RATU IBLIS

RATU IBLIS
Hancurnya Aliansi Hitam Wungu


Setelah itu Xiao Ziya keluar dari penginapan bersama dengan Liu Anzo, Xiao Ziya tak lupa membuat sihir pelindung pada bangunan lain yang ada di sekitar penginapan itu. Xiao Ziya menatap penginapan itu dengan tajam api hitam keluar dari tangan Xiao Ziya, ia melempar api hitam itu ke penginapan hingga penginapan terbakar.


Sebelum melakukan hal yang berbahaya seperti itu Xiao Ziya sudah memastikan bahwa tak ada orang lain yang ada di dalam penginapan selain orang orang dari Aliansi Hitam Wungu. Penginapan terbakar dengan sang hebat.


Kelompok Aliansi Hitam Wungu yang ada di dalam penginapan merasa terkejut karna tempat itu tiba tiba saja terbakar saat mereka semua sedang berkumpul di lantai atas.


"Apa yang harus kita lakukan pemimpin, apinya mulai naik ke lantai atas." ucap salah satu orang yang berasal dari Aliansi Hitam Wungu.


"Buka jendela yang ada di lantai ini dan loncatlah jika ingin tetap hidup." ucap Ounze ia adalah pemimpin dari kelompok Aliansi Hitam Wungu.


Semua anggota aliansi mulai berlarian menuju beberapa jendela yang ada di sana dan melompat kebawah begitupun dengan pemimpin mereka, namun tak semua orang yang selamat karna api menjalar dengan begitu cepat hingga sebagian dari mereka terjebak dan terbakar bersama dengan penginapan itu.


"Bagaimana apinya bisa berwarna hitam pekat, apakah ada yang sengaja membakar penginapannya?." ucap Xinyoung wakil ketua aliansi hitam Wungu yang merasa ada keanehan dalam kebakaran itu. Ia menoleh kesana kemari namun tak ada yang terlihat mencurigakan.


"Siapa yang berani membakar penginapan ini saat kami ada di dalam." triak Ounze yang tak terima saat beberapa anggotanya mati karna telat menyelamatkan diri.


Para penduduk yang menyaksikan kejadian itu hanya diam dan tak berani berkutik karna apa yang dilakukan oleh gadis tadi adalah hal yang benar, dengan musnahnya Aliansi Hitam Wungu mungkin saja kehidupan mereka akan jauh lebih baik lagi sehingga mereka memilih untuk diam.


"Mengapa kalian diam saja, siapa yang membakarnya." triak Ounze yang ingin mendapat jawaban karna tak mungkin tak ada orang yang mengetahui siapa yang membakar penginapan.


"Saya yang membakarnya apa ada masalah?." ucap Xiao Ziya yang langsung mengalihkan pandangan orang orang dari Aliansi Hitam Wungu.


Mereka menatap Xiao Ziya dengan keheranan mungkin saja orang orang dari Aliansi Hitam Wungu tak percaya bahwa gadis yang ada di depannyalah yang membangun penginapan.


"Kau yang membakarnya? jangan bercanda nak." ucap Xinyoun yang meminta Xiao Ziya untuk tidak membuat lelucon karna kondisi saat ini sedang kacau bisa saja gadis itu yang akan menjadi sasaran kemarahan ketua mereka.


"Penginapan itu milik saya apapun yang saya lakukan tak ada yang bisa melarangnya." ucap Xiao Ziya yang menyilangkan tangannya di dada dan menatap mereka dengan senyuman remeh.


"Baiklah jika begitu aku akan membunuhmu gadis manis." ucap Ounze yang langsung menyerang Xiao Ziya dengan belati kembar miliknya.


Tentu saja Xiao Ziya tak mau kalah dari ketua Aliansi Hitam Wungu. Gadis itu mengeluarkan pedang hitam yang ia bentuk dari aura membunuh yang ia miliki. Kedua belati milik Ounze meleleh ketika bertemu dengan pedang hitam Xiao Ziya yang ternyata sangat panas itu.


Melihat Xiao Ziya yang mulai diserang oleh beberapa orang dari Aliansi Hitam Wungu secara bersamaan tentu saja Liu Anzo tak tinggal diam. Dia mengeluarkan pedang yang diberikan oleh Xiao Ziya dan mulai membantu gadis itu.


"Wah wah bukankah ini Jenderal Liu Anzo mengapa anda ikut campur dengan urusan kami." ucap Xinyoung, karna biasanya Jenderal Liu Anzo bertugas untuk menjaga perbatasan bagian timur lalu dia tiba tiba ada di pusat kekaisaran bukankah ini sedikit membingungkan.


"Sekarang saya bukan seorang jenderal namun pelayan dari nona yang anda serang itu." ucap Liu Anzo yang masih bertarung dengan pedangnya.


"Saya datang untuk membalas apa yang kalian lakukan pada ayah saya jadi bersiaplah." ucap Xiao Ziya yang meminta Liu Anzo untuk mundur karna Xiao Ziya ingin mengakhiri pertarungan yang membosankan itu.


Xiao Ziya menatap mata anggota Aliansi Hitam Wungu yang ada di dekatnya tiba tiba saja tubuh mereka meledak tanpa tau apa penyebabnya sekarang hanya tersisa Ounze dan juga Xinyoung. Mereka berdua gemetaran ketika Xiao Ziya menghampiri.


"Hentikan tolong hentikan, memang siapa ayah mu dan apa yang kami lakukan padanya." ucap Ounze yang ingin tau alasan gadis itu melakukan pembantaian pada kelompok aliansinya .


"Ayahku adalah salah satu ketua Klan Xiao yang kau lukai, ia kritis saat itu dan saya merasa sangat sedih dan juga marah. Apakah anda tak tau hadiah apa yang akan saya berikan pada mereka yang berani mencelakai orang orang yang saya sayangi." ucap Xiao Ziya yang mengalami ledakan energi dalam tubuhnya. Liu Anzo yang melihat dari jarak yang ******* jauh bisa merasakan bahwa energi yang keluar dari nona barunya sangat luar biasa.


"Apa yang akan kau lakukan pada kami berdua, pergilah." ucap Xinyoung yang masih ingin tetap hidup entah bagaimanapun caranya.


"Shuuut diamlah, selamat datang di neraka." ucap Xiao Ziya yang kemudian membakar kedua orang itu dengan api pelebur jiwa. Tentu saja jeritan mereka berdua membuat penduduk sekitar yang masih setia menyaksikan kejadian itu merinding ketakutan.


Hari itu juga Aliansi Hitam Wungu musnah, ini bukan karna misi yang diajukan oleh Kekaisaran Lungzo namun karna mereka sudah berani melukai ayah yang sangat Xiao Ziya sayangi.


"Nona apa yang akan kita lakukan selanjutnya." ucap Liu Anzo yang langsung mendekat ke arah Xiao Ziya karna nonanya yang meminta.


"Kembali ke istana kekaisaran Lungzo dan mematahkan kaki Jenderal Monggi." ucap Xiao Ziya yang tersenyum menyeramkan.


Xiao Ziya dan Liu Anzo benar benar pergi menuju Istana Kekaisaran Lungzo, kedatangan mereka berdua tentu saja membuat beberapa anggota kekaisaran merasq terkejut terutama Pangeran Lu Xunzo yang mengetahui dengan lengkap identitas gadis itu walau ia salah informasi tentang usia Xiao Ziya.


"Mengapa kalian berdua kembali kesini?." tanya Kaisar Lu Yunha yang terlihat tak suka dengan kehadiran mereka berdua.


Namun Xiao Ziya tetaplah Xiao Ziya yang tak akan peduli dengan perkataan apapun yang keluar dari mulut kaisar lemah itu. Aliansi Hitam Wungu bukanlah aliansi besar dengan anggota ribuan atau memiliki beberapa kelompok cabang namin Kaisar yang ada di hadapannya itu tak bisa mengatasinya sendiri dan membuat banyak orang luar menjadi korban atas ketidak mempuannya itu.


"Apakah anda berhak melarang saya datang?." ucap Xiao Ziya yang akan menunjukkan sisi kasarnya pada orang orang tak tau malu itu.


"Jaga ucapanmu dia adalah seorang kaisar dan kau hanyalah orang tak diundang." triak Putri Lu Sin yang merasa geram dengan kesombongan Xiao Ziya.


Plak


"Jangan bicara omong kosong lagi, kau bilang dia kaisar? hah leluconmu sangat buruk. Mana ada kaisar yang tak bisa melindungi rakyatnya sendiri sungguh memalukan. Kekaisaran macam apa yang tak bisa mengatasi satu aliansi hitam kecil sendirian? apa gunanya kalian memiliki banyak jenderal dan juga prajurit apakah mereka semua hanya pajangan." ucap Xiao Ziya yang menusuk di hati siapapun bahkan Liu Anzo saja juga merasa bersalah atas kegagalannya sebagai seorang jenderal di hari lalu.


"Kelompok Aliansi Hitam Wungu sangatlah hebat sehingga kami kesulitan mengatasinya." ucap Jenderal Liu Monggi yang mencari alasan atas ketidak mempuannyan.


Mendengar perkataan Jenderal Liu Monggi yant seperti sampah membuat Xiao Ziya merasa jengah. Gadis itu menghampiri sang jenderal dan mematahkan kedua kakinya langsung.


"Argh apa yang kau lakukan pada kedua kakiku." triak sang jenderal yang merasa sangat kesakitan karna kedua kakinya patah.


"Beraninya kau menyiksa jenderal tertinggi dari Kekaisaran Lungzo." triak Kaisar Lu Yunha yang tak terima dengan tindakan Xiao Ziya yang sudah melukai jenderal kesayangannya.


"Diam!! kaisar tak berguna seperti anda tak pantas berkomentar." ucap Xiao Ziya. Kali ini gadis itu tak bisa menghentikan kata kata pedas yang keluar dari mulutnya, semuanya keluar begitu saja tanoa ada halangan.


Kaisar Lu Yunha yang tersentak kaget dengan ucapan Xiao Ziya langsung terdiam membisu dan tak bisa mengucapkan apapun.


"Pergilah kau hanya membuat keributan di sini." triak Pangeran Liu Limji yang sudah tak tahan dengan kelakuan Xiao Ziya yang menyebalkan itu.


"Baiklah saya juga tak tahan berlama lama di tempat busuk seperti ini. Mari kita pergi Jenderal Liu Anzo." ucap Xiao Ziya yang memanggil Liu Anzo dengan sebutan jenderal.


Kini mereka berdua sudah berada diuar istana Kekaisaran Lungzo, Xiao Ziya meminta Zier untuk keluar dari cincin semesta dan mengantar mereka semua untuk pulang ke Kekaisaran Qiyu.


Liu Anzo yang sudah ada di punggung seekor harimau yang disebut Zier oleh nonanya, dari mana nonanya mendapat tunggangan yang sangat hebat seperti itu.


"Saya ingin tidur lebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang merebahkan tubuhnya diatas punggung Zier, sedangkan Liu Anzo masih menikmati pengalaman pertamanya bisa terbang di atas awan.


Setelah dua jam terbang di atas awan akhirnya mereka sampai di wilayah Kekaisaran Qiyu, para prajurit yang sudah kenal dengan harimau yang terbang di atas awan itu langsung melihat ke langit dan melambai lambaikan tangan mereka. Liu Anzo yang melihat itu hanya bisa menahan kebingungan karna ia tak tau dengan jelas identitas nona barunya. Yang ia tau Xiao Ziya adalah utusan dari Klan Xiao.


Akhirnya mereka sampai di paviliun milik Xiao Ziya yang ada di Akademi Kekaisaran. Saat Zier melintas di atas langit tak ada yang menghentikannya karna memang harimau kesayanangan Xiao Ziya itu memang sudah terkenal.


"Hoaaam, apakah kita sudah sampai di akademi." ucap Xiao Ziya yang mulai membuka matanya dan langsung melihat kesekitar.


Melewati jalur udara adalah jalur tercepat jika Xiao Ziya memilih untuk melesat dengan kecepatan tinggi sudah dipastikan Liu Anzo tak akan bisa mengimbanginya dan jauh tertinggal dibelakang.


"Maaf saya lupa menanyakan siapa nama nona, saya Liu Anzo siap melayani nona hingga akhir hayat saya." ucap Liu Anzo yang memperkenalkan dirinya lagi pada Xiao Ziya.


"Saya Xiao Ziya, kau bisa memanggilku dengan sebutan nona Ziya atau master Ziya." ucap Xiao Ziya yang tersenyun dengan ramah.


Gadis itu memasukkan Zier kedalam cincin semestanya lagi, ia meminta Liu Anzo untuk menunggu sebentar di luar paviliunnya karna gadis itu ingin mengganti seragamnya dengan seragam masternya yang lain. Setelah selesai Xiao Ziya kembali menghampiri Liu Anzo.


"Baiklah saya akan memberikan posisi yang tepat untukmu, ikuti saya dan jangan sampai kau hilang." ucap Xiao Ziya yang berjalan di depan diikuti Liu Anzo dibelakangnya.


Xiao Ziya yang keluar dari paviliun dan mulai berjalan keluar akademi menarik perhatian murid lain. Para murid yang lewat di depan Xiao Ziya selalu memberikan salam hormat kemudian berjalan membungkuk entah siapa yang menyuruh mereka melakukan hal itu.


"Salam master Ziya sejak kapan anda kembali dari misi?." tanya Yui Zo salah satu murid luar kelas dua. Dulunya ia adalah senior dari Xiao Ziya namun kini Xiao Ziya menjadi masternya.


"Saya baru saja kembali bagaimana kondisi akademi selama saya pergi?." tanya Xiao Ziya yang ingin tau apa saja yang terjadi di akademi selama ia pergi beberapa hari.


"Akademi aman dan berjalan lancar seperti biasanya master, saya pamit untuk berlatih terlebih dahulu." ucap Yui Zo yang langsung pergi kelapangan berlatih.


Setelah selesai berbincang bincang dengan Yui Zo, Xiao Ziya dan Lui Anzo segera pergi menuju Istana Kekaisaran Qiyu karna ada sesuatu yang ingin ia lakukan. Saat menyusuri pasar pasar sepanjang jalan menuju Istana Kekaisaran Qiyu Xiao Ziya melihat banyak kedai dan toko toko baru.


"Apakah banyak pedagang baru yang datang kesini selama aku pergi?." ucap Xiao Ziya yang merasa senang karna ia bisa membeli banyak barang yang ingin ia beli. Liu Anzo yang masih mengikuti Xiao Ziya dari belakang hanya bisa tersenyum saat melihat nonanya begitu bahagia.


Akhirnya mereka berdua sampai di gerbang masuk istana Kekaisaran Qiyu, prajurit yang berjaga membungkuk hormat dihadapan Xiao Ziya gadis itu langsung masuk kedalam dan langsung pergi ke ruang kerja kaisar namun tak ada Xiao Yan di sana.


"Hah pergi kemana ia mengapa tak ada di ruang kerjanya." ucap Xiao Ziya yang sedang berfikir kemana kakak laki lakinya itu pergi.


"Nona ingin menemui siapa?." tanya Liu Anzo yang ingin tau siapa yang sedang dicari oleh Xiao Ziya.


"Saya sedang mencari kakak saya." ucap Xiao Ziya.


**Hai hai semua aku update aga siangan hari ini jadi aku ga ada jadwal update tetap karna aku update pas aku seggang gitu dan buat nulis satu chaper tuh butuh satu sampe dua jam.


Hari ini tiket vote kalian udah ada lagi loh. jadi setiap seminggu sekali kalian bakal dapet satu tiket vote. Jangan lupa di vote in ke novel ini ya.


Jangan lupa follow aku yang belum follow, gifr hadiah apapun ya, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips**