
Tentu saja kedatangan Xiao Ziya yang mendadak ke ruangan Ling An membuat pria itu merasa tertekan. Siapa yang tak kenal dengan seorang gadis yang sangat hebat seperti Xiao Ziya, mungkin hanya beberapa orang yang tak pernah keluar dari tempatnya yang tak mengetahui kisah gadis hebat itu.
"Jika ada murid yang membuat masalah dengan gadis itu aku tak bisa melakukan apapun." ucap Ling An yang kembali mengurus berkas berkas yang ada di atas mejanya.
Saat ini Xiao Ziya tengah berjalan jalan disekitar akademi, suasana sore yang menenangkan membuat gadis itu merasa sangat nyaman.
"Suasana di sini tak terlalu buruk juga." ucap Xiao Ziya sambil memandangi langit sore.
Namun saat gadis itu tengah menikmati pemandangan sore tak sengaja ia mendengar teriakan dari seseorang. Dengan segera Xiao Ziya mencari sumber suara tersebut.
"Tolong.. tolong aku, siapapun tolong." triak seseorang yang tengah dihajar habis habisan oleh teman temannya yang lain.
"Cih, sekeras apapun kau berteriak tak ada yang mendengarnya." ucap seseorang yang tengah memukuli pemuda malang itu.
Akhirnya Xiao Ziya menemukan sumber suara tersebut, gadis itu menyipitkan matanya untuk melihat lebih jauh kedepan. Lorong itu sangat gelap dan sempit sehingga sangat sulit melihat apa yang tengah terjadi.
"Hey apa yang sedang kalian lakukan." triak Xiao Ziya saat ia sudah bisa melihat dengan jelas apa yang tengah terjadi.
"Lebih baik kau pergi gadis cantik, ini tak ada hubungannya denganmu." ucap seseorang yang tengah memukuli pemuda lain.
"Berhenti, aku bilang berhenti." triak Xiao Ziya menggunakan sebagian kekuatannya sehingga beberapa dari mereka terpental.
Melihat sebuah celah untuk kabur, Xiao Ziya langsung menarik tangan murid yang sedang dipukuli. Mereka melesat dengan cepat menuju paviliun Xiao Ziya. Sedangkan para murid yang melakukan pembullyan tadi tengah meringis kesakitan akibat punggung mereka tertabrak dinding.
"Awas saja gadis sialan, apa kalian melihat wajah gadis itu?." ucap salah satu dari mereka.
"Kami tak bisa melihatnya tadi tuan muda, namun kita bisa mengenali gadis itu dari suaranya." jawab yang lain.
Di akademi sebesar ini masih saja ada khasus pemullyan. Apakah kepala akademi dan guru lainnya tak mendapat laporan dari para murid yang menjadi korban. Mengapa mereka hanya diam saja tak mengambil tindakan lain.
Saat ini Xiao Ziya sudah ada di halaman paviliunnya bersama dengan seorang pemuda yang badannya penuh dengan luka dan lebam.
"Apa yang terjadi padamu, mengapa kau dipukuli seperti itu?." tanya Xiao Ziya yang penasaran mengapa pemuda yang ada di hadapannya mendapat perlakuan buruk seperti itu.
"Namaku Mue Win salah satu murid luar yang ada di kelas dua. Mereka semua adalah teman temanku, mereka sudah sering melakukan hal seperti itu." ucap Mue Win yang menjelaskan hal hal buruk yang menimpanya selama ini.
"Apakah kau tak melaporkan hal ini pada pihak akademi?." tanya Xiao Ziya.
Mue Win menceritakan bahwa ia sudah berkali kali melapor namun tak ada respon dari pihak akademi. Mungkin karna murid murid yang senang melakukan pembullyan adalah mereka anak anak bangsawan dan juga para pedagang kaya raya sehingga pihak akademi sedikit was was saat akan menjatuhkan hukuman pada mereka.
"Hais lain kali jika ada masalah seperti ini katakan saja padaku." ucap Xiao Ziya yang tak tahan dengan khasus pemullyan seperti ini. Walau mereka anak bangsawan yang memiliki beberapa hak istimewa namun mereka juga harus tau batasan.
"Siapa namamu? trimakasih sudah membantuku tadi." ucap Mue Win yang belum mengetahui nama dari gadis yang membantunya itu.
"Namaku Xiao Ziya, murid luar kelas satu." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan dirinya.
Setelah sedikit lama berbincang bincang, Xiao Ziya memberikan sebuah pil yang dapat mempercepat penyembuhan luka, Mue Win menerimanya dengan senang hati karna ia mengira itu adalah pil pereda rasa sakit.
"Pil ini pasti sangat mahal, aku tak mampu menggantinya." ucap Mue Win yang merasa cemas, ternyata pil yang diberikan oleh gadis di depannya itu seharga ratusan koin emas.
"Aku tak memintamu untuk menggantinya, kondisimu sudah lebih baik kau bisa pergi sekarang." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk kedalam paviliunnya dan segera berbaring di tempat tidur untuk menghilangkan penat.
Mue Win hanya bisa menatap kepergian Xiao Ziya, ia tak menyangka gadis itu begitu baik padanya padahal mereka tak saling mengenal sebelumnya. Apalagi gadis itu tak segan memberikan sebuah pil seharga ratusan koin emas untuk orang asing.
"Dia terlihat berbeda dengan yang dirumorkan." ucap Mue Win kemudian pergi keluar dari area paviliun Xiao Ziya.
Sedangkan di tempat lain tepatnya di istana kekaisaran Pangeran Kegelapan baru saja selesai melatih para prajurit baru dan ia berniat untuk beristirahat senjenak. Namun entah dendam apa yang Xiao Yan miliki padanya, baru saja Pangeran Kegelapan ingin masuk kedalam kamar ada seorang prajurit yang menemuinya dan mengatakan bahwa kaisar muda memanggilnya.
Dengan terpaksa Pangeran Kegelapan pergi ke ruang kerja Xiao Yan.
"Salam pada kaisar muda, ada apa anda memanggil saya." ucap Pangeran Kegelapan yang menahan emosinya.
"Lusa ada perwakilan kerajaan tetangga yang akan datang untuk mengunjungi kita, aku ingin kau jemput adikku." ucap Xiao Yan yang merasa kedatangan tamu dari kerajaan tetangga memiliki niat khusus.
"Bukankah adik anda baru saja menjadi murid resmi akademi, sangat sulit untuk meminta ijin untuknya." ucap Pangeran Kegelapan.
Xiao Yan berfikir cukup lama, memang benar sangat sulit untuk meminta ijin atas nama Xiao Ziya karna gadis itu baru saja menjadi murid akademi. Namun Xiao Xun mungkin bisa menemaninya di istana beberapa hari.
"Jika adik perempuanku tak bisa, maka jemput saja adik laki lakiku." ucap Xiao Yan yang sudah memutuskan.
Pangeran Kegelapan hanya menganggukkan kepalanya saja. Mengapa Xiao Yan sangat suka menyuruhnya kesana dan kemari padahal kaisar baru itu memiliki banyak mentri. Apa gunanya mentri mentri itu jika tak berguna lebih baik pecat saja mereka semua.
"Apakah kau keberatan, mengapa wajahmu terlihat sangat kesal." ucap Xiao Yan yang sengaja mengejek Pangeran Kegelapan untuk membuatnya kesal.
"Saya akan usahakan agar adik perempuan anda juga bisa kembali." ucap Pangeran Kegelapan sambil tersenyum penuh arti.
Melihat senyuman dari Pangeran Kegelapan membuat bulu kuduk Xiao Yan berdiri. Sepertinya jenderalnya itu akan membuat konspirasi yang membuatnya dimarahi oleh Xiao Ziya.
"Tak perlu cukup jemput Xiao Xun." ucap Xiao Yan yang berusaha untuk meyakinkan Pangeran Kegelapan.
"Baiklah saya pamit undur diri." ucap Pangeran Kegelapan tanpa membantah.
Xiao Yan merasa lega karna ia tak akan dimarahi oleh adik perempuan kecilnya itu. Namun ia juga merasa sangat aneh mengapa jenderalnya itu tiba tiba menurut begitu saja tanpa melakukan perlawanan.
"Mungkin aku hanya terlalu banyak berfikir." ucap Xiao Yan yang berusaha mengusir fikiran negatifnya.
Saat ini Xiao Ziya masih terlelap dalam tidurnya, namun tiba tiba gadis itu ditarik kedalam alam bawah sadarnya. Xiao Ziya melihat bahwa lautan spiritnya semakin luar, bunga mawar yang tumbuh disekitarnya semakin meninggi dan itu membuat Xiao Ziya merasa bingung.
"Berapa banyak misteri yang ada di dalam tubuhku ini." ucap Xiao Ziya yang belum memahami apa yang akan terjadi padanya di masa depan adalah hal hal yang sangat menakjubkan.
Xiao Ziya melihat kesekeliling, ia merasa tempat ini cocok untuknya berlatih. Akhirnya Xiao Ziya melatih beberapa ilmu bertarungnya seperti berpedang, memanah, dan juga mengumpulkan energi yang ada disekitarnya.
Hai hai semua gimana kabar kalian semoga baik baik aja. Jangan lupa vote, komen, like, rate bintang lima, share.