RATU IBLIS

RATU IBLIS
Bertengkar


Xiao Ziya menatap ke arah Xiao Yan kemudian gadis itu memukul kepala gegenya dengan pelan, bisa bisanya ia baru sampai di dunia bawah kakak laki lakinya itu malah di culik lalu kemana Pangeran Kegelapan pergi mengapa ia tak mengawasi istana Kekaisaran Qiyu dengan benar. Seharusnya saat baru saja tiba Xiao Ziya beristirahat dengan tenang di kamarnya untuk memulihkan tenaga. Mendapat pukulan telak dari adik perempuannya membuat Xiao Yan merintih kesakitan, karna walau dipukul dengan pelan kepala pemuda itu tetap nyutnyutan.


"Apa kesalahan yang gegemu ini lakukan hingga kau memukul gege seperti ini?." tanya Xiao Yan yang masih memegangi kepalanya.


"Jika lain kali gege tak bisa menjaga diri dan di culik lagi maka saya akan mengembalikan anda ke akademi." ucap Xiao Ziya yang memberikan peringatan pada Xiao Yan. Meski tugad Xiao Yan sebagai seorang kaisar sangatlah banyak namun ia tetap harus menjaga kesetabilan tubuh serta melatih kekuatannya.


"Baiklah saya tak akan seperti ini lagi adikku." ucap Xiao Yan dengan serius.


"Lalu dimana jenderal Zue?." tanya Xiao Ziya yang penasaran kemana Pangeran Kegelapan itu pergi.


"Beberapa hari yang lalu ia meminta izin untuk pergi karena ada hal penting yang harus dilakukan." ucap Xiao Yan yang memberitaukan bahwa jenderalnya itu mengambil cuti beberapa hari yang lalu tentu saja Xiao Yan akan mengizinkannya karna Jenderal Zue belum pernah mengambil cuti selama bekerja di Kekaisaran Qiyu.


"Baiklah jika begitu saya ingin beristirahat terlebih dahulu, ah iya jika ayah nanti kembali ke Klan Xiao tolong sampaikan bahwa saya sudah kembali." ucap Xiao Ziya yang berbalik dan melihat ke arah sang ayah.


"Tentu ayah akan menyampaikan kabar gembira ini." ucap Xiao Cunyu yang tersenyum hangat pada putri tercintanya.


Xiao Ziya memberikan salam kemudian gadis itu pergi meninggalkan aula dan mulai berjalan menuju kamarnya yang ada di Istana Kekaisaran Qiyu, saat membuka pintu suasana kamarnya masih sama seperti dulu, kamar yang bersih dan sangat rapi. Mungkin saja selama Xiao Ziya pergi tak ada yang berani untuk menempati kamar itu. Xiao Ziya merebahkan tubuhnya lalu ia menghela nafas panjang.


"Hah.. akhirnya saya bisa berbaring di sini lagi." ucap Xiao Ziya yang kemudian memejamkan matanya.


Saat ini Xiao Xun sedang ada di kota kecil milik Xiao Ziya, ia telah melakukan pencarian bersama dengan ribuan pasukan khusus milik Xiao Ziya namun sangat sulit menemukan kakak laki lakinya itu. Beberapa waktu yang lalu sebelum menyudahi pencarian ia mendapatkan kabar bahwa kakak laki lakinya yaitu Kaisar Yan telah kembali diantar oleh pasukan Kekaisaran Lungzo. Saat ini Xiao Xun akan segera kembali ke Istana Kekaisaran Qiyu untuk meminta penjelasan pada Kaisar Yan mengapa kakaknya bisa hilang dan kembali begitu saja.


"Tuan muda Xun akan kembali sekarang?." tanya Sen Linju salah satu anggota pasukan khusus milik Xiao Ziya.


"Iya saya akan ke istana sekarang." jawab Xiao Xun yang sudah akan pergi.


"Saya ingin ikut anda ke istana, karna saya ingin tau mengapa hal semacam ini bisa terjadi. Sebagai pasukan khusus milik nona Xiao Ziya kami merasa gagal menjaga keluarga nona." ucap Sen Linju yang ingin ikut ke istana untuk menanyakan beberapa hal pada Kaisar Yan. Ia juga berniat untuk mencari kekurangan dalam penjagaan yang dilakukan oleh pasukan khusus yang ia kirim ke istana agar hal seperti itu tak akan terulang lagi kedepannya.


"Baiklah mari ikut saya." ucap Xiao Yan yang tak keberatan jika pemuda bernama Sen Linju itu ikut dengan dirinya.


Mereka berdua pergi ke gerbang perbataaan Kekaisaran Qiyu, prajurit penjaga gerbang masuk mempersilahkan kedua pemuda itu untuk masuk kedalam. Dengan segera Xiao Xun san Sen Linju melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh yang mereka miliki, setelah beberapa saat akhirnya mereka berdua sampai di Istana Kekaisaran Qiyu.


"Apa benar Kaisar Yan telah kembali?." tanya Xiao Xun pada salah seorang prajurit yang berjaga di gerbang masuk istana.


"Benar kaisar kembali dalam keadaan sehat." jawab prajurit itu dengan tegas.


Setelah itu Xiao Xun dan Sen Linju masuk kedalam istana untuk mencari Kaisar Yan, saat bertanya pada salah seorang pelayan ia mengatakan bahwa saat ini Kaisar Yan sedang berada di ruang kerjanya.


Tok tok tok


Suara pintu ruang kerja Kaisar Yan yang diketuk oleh Xiao Xun. Setelah mendapat izin masuk kedua pemuda itupun masuk kedalam tanpa ragu ragu. Benar saja saat melihat Kaisar Yan tak ada satu gorespun luka di tubuhnya apakan benar sang kaisar di culik tau ia hanya tersesat saja.


"Ternyata kau yang datang, ada apa kalian berdua menemui saya?." tanya Kaisar Yan pada Xiao Xun dan Sen Linju. Mungkin sang kaisar tak tau bahwa adik laki lakinya itu juga bingung mencarinya kesana kemari tanpa henti.


"Apa bernar kau di culik? lalu mengapa sekarang kau ada di sini tanpa luka sedikitpun?." tanya Xiao Xun yang membuat pertanyaan yang sangat menyebalkan.


"Apa kau ingin melihat saudara laki lakimu ini kembali dalam kondisi sekarat?." ucap Kaisar Yan dengan tatapan kesalnya, entah apa yang difikirkan oleh adik laki lakinya itu bukankah bagus jika ia kembali dalam konsisi utuh tanpa ada anggota tubuh yang hilang.


"Maksutku orang bodoh mana yang mau menculikmu." ucap Xiao Xun yang mengajukan pernyataan tak menyenangkan lagi.


"Saya ini seorang kaisar wajar jika ada yang ingin menculik saya untuk merebut tahta kekaisaran." ucap Kaisar Yan yang sangat ingin membanting tubuh Xiao Xun agar pemuda itub berfikir terlebih dahulu sebelum mengatakan sesuatu dengan mulut tanpa saringan miliknya itu.


"Hey menjadi kaisar itu sangat membosankan." ucap Xiao Xun yang sepertinya ingin membuat masalah dengan Kaisar Yan atau ia sebenarnya merasa iri dengan kakak laki lakinya itu.


"Bila kau iri bilang saja tak perlu mengatakan hal seperti itu." ucap Kaisar Yan dengan senyum meremehkannya.


Sen Linju hanya bisa melihat pertengkaran antara Kaisar dari Kekaisaran Qiyu dengan adik laki lakinya, Sen Linju tak ingin memisahkan mereka karna pemuda itu tak ingin ikut campur dengan masalah pribadi keduanya.


"Sudahlah siapa yang membebaskanmu?." tanya Xiao Xun yang ingin tau siapa yang berhasil menemukan keberadaan kakak laki lakinya itu kemudian membebaskannya.


"Manusia." jawab Kaisar Yan dengan singkat karna ia tak berniat menjawab pertanyaan dari Xiao Xun dengan benar.


"Kau kira hantu sudi membenaskan manusia sepertimu." ucap Xiao Xun yang memutar bola matanya dengan malas.


"Mohon maaf Kaisar Yan bukannya saya ingin menyela perkataan anda, namun bolehkah saya tau siapa yang membebaskan anda." ucap Sen Linju yang hanya ingin tau tentang hal itu saja.


"Bukankah sudah saya bilang bahwa ia seorang manusia." ucap Kaisar Yan yang tak ingin memberi tau bahwa yang telah menyelamatkannya ada Xiao Ziya, biarkan kedua pemuda yang ada di hadapannya itu penasaran hingga merasa kesal.


"Baiklah jika anda belum ingin menjawab saya pamit terlebih dahulu." ucap Sen Linju yang langsung berpamitan karna ada beberapa hal lain yang harus ia pastikan mengenai kejadian diculiknya Kaisar Yan.


"Kau membuat anak orang kesal." ucap Xiao Xun yang mencubit lengan sang kaisar dengan sekuat mungkin kemudian ia keluar dari ruang kerja Kaisar Yan, tak lupa Xiao Xun menutup pintu ruang kerja itu dengan sangat keras.


"Ahahah sungguh menyenangkan." ucap Kaisar Yan yang tersenyum kemudian ia kembali duduk di kursinya.


Karna sudah di culik selama beberapa hari tugas tugas kekaisaran yang menumpuk memang cukup banyak hingga menutupi wajah Kaisar Yan. Saat ini Xiao Xun sedang berjalan jalan di lorong istana Kekaisaran Qiyu dengan menghentak hentakkan kakinya kesal, bagaimana bisa ia memiliki kakak laki kaki yang sangat menyebalkan seperti itu.


Sedangkan Xiao Ziya sudah selesai mengisi tenaganya, ia membuka mata kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa sangat lengket. Setelah menggunakan gaun berwarna putih cerah dengan gelang gelang permata cantik yang ia kenakan di pergelangan tangannya.


"Mungkin ini sudah cukup." ucap Xiao Ziya yang menatap dirinya di cermin.


Setelah itu Xiao Ziya keluar dari kamarnya ia melihat seorang pemuda yang sedang mendumal dengan kesal di sebuah lorong dekat kamarnya. Xiao Ziya mencoba melihat dengan jelas siapa pemuda itu ternyata ia adalah Xiao Xun, Xiao Ziyapun berjalan dengan pelan ke arah Xiao Xun kemudian memeluk tubuhnya dari belakang.


"Hampir saja gege membantingmu adikku." ucap Xiao Xun yang bersyukur karna ia tak jadi membanting adik perempuan yang ia rindukan itu.


"Wah apakah gege setega itu pada adik perempuanmu ini." ucap Xiao Ziya yang memperlihatkan wajah sedihnya.


"Gege tak bermaksut seperti itu adikku sayang." ucap Xiao Xun yang mencium kening Xiao Ziya dengan sayang.


Saat Xiao Ziya dan Xiao Xun sedang melepas rindu mereka tiba tiba ada seseorang yang menarik tangan Xiao Ziya. Ternyata orang itu adalah Kaisar Yan mungkin saja sang kaisar merasa iri saat melihat Xiao Xun mencium kening adik perempuannya. Kaisar Yan menangkup wajah Xiao Ziya kemudian mencium pipi kanan, pipi kiri, kening, hingga hidung Xiao Ziya.


"Apa yang gege lakukan itu sangat geli." ucap Xiao Ziya yang merasa geli karna wajahnya diciumi oleh Kaisar Yan.


Setelah itu Kaisar Yan berhenti menciumi Xiao Ziya, Kaisar Yan menjulurkan lidahnya pada Xiao Xun sebagai tanda bahwa ia sudah menang. Xiao Xun melipat tangannya dan menatap ke arah Xiao Yan dengan kesal.


"Awas saja kau nanti." ucap Xiao Xun dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh Xiao Ziya yang memiliki kepekaan terhadap suara.


"Kalian berdua sedang bertengkar? jangan temui saya hingga kalian baikan." ucap Xiao Ziya yang melesat pergi dari hadapan kedua kakak laki lakinya itu.


Kaisar Yan dan Xiao Xun saling menyalahkan karna membuat adik mereka yang baru saja kembali setelah lama tak pulang itu merasa kesal. Tak ada yang ingin mengalah karna jika yang diperebutkan oleh mereka adalah Xiao Ziya maka situasinya memang selucu ini.


Saat ini Xiao Ziya sedang berada di sebuah pasar yang ada di dekat Klan Xiao, sebenarnya ia tak marah pada kedua kakak laki lakinya itu ia hanya ingin kedua kakaknya itu akur dan bisa jalan jalan santai bersamanya.


"Biarlah mereka berdua introspeksi diri masing masing, semakin bertamah umur semakin aneh saja." ucap Xiao Ziya yang memijat kepalanya dengan pelan.


Saat sedang berjalan jalan di pasar Xiao Ziya melihat tiga orang pemuda dengan seragam Akademi Kekaisaran Qiyu yang sangat familiar untuk gadis itu. Xiao Ziya berinisyatif untuk mengerjai mereka bertiga, Xiao Ziya membeli sebuah toko jerami di pinggir jalan kemudian ia mendekati ketiga pemuda itu.


"Permisi para tuan muda." ucap Xiao Ziya dengan suara yang ia berat beratkan agar tak mirip dengan suara aslinya.


"Iya ada yang bisa kami bantu?." tanya Xiao Bin yang langsung menanggapi orang asing yang ada di sampingnya.


"Jika saya boleh tau dari keluarga mana kalian berasal?." tanya Xiao Ziya yang sedang menahan tawanya dengan sekuat tenaga agar tidak ketauan.


"Kami bertiga dari Klan Xiao." jawab Xiao Feng dengan darat dan nada bicara seperti ingin mengajak berkelahi saja.


"Kebetulan jika begitu, mari ikut dengan saya ada yang ingin saya tanyakan." ucap Xiao Ziya yang berjalan menuju sebuah kedai yang dekat dengan tempatnya berdiri tadi.


Dengan ragu ragu ketiga pemuda itu mengikuti gadis asing, mereka masuk ke kedai dan duduk dengan perasaan was was bagaimana jika gadis itu memiliki niatan yang buruk pada mereka.


"Pelayan tolong sajikan makanan terbaik kalian." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan dua puluh keping emas untuk memesan makanan dengan segera pelayan di kedai itu mengambil koin emas yang diletakka di meja kemudian pergi ke dapur.


"Apa alasan anda mengajak kami ke kedai ini?." tanya Xiao Bin dengan curiga.


"Tidak ada." jawab Xiao Ziya dengan nada datar yang ia buat buat agar tak terkesan seperti dirinya.


"Hal apa yang ingin anda sampaikan atau pertanyakan?." tanya Xiao Xinzo yang tak ingin membuang buang waktunya yang berharga hanya untuk seorang gadis asing yang aneh.


"Saya adalah seorang pengelana saat melewati Kekaisaran Lungzo kemarin saya mendengar isu bahwa seorang gadis bernama Xiao Ziya mati saat ada di dunia atas, jika saya tak salah maka gadis bernama Xiao Ziya itu adalah gadis yang berhasil menaklukkan sebagian dari dunia bawah." ucap Xiao Ziya yang membicarakan dirinya sendiri di hadapan ketiga saudara sepupunya itu dengan tenang agar tak ada yang curiga.


Brak


Suara meja yang digebrak dengan keras oleh Xiao Feng.


"Jaga ucapan anda karna adik Ziya pasti akan kembali dengan selamat." ucap Xiao Feng yang tak terima dengan apa yang dikatakan oleh gadis bertopi jerami itu.


"Saya juga berharap demikian, untuk itu saya menanyakan kebenaran tentang rumor tersebut." ucap Xiao Ziya dengan suara beratnya.


"Sepertinya itu hanya rumor yang disebarkan oleh orang yang tak suka dengan adik kami, saya harap anda tak termakan rumor palsu seperti itu lagi." ucap Xiao Bin dengan tenang sedangkan Xiao Xinzo sedang menahan Xiao Feng yang marah.


Setelah itu beberapa pelayn datang dengan membawa berbagai macam menu makanan yang ada di kedai mereka seketika meja itu penuh dengan makanan.


"Kami permisi karna harus pergi ke Klan Xiao." ucap Xiao Bin yang pamit pada gadis bertopi jerami itu.


"Apakah kalian tak berkenan makan bersama dengan saya, ah saya merasa sangat sedih." ucap Xiao Ziya yang melepas topi jerami yang menutupi wajahnya itu. Tentu ketiga pemuda itu merasa sangat terkejut melihat Xiao Ziya ada di sana.


"Adik Ziya?." ucap Xiao Feng dengan wajah terkejutnya yang membuat siapa saja ingin tertawa.


"Kau sudah kembali?." tanya Xiao Xinzo yang ingin memastikan bahwa itu bukanlah hayalnnya saja.


"Apakah aku sedang bermimpi?." ucap Xiao Bin yang mengira bahwa ia sedang berhalusinasi melihat Xiao Ziya sedang berada di hadapannya.


"Jangan jangan kalian lupa pada saya?." tanya Xiao Ziya dengan wajah cemberutnya.


Ketiga pemuda itu langsung menghampiri Xiao Ziya dan memeluk gadis itu bersamaan, Xiao Ziya kesulitan bernafas karna pelukan mereka bertiga memang terlalu erat.


"Hey saya akan mati kehabisan nafas jika terus begini." protes Xiao Ziya ada ketiga saudara sepupunya itu. Dengan segera mereka melepaskan pelukan dan duduk di tempat semula.


"Kami sangat merindukan adik Ziya, untunglah kau kembali dengan selamat." ucap Xiao Bin yang tersenyum dengan cerah.


Hai hai guys akhirnya author balik lagi, dengan kondisi udah lumayan mendingan makasih buat doanya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya itu wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys. Love you all.