RATU IBLIS

RATU IBLIS
Perang 1


Xiao Ziya merasa sangat geram terhadap tindakan pihak kekaisaran, mereka memang layak untuk dilengserkan jika tidak maka wilayah Kekaisaran Qiyu akan benar benar terancam. Bayangkan saja mereka rela mengorbankan 100 gadis yang tak berdosa untuk kepentingan pribadi mereka sendiri.


"Aron gege, selidiki lebih lanjut gerak gerik pihak kekaisaran, dan pastikan gege aman." ucap Xiao Ziya sambil menatap Aron penuh dengan rasa percaya. Dia sangat senang bisa memiliki orang orang yang bisa ia andalkan disekitarnya.


"Baiklah adikku, gegemu akan selalu baik baik saja. Kalau begitu saya permisi." ucap Aron yang kemudian pergi meninggalkan Xiao Ziya. Ziyapun melanjutkan acara makannya yang tertunda.


Xiao Ziya tengah berfikir, bagaimana bisa pihak kekaisaran memiliki koneksi dengan Sekte Iblis, dan dari daerah mana sekte itu berasal. Selama Xiao Ziya bepergian ia tak pernah mendengar tentang Sekte Iblis.


"Apakah mereka benar benar iblis dari neraka, atau hanya manusia manusia bodoh yang mengaku menjadi iblis?? dan siapa raja mereka aku sangat penasaran." ucap Ziya dengan senyum penuh arti yang ia perlihatkan.


Pertarungan antara pihak Klan Xiao dengan Kekaisaran akan terjadi tak lama lagi, mereka hanya perlu menunggu matahari terbit dan pasukan Klan Xiao akan mulai bergerak ke arah istana Kekaisaran. Para sekutu dari klan lainpun juga sudah mempersiapkan diri mereka dengan membawa murid murid unggulan dari setiap klan dan benerapa ketua klan juga ikut berpartisipasi. Masih banyak bala bantuan yang akan datang untuk Klan Xiao semua akan terlihat ketika peperangan sudah dimulai.


Xiao Ziya mulai mempersiapkan diri, dia sudah memakai baju besinya yang terlihat sangat elegan, sebuah baju besi berwarna biru dengan sebuah hiasan berwarna merah darah.


"Dulu aku mati matian membela kekaisaran, sekarang aku akan berjuang mati matian untuk menghancurkannya." ucap Xiao Ziya dengan tangan yang terkepal. Gadis itu mulai berjalan ke tempat para saudaranya berkumpul.


Semua orang sudah ada diluar gerbang masuk Klan Xiao, mereka tinggal menunggu kedatangan Xiao Ziya. Tak lama yanh di tunggu tunggu akhirnya tiba, saat itu Ziya benar benar sangat menyita perhatian banyak orang, karna aura yang ia pancarkan sangat mengagumkan hingga Pangeran Kegelapan juga ikut terkejut.


"Hei benarkan gadis itu adalah gadis yang baru akan memasuki usia sebelas tahun, mengapa ia terlihat sangat dewasa." ucap Pangeran Kegelapan dengan wajahnya yang sulit untuk diartikan.


"Dia adalah adikku yang sangat hebat, ini bukan peperangan pertamanya." ucap Xiao Yan dengan sangat bangga.


"Apakah maksud anda bahwa saudari Ziya sudah pernah berperang sebelumnya?." tanya Muyen yang tak bisa mempercayai apa yang ia dengar, semua ini benar benar tak masuk akal baginya.


Xiao Ziya berhenti tepat di depan semua orang, dia menatap dengan tatapan dingin dan tajam.


"Baiklah hari ini kita akan berperang melawan pihak kekaisaran, ini bukan tentang siapa yang kuat dan ingin menguasai namun ini peperangan untuk menegakkan keadilan apakah kalian semua siap!!." triak Xiao Ziya dengan tegas dan lantang.


"Iya kami siap." ucap semua orang yang ada di sana tanpa terkecuali, penduduk yang melihat hal itu juga menjawab.


"Sebelumnya aku sudah membagi tugas pada kalian semua lakukan dengan baik, ingat jika teman kalian dalam kesulitan maka bantu, dan satu lagi tetaplah hidup apa kalian mengerti." ucap Xiao Ziya yang mengingatkan tentang pentingnya keselamatan mereka masing masing, walau dalam sebuah peperangan jatuhnya korban jiwa adalah hal yang wajar namun Xiao Ziya tetap menginginkan semua orang untuk selamat.


"Baik untuk kelompok yang akan maju di bariasan depan silahkan berangkat, dan untuk kalian yang bertugas menjaga klan ingat kalian semua harus berhati hati." setelah mendengar apa yang dikatakan Xiao Ziya mereka bergegas menuju istana kekaisaran, sedangkan yang bertugas menjaga Klan Xiao ada yang berjaga di dalam dan di luar.


Xiao Ziya masih berdiri di tempat semula karna dia merasakan ada banyak lagkah kaki yang menuju ke arah Klan Xiao, untuk itu Ziya ingin memastikan siapa yang datang. Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Ziya bisa merasa lega karna yang datang adalah Pangeran Enso dan juga pasukannya.


"Trimakasih karna sudah datang, dan bersedia membantu." ucap Xiao Ziya pada Pangeran Enso yang baru saja tiba di depan gerbang Klan Xiao.


"Ini bukanlah masalah besar, dimana yang lain apakah mereka sudah berangkat." tanya Pangeran Enso.


"Iya mereka sudah berangkat, silahkan Pangeran Enso dan pasukan menyusul saya akan memanggil pasukan saya terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung disetujui oleh Pangeran Enso.


Xiao Ziya memanggil pasukan iblisnya, mereka sudah bersiap dengan baju besi yang berwarna sama dengan Xiao Ziya. Dan setiap prajurit iblis yang ada menatap Xiao Ziya penuh dengan rasa hormat.


"Ratu, kami siap menyerahkan nyawa kami untuk membantu anda." ucap salah seorang Jenderal Iblis.


"Namun aku ingin kalian kembali dengan jumlah yang sama apa kalian mengerti!." ucap Xiao Ziya penuh dengan penekanan.


"Siap kami mengerti." ucap mereka secara serentak.


Akhirnya Xiao Ziya memimpin pasukkannya untuk berangkat, jarak yang mereka tempuh untuk sampai ke istana kekaisaran tidaklah terlalu jauh namun harus makan sedikit waktu karna banyak pemukiman penduduk dan beberapa hutan yang harus mereka lalui.


Sedangkan di tempat lain saat ini Raja Artur sedang berbincang bincang dengan cucunya. Mereka akan berangkat ke tempat pertempuran nanti setelah suasana sedikit memanas.


"Semoga kali ini gadis kecil itu baik baik saja, aku sangat khawatir jika pihak Klan Xiao tak memiliki sekutu yang cukup untuk melawan pihak Kekaisaran." ucap Yuan Zie dengan wajah cemas yang terlihat sangat jelas.


"Baiklah sebaiknya kita berangkat sekarang, jangan sampai kita terlambat." ucap Raja Artur yang kemudian menyiapkan semua pasukan untuk bergerak menuju Kekaisaran Qiyu.


Sedangkan di tempat lain, tepatnya istana kekaisaran suasana sedang tidak baik karna ada sebagian pasukannya yang hilang. Pasukan kekaisaran yang menghilang adalah mereka yang dipimpin oleh Xiao Yan yang dulu memimpin sebagai Jenderal Muda Kekaisaran Qiyu.


"Bagaimana ini bisa terjadi, apakah mereka ingin ikut memberontak." triak Kaisar yang merasa sangat marah tentang apa yang sedang terjadi ini.


"Mungkin mereka masih setia dengan mantan Jenderal Yan, hingga mereka memilih untuk pergi daripada membantu kekaisaran." ucap


salah seorang peradana mentri yang berusaha untuk membaca situasi.


"Berapa banyak pasukan yang tidak bersedia ikut berperang." tanya Kaisar pada salah seorang jenderal kepercayaanya.


"Ada sekitar 3000 prajurit yang menghilang, dan itu adalah jumlah yang cukup besar Yang Mulia." ucap Sang Jenderal dengan kepala menunduk.


"Baiklah kerahkan semua pasukan yang tersisa, pastikan tak ada yang memberongak lagi." titah sang kaisar.


Mungkin saat ini prajurit yanh dimiliki oleh pihak kekaisaran sekitar duapuluh ribu prajurit ditambah lima belas ribu bala bantuan maka pihak kekaisaran merasa kemenangan akan ada di tangan mereka.


Walau pasukan dari pihak Klan Xiao tak sebanyak itu namun selisih antara mereka tak terlalu jauh, ditambah pasukan elit milik Xiao Ziya itu sudah sangat cukup untuk meratakan pihak kekaisaran.


Para pemimpin klan yang menjadi sekutu Klan Xiao merasa sangat heran darimana Klan Xiao mendapatkan bantuan dengan jumlah sebanyak itu.


"Darimana kalian mendapatkan bantuan sebanyak itu?." tanya Luo Anzu yang merupakan ketua ke tiga Klan Luo pada Xiao Ciyun yang berdiri tak jauh darinya.


"Saya juga tak tau, mereka semua adalah kenalan dari Nona Xiao Ziya." ucap Xiao Ciyun dengan jujur.


"Gadis itu benar benar luar biasa, Klan Xiao sangat beruntung memiliki nona muda yang sangat jenius dan berbakat." ucap Luo Anzu.


Akhirnya pihak Klan Xiao sudah selesai melakukan segala persiapan, sekarang mereka sudah siap berperang dengan pihak Kekaisaran. Saat ini sang kaisar tengah memasang baju besinya, dengan angkuhnya dia melihat remeh lautan manusia yang ada di hadapannya.


"Nona Xiao Ziya akan ku pastikan hari ini adalah hari terakhirmu untuk melihat dunia ini." ucap sang kaisar dengan keras dan sedikit menggunakan kekuatannya agar semua orang yang ada di sana dapat mendengar apa yang ia ucapkan.


"Lakukan saja bila anda sanggup, sebelum itu terjadi kepalamu sudah tak menyatu dengan badan." balas Xiao Ziya dengan suara yang tak kalah lantang.


"Hari ini adalah hari kehancuranmu gadis sombong." ucap kaisar kemudian ia memberi isyarat agar para pasukannya maju kemedan perang, namun ini sedikit berbeda di barisan depan ada 5000 hewan buas. Melihat itu ada sedikit perasaan takut pada pihak sekutu Klan Xiao terutama mereka yang berasa dari klan klan kecil.


Melihat lima ribu pasukan hewan buas tak membuat Xiao Ziya gentar, karna saat di hutan kematian lebih dari duapuluh ribu binatang yang ia musnahkan dengan tangannya sendiri.


"Zier, naga hitam, dan piton salju keluarlah." ucap Xiai Ziya kemudian cincin semesta yang ia pakai bercahaya, lalu keluar tiga binatang yang sangat kuat dan ukuran yang sangat besar terutama Zier harimau kesayangan Xiao Ziya yang sudah mencapai level langit tingkat atas.


"Hahaha apakah gadis ini bercanda ingin melawan 5000 pasukan iblis dari sekte iblis dengan tiga best nya saja?." ucap salah satu orang misterius yang memimpin pasukan hewan buas.


Xiao Ziya tersenyum dengan sangat mengerikan, matanya berubah menjadi merah begitu pula dengan rambutnya. Penampilan Xiao Ziya saat ini tak jauh berbeda dari seorang iblis kecil.


"Untuk kalian fokus serang pasukan kekaisaran, pasukan Klan Iblis biarlah aku yang mengatasinya." ucap Ziya yang memimpin pertempuran ini.


"Serang!!!!." triak Ziya penuh dengan semangat semua pasukan yang menjadi sekutu Klan Xiao mulai menyerang.


Suara dentingan pedang terdengar dengan jelas, suara ledakan ledakan sebagai pertanda adanya pertarungan kekuatan. Sedangkan Xiao Ziya menatap tajam ke arah lautan hewan buas.


"Sekarang giliranku, bukankah kalian sangat bangga menyandang status sebagai Sekte Iblis, namun apakah kalian sudah pernah melihat iblis yang asli?" ucap Xiao Ziya pada sepuluh orang misterius itu.


"Apa maksudmu gadis kecil, kami akan membunuhmu." ucap mereka secara serentak dan mulai mengendalikan hewan hewan buas itu untuk menyerang Xiao Ziya.


500 pasukan iblis milik Xiao Ziya juga ikut membantu. Xiao Ziya mengeluarkan salah satu jurusnya yaitu halilintar membelah bumi namun ini lebih kuat daripada satu tahun yang lalu, satu serangan Xiao Ziya mampu membunuh 300 hewan buas.


"Bagaimana bisa gadis itu sekuat ini, jika ini terus berlanjut maka kita pasti akan kalah." ucap salah satu orang misterius.


"Aku akan turun tangan melawannya." ucap yang lainnya


"Baiklah kakak ke lima, berhati hatilah dia bukan gadis sembarangan."


Seseorang yang mereka panggil dengan sebutan kakak ke lima itu mulai melesat ke arah Xiao Ziya dan menyerang gadis itu dengan berutal tanpa memberi Xiao Ziya celah untuk melakukan serangan balik.


"Kau akan mati di tanganku, atau lebih baik aku menjadikanmu tumbal untuk raja iblis kami." ucap orang itu dengan sangat percaya diri sebelum sebuah tinju melesat tepat di perutnya dan membuat orang itu terpental sangat jauh. Karna luka dalam yang disebabkan sangat fatal orang itu mati ditempat.


"Cih seperti itu saja kau sudah mati, bagaimana caramu menjadikanku tumbal?." ucap Ziya dengan pandangan jiji ke arah mayat orang itu.


Melihat salah satu saudaranya meninggal membuat kesepuluh orang misterius itu marah dan menyerang Ziya secara bersamaan.


Sedangkan di sisi lain pasukan sekutu Klan Xiao sedang bertarung mati matian dengan pasukan dari pihak kekaisaran. Tak lama kemudian datanglah pasukan dari Kerajaan Daun Perak yang membantu, Pihak kekaisaran benar benar merasa terdesak. Sedangkan pasukan iblis yang dibawa oleh Raja Artur sedang membantu Xiao Ziya.


"Bagaimana bisa gadis itu memiliki bala bantuan sebanyak ini." ucap kaisar yang merasa tak percaya. Karna merasa sudah pasti pihaknya akan kalah, kaisar memiliki rencana licik untuk kabur dan meninggalkan medan perang. Namun sebelum itu terjadi ada dua orang pemuda yang menghalangi jalannya.


"Apakah kau berniat untuk kabur?." tanya Pangeran Kegelapan dengan suara tinggi.


"Apakah kau fikir kami berdua akan membiarkan itu terjadi, kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu." ucap Xiao Yan sambil tersenyum dengan kejam.


Kaisar hanya bisa meneguk ludahnya dengan kasar, ia tak menyangka bahwa peperangan ini sangat jauh dari apa yang ia rencanakan. Saat sang kaisar menoleh dia melihat pasukannya sudah mulai berkurang secara drastis, sedangkan best milik Xiao Ziya mampu melumpuhkan para hewan buas.


"Apakah tak ada lagi kesempatan untukku." ucap sang kaisar dengan wajah sedih yang ia buat buat, mungkin kaisar mengira bahwa dua pemuda yang ada di hadapannya akan luluh dengan ucapan palsunya itu.


"Apa kau fikir kami ini anak kecil yanh bisa kau tipu dengan kata kata manis itu?." ucap Xiao Yan yang ingin sekali membunuh pria tua yang ada di hadapannya itu.


"Tenanglah, biarkan adik kita yang menggambil nyawa dari pria tua tak tau malu ini." ucap Pangeran Kegelapan yang kemudian merapalkan sebuah mantra, dan tiba tiba sebuah sangkar besi mengurung kaisar.


...**Hai hai guys aku update lagi nih...


walau cuma satu tapi ini lumayan panjang, btw gimana kabar kalian semua, semoga sehat selalu amiin.


...Jangan lupadukungannya dengan cara vote, komen, like, rate, share. dan follow aku guys oke...


lop you**