RATU IBLIS

RATU IBLIS
Iri Hati


Xiao Yungha mengendus kesal, mengapa ia tidak bisa membuat pemuda seperti Xiao Xun jatuh hati padanya. Xiao Xun memiliki daya tarik yang lebih besar daripada Xiao Yan karna ia masih lajang dan belum pernah menikah sebelumnya, selain itu Xiao Xun selalu menatap dingin ke arah para gadis yang berusaha mendekatinya kecuali sang adik. Jika Xiao Yungha berhasil membangun hubungan baik dengan Xiao Xun maka posisinya di dalam Klan Xiao akan aman namun itu bukanlah hal yang mudah.


Xiao Xun berjalan dengan cepat, ia berusaha meninggalkan Xiao Yungha di belakang akan tetapi gadis itu bersikeras untuk terus mengikutinya. Setelah berjalan selama beberapa saat akhirnya Xiao Xun sampai di depan gerbang masuk paviliun milik Xiao Ziya, ia menatap bingung ke arah gerbang tersebut.


"Mengapa tidak ada seorang prajurit yang berjaga di sini, dimana mereka semua?." tanya Xiao Xun pada dirinya sendiri. Xiao Xun menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan seseorang di sana, samar samar pemuda itu mendengar suara gelak tawa dari dalam area paviliun.


"Haruskah saya masuk ke dalam? ah bagaimana ini." gumam Xiao Xun, ia bingung harus melakukan apa.


Setelah berfikir cukup lama Xiao Xun langsung masuk ke dalam tanpa meminta izin pada adik perempuannya terlebih dahulu, Xiao Xun tersenyum tipis saat melihat sang adik perempuan sedang bercengkrama dengan puluhan prajurit di halaman depan paviliunnya. Sepertinya mereka semua baru selesai sarapan bersama, ah Xiao Xun merasa sangat iri karna tak bisa mencicipi masakan dari sang adik.


"Tuan Muda Xiao Xun, sejak kapan Anda datang?." tanya salah seorang prajurit yang menyadari kehadiran pemuda itu. Xiao Ziya menoleh ke samping dan menatap ke arah kakak keduanya.


"Apa yang gege lakukan di sana? kemarilah dan bergabung bersama dengan kami." ucap Xiao Ziya.


Xiao Xun berjalan menuju ke arah sang adik, dari belakang Ziya melihat kehadiran seseorang yang tidak ia inginkan. Mengapa Xiao Yungha ada di sana juga? apakah gadis itu membuntuti kakak laki lakinya dari belakang?.


"Maaf Anda tidak dipersilahkan untuk masuk ke dalam paviliun saya!." ucap Xiao Ziya dengan suara yang cukup kencang hingga membuat beberapa prajurit yang duduk di dekatnya terkejut.


"Mengapa Adik Ziya mengatakan hal seperti itu, saya hanya ingin bercengkrama dengan kalian semua." jawab Xiao Yungha dengan mata berkaca-kaca, gadis itu ingin menangis karna dilarang masuk ke dalam.


"Paviliun ini milik saya dan sayalah yang berhak untuk menentukan siapa yang boleh masuk ke dalam ataukah tidak. Silahkan pergi Nona Yungha." tegas Xiao Ziya dengan tatapan tajam.


"Hiks hiks hiks, mengapa Nona Ziya mengucilkan saya seperti ini. Bagaimana jika kita ditakdirkan untuk menjadi adik dan kakak ipar di masa depan? saya tidak ingin hubungan Anda dan Tuan Muda Xiao Xun menjadi regang." ucap Xiao Yungha dengan berlinangan air mata. Entah apa yang gadis itu katakan namun ucapannya itu membuat Xiao Ziya merasa mual.


"Menjadi kakak ipar saya? saya akan menghancurkan Anda sebelum hal itu terjadi." balas Xiao Ziya dengan tatapan serius. Masih banyak gadis yang layak untuk bersanding dengan kakak keduanya itu.


Para prajurit tertawa dengan cukup kencang, saat ini Yungha terlihat seperti seorang badut di mata mereka semua. Bagaimana bisa Tuan Muda Xiao Xun berjodoh dengan gadis gila sepertinya, lagipula Xiao Xun tak mungkin tertarik dengan Xiao Yungha.


"Awas saja kalian semua, saya akan membalasnya nanti!." bentak Xiao Yungha yang langsung berlari pergi dari tempat itu.


"Saya akan menunggu pembalasan dari Anda, mari kita lihat siapa yang akan diinjak injak oleh kenyataan." jawab Xiao Ziya dengan sedikit berteriak.


Setelah kepergian Yungha, Xiao Ziya menawarkan sarapan pada Xiao Xun karna masih banyak makanan di dalam dapur. Xiao Xun sangat ingin memakan masakan adiknya itu akan tetapi ia tak melihat apapun di atas tikar selain buah dan beberapa camilan.


"Yoongi tolong antar kan Xun Gege ke dapur untuk mengambil makanan." perintah Xiao Ziya pada Yoongi.


"Baik Nona Ziya, mari Tuan Muda Xiao Xun ikut dengan saya." ucap Yoongi dengan menundukkan kepalanya.


Xiao Xun segera mengikuti pengikut adiknya itu dari belakang, di sisi lain saat ini Xiao Yungha kembali ke paviliun milik ayah angkatnya dengan aura gelap yang menyelimuti tubuh gadis itu. Saat sedang berjalan ia hanya sibuk mendumal hingga tak melihat ada seseorang yang berdiri di depannya dan langsung menabrak orang itu.


"Sialan apakah kau tak punya mata! jangan berdiri di tengah jalan seperti ini." bentak Xiao Yungha dengan kemarahan meluap luap, gadis itu belum menyadari siapa orang yang ia tabrak.


Saat mengangkat kepalanya Xiao Yungha menunjukkan ekspresi terkejut, ternyata orang yang ia tabrak dan salahkan adalah Kaisar Zue. Mengapa sang kaisar ada di sini? apa yang sedang kaisar lakukan di Klan Xiao.


"Mengapa Anda mengalahkan orang lain atas kesalahan yang telah Anda buat? saya sudah berdiri di sini sedari tadi dan saya melihat dengan jelas Anda berjalan sembari mengumpat kata kata kasar." jawab Kaisar Zue dengan tatapan tajam.


"Ah maaf kan saya Yang Mulia Kaisar Zue, saya tidak mempunyai mata hingga tak melihat Anda sebelumnya. Apa yang sedang Anda lakukan di sini? apakah Anda datang untuk mencari ayah saya?." tanya Xiao Yungha dengan senyuman manis, ia mengedipkan sebelah matanya seperti seorang wanita gatal.


"Tidak, saya tidak mempunyai urusan dengan pemimpin Klan Xiao. Saya datang untuk menemui adik saya dan membicarakan beberapa hal dengannya." jawab Kaisar Zue dengan tatapan dingin, anehnya Kaisar Zue merasa sangat muak saat melihat wajah gadis yang ada di hadapannya itu.


"Adik? Anda memiliki seorang adik yang tinggal di Klan Xiao. Siapa namanya apakah saya mengenal adik Anda ataukah tidak?." tanya Xiao Yungha dengan rasa penasaran tinggi.


"Itu bukan urusan Anda, sampai jumpa." jawab Kaisar Zue yang langsung melesat pergi meninggalkan Xiao Yungha sendirian di sana.


Xiao Yungha hari ini dibuat kesal oleh beberapa orang yang ia temui hari ini, gadis itu mempercepat langkahnya untuk kembali ke paviliun dan melapor pada sang ayah mengenai apa saja yang telah terjadi padanya pagi ini.


Tok tok tok.


Kaisar Zue mengetuk gerbang masuk paviliun milik Xiao Ziya karna ia tak melihat seorang prajurit yang sedang berjaga. Setelah menunggu beberapa saat ada beberapa orang yang membukakan pintu, mereka menatap ke arah Kaisar Yan dengan tatapan bingung.


"Salam hormat kami pada Kaisar Zue, silahkan masuk ke dalam. Saat ini Nona Muda sedang berada di halaman depan bersama dengan para prajurit dan kakak keduanya." ucap prajurit itu sembari membungkukkan badan di hadapan sang kaisar.


Sang kaisar berjalan dengan santai menghampiri Xiao Ziya, tanpa di suruh ia duduk di sebelah gadis itu kemudian menepuk punggung Xiao Ziya pelan. Gadis itu menoleh ke arah Kaisar Zue kemudian menatapnya dengan tatapan bingung.


"Salam saya pada Kaisar Zue, apa ada sesuatu yang ingin Anda sampaikan pada saya?." tanya Xiao Ziya, gadis itu sudah menyadari kedatangan sang kaisar sedari tadi namun ia sedikit malas untuk bangun dan menyambut kedatangannya.


"Salam saya pada Nona Xiao Ziya, saya datang setelah mendapatkan kabar bahwa otoritas penuh Klan Xiao diserahkan pada Xiao Ciyun. Saya akan membuat pengumuman resmi pada beberapa pihak yang bekerjasama dengan klan ini karna menghargai Anda sebagai pemilik utama." ucap Kaisar Zue langsung pada intinya.


"Saya rasa hal itu perlu dilakukan, Xiao Ciyun akan semakin besar kepala jika pihak pihak luar terus menjalin kerjasama dengan klan ini. Dia secara terang terangan mengatakan kepada saya bahwa ia sanggup menjalankan Klan Xiao tanpa bantuan dari saya ataupun ada saya di dalamnya, karna itu saya akan menunjukkan sebesar apa kuasa yang saya milik di tempat ini." ucap Xiao Ziya, gadis itu berusaha keras untuk menahan amarahnya yang meluap luap.


"Bagaimana jika Anda ikut dengan saya ke Istana Kekaisaran Qiyu? saya akan mengumpulkan beberapa pemimpin klan serta sekte yang tersebar di wilayah ini." ucap Kaisar Zue, masalah ini harus segera diselesaikan agat tidak menimbulkan kesalahpahaman di waktu mendatang.


"Ide yang bagus, baiklah mari kita pergi sekarang juga. Tolong sampaikan pada Yan Gege bahwa saya harus pergi untuk mengurus sesuatu, nanti malam saya akan menemuinya di Akademi Kekaisaran Qiyu." pesan Xiao Ziya pada para prajurit yang masih menikmati cemilan yang Xiao Ziya sajikan.


"Siap Nona Ziya, ah iya apakah kami boleh menghabisi semua ini?." tanya salah seorang prajurit dengan malu malu. Ini pertama kalinya bagi mereka menikmati buah serta camilan seenak ini.


"Tentu kalian bisa menghabiskan semuanya, ah iya tolong bereskan tikar tikar itu dan letakkan saja di bagian depan paviliun." ucap Xiao Ziya.


"Terimakasih Nona Ziya, kami akan membereskan kekacauan ini. Senang rasanya bisa menikmati masakan Anda yang sangat lezat ini." jawab para prajurit secara bersamaan.


Setelah berpamitan pada para prajurit Xiao Ziya dan Kaisar Zue langsung pergi dari sana, mereka melesat dengan kecepatan normal hingga sampai di lorong tempat paviliun para ketua Klan Xiao berada. Lagi lagi dan lagi Xiao Ziya harus berpapasan dengan Yungha yang baru saja keluar dari paviliun ayah angkatnya, Yungha menatap sinis ke arah Xiao Ziya karna gadis itu terlihat dekat dengan Kaisar Zue.


"Salam hormat saya pada Kaisar Zue, apa yang sedang Anda lakukan bersama dengan gadis ini? apakah dia membuntuti Anda secara diam diam. Sebaiknya Adik Ziya menjaga sikap saat bertemu dengan orang orang penting seperti ini." ucap Yungha yang terkesan sedang menasehati Xiao Ziya padahal dialah yang sedang membuntuti orang lain secara diam diam.


"Sepertinya Nona Yungha tinggal di tengah tengah hutan hingga tidak mengetahui informasi apapun." ucap Xiao Ziya dengan senyuman sinis, untuk apa ia mengikuti kakak laki lakinya sendiri? meskipun Kaisar Zue bukanlah kakak kandung Ziya namun hubungan mereka sudah seperti kakak dan adik.


"Saya rasa juga begitu, apa salahnya jika Nona Xiao Ziya dekat dengan saya?." balas Kaisar Zue.


"Bu...bukan seperti itu Yang Mulia Kaisar, rumornya Nona Ziya dekat dengan banyak pemuda. Saya hanya tidak ingin Anda menjadi korban selanjutnya dari gadis itu." sangkal Yungha, gadis itu berusaha mencari alasan untuk menjatuhkan nama Xiao Ziya dihadapan Kaisar Zue.


"Zue Gege dengar mulut kotornya itu, di masa depan jangan pernah menikah dengan gadis sepertinya karna saya tidak akan memberikan izin." ucap Xiao Ziya dengan nada sedikit manja. Jika Xiao Ziya yang melakukan hal itu maka akan terkesan lucu dan menggemaskan namun jika Yungha yang melakukan makan Kaisar Zue bisa muntah muntah.


"Gege? mengapa Nona Ziya sangat tidak menghormati Kaisar seperti itu!." triak Xiao Yungha, telinganya terasa sangat panas saat mendengar Xiao Ziya memanggil Kaisar Zue dengan sebutan gege.


"Bukankah saya sudah mengatakan kedatangan saya kesini untuk menemui adik saya? jangan jangan Nona Yungha sudah lupa denhan hal itu." ucap Kaisar Zue dengan nada ketus, mengapa banyak sekali orang tidak waras yang mengelilingi keseharian dari Xiao Ziya. Mungkin saya gadis itu merasa sangat frustasi setiap harinya dan ingin membunuh mereka semua.


"Di...dia adik Anda Yang Mulia Kaisar?." tanya Yungha dengan tatapan tak percaya. Berapa banyak kakak laki laki yang dimiliki oleh Xiao Ziya? bukankah Tuan Xiao Cunyu hanya memiliki dua putra dan seorang putri jadi bagaimana bisa Ziya memiliki banyak kakak laki laki.


"Jangan membohongi saya karna anak laki laki dari Tuan Xiao Cunyu hanya Xiao Xun dan Xiao Yan saja, sejak kapan Anda masuk ke dalam keluarga itu dan menjadi kakak laki laki Nona Ziya." bantah Yungha dengan tegas, ia sangat yakin mereka berdua hanya ingin menipunya saja.


"Memangnya kami tidak bisa menjadi kakak adik meski tidak ada hubungan darah? bukankah Anda juga tidak memiliki hubungan darah dengan Tuan Xiao Ciyun." jawab Kaisar Zue dengan tatapan malas, ia ingin segera pergi dari tempat itu.


"Namun itu dua hal yang berbeda, Anda adalah seorang Kaisar. Tidak baik jika mengangkat seorang gadis menjadi adik tiri Anda tanpa persetujuan penduduk Kekaisaran Qiyu." ucap Yungha yang hampir membuat Xiao Ziya tersedak, ah sepertinya gadis itu memang tidak mengetahui apapun tentang dirinya.


"Meminta pendapat para penduduk? bahkan tahta Kaisar ini diberikan oleh Nona Ziya pada saya, dia yang lebih berkuasa di wilayah Kekaisaran Qiyu daripada saya." jawab Kaisar Zue dengan santai.


Yungha membuka mulutnya dengan lebar, bagaimana bisa Xiao Ziya memiliki posisi yang lebih tinggi dari seorang kaisar? apa yang sebenarnya gadis itu lakukan di masa lalu hingga mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi seperti itu. Apakah Xiao Ziya memang sehebat rumor yang ia dengar selama ini? padahal menurut Yungha tidak ada hal spesial dalam diri Xiao Ziya kecuali kecantikan yang ia miliki.


"Saya dengar posisi pemimpin Klan Xiao yang ditempati oleh ayah saya juga pemberian dari Anda, mengapa saat ini Anda tidak memberikan tanta kekaisaran saja padanya?." ucap Yungha yang sedang berandai andai jika ayah angkatnya adalah seorang kaisar, pasti kehidupannya akan jauh lebih baik daripada saat ini.


"Entahlah, saya rasa Zue Gege jauh lebih layak menempati posisi sebagai seorang Kaisar. Mungkin Sang Pencipta Alam Semesta sudah mengetahui bahwa paman Xiao Ciyun akan mengangkat seorang putri seperti Anda karna itulah hati saya tidak tergerak memilihnya menjadi Kaisar." balas Xiao Ziya dengan nada bicara terkesan datar.


"Sialan kau, memangnya apa yang telah saya lakukan hingga tak layak mendapat hidup yang lebih baik!." bentak Yungha dengan tatapan tak terima.


"Hei dengar baik baik, hidup yang kau jalani adalah urusan mu sendiri. Saya tidak akan ikut campur ataupun memberikan posisi tinggi pada orang asing yang tak layak seperti mu itu. Mari kita pergi Gege, jangan dengarkan ocehan gadis itu." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat dengan kecepatan penuh disusul oleh Kaisar Zue di belakangnya.


Yungha menghentak hentakkan kakinya ke tanah, ia sangat membenci Xiao Ziya karna gadis itu memiliki semua hal yang ia inginkan. Harta berlimpah, keluarga yang sangat menyayanginya, kedudukan yang tinggi, serta kekuatan yang membuatnya dihormati oleh banyak orang. Yungha sangat iri dengan semua hal itu, gadis itu mulai gila dan membayangkan bagaimana jika ia dapat merebut segalanya dari Xiao Ziya, padahal levelnya sangat jauh dari seorang Xiao Ziya.


"Mengapa ia sangat beruntung dalam berbagai macan hal sedangkan aku harus bekerja keras untuk mendapatkan kehidupan yang layak seperti sekarang." gumam Yungha dengan tatapan penuh kebencian.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.