
Xiao Ziya dan Yin Suji berkeliling di sekitar kota kecil, mereka melihat beberapa kelompok prajurit khusus yang sedang berlatih dengan serius. Xiao Ziya menatap cukup puas pada perkembangan yang telah terjadi di tempat tersebut, untunglah hingga saat ini belum ada satupun budak yang berkhianat pada Ziya. Di sisi lain saat ini kelompok satu dan sepuluh sudah memasuki wilayah kekuasaan Klan Xiao, beberapa murid yang sedang berjaga langsung memberitahukan kedatangan orang orang itu pada ketua klan.
"Salam hormat kami pada ketua klan, saat ini ada beberapa orang yang datang. Sepertinya mereka berasal dari kota kecil milik Nona Ziya." ucap salah seorang murid.
"Persilahkan mereka untuk masuk ke dalam." ucap Xiao Xiling dengan tatapan datar, mungkin apa yang terjadi hari ini akan merugikan Klan Xiao namun ini jalan terbaik agar pemimpin klan menyadari seberapa penting peran Xiao Ziya di dalam klan tersebut.
Para murid berlari ke gerbang depan mereka memberitahukan pada beberapa orang yang datang untuk masuk ke dalam. Yin Jung dan Yuang Zu memimpin kelompok mereka masing masing untuk masuk ke area Klan Xiao, saat berjalan melewati lorong klan mereka disambut oleh Xiao Ciyun beserta beberapa ketua klan yang lain. Xiao Ciyun tersenyum lebar melihat kehadiran prajurit khusus dari kota kecil yang berada di hutan perbatasan, ia mengira kedatangan mereka untuk memperpanjang kontrak kerjasama.
"Mari masuk ke dalam aula utama, saya yakin kalian semua datang dengan membawa berita yang sangat penting." ucap Xiao Ciyun dengan senyuman penuh percaya diri.
"Terimakasih atas sambutan hangatnya, akan lebih baik jika kita membicarakan hal ini di sini saja." ucap Xiao Yin Jung, tatapan dingin serta tajam darinya memberikan kesan yang kurang baik pada pemimpin Klan Xiao. Perasaan tenang dan bahagia seketika menghilang digantikan dengan perasaan cemas, mungkinkah Xiao Ziya sudah mengambil alih kota kecil itu lagi?.
"Ah baiklah jika itu keinginan kalian, ada keperluan apa hingga jauh jauh datang ke Klan Xiao?." tanya Xiao Ciyun, ia berusaha menunjukkan ekspresi tenang di hadapan semua orang.
"Kami ingin membawa kembali semua pasukan khusus milik Nona Xiao Ziya yang ditempatkan di sekitar Klan Xiao, selain itu kami akan menghentikan kerjasama antar kedua belah pihak yang artinya kami berhenti untuk memasok beras dan bahan bahan pokok lainnya untuk Klan Xiao. Maaf jika keputusan ini terkesan mendadak dan merugikan pihak Klan Xiao namun perlu diketahui kami bersedia membantu karna adanya pengaruh dari Nona Besar Xiao Ziya, karna saat ini otoritas secara penuh telah dipegang oleh pemimpin klan artinya kami tidak miliki hubungan apapun lagi dengan klan ini." jelas Yuang Zu pada Xiao Ciyun dan beberapa ketua yang ada di sana. Ucapannya tentu membuat Xiao Ciyun sangat terkejut, jika mereka berhenti memasok beras dan bahan pokok pada Klan Xiao maka akan terjadi bencana besar nantinya.
"Apakah hal itu perlu dilakukan hanya karna keputusan dari Nona Ziya? bukankah kalian terdiri dari beberapa kelompok. Saya harap ada beberapa kelompok yang bersedia berada di pihak kami." ucap Xiao Ciyun dengan tatapan memohon. Bagaimana mungkin kepemimpinannya selama beberapa tahun hancur begitu saja hanya karna hilangnya pengaruh Xiao Ziya?.
"Kami ada berkat Nona Ziya, kami masih hidup hingga sekarang dan dapat menjalani kehidupan dengan baik juga berkatnya. Karna itulah kami semua akan selalu berada di pihak Nona Xiao Ziya apapun yang terjadi." jawab Yin Jung dengan tegas.
Xiao Ciyun memutar bola matanya dengan malas, semuanya berubah menjadi drastis hanya karna gadis sialan itu. Xiao Ciyun menghela nafas panjang kemudian meminta Yin Jung dan Yuang Zu untuk membawa kelompoknya pergi dari Klan Xiao, tanpa basa basi merekalah pergi dengan menarik ribuan prajurit khusus milik Xiao Ziya yang ada di wilayah Klan Xiao. Kepergian ribuan prajurit dengan seragam berwarna merah kehitaman itu tentu menarik perhatian penduduk yang tinggal di sekitar Klan Xiao, mereka ingin tau apa yang sedang terjadi.
"Permisi Tuan bolehkah kami tau apa yang sedang terjadi? mengapa kalian semua pergi meninggalkan Klan Xiao?." tanya salah seorang wanita tua dengan raut wajah khawatir.
"Saat ini Klan Xiao dipegang penuh oleh Tuan Xiao Cunyu karna itu Nona Xiao Ziya menarik kembali semua aset yang ia miliki. Saya rasa klan ini akan segera runtuh jika pemimpinnya terus besar kepala seperti ini, saya harap kalian masih bisa menikmati hidup yang layak dan damai seperti sebelumnya." jawab Yin Jung dengan jujur pada wanita tua itu.
"Terimakasih atas informasinya, kami sangat menunggu kembalinya Nona Xiao Ziya ke Klan Xiao." ucap wanita tua itu dengan raut wajah kecewa. Ia berjalan dengan langkah pelan dan masuk ke dalam rumahnya, penduduk lain yang mendengar penjelasan dari Yin Jung merasa tak percaya dengan tindakan Xiao Ciyun yang sudah berlebihan.
Yin Jung dan yang lain melanjutkan perjalanan mereka untuk kembali ke kota kecil yang berada di hutan perbatasan. Saat ini Xiao Ziya sedang berada di dapur bersama dengan Yin Suji, ia ingin mengembalikan anak perempuan itu pada ibunya namun saat ini Surin sedang sibuk memasak bersama dengan para pelayan yang lain. Xiao Ziya ingin segera pergi menuju Kekaisaran Binzo dan mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya, tindakan orang orang dari Klan Yuzang susah tidak bisa ditoleransi lagi.
"Jiejie sedang memikilkan sesuatu?." tanya Yin Suji dengan wajah polosnya itu. Ia merasa penasaran dengan apa yang sedang difikirkan oleh Xiao Ziya setelah melihat kerutan di kening gadis itu.
"Saya baik baik saja." jawab Xiao Ziya dengan senyum lebar untuk meyakinkan anak perempuan itu.
"Kening jiejie berkerut, ayah juga sering melakukan hal yang sama ketika sedang memikirkan hal yang berat." ucap Yin Suji dengan pipi menggembung, ia sedang merajuk karna merasa dibohongi oleh Xiao Ziya. Hanya karna ia masih kecil bukan berarti ia tak mengetahui apapun.
"Baiklah baiklah ternyata kau sangat pintar. Setelah ini jiejie harus pergi ke tempat lain, karna itu Suji harus bisa menjaga diri dengan baik oke." ucap Xiao Ziya sembari mengacungkan jari kelingkingnya.
Yin Suji melingkarkan jari kelingking miliknya ke jari kelingking milik Xiao Ziya, keduanya membuat sebuah janji yang terdengar begitu lucu. Setelah menunggu kurang lebih selama tiga puluh menit akhirnya Surin selesai memasak bersama pelayan yang lain, wanita itu menghampiri Xiao Ziya yang sedang menggendong Suji sembari bercerita banyak hal.
"Maaf jika putri saya membuat Nona Ziya kerepotan, Suji memang sangat suka mendengarkan cerita apalagi cerita yang belum pernah ia dengar sebelumnya." ucap Surin yang merasa tak enak hati karna menitipkan putrinya dalam waku yang cukup lama pada Nona Besar.
"Tidak masalah, saya sangat senang bisa menjaga Suji yang sangat menggemaskan ini. Jaga putrimu dengan baik, kelak dia akan menjadi sosok gadis yang cantik dan bijaksana." ucap Xiao Ziya sembari menyerahkan Yin Suji pada ibunya.
"Saya akan mengingat pesan Anda dengan baik Nona Ziya, terimakasih banyak atas bantuannya." ucap Surin sembari membungkukkan kepala.
Yin Suji meraba raba benda yang ada di rambutnya, ia ingin tau apa yang diberikan oleh jiejienya itu namun sang ibu melarang untuk melepaskannya.
"Suji ingin tau apa yang diberikan Ziya jiejie." ucap Yin Suji yang sedang memohon pada ibunya.
"Biarkanlah tetap seperti itu putriku, Nona Ziya memasangkan secara langsung sebuah japit rambut yang sagat cantik dengan bentuk burung merak untuk mu. Meskipun kalian sangat dekat dan dia mengizinkan mu memanggilnya dengan sebutan jiejie namun faktanya dia tetaplah seorang Nona Besar yang harus kau hormati." ucap Surin. Ia hanya ingin putrinya tak melupakan batasan itu, batasan antara seorang anak pelayan dengan Nona Besar yang dikagumi seluruh orang.
"Ziya jiejie itu sangat baik, selama Suji tidak melakukan kesalahan maka semuanya akan baik baik saja." jawab Yin Suji dengan cemberut, ia tak suka dengan cara berbicara sang ibu seolah olah Jiejienya tak menyayanginya dengan tulus.
"Baiklah baiklah maafkan ibu, tapi tolong ingat hal itu baik baik putriku." ucap Surin. Wanita itu berjalan menuju rumahnya dan membawa Yin Suji masuk ke dalam untuk beristirahat.
Xiao Ziya berada di gerbang utama benteng yang mengelilingi kota kecil miliknya itu, ia sedang menunggu kembalinya kelompok pertama dan kelompok sepuluh dengan membawa semua prajurit yang pernah ia tugaskan untuk menjaga wilayah Klan Xiao. Beberapa saat kemudian terlihat Yin Jung dan Yuang Zu berjalan mendahului anggota kelompok mereka, saat melihat nona besarnya sedang menunggu di ambang gerbang utama kedua pria itu langsung berlari untuk menghadap sang nona besar.
"Salam hormat kami pada Nona Besar Xiao Ziya, maaf membuat Anda menunggu lama ditengah kesibukan yang sangat padat ini." ucap Yin Jung dan Yuang Zu secara bersamaan sembari membungkukkan badan mereka.
"Saya hanya menunggu selama beberapa menit saja dan itu bukanlah masalah besar. Bagaimana reaksi Xiao Ciyun setelah mendengar bahwa pihak kita mencabut kerjasama dengan Klan Xiao?." tanya Xiao Ziya, gadis itu sangat penasaran dengan ekspresi wajah Xiao Ciyun. Mungkin saja saat ini pria itu tengah kebingungan mencari jalan keluar untuk masalah yang akan dihadapi di hari mendatang.
"Seperti biasa Tuan Xiao Ciyun berusaha menunjukkan sikap tenang namun saya bisa melihat kepanikan dari sorot matanya. Ia juga sempat meminta kami untuk berada di pihak Klan Xiao akan tetapi kami langsung menolak, sepertinya Tuan Xiao Ciyun sangat tidak terima dengan pengaruh besar yang Anda miliki." jelas Yin Jung pada Xiao Ziya secara singkat dan jelas.
"Baguslah jika begitu, kalian bisa kembali ke tempat masing masing. Saya harus segera pergi ke Kekaisaran Binzo dan menyelesaikan masalah yang ada di sana, jangan menerima kerjasama dalam bentuk apapun dari siapapun tanpa izin dari saya. Mungkin Xiao Ciyun akan membuat rencana licik untuk mengelabuhi kita semua." ucap Xiao Ziya yang sedang memperingati orang orangnya itu agar tak mudah tertipu oleh siasat Xiao Ciyun.
"Siap laksanakan, kami tak akan mengambil keputusan secara sepihak tanpa izin dari Anda. Semoga masalah di wilayah Kekaisaran Binzo segera selesai dan Anda bisa beristirahat dengan baik, kami selalu mengkhawatirkan kondisi Nona Ziya." ucap Yin Jung mewakili rekan rekannya yang lain.
Situasi di Klan Xiao menjadi semakin kacau karna setelah kepergian beberapa perwakilan dari kota kecil kini datang beberapa ketua klan besar yang ada di wilayah Kekaisaran Qiyu. Kedatangan mereka bukanlah untuk bertamu melainkan memutusakan kerjasama yang telah terjalin dengan alasan bahwa saat ini Klan Xiao tidak lagi dibawah kekuasaan Xiao Ziya, Xiao Cunyu berusaha menjelaskan pada beberapa pemimpin klan itu bahwa ia juga bisa menjaga Klan Xiao sebaik gadis itu bahkan Klan Xiao akan berkembang dengan pesat di tangannya namun itu semua terdengar seperti omong kosong bagi pemimpin klan lain. Akhirnya mau tidak mau Xiao Cunyu menerima pemutusan kerjasama itu dan kini semua pemimpin dari beberapa klan telah pergi meninggalkan Klan Xiao.
"Sialan!!! mengapa mereka semua memutuskan kerjasama hanya karna hilangnya kepemimpinan Xiao Ziya. Apa yang gadis itu miliki selain wajah yang cantik dan kekuatan di atas rata rata orang lain, bukankah ia sangat suka membunuh orang. Mungkinkah para pemimpin klan itu mendapatkan ancaman darinya hingga memilih untuk memutus kerjasama seperti ini?." ucap Xiao Ciyun yang sedang menebak apa yang sebenarnya terjadi pada beberapa pemimpin klan lain yang datang menemuinya tadi.
"Jika memang benar gadis itu mengancam mereka semua hanya untuk membuat Klan Xiao jatuh dalam kerugian maka saya akan memberinya pelajaran nanti." gerutu Xiao Ciyun dengan ekspresi kesal.
Xiao Ciyun berjalan dengan langkah gontai menuju ruang kerjanya, ia dibuat kerepotan akibat banyak pihak yang memutus kerjasama. Kini tugas Xiao Ciyun semakin banyak karna ia juga harus memikirkan siapa yang akan menjadi partner Klan Xiao setelah ditinggalkan ketujuh klan besar. Di tempat lain saat ini Xiao Yungha sedang berada di depan gerbang masuk paviliun milik Xiao Ziya, sepertinya gadis itu ingin masuk ke dalam. Beberapa prajurit yang bekerja untuk Ziya menahan Yungha, bagaimanapun orang asing tidak diizinkan untuk menginjakkan kaki di dalam paviliun milik nona muda mereka.
"Apa kalian tidak tau siapa saya? saya adalah putri angkat dari pemimpin klan ini. Paviliun milik Nona Muda kalian masih berada di area Klan Xiao jadi saya memiliki hak untuk masuk ke dalam tanpa izin pemiliknya." ucap Xiao Yungha dengan tatapan angkuh seolah olah ialah yang berkuasa atas Klan Xiao.
"Kami bekerja untuk Nona Ziya dan digaji oleh Nona Ziya juga oleh karena itu kami hanya mendengar dan menerima perintah darinya saja. Siapapun Anda, apapun status Anda kami tidak peduli akan hal itu." jawab para prajurit secara serempak.
Xiao Yungha menatap sinis ke arah para prajurit yang tak mau mendengar perintahnya itu, apa spesialnya paviliun milik Ziya hingga mendapat penjagaan seketat ini. Mungkinkah ada barang barang langka yang sangat mahal jika dijual? ataukah gadis itu menanam obat obatan berharga?. Semakin dilarang untuk masuk ke dalam semakin penasaran Yungha mengenai apa saja yang ada di dalam paviliun milik Xiao Ziya itu.
"Silahkan Nona Yungha pergi dan jangan membuat keributan di tempat ini. Kami tidak bisa memenuhi keinginan Anda untuk masuk ke dalam tanpa izin Nona Xiao Ziya." ucap para prajurit penjaga gebang, ia mengusir Yungha secara halus.
"Ish lihatlah apa yang akan saya lakukan pada kalian semua." ucap Xiao Yungha yang langsung pergi, ia perlu memikirkan cara lain untuk bisa menyusup masuk ke dalam paviliun itu nanti.
...Hai hai semuanya, setelah bertapa selama ratusan tahun akhirnya author kembali lagi nih. Pasti kalian kangen banget sama novel ini. Gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya....