalam cincin semesta ia meletakkan diantara bongkahan es agar lebih tahan lama.


"Kabarnya sejak 100 tahun yang lalu paviliun itu memang kosong dan tak ada yang berani menyewanya." ucap Xu Yuan yang menjawab keingintahuan dari nonanya itu.


"Begitukah? aku ingin melihat apa yang ada di dalamnya tolong jaga adikku sebentar." ucap Xiao Ziya yang sudah memutuskan bahwa ia ingin tau apa yang ada di paviliun mewah itu.


Xu Yuan sudah mengingatkan Xiao Ziya agar tak terlalu ingin tahu tentang paviliun itu namun nonanya sangat keras kepala sehingga pemuda itu hanya bisa pasrah saja.


Saat ini Xiao Ziya sudah melompat kehalaman paviliun yang dikatakan berhantu itu, terlihat banyak sekali sampah daun yang memenuhi halaman paviliun yang didominasi oleh warna hitam dan putih itu.


"Pantas saja mereka menganggap paviliun ini berhantu, halamannya saja sekotor ini." ucap Xiao Ziya sambil menggeleng gelengkan kepalanya, mungkin ini saat yang tepat untuk meminta bantuan pada para prajurit iblis yang ia miliki.


Xiao Ziya mengeluarkan 10 prajurit yang ada di dalam cincin semestanya. Sepuluh prajurit iblisnya itu hanya memberikan hormat pada Xiao Ziya kemudian diam memandangi junjungan mereka.


"Baiklah aku meminta bantuan kalian." ucap Xiao Ziya sambil menatap 10 prajurit iblis yang ada di hadapannya itu.


"Kami siap membantu junjungan, bantuan apa yang junjungan perluka." ucap 10 prajurit iblis, mereka tak sabar dengan tugas yang akan diberikan oleh junjungan mereka.


"Tolong bersihkan halaman ini dari daun daun yang berguguran itu. Aku akan masuk kedalam untuk memeriksa." ucap Xiao Ziya yang memberitahukan tugas apa yang harus dilakukan oleh sepuluh prajurit iblisnya.


Sepuluh prajurit itu hanya saling memandang satu sama lain, bagaimana prajurit hebat seperti mereka diberikan tugas untuk menyapu halaman sebuah paviliun.


"Hah apa yang difikirkan oleh junjungan kita." ucap seorang prajurit iblis sambil mengambil sapu kemudian mulai menyapu halaman.


"Baiklah kita lakukan saja." ucap salah satu dari mereka yang pasrah saja pada tugas yang diberikan oleh junjungan mereka.


Sedangkan saat ini Xiao Ziya berusaha untuk membuka pintu paviliun yang tertutup dengan rapat. Dengan sedikit paksaan Xiao Ziya mendobrak pintu itu dan akhirnya terbuka.


"Hah sangat sulit sekali untuk membuka pintu ini." ucap Xiao Ziya yang mulai memasuki paviliun itu.


Aura didalam paviliun itu memanglah sedikit suram, ada sedikit aura hitam yang menyelimuti paviliun namun Xiao Ziya berusaha untuk acuh karna aura itu tak lebih pekat dari yang Xiao Ziya miliki.


Di dalam ruang tengah paviliun itu sangatlah dingin, entah hawa darimana itu. Suasana gelap tanpa lampu yang menyala membuat ruangan itu semakin mencekam. Xiao Ziya berusaha untuk mencari tombol lampu yang ada di sana namun sangat sulit, akhirnya tombol lampu itu ditemukan dan Xiao Ziya menyalakan lampu yang ada di ruang tengah.


"Hah akhirnya sedikit terang." ucap Xiao Ziya yang langsung berjalan menyusuri setiap ruangan yang ada di sana.


Setiap ruangan memiliki aura dan suasana yang berbeda beda. Namun Xiao Ziya tertarik pada sebuah ruangan yang terbuka dengan sangat lebar namun aura gelapnya lebih pekat daripada ruangan yang lain.


Xiao Ziya mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan disana ada sebuah tempat tidur berwarna hitam namun ada seorang pemuda yang sedang terbaring dengan wajah pucatnya.


Xiao Ziya menatap pemuda itu dengan lekat, pemuda itu sangat tampan warna kulitnya kontras dengan warna rambutnya yang putih keperak perakan.


"Apakah dia seusia kakek itu atau Zue gege." ucap Xiao Ziya yang tampak kebingungan. Pasalnya banyak sekali manusia manusia tampan yang ia temui namun memiliki umur yang sangat tua.


Namun anehnya pemuda itu tak terusik sama sekali dengan kehadiran Xiao Ziya.


"Dia tersegel juga seperti Zue gege? atau memang sedang tertidur pulas." ucap Xiao Ziya yang tidak menemukan sihir pelindung ataupun segel kunci pada tempat tidur itu.


Tiba tiba saja pria yang tertidur itu bangun dan menatap Xiao Ziya dengan tajam, matanya yang berwarna biru memancarkan aura dingin yang luar biasa.


"Siapa kau, bagaimana kau bisa masuk kesini." ucap pria itu dengan nada tinggi.


"Aku? tentu saja karna pintunya terbuka." jawab Xiao Ziya dengan polosnya.


Pria itupun melihat ke arah sudut ruangan, memang benar pintunya terbuka namun untuk mendekatinya adalah hal yang mustahil karna banyak sihir pelindung yang master sihir hitam itu tanamkan di dalam kamar. Tapi bagaimana gadis yang ada di depannya tetap baik baik saja dan tak merasa kesakitan?.


"Apa yang ingin kau lakukan padaku?." ucap pria itu sembari menatap Xiao Ziya dengan curiga. Bisa saja gadis yang ada di hadapannya itu adalah putru dari master sihir kegelapan.


"Saya tinggal di paviliun sebelah, karna merasa ada yang ganjil dengan paviliun ini akhirnya saya berkunjung kesini." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan bahwa ia datang hanya karna rasa penasaran yang melandanya.


"Baiklah sebaiknya kau pergi, tempat ini bukanlah arena bermain anak anak." ucap pria itu dengan ketus.


Xiao Ziya menatapnya dengan tajam, apa apaaan pria yang ada dihadapannya itu jangan karna dia tampan dia bisa berbuat seenaknya saja. Lagipula paviliun ini bukanlah miliknya.


"Maaf anda ini siapa ya?" tanya Xiao Ziya yang berusaha u tuk mencari tau identitas dari pria itu.


"Sayapun juga tidak tau." ucap pria itu yang sepertinya hilang ingatan.


Xiao Ziya hanya bisa menghela nafas panjang, bertemu dengan pria tampan yang lupa ingatan bukanlah hal yang bagus. Bisa jadi pria itu akan merepotkannya untuk waktu yang lama. Saat Xiao Ziya hendak pergi pria itu menggenggam tangannya dengan kuat.


"Ada apa? bukankah anda sendiri yang meminta saya untuk pergi." jawab Xiao Ziya dengan ketus, ia benar benar tak suka dengan situasi seperti ini.


"Maaf bisakah saya ikut dengan anda, saya tak ingat apapun selain saya dikurung di tempat ini seratus tahun yang lalu oleh seorang master ilmu hitam." ucap pria itu sambil menundukkan wajahnya, ia sadar sikapnya pada gadis muda yang ada di hadapannya itu memang salah, namun kalimat maaf sangat sulit untuk terucap.


"Baiklah." ucap Xiao Ziya yang mengajak pria itu untuk pergi dari ruangan tersebut, Xiao Ziya masih penasaran dengan isi paviliun itu sehingga ia masih menelusuri setiap ruangan yang ada di sana.


Banyak hal yang dapat ia temui mulai dari satu kotak peti perisi emas dan berlian, berbagai tanaman yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Dan sebuah buku cerita berjudul Kutukan Bagi Raja Peri. Akhirnya Xiao Ziya membawa semua yang ada di sana. Namun ia memilih utuk memasukkan pria yang baru dikenalnya tadi kedalam cincin semesta agar tidak menimbulkan kegaduhan di akademi.


Xiao Ziya juga tidak lupa bertrimakasih pada sepuluh prajurit iblis yang sudah membuat halaman paviliun angker itu terlihat lebih baik dari sebelumnya, setelah itu Xiao Ziya juga memasukkan mereka kedalam cincin semestanya mungkin dilain waktu Xiao Ziya akan mentraktir mereka semua.


Hai para pembaca setiaku gimana kabar kalian, semoga sehat terus ya. Jangan lupa follow aku, vote sebanyak banyaknya, like, komen, rate, and share.