RATU IBLIS

RATU IBLIS
Warna Yang Dipicu Xiao Ziya


Xiao Ziya benar benar tak dapat mentoleransi tindakan pihak Kekaisaran Qiyu pada Klan Xiaonya. Dulu saat mereka membutuhkan bantuan Xiao Ziya juga membantu, namun saat pamor kekaisaran sedang baik dan berhasil membangun kerjasama dengan beberapa kerajaan besar kekaisaran mulai menunjukkan sikap angkuh dan sombongnya. Mungkin mereka berfikir Klan Xiao tak bisa melakukan apapun lagipupa Ziya juga sedang melakukan seleksi pemilihan murid baru.


"Jaga ucapanmu gadis kecil, kekaisaran kami sudah berhasil membangun kerjasama dengan kerajaan kerajaan besar. Kekaisaran kami sanggup menghancurkan klan kecilmu." ucap Pangeran Yin Jinyi yang mulai terpancing emosinya.


"Benarkah? apakah kalian tak akan menyesal nantinya." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum sinis melihat ke arah para pangera.


Yang lain hanya bisa melihat perdebatan itu dan tak berani untuk ikut campur karna pihak kekaisaran maupun Klan Xiao tak bisa mereka singgung.


"Para pangeran itu sedang menantang ajal mereka sendiri atau bagaimana?" ucap Yuan Zie yang tak habis fikir beraninya para pangeran mempropokasi Xiao Ziya, dia saja yang merupakan cucu dari Raja Neraka saja tak berani menyinggung gadis itu.


"Mungkin sudah waktunya Kekaisaran Qiyu lengser dan digantikan oleh orang lain." ucap Raja Artur sambil tersenyum menakutkan, dia tau bagaimana sikap Xiao Ziya, gadis itu tak pernah bermain main dengan ucapannya.


Xiao Ziya langsung mengumpulkan semua tenaga dalam yang ia punya, Xiao Ziya memukul batu hitam itu dengan sekuat tenaga dan tanpa ada yang menduga cahaya berwarna hitam yang berhasil Xiao Ziya picu, bukan itu saja tiba tiba semua warna melesat ke atas langit dan membentuk sebuah simbol bulan yang sangat indah. Lalu semua cahaya itu masuk ke dalam tubuh Xiao Ziya, tubuh gadis itu tiba tiba mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan.


"Fenomena apa ini, mengapa selama aku menjadi guru murid luar aku tak pernah melihatnya." ucap Wen Ciyan sambil memalingkan wajahnya karna cahaya yang keluar dari tubuh Ziya benar benar bisa menyebabkan kebutaan.


"Ini adalah anugrah para dewa, mereka telah memberkati gadis kecil itu." ucap Yin Mierou yang masih ada di atas arena.


Mendengar nama para dewa disebut sebut membuat Xiao Ziya merasa kesal, sejak awal reingkarnasinya para dewa sangat kejam dan tak peduli dengannya, para dewa tak pernah sehebat yang mereka eluh eluhkan.


"Jangan sebut para dewa di hadapanku." ucap Xiao Ziya dengan nada yang dingin. Cahaya menyilaukan yang keluar dari tubuhnya juga sudah hilang. Di kening Xiao Ziya samar samar terdapat lambang sebuah bulan dengan satu berbagai warna.


"Cih jangan sombong kau gadis kecil walau bakatmu luar biasa namun kau tak akan mampu melawan kekaisaran." ucap Pangeran Yin Cui yang tak ingin mengakui betapa mengagumkannya Xiao Ziya.


"Baiklah jika itu yang kalian mau, hari ini Klan Xiao menyatakan perang dengan Kekaisaran jika suatu saat Kekaisaran Qiyu hancur itu bukan karna Klan Xiao ku tak mencintai tanah air ini namun keturunan yang berkuasa di kekaisaran sudah tak mampu lagi." ucap Xiao Ziya dengan suara lantang dan semangat yang berapi api, rambut Xiao Ziya yang tadinya berwarna hitam legam tiba tiba berwarna merah.


"Aura gadis itu bukanlah main main, aku saja hampir pingsan dibuatnya." ucap Sin Gu yang sedang berusaha mempertahankan kesadarannya.


"Benar kami saja merasa tak layak untuk merekrutnya menjadi murid pribadi." ucap Su Kirin yang memang benar adanya. Xiao Ziya memiliki masa depan yang tak terbatas dan saat ini kekuatannya sudah sangat luar biasa bagaimana orang sepertinya bisa menjadi guru untuk gadis yang jauh ada di atasnya.


"Kami pihak kekaisaran pasti akan sanggup menghancurkan Klanmu." ucap para pangeran kemudian mereka pergi dari kursi penonton.


Acara hari ini sudah selesai para guru sudah memilih murid pribadi mereka. Guru murid luar satu memilih Xiao Bin untuk menjadi muridnya. Guru murid luar dua memilih Xiao Yuna menjadi muridnya. Guru murid luar tiga memilih Xiao Feng dan juga Xiao Xinzo untuk menjadi muridnya. Sedangkan guru agung ketiga bingung, dia ingin merekrut Xiao Ziya menjadi muridnya namun entah mengapa aura Xiao Ziya begitu agung jauh di atasnya hingga ia tak berani merekrut Xiao Ziya.


Saat ini semua murid baru sudah kembali ke penginapan mereka masing masing, besok mereka akan kembali ke rumah mereka setelah satu minggu mereka akan pergi ke Akademi untuk belajar.


Xiao Ziya sangat kesal dengan para pangeran yang menghina klannya tadi, sebenarnya dia ingin memukul para pangeran itu namun karna ada banyak orang Xiao Ziya berusaha untuk menahan emosinya.


"Arghhh kenapa mereka sangat menyebalkan, aku ingin sekali memusnahkan mereka." ucap Xiao Ziya sambil memukul sebuah meja yang ada di kamarnya hingga meja kayu itu hancur.


Suara pintu kamar Xiao Ziya yang diketuk oleh seseorang. Xiao Ziya yang masih dalam keadaan emosi hanya bisa menggerutu sambil membuka pintu kamar. Ternyata yang mengetuk.pintu adalah Yuan Zie dan juga Raja Artur.


"Tumben kalian datang dengan cara yang manusiawi biasanya kalian berdua terutama kakek tua ini suka muncul dan pergi sesuka hatinya." ucap Xiao Ziya yang masih terbawa emosi. Mendengar ucapan Xiao Ziya Raja Artur hanya bisa menghela nafasnya, dia tau gadis yang ada di depannya itu sangat baik namun sekarang dia sedang emosi.


"Tidak gadis kecil aku bukanlah kakek tua, Raja ini masih sangat tampan. Gadis gadis muda juga masih suka padaku." ucap Raja Artur yang masih dengan tingkat ke pedean yang sangat tinggi.


"Tolong Raja Artur yang terhormat bisakah anda mengaca dengan benar." ucap Xiao Ziya yang menatap Raja Artur dengan tatapan ingin memukul pria tua itu dengan sekuat tenaga.


"Bisakah kau membiarkan kami masuk ke dalam terlebih dahulu baru kau lanjutkan memarahi kakekku?" ucap Yuan Zie yang merasa sedikit tak nyaman dengan pertengkaran Xiao Ziya dengan kakeknya yang sempat menjadi perhatian mereka yang sedang lewat.


"Baiklah silahkan kalian masuk kedalam." ucap Xiao Ziya yang mempersilahkan kedua pria itu untuk masuk.


"Sebenarnya ada keperluan apa kalian menemui ku?" tanya Xiao Ziya yang ingin beristirahat namun diganggu dengan kedatangan kedua pria itu.


"Kau memiliki masa depan yang tak dapat di ukur gadis kecil, aku datang kesini hanya untuk mengingatkanmu agar tak sombong jika sudah ada di puncak karna kesombonganmu itu akan menghancurkanmu." ucap Raja Artur yang memberikan nasehat pada Xiao Ziya. Dengan senang hati Xiao Ziya menerima nasehat itu dan mengaggukkan kepalanya.


"Aku sangat merindukanmu nona Ziya, menjadi raja sangatlah melelahkan." ucap Yuan Zie dengan wajah muramnya.


"Carilah pasangan agar ada yang bisa menemanimu cucuku, kau jangan mengeluh pada gadis kecil yang nakal ini." ucap Raja Artur sambil memukul kepala Yuan Zie pelan.


"Itu benar carilah pasangan." ucap Xiao Ziya yang mengiyakan ucapan Raja Artur.


Setelah mengobrol cukup lama akhirnya Raja Artur dan Yuan Zie pergi. Xiao Ziya segera merebahkan tubuhnya di ranjang, badannya sudah lumayan lelah.


...**Hai guys akhirnya aku update lagi nih wkwkwk ga tau lah makin lama makin ga jelas, sebenernya aku tuh cape gitu tapi gimana lagi ya. Nulis gini nih imbalannya pahala kan buat kalian seneng wkwkwk....


Bisa ga nyemangatin author dengan cara vote sebanyak banyaknya.


komen yang banyak entah itu apa aja.


like semua eps mulai dari awal.


Terus share dan rate bintang lima.


Novelku yang Mata Dari Semesta enaknya ku lanjutin apa engga ya aku butuh saran nih**.