RATU IBLIS

RATU IBLIS
Bersama Putri Beiling Zu


Saat ini Xiao Ziya berada di dalam ruang kerja Putri Beiling Zu, ia sedang menunggu sang putri selesai mengerjakan beberapa tugas kerajaan. Ziya berencana mengajak sang putri untuk berjalan jalan di pasar yang dekat dengan Istana Kerajaan Bintang Timur, sepertinya hubungan diantara mereka berdua akan semakin dekat.


"Tunggulah sebentar, saya akan segera menyelesaikan semua ini." ucap Putri Beiling Zu menatap serius setumpuk kertas dihadapannya itu.


"Baiklah saya akan menunggu Beiling jiejie selesai." jawab Xiao Ziya dengan santai, gadis itu tak terburu buru pergi jadi ia masih sanggup menunggu satu atau dua jam lagi.


Di tempat lain Ratu Min Xunzi mengajak kedua pembunuh bayaran yang telah membocorkan rencana Yie Gu untuk pergi ke Klan Yuang Yie, ada beberapa hal yang perlu Ratu Min Xunzi lakukan pada kedua pembunuh bayaran itu. Saat berada di tengah perjalanan menuju Klan Yuang Yie, Ratu Min Xunzi berpura pura terjatuh di sebuah tempat yang cukup sepi dan kedua laki laki yang bekerja sebagai pembunuh bayaran mengentikan langkah mereka untuk melihat apa yang terjadi.


Saat kedua pembunuhan bayaran itu sedang lengah Ratu Min Xunzi menyerang mereka menggunakan sebilah pedang yang ia simpan di balik bajunya.


"Sialan kau menghianati kami." ucap salah satu dari kedua pembunuh bayaran itu, sebelum menghembuskan nafas terakhir ia sempat menatap Ratu Min Xunzi dengan tajam.


"Seharusnya kami tak memberitahu rencana Tuan Yie Gu pada wanita licik sepertimu." ucap pembunuhan bayaran satunya yang masih hidup.


"Seorang penghianat tetaplah penghianat, kalian pasti akan memberitahu tentang keberadaan saya pada pria itu demi sekantung koin emas." ucap Ratu Min Xunzi, wanita itu tersenyum kemudian membaca mantra sihir yang membuat kedua pembunuh bayaran itu mati terbakar.


Setelah urusannya dengan kedua pria itu selesai Ratu Min Xunzi bergegas pergi menuju Klan Yuang Yie, ia yakin masih ada rahasia dari sang ibu yang disembunyikan oleh Yie Gu. Ratu Min Xunzi memutari area belakang Kastil Klan Yuang Yie untuk menemukan sebuah celah untuknya menyusup, penjagaan kali ini lebih ketat daripada biasanya hingga Ratu Min Lunxi kesulitan masuk ke sana. Setelah berfikiran cukup panjang akhirnya Ratu Min Xunzi memutuskan untuk naik ke atas atap kastil, ia masih ingat dimana letak kamar utama yang ada di Klan Yuang Yie. Setelah berada di atas atap, Ratu Min Xunzi membuat sebuah dinding sihir transparan agar keberadaannya tak diketahui oleh orang lain.


"Mungkinkah sebelum mati wanita itu menitipkan sebuah surat wasiat pada salah satu ketua Klan Yuang Yie, namun siapa orang yang paling dipercaya oleh wanita itu." ucap Yie Gu pada penjaga perpustakaan yang kini berada di dalam kamar utama.


"Sebentar lagi Klan Yuang Yie akan berada di tanganmu, jangan sampai orang lain merusaknya begitu saja." jawab pria tua penjaga perpustakaan dengan tatapan mata penuh ambisi.


"Akan sulit menyingkirkan gadis itu karna ia sekarang berada di Kerajaan Bulan." ucap Yie Gu, pria tua itu mondar mandir di sekitar kamar dengan wajah cemas.


"Min Xunzi masihlah putri kandungmu, selama Yie Munha belum mengatakan apapun mengenai rahasia itu maka kau bisa memanfaatkan Min Xunzi." ucap sang penjaga perpustakaan, ia sedang memberikan saran pada Yie Gu.


Yie Gu sempat terdiam sejenak, pria tua itu tak yakin jika Yie Munha belum mengatakan apapun pada Min Xunzi mengenai rahasia nenek kandung Xiao Ziya. Jadi apa yang harus ia lakukan agar semua rencana yang telah ia susun tak berantakan, Yie Gu takut jika di dalam surat wasiat itu terdapat amanah dari mendiang istrinya mengenai siapa pemilik selanjutnya dari Klan Yuang Yie.


"Min Xunzi saat ini berada di pihak Xiao Ziya, akan sulit menaklukkan wanita keras kepala itu." ucap Yie Gu dengan mata melotot.


"Kalau begitu kita hanya bisa meminta bantuan pada orang itu." jawab pria tua penjaga perpustakaan dengan serius, ada seseorang yang bisa mereka percaya untuk menjalankan tugas sedikit ini.


"Biayanya cukup mahal, jangan memberikan saran aneh seperti itu." jawab Yie Gu dengan tatapan datar, semua saran yang diberikan oleh penjaga perpustakaan sangatlah tak berguna.


Di atas atas Kastil Klan Yuang Yie Ratu Min Xunzi mendengar rencana kedua pria tua itu dengan teliti, ia akan mengingat semua di dalam otak kemudian menyampaikannya sewaktu waktu. Ratu Min Xunzi masih penasaran dengan identitas pria tua yang sedang berbincang bincang pada Yie Gu.


"Anda juga tak memiliki ide bagus, jangan sampai kita kalah telak dalam permainan ini." ucap penjaga perpustakaan. Jika Yie Gu berhasil mendapatkan Klan Yuang Yie maka ia akan mendapat posisi sebagai wakil klan dan memilik beberapa desa dalam kepemimpinannya.


Setelah mendapat semua informasi yang ia perlukan Ratu Min Xunzi langsung pergi dari tempat itu, ia melesat dari wilayah Klan Yuang Yie menuju Wilayah Kerajaan Bulan. Untung saja tak ada anggota Klan Yuang Yie yang menyadari kehadiran wanita itu, Ratu Min Xunzi mulai mengerti mengapa Yie Gu atau ayah kandungnya sendiri tega menutup nutupi rahasia tentang ibu kandungnya.


Putri Beiling Zu sudah menyelesaikan semua tugasnya hari ini, sang putri mengajak Xiao Ziya keluar dari ruang kerjanya. Putri Beiling Zu dan Xiao Ziya bergegas pergi dari Istana utama menuju gerbang keluar masuk Istana Kerajaan Bintang Timur. Beberapa penjaga gerbang membungkukkan badan mereka saat Putri Beiling Zu dan Xiao Ziya melintas di hadapan mereka.


"Kemana kita akan pergi adik Ziya?." tanya Putri Beiling Zu dengan raut wajah senang, ini pertama kali ia keluar dari istana kerajaan untuk berjalan jalan.


"Lebih baik kita mampir kesebuah restoran terlebih dahulu untung mengisi perut, bukankah jiejie belum makan sedari pagi." ucap Xiao Ziya, gadis itu tersenyum tipis sembari melihat ke arah kerumunan penduduk.


Xiao Ziya dan Putri Beiling Zu masuk kedalam sebuah restoran yang cukup ramai, beberapa pengunjung melihat ke arah mereka berdua. Mungkin ini pertama kali penduduk Kerajaan Bintang Timur melihat seorang putri datang ke restoran bintang tiga dengan seorang gadis asing yang tak mereka kenal. Xiao Ziya mengajak Putri Beiling Zu duduk di bangku paling pojok, Ziya meminta pada sang putri untuk memesan makanan yang ingin ia makan dan semua akan dibayar oleh Xiao Ziya.


"Benarkah adik Ziya yang akan membayar semuanya? makanan di sini cukup mahal." ucap Putri Beiling Zu dengan raut wajah khawatir, ia tak ingin membebankan adik tirinya.


"Jiejie pesan saja, saya memiliki cukup koin emas untuk membayarnya." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi santai, gadis itu memang perlu mengeluarkan beberapa pundi pundi uang yang ia miliki.


Karna terus dipaksa oleh Xiao Ziya untuk memesan sesuatu akhirnya Putri Beiling Zu mengalah dan memesan beberapa menu makanan dengan harga yang cukup mahal begitupun dengan Ziya. Pemilik Restoran datang menemui kedua gadis itu, sang pemilik restoran ingin menyambut kunjungan dari Putri Beiling Zu ke restoran kecilnya itu.


"Salam hormat saya pada Putri Beiling Zu, terimakasih karna anda berkenan mengunjungi restoran saya." ucap seorang wanita muda dengan senyuman lebar, dengan kedatangan Putri Beiling Zu ke restoran kecilnya akan membuat lonjakan pengunjung.


"Saya datang kesini sesuai dengan keinginan adik Ziya." ucap Putri Beiling Zu dengan tatapan datar, gadis itu seperti tak suka dengan wanita pemilik Restoran.


"Apakah Pangeran Honzi Zu juga ada di sini?." tanya wanita muda pemilik restoran tersebut, ia melihat ke kanan dan ke kiri namun tak menemukan keberadaan Pangeran Honzi Zu.


"Gadis ini adalah adik saya." ucap Putri Beiling Zu dengan sorot mata tajam, jangan sampai ia kehilangan nafsu makan karna terus mengobrol dengan wanita pemilik restoran.


Xiao Ziya mengetuk jari jarinya ke meja restoran, gadis itu hanya tersenyum tipis saat mendengar tanggapan dari pemilik restoran. Ziya hanya tak ingin membuat suasana semakin kacau, hari ini ia dan jiejienya belum makan seharian jadi mereka perlu mengisi perut terlebih dahulu sebelum memukul pemilik restoran itu dengan sekuat tenaga.


"Silahkan anda pergi karna kami ingin makan dengan tenang." ucap Xiao Ziya dengan nada datar dan senyuman miring.


"Ahahaha maaf jika saya mengganggu waktu kebersamaan anda dengan Putri Beiling Zu, saya permisi." ucap wanita muda pemilik restoran yang langsung pergi setelah mendengar perkataan Xiao Ziya, sang pemilik Restoran akan kembali menghampiri mereka berdua ketika selesai makan.


Pesanan Putri Beiling Zu dan Xiao Ziya datang, keduanya menyantap makanan masing masing dengan lahap. Tak perlu waktu lama bagi Xiao Ziya untuk menghabiskan semuanya, gadis itu sudah selesai makan ketika Putri Beiling Zu baru memakan setengahnya.


"Ternyata adik Ziya sangat suka makan." ucap Putra Beiling Zu, sang putri tertawa kecil melihat tingkah lucu dari adik tirinya itu.


"Makan salah satu hal penting yang harus saya lakukan." jawab Xiao Ziya sembari mengusap bekas makanan yang menempel di bibirnya.


Setelah beberapa menit berlalu dan keduanya sudah selesai makan sang pemilik restoran datang kembali. Raut wajah tak suka dari Putri Beiling Zu terlihat dengan jelas, apa yang ingin dilakukan oleh wanita itu lagi?.


"Saya ingin tau dari desa mana adik angkat anda berasal?." tanya wanita muda pemilik restoran dengan senyuman manis penuh kepalsuan.


Putri Beiling Zu sudah sangat kesal ia berdiri dari tempat duduknya dan ingin menampar wanita muda itu, untung saja Xiao Ziya bisa menghentikan tindakan sang putri jika tidak reputasi Putri Beiling Zu akan hancur karna masalah sepele. Xiao Ziya meminta Putri Beiling Zu untuk duduk kembali dan menyerahkan masalah ini padanya, sang putri menganggukkan kepalanya dan menuruti rencana dari adik tirinya.


"Wah wah seorang putri sangat patuh pada anak angkat." ucap wanita pemilik restoran itu dengan suara tawa yang menyakiti telinga.


Tanpa basa basi atau mengatakan omong kosong Xiao Ziya langsung mengeluarkan pedang hitam dari dalam cincin semestanya kemudian mengosongkan pedang itu pada wanita musa pemilik restoran. Tindakan Xiao Ziya membuat semua orang yang berada di dalam restoran menjadi panik, tak biasanya ada gadis yang berani mengambil tindakan sejauh ini.


"Anda berani menyakiti saya? akan saya pastikan anda mendapatkan hukuman berat dari Yang Mulia Raja Beiling Zu." ucap wanita muda pemilik restoran yang sedang mengancam Xiao Ziya dengan kata kata yang tak berguna.


"Lakukanlah jika identitas anda memang lebih tinggi daripada saya." jawab Xiao Ziya dengan nada dingin.


"Ahahaha semua orang yang tinggal di desa ini mengenal saya dengan baik." jawab wanita muda pemilik restoran itu dengan sangat bangga, ia merasa memiliki posisi yang lebih baik daripada anak angkat Raja Yongling Zu.


Xiao Ziya menatap datar wanita penuh dengan rasa percaya diri itu, Ziya melemparkan sebuah token tanda pengenal bahwa ia pemimpin dari Kerajaan Bulan. Awalnya wanita muda pemilik restoran itu belum mengetahui arti dari token identitas tersebut hingga ada sebuah pengunjung yang berteriak cukup kencang.


"Anda Nona Ziya yang sangat terkenal itu? senang bisa bertemu dengan anda di tempat seperti ini." ucap seorang pengunjung yang langsung membungkukkan badan di hadapan Xiao Ziya.


"Mengapa kau sangat sopan pada anak angkat Raja Yongling Zu ini?." tanya wanita musa pemilik restoran dengan tatapan bingung.


"Nona ini adalah pemimpin baru Kerajaan Bulan, dia gadis yang sempat menggemparkan beberapa wilayah karna memiliki sekutu yang sangat kuat." ucap pengunjung itu dengan mata berbinar binar.


"Terimakasih telah memberitahu pada wanita ini siapa saya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman ramah yang ia tunjukkan pada pengunjung itu.


Tubuh wanita pemilik restoran menggigil, ia tak tau telah menyinggung orang sepenting Xiao Ziya. Wanita pemilik restoran kebingungan mencari cara untuk meminta maaf pada Xiao Ziya agar nyawanya tak melayang begitu saja.


"Bagaimana nyonya pemilik restoran yang terhormat." ucap Xiao Ziya dengan senyuman miring, pedang hitam miliknya semakin dekat dengan leher wanita pemilik restoran itu.


"Ampuni saya Nona Besar Xiao Ziya, saya yang rendah ini tak mengetahui tempat saya." ucap wanita pemilik restoran dengan air mata yang membanjiri wajahnya.


Xiao Ziya memasukkan kembali pedang hitamnya kedalam cincin semesta, Xiao Ziya memberikan beberapa tamparan pada wanita itu sebagai pelajaran.


"Jika lain kali saya mendengar anda menyombongkan diri lagi maka saya akan memotong lidah anda." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dari restoran itu setelah meletakkan beberapa koin emas di atas meja. Putri Beiling Zu mengikuti adik tirinya itu dari belakang.


Pangeran Xilian Zu sedang berada di sebuah gang gelap yang terletak di samping istana Kerajaan Bintang Timur, sang pangeran memiliki janji dengan pemuda yang akan ia jadikan umpan. Setelah menunggu cukup lama datanglah pemuda dengan paras yang cukup tampan dan senyuman manis.


"Maaf karna membuat Pangeran Xilian Zu menunggu cukup lama." ucap pemuda bernama Yuang Lie itu dengan membungkukkan badan di hadapan sang pangeran.


"Jika kau membuatku menunggu lebih lama lagi maka aku akan membunuhmu." jawab Pangeran Xilian Zu dengan nada ketus, ia sangat tak suka menunggu seperti ini apalagi yang ia tunggu seorang pemuda dengan paras cantik.


"Saya benar benar meminta maaf pada anda." ucap Yuang Lie.


"Baiklah kau harus melaksanakan tugas dengan baik, nanti malam saya akan mengulur waktu untuk berbincang bincang dengan Putri Beiling Zu dan kau harus masuk kedalam kamar sang putri. Di sana terdapat seorang gadis dengan wajah yang cukup cantik, kau hanya perlu tidur di sampingnya." ucap Pangeran Xilian Zu yang sedang menjelaskan tugas Yuan Lie.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima share juga ya.