RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kedatangan Rombongan Istana Hitam


Setelah mengurus masalahnya Xiao Ziya masuk kedalam kamar kemudian bersila di atas tempat tidurnya, gadis itu mulai fokus dan melakukan pertapaan mendalam. Saat Xiao Ziya sudah fokus ia masuk kedalam alam bawah kesadarannya di sana Xiao Ziya merasakan bahwa lautan spiritual miliknya semakin melebar, bunga mawar api dan mawar es yang ada di sana juga bertambah banyak.


"Sebaiknya saya latihan di sini saja." ucap Xiao Ziya yang mulai membuka buku buku yang berisi jurus jurus yang ingin ia perdalam lagi.


Saat Xiao Ziya sedang fokus pada latihannya tiba tiba seorang kakek tua muncul di hadapannya, kakek tua itu adalah kakek Xiao Ziya sendiri yang biasanya datang saat gadis itu sedang ada di dalam alam bawah kesadarannya.


"Salam hormat saya pada kakek." ucap Xiao Ziya yang membungkukkan badannya sembari memberikan hormat.


"Bagaimana kabar cucu kesayanganku ini." ucap kakek tua itu yang menatap wajah Xiao Ziya dengan penuh perhatian.


"Saya baik baik saja bagaimana kabar kakek dan yang lain, saya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ibu." ucap Xiao Ziya yang berharap bahwa ia akan segera bertemu dengan ibunya yang tak pernah ia lihat sejak ia bayi.


"Perjalananmu masih panjang cucuku, bersabarlah jika sudah waktunya kau akan bertemu dengan ibumu. Sekarang berlatihlah dengan keras kakek pergi dulu." ucap kakek Xiao Ziya yang tiba tiba saja menghilang. Xiao Ziya tersenyum dan mulai berlatih lagi, ia akan menjadi kuat dan segera bertemu dengan ibunya.


Hari berlalu dengan cepat pagipun telah tiba pagipun datang Xiao Ziya baru membuka matanya, gadis itu sudah menyelesaikan pertapaan mendalamnya jurus jurus yang sudah ia latih meningkat dengan pesat, jumlah energi qi yang ada di dalam tubuh Xiao Ziya juga bertambah dua kali lipat daripada sebelumnya, gadis itu tumbuh lebih tinggi dan lebih cantik lagi. Setelah selesai mandi dan menggunakan sebuah seragam master Akademi Qiyu dengan warna hitam dan putih.


Xiao Ziya keluar dari kamar kemudian pergi menuju ruang kerja Raja Zeus, gadis itu mengetuk pintu setelah mendapatkan izin untuk masuk akhirnya ia masuk kedalam ruang kerja Raja Zeus. Terlihat Raja Zeus sedang menandatangani beberapa berkas sambil menikmati sarapan.


"Salam pada Raja Zeus." ucap Xiao Ziya yang mengucapkan salam pada Raja Zeus, gadis itu menatap kearah ayah angkatnya yang sedang menyantap sarapannya di dalam ruang kerja.


"Ada keperluan apa kau mencari ayah sepagi ini?." tanya Raja Zeus yang menatap kearah Xiao Ziya sembari memasukkan sesuap nasi dan daging asap.


Xiao Ziya menundukkan kepalanya kemudian ia kembali menatap ke arah Raja Zeus dengan mata yang berbinar binar seperti ingin menangis, beberapa tetes air mata Xiao Ziya jatuh kali ini gadis itu sedang berakting lagi.


"Mengapa putri ayah yang cantik ini menangis?." ucap Raja Zeus yang menghentikan aktivitas sarapannya kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekat ke arah Xiao Ziya.


"Bisakah ayah, Zeeling gege, dan Anz gege menemani saya pergi ke Akademi Wunyeng." ucap Xiao Ziya diselingi suara tangisnya yang membuat Raja Zeus semakin kebingungan karna tak biasanya Xiao Ziya bersikap manja seperti ini. Apakah ada sesuatu yang terjadi di Akademi Wunyeng?.


"Baiklah ayah dan kedua kakak laki lakimu akan pergi ke sana." ucap Raja Zeus yang tak bisa menolak keinginan Xiao Ziya.


Raja Zeus pergi dari ruang kerjanya untuk memanggil Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz sedangkan Xiao Ziya menunggu di luar Istana Kerajaan Hitam karna sangat merepotkan jika ia harus pergi kesana dengan menunggangi kuda seperti ayah dan kedua kakak laki lakinya.


"Zier keluarlah." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Zier untuk keluar dari cincin semeatanya, seekor harimau dengan ukuran yang besar serta tatapan mata tajam muncul di hadapan Xiao Ziya.


"Akhirnya nona meminta saya untuk melayani nona, saya sangat rindu melihat dunia luar." ucap Zier yang terlihat begitu senang saat ada di luar cincin semesta Xiao Ziya.


Xiao Ziya meminta pada harimau kesayangannya itu untuk menjadi tunggangannya selama dalam perjalanan menuju Akademi Wunyeng, Xiao Ziya naik kepunggung Zier sembari menunggu ayah dan kedua saudara laki lakinya datang. Setelah menunggu sedikit lama akhirnya Raja Zeus, Pangeran Zeeling, dan Pangeran Anz keluar dari gerbang utama Istana Kerajaan Hitam. Setelah itu Raja Zeus berada di depan, Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz berada di belakang Raja Zeus, sedangkan Xiao Ziya berada di barisan paling belakang.


Ada sekitar lima ratus prajurit yang mengikuti rombongan itu, para prajurit juga menaiki kuda kuda mereka. Rombongan Kerajaan Hitam yang berjalan menyusuri jalan jalan yang cukup ramai menyita perhatian para penduduk yang sedang melakukan aktivitas mereka masing masing.


"Wah lihatlah bukankah itu rombongan kerajaan?." ucap salah seorang penduduk yang sedang berada di pasar.


"Raja Zeus sangatlah tampan, apakah ia tak ingin mencari pendamping lagi?." jawab penduduk yang lain yang merasa bahwa Raja Zeus masih cukup muda untuk mencari pendamping baru dan mendapatkan seorang anak perempuan kandung yang cantik.


"Kedua pangeran juga sangat tampan seperti ayah mereka." ucap salah seorang pedagang gaun yang ada di sana.


"Siapa gadis yang menunggangi harimau itu?." ucap yang lain, mereka menatap kearah Xiao Ziya dengan rasa penasaran.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya rombongan Kerajaan Hitam sampai di depan gerbang masuk Akademi Wunyeng. Sedangkan di dalam Akademi Wunyeng saat ini para murid jenius dan pemimpin akademi sedang berkumpul di kelas khusus murid jenius. Mereka ingat bahwa hari ini gadis itu akan datang ke akademi untuk membawa ayah dan kakak laki lakinya, mereka semua berharap gadis itu hanya membual saja jika tidak para murid jenius akan dalam masalah besar.


"Walaupun gadis itu cukup kuat bukan berarti semua keluarganya adalah orang hebat." ucap Wonyong Gu yang tak akan takut walau Xiao Ziya datang bersama ayah dan kedua kakak laki lakinya. Siapa tau gadis itu terlahir dari keluarga biasa dan ia sedang beruntung karna memiliki kultivasi yang mumpuni.


"Benar kita tak perlu takut pada gadis itu, kita adalah murid jenius dari Akademi Wunyeng memangnya siapa dia sehingga bisa seenaknya mengajukan diri menjadi seorang guru." ucap Zinren yang tak tau bahwa gadis yang mengajukan dirinya sebagai guru dari Akademi Wunyeng adalah putri dari orang yang paling berkuasa di wilayah Kerajaan Hitam.


"Semoga saja kecemasanku ini tak benar benar terjadi." ucap pemimpin akademi yang sedari tadi sudah merasa tak enak.


Saat ini rombongan Kerajaan Hitam masih berada di depan pintu masuk akademi, mereka sedang menunggu Kepala Akademi datang untuk mrmberikan perintah gerbang boleh dibuka ataukah tidak. Seorang penjaga gerbang masuk akademi sudah sampai di depan ruang kerja Kepala Akademi.


Tok tok tok


Suara pintu ruang kerja kepala akademi yang diketuk, dengan segera kepala akademi meminta orang yang mengetuk pintunya untuk masuk kedalam. Akhirnya sang penjaga gerbang masuk Akademi Wunyeng masuk kedalam ruang kerja kepala akademi ia tak lupa membungkukkan badan dan memberikan salam.


"Ada keperluan apa kau datang menemui saya?." tanya kepala akademi kepada penjaga gerbang yang terlihat panik.


"Di depan ada rombongan dari Kerajaan Hitam yang datang untuk berkunjung, apakah saya boleh membukakan gerbang ataukah tidak?." ucap penjaga gerbang yang sedang bertanya pada Kepala Akademi dengan suara gugup.


Mendengar apa yang dikatakan oleh penjaga gerbang masuk akademi membuat Kepala Akademi Wunyeng merasa terkejut dan langsung berdiri dari tempat duduknya dan pergi menuju gerbang masuk akademi dengan langkah yang tergesa gesa. Penjaga gerbang yang memberitaukan kedatangan rombongan Kerajaan Hitam mengikuti kepala sekolah dari belakang.


Saat sampai di depan gerbang masuk akademi, Welinzo memerintahkan pada para penjaga gerbang untuk membukakan gerbang masuk dan menyambut kedatangan rombongan Kerajaan Hitam yang sudah menunggu lumayan lama.


"Selamat datang di Akademi Wunyeng maaf telah membuat Raja Zeus dan rombongan menunggu lama, silahkan masuk kedalam." ucap Kepala Akademi yang menyambut kedatangan Raja Zeus beserta rombongannya, Raja Zeus dan yang lainnya turun dari kuda mereka dan mengikat kuda mereka pada beberapa pohon yang ada di sekitar Akademi Wunyeng. Sedangkan Xiao Ziya turun dari punggung Zier kemudian meminta pada harimau kesayangannya itu untuk berubah dalam wujud kecilnya, dengan patuh Zier membuat tubuhnya menjadi kecil setelah itu Xiao Ziya menggendong harimau kesayangannya itu.


Melihat Xiao Ziya ada di antara rombongan Kerajaan Hitam membuat kepala akademi sedikit kebingungan, apakah mereka memang berpapasan di jalan dan memutuskan untuk ke sini bersama atau Xiao Ziya adalah bagian dari rombongan Kerajaan Hitam.


"Ada keperluan apa hingga Yang Mulia Raja Zeus dan rombongan datang kesini secara tiba tiba?." tanya kepala akademi yang menanyakan maksut kedatangan rombongan Kerajaan Hitam ke Akademi Wunyeng. Biasanya jika ada kunjungan dari kerajaan pasti ada dekrit kerajaan yang sampai beberapa hari sebelumnya agar anggota Akademi Wunyeng bisa menyambut mereka dengan baik.


"Bukankah semua anak Yang Mulia adalah laki laki? sejak kapan anda memiliki seorang putri?." tanya kepala akademi yang masih bingung.


"Ah saya lupa memperkenalkan putri saya, perkenalkan gadis yang ada di samping saya bernama Xiao Ziya dan ialah putri kesayangan saya." ucap Raja Zeus yang memperkenalkan Xiao Ziya pada kepala akademi. Mendengar apa yang dikatakan oleh Raja Zeus membuat Kepala Akademi Wunyeng seperti tersambar petir di siang hari.


Jadi ini maksut dari gadis itu untuk membawa ayah dan kakak laki lakinya, siapa yang bisa menghalangi keinhinan gadis itu untuk menjadi guru di Akademi Wunyeng jika ayahnya saja adalah Raja dari Kerajaan Hitam. Dengan wajahnya yang sedikit pucat Welinzo berusaha untuk tetap tenang.


"Ah jadi nona Ziya adalah putri anda." ucap kepala akademi dengan sebuah senyuman yang dipaksakan. Jika seperti ini pemimpin akademipun tak bisa melakukan apapun.


"Apakah anda mengenal adik kami?." ucap Pangeran Anz yang mengajukan sebuah pertanyaan.


"Nona Ziya sudah dua kali datang mengunjungi Akademi Wunyeng bagaimana saya bisa tak mengenalnya." ucap kepala akademi yang menjawab singkat tanpa menjelaskan maksut kedatangan Xiao Ziya ke Akademi Wunyeng pada hari hari sebelumnya.


"Sekarang mari ikut dengan saya." ucap Xiao Ziya yang sudah tak ingin mendengar basa basi yang diucapkan oleh kepala akademi, gadis itu ingin segera bertemu dengan para murid jenius yang kemarin dengan berani meremehkan status sang ayah dan kedua kakak laki lakinya, hari ini Xiao Ziya ingin melihat hal apa yang akan mereka lakukan.


Xiao Ziya berjalan terlebih dahulu diikuti yang lain dibelakanhnya, gadis itu berjalan menyusuri lorong kelas. Mendengar suara langkah kaki yang cukup banyak tentu saja menarik perhatian para murid akademi yang sedang ada dalam kelas mereka masing masing. Sebagian murid yang penasaran memilih untuk mengintip dari jendela dan ada beberapa murid yang nekat keluar dari kelas mereka untuk melihat siapa yang datang.


"Lihatlah itu gadis yang pernah datang ke akademi kita dan dibalakangnya ada rombongan Kerajaan Hitam." ucap salah seorang murid luar junior yang sedang berada di depan pintu masuk kelasnya.


"Hey hey lihat gadis itu benar benar datang, apa yang akan dilakukan oleh murid jenius jika keaadaanya seburuk ini." ucap salah seorang murid luar senior yang sedang mengintip dari jendela.


Para murid inti yang tadinya sedang fokus pada pelajaran yang sedang berlangsungpun juga merasa penasaran dengan apa yang sedang terjadi di luar, akhirnya mereka meminta izin pada guru yang sedang mengajar untuk melihat keluar sebentar. Ayunzo hanya bisa menuruti keinginan murid muridnya karna ia juga penasaran apa yanh menyebabkan kelas lain sangat ramai.


Saat para murid inti keluar dari kelas hal pertama yang mereka lihat adalah Xiao Ziya yang sedang berjalan diikuti rombongan Kerajaan Hitam.


"Apakah nona Ziya serius ingin menjadi guru kita hingga melakukan hal ini?." ucap Al Denzi yang tak mengira bahwa Xiao Ziya akan bertindak sejauh ini saat apa yang ia inginkan ditentang oleh para murid jenius.


"Tak ada yang bisa dilakukan para murid jenius jika Raja Zeus yang turun tangan." ucap Yue Agze yang fokus melihat kearah Xiao Ziya.


"Semoga saja sebelumnya pada murid jenius tak menghina gadis itu." ucap Yue Ergan yang tau apa akibatnya jika para murid jenius itu dengan berani mengatai Xiao Ziya.


Setelah berjalan menyurusi lorong lorong kelas akhirnya Xiao Ziya dan yang lain sampai di depan pintu kelas mudir jenius. Xiao Ziya meminta pada ayah dan yang lainnya untuk menunggu diluar sebentar, karna gadis itu akan memberikan isyarat jika sudah waktunya mereka masuk kedalam.


Xiao Ziya masuk kedalam ruang kelas murid jenius gadis itu masih menggendong Zier. Melihat pintu kelasnya terbuka tentu saja para murid jenius merasa sedikit terkejut, namun saat melihat yang datang adalah Xiao Ziya ekspresi mereka menjadi biasa biasa saja apalagi gadis itu hanya datang sendirian.


"Ternyata kau masih berani menginjakkan kakimu di Akademi Wunyeng." ucap Sungi Ling yang melihat Xiao Ziya dari ujung kepala hingga ujung kaki karna baju yang dikenakan gadis itu memang cukup aneh.


"Kemana ayahmu yang kau bangga banggakan itu? bukankah kau bilang ayahmu itu bisa melakukan apapun yang ia mau di akademi?." ucap Wonyong Gu yang tertawa remeh saat tau Xiao Ziya hanya datang sendiri, ternyata apa yang dikatakan oleh gadis yang ada di hadapannya itu adalab bualan belaka.


"Saya kesini untuk menjadi guru para murid inti, tanpa atau dengan izin pemimpin akademi saya akan tetap melakukannya." ucap Xiao Ziya dengan tegas karna ia akan tetap menjadi guru dari murid inti bagaimanapun caranya.


Pemimpin akademi menatap kearah Xiao Ziya seperti tatapan meminta penjelasan mengapa Xiao Ziya ingin melakukan hal itu.


"Mengapa kau begitu memaksa ingin menjadi guru dari para murid inti, jika kau ingin menjadi seorang guru dalam waktu dua minggu maka kau bisa menjadi guru dari murid jenius karna mereka sangat pintar dan mudah dilatih." ucap pemimpin Akademi Wunyeng yang menawarkan Xiao Ziya untuk menjadi guru dari para murid jenius selama dua minggu.


Tekad Xiao Ziya untuk menjadi guru dari murid inti tak akan tergoyahkan, walaupun mengajar para murid jenius lebih mudah namun gadis itu sama sekali tak tertarik.


"Percuma saja mereka sangat pintar namun tak beretika." ucap Xiao Ziya dengan tajam, ucapannya itu tentu saja membuat jiwa para murid jenius Akademi Wunyeng gemetaran.


"Sialan jaga ucapanmu itu, kau saja tak tau aturan seperti ini mengapa kami harus memperlakukanmu dengan baik, dimana ayahmu apakah ia tak mengajarimu dengan baik?." ucap Zinren yang sepertinya sudah tersulut emosi karna ucapan Xiao Ziya yang menurutnya sembarangan.


"Ah apakah kalian yakin bisa melawan perintah ayah saya?." ucap Xiao Ziya dengan sebuah semirk menakutkan.


"Memangnya siapa ayahmu hingga kami tak berani padanya?." ucap Wonyong Gu yang tetap pada pendiriannya bahwa ayah dari gadis menyebalkan yang ada di hadapannya bukanlah siapa siapa.


"Ayah, gege, bukankah kalian sudah mendengar seperti apa murid murid jenius ini meremehkan kalian terutama ayah? kalian masuklah dan tunjukan hal apa yang tak bisa para murid jenius ini lakukan." ucap Xiao Ziya yang memberikan isyarat pada Raja Zeus, Pangeran Zeeling, Pangeran Anz, dan yang lainnya untuk masuk kedalam ruang kelas murid jenius.


Raja Zeus dan yang lainnyapun masuk kedalam ruang kelas murid jenius, betapa terkejutnya mereka semua saat mengetahui yang masuk adalah Raja dari Kerajaan Hitam serta kedua pangeran. Bagaimana bisa mereka yang datang ke sini? mana mungkin gadis yang sangat menyebalkan itu adalah putri dari Raja Zeus.


"Salam hormat kami pada Yang Mulia Raja Zeus." ucap para murid jenius beserta pemimpin Akademi Wunyeng yang masih belum tersadar dari keterkejutannya.


"Apakah yang mulia datang untuk mengunjungi kami?." tanya Wonyong Gu yang berusaha untuk berfikir positif bahwa anggota Kerajaan Hitam datang untuk melihat perkembangan para murid jenius yang ada di Akademi Wunyeng.


"Saya tidak ada waktu untuk melakukan hal itu, saya datang karna permintaan putri saya." ucap Raja Zeus yang membuat para murid jenius dan pemimpin akademi terkejut dan detak jantung mereka berhenti dalam beberapa saat.


Jadi gadis yang kemarin datang mengajukan dirinya untuk menjadi guru dari murid inti selama dua minggu dan akan menjadikan murid inti itu lebih hebat dari murid jenius adalah putri dari Yang Mulia Raja Zeus? jika seperti ini kenyataanya siapa yang bisa menghalangi keinginan gadis itu, lalu apa yang harus dilakukan oleh para murid jenius yang sudah dengan berani menyinggung putri seorang raja.


"Saya sudah mendengar semua bagaimana kalian merendahkan saya." ucap Raja Zeus yang mengeluarkan aura emas dari tubuhnya dengan jumlah yang lumayan banyak. Para murid jenius mulai kesulitan bernafas bahkan Wonyong Gu dan Zinren sudah menangis karna mereka merasa kesakitan.


"Maafkan para murid saja Yang Mulia Raja Zeus." ucap pemimpin akademi sembari membungkukkan badannya ia meminta pengampunan untuk para muridnya itu.


Hai hai semua aku update lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum follow, vote ya guys jangan lupa, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.