
Walau Xiao Cunze dan yang lain sudah merasa takut dengan status Xiao Ziya sebagai putri dari Raja Zeus mereka tetap mencoba untuk melawan karna jumlah anggota Klan Xiao yang ada di dunia atas lebih bayak daripada prajurit yang Xiao Ziya bawa.
"Meski kau adalah putri Raja Zeus akan memerlukan waktu yang lama untuk sampai di Klan Xiao." ucap Xiao Cunze yang menyemangati anggota Klan Xiao yang lain agar tak ada yang kabur.
"Benar jumlah kami lebih banyak dari prajuritmu." ucap Xiao Yinlin yang sangat yakin jika mereka bisa mengalahkan Xiao Ziya dan pasukannya.
"Kalian dengar itu pasukan iblisku mereka meremehkan kekuatan yang kita miliki, apa yang harus kita lakukan!!!." ucap Xiao Ziya yang memberikan kode pada pasukan iblisnya untuk menyerang beberapa anggota Klan Xiao yang telah meremehkan kekuatan mereka.
Pasukan iblis milik Xiao Ziya mulai mengangkat pedang mereka dan bersiap untuk menyerang, walau takut para anggota Klan Xiao yang ada di dunia atas yang bermasalah dengan Xiao Ziya berusaha bertahan dari serangan pasukan iblis.
"Sialan ternyata aku terlalu meremehkan gadis itu." ucap Xiao Cunze yang menyesal karna memilih untuk melawan dari pada menyerah. Kini nyawa mereka menjadi taruhannya pasukan iblis milik Xiao Ziya terlalu beringas dalam mengayunkan pedang mereka.
"Bagaimana?." ucap Xiao Ziya yang bertanya pada Xiao Cunze dan anggota Klan Xiao yang ingin mengalahkannya.
"Saya menyerah." ucap Xiao Wunglin yang memilih untuk menyerah karna ia masih ingin hidup bersama dengan keluarganya.
Mendengar itu Xiao Ziya langsung mengeluarkan sulur hitamnya kemudian melilitkannya ke pinggang Xiao Wunglin setelah itu Xiao Ziya menariknya keluar dari area pertarungan. Melihat salah satu dari mereka dapat keluar dengan selamat membuat anggota Klan Xiao Yang lain memilih untuk menyerah juga. Kini Tinggal Xiao Cunze dan beberapa pengikut setianya yang masih melawan pasukan iblis milik Xiao Ziya.
Jelb
Xiao Cunze tertusuk tepat di jantungnya, pria itu menatap ke arah Xiao Ziya penuh dengan amarah, tiba tiba saja awan yang tadinya terang benderang berubah menjadi hitam kelam. Semua orang tampak bingung dengan apa yang sedang terjadi kecuali Xiao Ziya yang sudah tau sedari awal bahwa Xiao Cunze bersekutu dengan seorang iblis yang masih berada di bawah kepemimpinan Raja Artur.
Tiba tiba muncul sesosok iblis dengan tubuh besar berwarna hitam.
"Kau perlu bantuan apa?." tanya iblis itu pada Xiao Cunze.
"Aku ingin kau membunuh gadis itu sama seperti ia membunuhku." ucap Xiao Cunze yang menunjuk ke arah Xiao Ziya.
Melihat gadis yang ditunjuk oleh Xiao Cunze membuat tubuh sang iblis gemetaran, bagaimana bisa ia membunuh junjungan mudanya sendiri, lagipula gadis itu jauh lebih kuat daripada dirinya. Karna tak ingin membuat masalah dengan junjungan mudanya iblis itu bersujud di bawah kaki Xiao Ziya. Tindakan iblis yang dipangil oleh Xiao Cunze tentu membuat semua anggota Klan Xiao yang ada di dunia atas semakin yakin bahwa Xiao Ziya bukanlah gadis sembarangan.
"Apa yang kau lakukan aku memintamu untuk membunuh gadis itu bukan bersujud di kakinya!!." triak Xiao Cunze yang merasa tak terima karna sang iblis yang ia berikan tumbal dua kali dalam satu bulan lebih patuh pada gadis yang mengancam nyawanya.
"Diamlah kau kira aku sanggup melawannya para dewa saja memilih untuk mundur jika harus berhadapan dengan Nona Xiao Ziya." ucap sang iblis yang langsung menghancurkan jiwa Xiao Cunze kemudian ia menghilang begitu saja.
Setelah permasalahannya selesai Xiao Ziya memasukkan lima ratus pasukan iblisnya kedalam cincin semesta, sedangkan anggota Klan Xiao yang masih hidup membereskan bekas dari kekacauan yang terjadi. Xiao Minzo dan keluarganya mendekat kearah Xiao Ziya.
"Trimakasih nona muda bersedia membantu keluarga saya, apa yang bisa kami lakukan untuk membalas kebaikan nona?." ucap Xiao Minzo yang ingin membalas kebaikan Xiao Ziya yang telah menyelamatkan anggota keluarganya.
Xiao Ziya tampak berfikir sejenak apa yang ia inginkan sebagai imbalan dari apa yang baru saja ia lakukan, Xiao Ziya tak menginginkan kekuasaan Klan Xiao yang ada di dunia atas karna itu akan sangat merepotkan. Xiao Ziya juga tak memerlukan keping koin emas karna ia juga sudah sangat kaya raya.
"Baiklah sudah saya putuskan saya ingin makan makanan yang enak." ucap Xiao Ziya yang memegangi perutnya yang lapar.
Xiao Minzo dan istrinya saling berpandangan satu sama lain kemudian mengangguk bersama sama. Setelah semua masalahnya selesai Xiao Ziya akan pergi ke Kerajaan Hitam untuk bertemu Raja Zeus dan kedua putranya. Karna sedikit lelah akhirnya Xiao Ziya memutuskan untuk kembali ke kamar sembari menunggu makanannya siap disajikan.
"Humm bagaimana kabar ayah sekarang." ucap Xiao Ziya yang sedang berbaring di tempat tidurnya, sepertinya ia merindukan sang ayah.
Tok tok tok
Suara pintu kamar Xiao Ziya yang diketuk oleh seseorang, dengan terpaksa Xiao Ziya bangun dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya.
"Maaf jika saya mengganggu waktu istirahat nona." ucap Xiao Ningxu yang sadar bahwa ia telah mengganggu waktu istirahat Xiao Ziya yang sangat berharga.
"Ada apa hingga Ningxu jiejie membangunkan saya?." tanya Xiao Ziya yang menatap ke arah Xiao Ningxu dengan tatapan keheranan.
Xiao Ningxu masuk kedalam kamar Xiao Ziya, gadis itu membawa beberapa macam manisan buah dan minuman yang tampak segar.
"Ini untuk nona Xiao Ziya, trimakasih telah membebaskan ibu saya." ucap Xiao Ningxu yang membungkukkan kepalanya kemudian pergi dari kamar Xiao Ziya.
"Hah saya kira ada apa." ucap Xiao Ziya yang memakan manisan yang diberikan oleh Xiao Ningxu.
Sedangkan saat ini kelima pemuda yang sedang dilatih oleh jenderal iblis milik Xiao Ziya sedang merasa kelelahan karna pelatihan yang diberikan sangat keras.
"Hah ini sungguh melelahkan." ucap Xi Yurong yang merebahkan tubuhnya diatas padang rumput yang cukup luas.
"Master Ziya sangat keras melatih kita." ucap Ning Lungi yang mengeluh karna seluruh badannya terasa sangat sakit.
Melihat kelima pemuda itu kelelahan membuat kelima jenderal iblis menepuk jidat mereka, pelatihan yang mereka berikan pada hari pertama adalah pelatihan yang paling ringan, jika ini pelatihan di kota kecil milik Xiao Ziya maka ini adalah pelatihan yang paling ringan.
"Apakah kalian selalu berlatih sekeras ini?." tanya Wu Binjo pada salah satu jenderal iblis milik Xiao Ziya. Pelatihan yang mereka berikan sangatlah keras mengalahkan pelatihan di dalam akademi.
"Ini adalah pelatihan terringan yang kami lakukan." ucap salah satu jenderal iblis, mendengar jawaban yang begitu mencengangkan membuat kelima pemuda itu hampir pingasan, bagaimana pelatihan yang sangat berat bagi mereka berlima adalah pelatihan paling ringan. Bagaimana jika Xiao Ziya langsung yang turun tangan melatih kelima pemuda itu apakah mereka akan mati muda karna tak mampu menjalani pelatihan yang diberikan.
"Ini sungguh gila, kami saja hampir saja kehabisan nafas." ucap Xi Yurong yang terlihat pasrah, menjadi murid dari seorang yang memiliki kekuatan luar biasa sangatlah sulit.
Karna hari sudah mulai malam kelima pemuda itupun berpamitan untuk pergi ke rumah mereka masing masing sedangkan kelima jenderal iblis milik Xiao Ziya pulang ke Klan Xiao yang ada di dunia atas untuk menemui junjungan mereka. Saat sampai di kamar yang ditempati Xiao Ziya kelima jenderal itu diam di depan pintu masuk kamar Xiao Ziya.
"Apakah junjungan kita sedang tidur?." ucap salah satu jenderal iblis yang bingung.
Karna mendengar ada keributan di luar kamarnya membuat istirahat Xiao Ziya terganggu sehingga gadis itu memilih untuk keluar dari kamar dan melihat apa yang sedang terjadi. Ternyata kelima jenderal iblis miliknya sedang berdiri di depan pintu kamar.
"Apa yang sedang kalian berlima lakukan di sini?." tanya Xiao Ziya yang menatap kelima jenderalnya dengan kebingungan.
"Kami telah selesai melaksanakan tugas dari junjungan muda, namun fisik kelima pemuda itu sangatlah lemah sehingga mereka mudah kelelahan. Kami sarankan nona memberikan pelatihan tingkat awal pada mereka." ucap salah seorang jenderal iblis yang memberikan laporan pada Xiao Ziya tentang pelatihan kelima pemuda yang kini menjadi murid dari Xiao Ziya.
"Trimakasih karna telah melatih kelima murid saya, sekarang sudah waktunya kalian berlima untuk beristirahat." ucap Xiao Ziya yang memasukkan kelima jenderal iblis kedalam cincin semesta milik Xiao Ziya.
"Baiklah saya akan bersiap sebentar." ucap Xiao Ziya yang masuk kedalam kamarnya untuk mengganti gaunnya dan menggunakan hiasan rambut berbentuk harimau kecil. Setelah selesai Xiao Ziya keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan.
Semua orang sudah menempati tempat duduk mereka masing masing, hanya tersisa satu kursi yang biasanya ditempati oleh panatua Klan Xiao yang ada di dunia atas.
"Nona Xiao Ziya memasuki ruang makan." triak seorang penjaga yang bertugas mengumumkan kedatangan orang orang penting saat ada acara acara tertentu di Klan Xiao.
Mendengar Xiao Ziya akan masuk kedalam ruang makan membuat semua orang bangkit dari tempat duduk mereka untuk menyambut kedatangan Xiao Ziya. Yang ditunggu tunggu akhirnya tiba Xiao Ziya masuk menggunakan gaun berwarna merah yang terlihat sangat elegan dan cantik.
"Selamat datang nona Xiao Ziya." ucap semua anggota Klan Xiao yang ada di dunia atas, mereka tampak senang menyambut kedatangan seorang nona muda yang sangat luar biasa.
"Trimakasih atas sambutannya, silahkan para tuan dan nyonya serta putra putri kalian untuk kembali duduk menempati tempat masing masing." ucap Xiao Ziya tanpa rasa canggung walau ia hanyalah seorang tamu biasa.
Xiao Ziya merasakan tatapan tak bersahabat dari salah seorang anggota Klan Xiao yang ada di dalam ruang makan, aura membunuh yang ditujukan padanya sangatlah pekat. Tentu saja hal itu membuat Xiao Ziya merasa sedikit tak nyaman karna saat ini mereka sedang ada di ruang makan dan akan melangsungkan acara makan malam bersama.
"Jika ada yang tak senang dengan kehadiran saya di sini silahkan pergi." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara yang dingin membuat anggota Klan Xiao yang lain merasa bingung karna mereka tak mengetahui apa apa.
"Apakah ada sesuatu yang mengganggu nona Ziya?." tanya Xiao Minzo yang merasa cemas, ia ingin menjamu Xiao Ziya dengan baik namun mengapa ada saja yang membuat nona mudanya itu merasa tak nyaman.
Brak
Xiao Linho menggebrak meja makan dengan cukup keras, tentu saja tindakannya yang mendadak itu membuat anggota lain merasa terkejut. Mereka faham mengapa pemuda itu tiba tiba marah dan kesal saat melihat Xiao Ziya, tak ada yang tahan melihat wajah orang yang telah membunuh anggota keluarga mereka namun seharusnya Xiao Linho mengerti bahwa situasi saat ini tak memungkinkan jika ia ingin membalas dendam pada Xiao Ziya.
"Kau telah membunuh ayahku tentu saja aku akan membalas dendam atas kematiannya." ucap Xiao Linho yang menunjuk ke arah Xiao Ziya dengan tatapan penuh amarah.
"Hey dia mati karna ketamakannya sendiri." ucap Xiao Ziya yang masih duduk di tempatnya dengan santai karna semua yang terjadi pada Xiao Cungze adalah karma dari perbuatannya sendiri.
Xiao Linho mengeluarkan sebuah pedang berwarna merah darah yang sangat panjang, dari penampakkannya saja pedang yang dibawa Xiao Linho sangat tajam namun tak membuat Xiao Ziya merasa takut sama sekali. Xiao Linho berlari ke arah Xiao Ziya dengan cepat dan hendak menusuk gadis itu dengan pedang merah darah miliknya dengan cepat Xiao Ziya menghindar sehingga gadis itu tak terluka sedikitpun.
"Kau ingin menantangku?." ucap Xiao Ziya yang menatap Xiao Linho dengan sorot mata tajamnya pemuda itu hampir terkena serangan jantung saat ditatap seperti itu oleh Xiao Ziya.
"Pertandingan ini tak akan adil karna kau lebih kuat dariku." ucap Xiao Linho yang mencari sebuah alasan agar ia bisa terbebas dari kesalahan besar yang baru saja ia lakukan.
"Carilah kultivator hebat yang bersedia membantumu untuk melawanku, pergilah dan temui saya besok pagi di arena latihan Klan Xiao." ucap Xiao Ziya yang tak ingin melihat wajah Xiao Linho saat ia sedang menyantap makanan.
Pemuda itu tampak senang karna Xiao Ziya membiarkannya mencari kultivator hebat yang bersedia membantunya untuk membunuh gadis itu, tanpa basa basi lagi Xiao Linho pergi dari ruang makan jangan sampai Xiao Ziya berubah fikiran dan langsung membunuhnya di tempat. Setelah Xiao Linho pergi suasana ruang makan kembali seperti semula.
"Maaf atas ketidak nyamanannya." ucap Xiao Wunglin yang sudah berkeringat dingin ia takut pemuda sialan itu menyinggung hati Xiao Ziya dan membuat gadis itu marah kemudian berniat menghancurkan Klan Xiao yang ada di dunia atas.
"Tidak masalah, mari kita makan." ucap Xiao Ziya dengan tenang seperti tak pernah terjadi apapun sebelumnya. Ia mengambil beberapa makanan kemudian memakannya dengan lahap.
Anggota Klan Xiao yang lain merasa tenang karna Xiao Ziya sangatlah profesional dan dapat menempatkan dirinya dengan baik. Semua menikmati jamuan makan malam, beberapa anggota Klan Xiao yang sempat memiliki masalah dengan Xiao Ziya meminta maaf atas kesalahan yang mereka lakukan. Setelah acara makan malam selesai Xiao Ziya langsung pergi menuju aula utama Klan Xiao karna beberapa penjaga gerbang masuk klan memberitaukan bahwa ada dua pangeran Kerajaan Zu Long yang datang untuk mencarinya.
Xiao Ziya pergi ke aula utama Klan Xiao bersama dengan ketua pertama, ketua kedua, dan ketua ketiga serta beberapa pemuda yang mengikuti dari belakang mungkin mereka ingin tau apa tujuan kedua pangeran dari Kerajaan Zu Long datang mencari Xiao Ziya.
"Salam pada pangeran ketiga dan pangeran keempat." ucap Xiao Ziya pada kedua pangeran yang ada di hadapannya.
"Salam pada nona Ziya dan para ketua Klan Xiao." ucap Pangeran ketiga dan Pangeran keempat.
"Ada keperluan apa hingga para pangeran datang ke Klan Xiao untuk mencari saya?." tanya Xiao Ziya yang tak ingin bertele tele, gadis itu ingin segera kembali ke kamarnya untuk melakukan pelatihan mendalam.
"Kami berdua ingin berkenalan dengan nona Ziya." ucap Pangeran Zu Nunho yang ingin mendekati Xiao Ziya namun gadis itu malah semakin menjauh.
"Kami berdua tak memiliki niat jahat pada nona Ziya, kami harap nona mau lebih dekat dengan kami." ucap Pangeran Zu An yang menjelaskan pada Xiao Ziya bahwa mereka tak memiliki niatan jahat padanya.
Xiao Ziya menatap kearah Pangeran Zu Nunho dan Pangeran Zu An secara bergantian gadis itu mulai mengerti apa niatan dari kedua pangeran yang ada di hadapannya. Sepertinya Raja Zu Fengzo meminta pada kedua putranya itu untuk mendekatinya, dan siapapun diantara kedua pangeran yang berhasil mendekatinya akan mendapatkan imbalan yang sangat besar.
"Jika niatan kedua pangeran mendekati saya untuk membuat saya jatuh hati dan memberikan sebuah senjata tingkat tinggi dan menjalin hubungan dengan Kerajaan Zu Long sebaiknya kalian berdua kembali ke istana kerajaan." ucap Xiao Ziya yang dapat menebak niatan kedua pangeran dengan benar sehingga Pangeran Zu Nunho dan Pangeran Zu An merasa terkejut. Ternyata mendekati Xiao Ziya bukanlah hal yang mudah gadis itu memiliki kepekaan yang sangat luar biasa.
Kedua pangeran tampak bingung bagaimana cara mereka mendekati Xiao Ziya dan mendapatkan hadiah dari sang ayah, apakah mereka harus pasrah saja dan mengikhlaskan hadiah besar yang ditawarkan Raja Zu Fengzo.
"Mungkin nona salah faham dengan niatan kami berdua." ucap Pangeran Zu An yang berusaha mengelak dan membela dirinya. Xiao Ziya menatap Pangeran Zu An dengan tajam ia tau sang pangeran sedang berusaha mengelabuhinya.
"Tuan Xiao Minzo, saya sangat lelah dan ingin beristirahat tolong anda urus kedua pangeran ini saya tak ingin melihat mereka." ucap Xiao Ziya yang memilih untuk meninggalkan aula utama Klan Xiao dan pergi ke kamar untuk beristirahat.
Xiao Minzo dan ketua klan Xiao yang lain serta beberapa pemuda yang ikut kedalam aula utama meminta pada Pangeran Zu Nunho dan Pangeran Zu An untuk kembali ke Istana Kerajaan Zu Long karna hari sudah sangat larut dan nona muda mereka tak ingin melihat kedua pangeran itu lagi. Pangeran Zu Nunho dan Pangeran Zu An memilih pergi daripada membuat masalah dengan Klan Xiao mereka memerlukan cara yang lebih matang lagi untuk mendekati Xiao Ziya.
Saat ini Pangeran Zu Nunho dan Pangeran Zu An sudah berada di Istana Kerajaan Zu Long, mereka pergi ke ruang kerja Raja Zu Fengzo untuk melaporkan apa yang terjadi.
"Maaf ayah kami gagal mendekati nona Xiao Ziya, gadis itu bisa membaca rencana kami dengan tepat." ucap Pangeran Zu Nunho.
"Gadis itu memanglah bukan gadis biasa untuk itu hadiah yang saya tawarkan sangatlah besar." ucap Raja Zu Fengzo yang tau bahwa Xiao Ziya bukanlah gadis yang bisa di dapatkan dengan mudah.
"Kami akan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkannya." ucap Zu An yang tak ingin menyerah untuk mendekati Xiao Ziya.
Entahlah apa yang akan terjadi pada kedua pangeran itu, namun bisa dipastikan bahwa usaha mereka akan sia sia saja karna kedua pangeran tak memiliki pesona yang dapat membuat seorang Xiao Ziya tertarik. Semoga saja dalam misi mendekati Xiao Ziya kedua pangeran itu tak memancing amarah dari Xiao Ziya.
"Ayah mengandalkan kalian berdua, ini demi masa depan Kerajaan Zu Long." ucap Raja Zu Fengzo yang tersenyum kearah kedua putranya itu.
Saat ini Xiao Linho sedang berada di sebuah paviliun yang menjadi tempat tinggal dari para anggota Aliansi Hitam Wungzo, sepertinya pemuda itu ingin menyewa beberapa kultivator tingkat tinggi yang bisa membantunya untuk membunuh Xiao Ziya dalam pertandingan esok pagi.
"Ada apa hingga tuan muda Xiao Linho datang ketempat kami?." ucap Lin Yang ia merupakan ketua pertama dari Aliansi Hitam Wungzo. Kedatangan Xiao Linho tentu saja menarik perhatian para anggota aliansi hitam karna ini pertama kalinya anggota Klan Xiao mendatangi Aliansi Hitan Wungzo untuk meminta bantuan.
Hai hai semua maaf author udah lama ga update karna sakit infeksi lambung dan cukup parah. Makasih udah setia nunggu dan doain aku sekarang pelan pelan aku bisa up walau blm bisa banyak. Jangan lupa follow buat yang belum, vote, gift, like, komen, rate, share.