RATU IBLIS

RATU IBLIS
Orang Orang Kerajaan Xingmen


Putri Xi Minju yang sedari kecil dimanjakan oleh orang tuanya, sehingga memiliki siap yang kurang sopan dan sangat menyebalkan. Dari dulu apapun yang diinginkan oleh gadis itu harus ia dapatkan tak peduli bagaimanapun caranya.


Prajurit yang berasal dari Kerajaan Xingmen datang dengan segera saat mendengar suara triakan dari Putri Xi Minju. Mereka menodongkan pedang pada Xiao Ziya.


Sedangkan Xiao Ziya tertawa geli melihat tingkah gadis itu yang sok berkuasa di wilayahnya. Melihat sekumpulan prajurit Xingmen yang menodongkan pedang pada Xiao Ziya membuat prajurit prajurit dari Kekaisaran Qiyu segera berdatangan untuk menyelamatkan nona mereka.


"Mengapa kalian menghalangi prajuritku untuk menangkap gadis gelandangan itu." ucap Putri Xi Minju dengan seenaknya.


"Pulanglah kau tak diterima di istana ini." ucap Xiao Ziya dengan nada datar dan dingin. Gadis itu sudah mulai kehabisan kesabarannya, saat ini bisa saja Putri Xi Minju kehilangan nyawanya.


"Apakah kau bercanda, hey aku ini Putri Xi Minju putri yang sangat disayangi oleh raja dari Kerajaan Xingmen." ucap Putri Xi Minju yang tengah memamerkan statusnya.


Namun Xiao Ziya tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh gadis bodoh yang ada di hadapannya itu. Yang ia tau gadis itu telah merusak tamannya yang indah dan gadis itu merendahkan dirinya.


"Cepat pergi sekarang!!!." triak Xiao Ziya menggunakan tenaga dalamnya sehingga seluruh penghuni istana kekaisaran bisa mendengarnya.


Xiao Yan dan Xiao Xun yang saat itu tengah mengobrol juga terkejut dengan triakan yang terdengar familiar di telinga mereka.


"Adik Ziya ada di sini, siapa yang berani membuatnya marah seperti itu." ucap Xiao Xun yang cukup terkejut.


"Mari kita lihat." ucap Xiao Yan yang segera berlari menuju halaman depan istana.


Saat ini Xiao Ziya menatap Putri Xi Minju penuh dengan api kemarahan. Gadis yang ada di hadapannya itu benar benar menyebalkan dan membuatnya naik pitam.


Plak.


Satu tamparan mendarat di pipi Putri Xi Minju. Karna tamparan yang diberikan Xiao Ziya cukup keras dan meninggalkan bekas Putri Xi Minjupun menangis sejadi jadinya.


"Apa yang kau lakukan pada adikku." ucap Pangeran Xi Yizu yang langsung menghampiri adiknya yang tengah menangis.


"Gege, dia menamparku dengan begitu keras." ucap Putri Xi Minju yang sedang mengadu pada kakak laki lakinya. Pangeran Xi Yizu menatap Xiao Ziya penuh dengan amarah dan hendak menampar balik Xiao Ziya. Namun sebuah triakan menghentikan tindakannya.


"Apa yang ingin kau lakukan pada adikku." ucap Xiao Yan dengan sedikit berteriak.


Pangeran Xi Yizu dan juga Putri Xi Minju menatap Xiao Ziya dengan tatapan terkejutnya, mereka tak mengira gadis dengan tampilan sederhana itu adalah adik dari sang kaisar. Mereka berdua kira gadis itu hanyalah gadis biasa yang tak sengaja masuk ke istana kekaisaran.


"Kaisar muda tolong jelaskan padaku, siapa gadis tak tau diri itu mengapa berani beraninya ia merusak tanamanku." ucap Xiao Ziya penuh dengan emosi.


Karna kegaduhan itu cukup ramai hingga membuat semua orang berkumpul di halaman depan istana.


"Apa yang sedang terjadi mengapa putriku menangis, dan siapa gadis gembel itu." ucap Selir Xi Jinhu yang langsung memeluk putrinya yang sedang menangis.


"Mengapa kau menerima orang tak tau diri seperti mereka sebagai tamu di istanaku ini." ucap Xiao Ziya yang mulai tak bisa menahan amarahnya lagi. Bagaimana bisa manusia manusia rendahan iti menghinanya.


"Seharusnya kau yang pergi dari sini, mengapa kaisar Yan tak mengusir gadis itu." ucap selir Xi Jinhu yang belum mengetahui bahwa status Xiao Ziya jauh lebih tinggi dari dari sang kaisar itu sendiri.


"Siapa aku? kalian tak pantas untuk tau." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajamnya.


Para perwakilan dari Kerajaan Xingmen merasa sangat marah dan terhina dengan ucapan Xiao Ziya. Pangeran Xi Yizu dan Putri Xi Minju hanya bisa diam mematung tak berani mengucapkan sepatah kata apapun.


"Pergi dari sini istana kekaisaran tak memiliki hubungan apapun dengan gadis sepertimu." ucap Pangeran Xi Minho yang juga sedang bersikap sombong di depan Xiao Ziya. Gadis itu menatap Pangeran Xi Minho dengan satu alis yang terangkat di atas.


Xiao Ziya ingat pemuda yang ada di hadapannya itu adalah pemuda yang sama yang ia lihat sedang membaca mantra untuk membuat gila para binatang buas itu. Xiao Ziya sekarang faham sekenario apa yang sedang orang orang Ximen itu mainkan. Benar apa yang dikatakan oleh Yume, orang orang dari kerajaan Ximgmen bukanlah orang orang baik.


"Taman yang sudah putrimu injak itu adalah milikku, apakah kalian sanggup menggantinya." ucap Xiao Ziya sambil melipat kedua tangannya ke dada, dia menatap orang orang dari kerajaan Xingmen dengan remeh.


"Memang tanaman apa saja yang dirusak oleh putriku, berapa yang harus kubayar." ucap Selir Xi Jinhu dengan nada sombongnya. Jika ia tau tanaman apa saja yang dirusak oleh putrinya mungkin ia akan terkena serangan jantung.


"Gingseng seribu tahun, benih pohon emas, bunga mawar biru dari selatan, bunga mawar merah dari utara. Bagaimana kau sanggup menggantinya." ucap Xiao Ziya.


Putri Xi Jinhu tak menyangka bahwa tanaman tanaman yang ia rusak adalah tanaman langka dengan harga yang sangat mahal. Gingseng seribu tahun saja seharga satu juta keping emas. Sedangkan Selir Xi Jinhu tak percaya dengan apa yang Xiao Ziya katakan.


"Cih gadis sepertimu mana mungkin memiliki tanaman tanaman seperti itu." ucap selir Xi Jinhu yang masih saja meremehkan Xiao Ziya.


Xiao Yan sudah tak tahan mendengar hinaan hinaan yang orang orang kerajaan Xingmen itu lontarkan pada adiknya. Akhirnya Xiao Yan memilih untuk buka suara.


"Gadis yang kalian hina adalah adikku, dan apa yang ia katakan adalah kebenaran." ucap Xiao Yan yang membuat semua orang dari Xingmen merasa terkejut.


"Sudahlah, aku ingin beristirahat. Yan gege tolong urus tamu tamumu itu." ucap Xiao Ziya yang memilih masuk kedalam istana dan berjalan ke kamar Xiao Ziya.


Mereka hanya bisa menatap kepergian Xiao Ziya. Orang orang dari kerajaan Xingmen masih belum bisa percaya dengan apa yang kaisar katakan. Mereka telah membuat masalah yang cukup serius, mungkin rencana yang mereka siapkan akan benar benar gagal.


Akhirnya mereka semua masuk kedalam istana, sedangkan masalah tadi akan diselesaikan nanti. Saat ini Xiao Ziya sudah berada di kamarnya ia menatap ke arah seorang gadis yang sedang berbaring di atas ranjangnya.


"Hah sudahlah setidaknya gadis ini tak jahat seperti mereka." ucap Xiao Ziya yang memilih untuk berbaring di samping Yume. Xiao Ziya menutup matanya untuk menurunkan amarahnya yang masih tinggi.


Saat ini para pangeran dan putri dari Kerajaan Xingmen sedang berkumpul di sebuah kamar. Mereka membicarakan tentang rencana awal mereka yang kemungkinan akan gagal.


"Ini semua salahmu, mengapa kau sangat senang merusak barang milik orang lain." ucap Putri Xi Anhi yang sangat kesal dengan saudarinya.


"Bagaimanapun juga kau harus menikah dengan kaisar muda, itu akan sangat menguntungkan kita." ucap Pangeran Xi Zexu yang menginginkan saudarinya menikah dengan Xiao Yan.


Akhirnya mereka menyusun rencana baru, dan hal pertama yang harus mereka lakukan adalah menyingkirkan Xiao Ziya. Gadis itu sangat berbahaya dan memungkinan besar akan merusak rencana mereka lagi.


"Dan kau Minju, jangan melakukan hal hal bodoh seperti itu lagi." ucap Pangeran Xi Minho yang mengingatkan saudarinya.


Hai hai semuanya, gimana nih kabar kalian semua semoga baik baik saja. Nih beneran ga ada yg mau masuk gc ku buat ngasih aku koin hiks hiks hueeeee. Yaudah deh gpp kok. Jangan lupa vote sebanyak banyaknya, like like like, komen ya guys biar aku tau siapa aja yg baca novelku, akutuh suka bacain komen, like, rate and share ya.