
Untung saja Kaisar Zo Linzu memiliki kesadaran yang tinggi atas statusnya, walau gadis itu sangat menarik jika status gadis yang ia inginkan untuk putranya sangatlah tinggi maka ia akan mengalah.
Sedangkan di tempat khusus keluarga kekaisaran Ratu Zo Binji, dan anak anaknya sedikit terkejut saat melihat kearah dinding dimansi yang dibuka. Disana ada seorang gadis yang masih melakukan pertapaan mendalam dan gadis itu sangat familiar dengan gadis itu.
"Bukankah gadis itu adalah gadis yang menyelamatkanmu Zo Ruhi." ucap Putri Zo Jeni pada adiknya yang sedang ada di pangkuannya itu.
Mendengar perkataan dari sang kakak membuat Putri Zo Ruhi mengalihkan pandangannya dan melihat kearah Xiao Ziya, terlihat binar mata bocah kecil itu sangat senang.
"Kaka cantik uwaa." ucap Zo Ruhi yang gembira bukan main.
"Sepertinya putri bunda mendapatkan kakak perempuan baru." ucap Ratu Zo Binji yang merasa senang karna putri kecilnya juga sangat senang.
Ratu Zo Binji sangat ingat jika gadis yang ia lihat itu adalah gadis yang menyelamatkannya, setelah turnamen hari ini selesai ia akan bertrimakasih dan memberikan hadiah sebagai imbalan. Sedangkan permaisuri Zo Nixu terlihat begitu marah ketika melihat keluarga milik Ratu Zo Binji sangat bahagia.
Dua jam lebih sudah berlalu Xiao Ziya keluar dari air terjun mata dewa, bukan karna ia sudah tak kuat dengan tekanan yang ada di air terjun itu namun ia sudah sedikit lapar sehingga memilih untuk keluar.
"Sungguh luar biasa tahun ini Nona Xiao Ziya dari Akademi Kekaisaram Qiyu yang merupakan murid luar kelas satu memecahkan rekor terlama dalam bermeditasi selamat nona." ucap Min Funze yang tadinya sedikit tak percaya ketika membaca identitas dari Xiao Ziya. Seorang murid luar memiliki kemampuan yang luar biasa itu adalah sebuah berkah untuk Akademi Kekaisaran Qiyu.
"Eh saya menang tahap pertama?." ucap Xiao Ziya yang sedikit kebingungan karna ia memang tak memperhatikan jika murid yang lain sudah tak ada di air terjun.
"Baiklah kita akan lanjutkan tahap kedua dari turnamen kali ini. Gerbang kedua terbukalah." ucap Min Funze yang membuka tantangan kedua dalam turnamen kali ini.
Semua peserta yang ada di sana tertegun karna tantangan yang ada di hadapan mereka sangatlah sulit. Hamparan ladang yang terselimuti salju dengan beberapa kayu pijakan yang menjulang tinggi kelangit. Apalagi yang harus mereka lakukan, siapa yang tahan dengan tempat dingin seperti itu.
"Kalian harus memperebutkan lima puluh pijakan kayu itu, yang bisa bertahan di atas pijakan hingga waktu selesai ialah yang lulus dalam tahap kedua turnamen." ucap Min Funze yang membuat benerapa murid merasa cemas karna sebagian dari mereka berasal dari tempat yang memiliki temperatur tinggi sehingga akan sangat sulit ketika harus bertahan di tempat bertemperatur rendah.
Mereka mulai maju dan memperebtmutkan kayu pijakan, Xiao Ziya melihat kesalah satu pijakan yang paling tinggi di antara yang lainnya. Gadis itu loncat dan menempati kayu pijakan yang cukup untuk menampung kedua kakinya itu. Sedangkan peserta yang lain masih saling bertarung untuk memperebutkan pijakan kayu lainnya.
"Dalam turnamen tahap dua tentu saja murid murid dari Akademi Merpatilah yang mendapatkan keuntungan, mereka tinggal di tempat yang sangat dingin." ucap Xiao Ziya yang melihat peserta turnamen yang lain. Untuk menghalau hawa dingin yang mulai mengganggunya Xiao Ziya melapisi tubuhnya dengan api hitam abadi.
Saat Xiao Ziya sedang bersantai memperhatikan yang lain tiba tiba ada seorang peserta yang menyerang kearah Xiao Ziya. Dengan sigap Xiao Ziya menangkis setiap serangan yang tertuju padanya.
"Lebih baik kau menyerahkan pijakan ini dengan sukarela." ucap seorang murid yang sangat angkuh dan arogan.
"Menyerahkannya? dalam mimpimu saja." ucap Xiao Ziya yang langsung menyerang balik orang itu dengan hantaman halilintar yang membuat peserta arogan tadi terpental kebawah dan jatuh tersungkur.
"Ah sial ternyata gadis itu lebih kuat dari yang ku kira." ucap pemuda yang jatuh tersungkur dengan luka lebam di badannya.
Semua peserta yang bertahan berusaha untuk bertahan dari dinginnya badai salju yang entah datang dari mana, sebagian dari peserta sudah tampak menggigil dengan beberapa bagian tubuh yang membeku. Sedangkan Xiao Ziya masih bertahan tanpa merasakan dingin sama sekali karna api hitam abadi yang ia miliki dapat melindungi dirinya dari hawa dingin.
"Murid kecilmu itu sangat luar biasa." ucap Xi Sunbi yang sangat mengagumi Xiao Ziya, menghadapi badai salju bukanlah hal yang mudah namun gadis itu sanggup melewatinya tanpa kedinginan.
Beberapa saat telah berlalu, waktu yang ditentukan untuk seleksi tahap dua telah selesai sehingga semua peserta bisa kembali ke kursi peserta mereka masing masing. Dapat dilihat semua peserta menggigil kedinginan begitupun murid perwakilan dari Akademi Merpati. Tentu saja yang menarik perhatian mereka hingga saat ini hanya satu peserta yaitu Xiao Ziya yang sedang memakan roti isi daging dengan santai di kursinya.
"Selamag untuk lima puluh peserta yang dapag bertahan, karna keadaan kalian sudah sangat lemah akibat bertahan di badai salju maka tahap turnamen berikutnya akan dilakukan esok hari." ucap Min Fuzen yang mengumumkan bahwa turnamen hari ini selesai dan akan dilanjutkan esok hari.
Semua peserta merasa lega karna mereka bisa beristirahat sekarang, sebagian dari mereka mulai membubarkan diri untuk kembali ke penginapan mereka masing masing, dan sebagian memilih untuk beristirahat sejenak di tempat turnamen karna mereka sangat kelelahan.
"Nona Ziya apakah anda baik baik saja." ucap Ling An yang langsung menghampiri Xiao Ziya dan juga murid Akademi Kekaisaran Qiyu yang lain. Ia ingin memastikan bahwa mereka baik baik saja.
Ling An langsung melihat kondisi ketiga muridnya itu. Sebagian tubuh mereka membeku karna tak tahan dengan badai salju yang sangat luar biasa. Xiao Ziya mendekati mereka bertiga.
"Senior Yin Yifeng tolong geser ke kursi sebelah." ucap Xiao Ziya yang ingin duduk diantara mereka bertiga. Tanpa menolak ataupun menanyakan alasan dari Xiao Ziya, Yin Yifeng langsung pindah ke kursi sebelahnya dan Xiao Ziya duduk di kursi miliknya.
Hawa yang begitu hangat dapat mereka rasakan, Xiao Ziya menggunakan api hitam abadi yang ia miliki untuk menghangatkan tubuh seniornya. Perlahan hawa dingin digantikan oleh hawa hangat yang sangat nyaman. Akhirnya mereka mengerti dengan sendirinya mengapa Xiao Ziya ingin duduk diantara mereka bertiga.
"Trimakasin nona Ziya telah membuat tubuh kita semua merasa lebih hangat." ucap Xu Yuan yang merasa sangat terbantu. Walau bagi Xiao Ziya itu hanyalah hal kecil namun untuk senior seniornya apa yang dilakukan Xiao Ziya sangat lah membantu.
"Tidak perlu sungkan dengan saya." ucap Xiao Ziya dengan singkat karna ia sedang fokus mengontrol jumlah energi dalam api hitam yang sedang ia keluarkan.
"Bagaimana seorang ahli seperti nona hanya menjadi murid luar saja." ucap seseorang yang tiba tiba menghampiri mereka, orang itu adalah Min Funze. Ia meras bahwa Akademi Kekaisaran Qiyu telah menyia nyiakan bakat yang sangat luar biasa dari Xiao Ziya.
"Bagaimana jika nona Ziya menjadi murid dari Akademi Binzo." ucap Min Funze lagi yang ingin merekrtut Xiao Ziya menjadi murid dari Akademi Kekaisaran Binzo.
Xiao Ziya mengerti apa yang dimaksut oleh panataua Min Funze dia hanya menawarkan posisi yang lebih baik untuk Xiao Ziya. Namun bagi Xiao Ziya Akademi Kekaisaran Qiyu sudah seperti rumah keduanya walau banyak murid yang membuatnya kesal. Selain itu ia juga harus menjaga wilayah Kekaisaran Qiyu agar tetap aman.
"Saya tau maksud baik dari panatua Min Funze, tapi maaf saya tak bisa menerimanya. Walau posisi saya di Akademi Kekaisaran Qiyu hanyalah murid luar kelas satu namun saya menikmati prosesnya." ucap Xiao Ziya yang menolak tawaran itu.
Min Funze hanya bisa menghela nafasnya, ia juga tak bisa memaksakan kehendaknya pada Xiao Ziya karna ia berhak untuk menentukan masa depannya sendiri.
"Kalau begitu saya pamit undur diri." ucap Panatua Min Funze yang langsung pergi karna ia juga memiliki urusan lain.
"Kaka cantik." ucap seorang balita perempuan cantik yang berlari ke arah Xiao Ziya dan langsung memeluk kaki Xiao Ziya dengan erat.
"Wah coba lihat siapa yang datang, Putri Ruhi merindukan Ziya jiejie?." ucap Xiao Ziya yang langsung menggendong putri Zo Ruhi dengan senang, mungkin Xiao Zoe akan merasa senang jika bertemu dengan Putri Zo Ruhi
Selain Putri Zo Ruhi ada beberapa anggota Kekaisaran Binzo yang datang untuk menghampiri Xiao Ziya. Dan Xiao Ziya bisa mengenali wajah mereka karna mereka sudah bertemu sebelumnya.
"Akhirnya saya bisa bertemu lagi dengan nona, karna nona telah menolong putri saya, saya berniat untuk mengundang nona ke istana kekaisaran nanti malam." ucap Ratu Zo Binji yang mengundang Xiao Ziya untuk datang ke istananya.
Xiao Ziya mengerti maksut dari sang ratu bukan hanya ingin mengundangnya untuk jamuan makan malam namun ia juga ingin membahas penyerangan yang teejadi pada ratu benerapa hari yang lalu.
"Baiklah saya akan datang, namun saya harus kembali ke penginapan terlebih dahulu berasama yang lain." ucap Xiao Ziya yang membungkukkan badannya sedikit, saat Xiao Ziya hendak menurunkan Putri Zo Ruhi dari gendongannya balita cantik itu menolak.
"Sepertinya putri saya ingin ikut dengan nona, maaf jika nanti akan merepotkan." ucap ratu Zo Binji yang memberikan izin pada Xiao Ziya untuk membawa putri kecilnya.
Xiao Ziya tersenyum dan langsung pergi sambil membawa putri Ruhi. Putri Ruhi memeluk Xiao Ziya dengan sangat erat ia terlihat begitu bahagia saat ada di dekat Xiao Ziya. Aura yang dikeluarkan oleh Xiao Ziya sangat familiar bagi balita kecil itu.
"Baiklah Ruhi akan ikut jiejie kepenginapan. Nanti jiejie akan membersihkan diri jadi putri Ruhi yang cantik harus menunggu di tempat tidur jiejie ya." ucap Xiao Ziya sambil berjalan menuju penginapannya.
Sang raja kini menghampiri ratunya dan bertanya mengapa sang ratu mempercayakan putri kecil mereka pada seorang gadia asing yang baru saja mereka temui hari ini. Sang ratu membisikkan sesuatu pada raja sehingga Raja Zo Linzu bisa mengerti mengapa istrinya sangat percaya pada gadia yang berasal dari Kekaisaran Qiyu itu.
"Sepertinya Zen juga harus bertrimakasih pada gadis itu." ucap Raja Zo Linzu yang merasa bahwa Xiao Ziya sudah banyak membantu keluarga yang ia cintai.
**Hai hai semua pembacaku tercinta, maaf aku aga telat updatenya karna agak ga enak badan gitu hari ini. Tapi aku usahain buat tetep update karna ga parah parah amat sih sakitnya.
Jangan lupa follow aku ya, terus vote yang punya tiket vote, gift hadiah apa aja ke aku, like, komen, rate, share juga**.