RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pesta Kemenangan


Xiao Ziya meminta 500 pasukannya untuk masuk kembali ke dalam cincin semestanya karna mereka juga butuh waktu untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Semua yang tersisa di sana mulai membubarkan diri kecuali para anggota kekaisaran dan juga Xiao Ziya. Ada sesuatu yang harus mereka bicarakan terlebih dahulu.


"Trimakasih atas kebaikan nona Xiao Ziya yang membiarkan saya dan keluarga saya tetap hidup." ucap sang permaisuri sambil bersujud di bawah kaki Xiao Ziya karna ia merasa sangat bersyukur.


"Tidak perlu bersikap demikian, kalian memang pantas mendapat kesempatan untuk hidup, namun ingatlah jika suatu saat kalian memberontak akan kupastikan kalian semua akan lenyap." ucap Xiao Ziya yang berkata dengan serius.


Setelah semuanya telah dibereskan mereka yang berasal dari Klan Yin yang dulunya tinggal di istana kekaisaran mulai mengemasi barang mereka untuk kembali pulang ke klan mereka. Sedangkan Klan Xiao dan para sekutunya menyiapkan pesta untuk merayakan kemenangan mereka. Akhirnya wilayah Kekaisaran Qiyu akan dipimpin oleh pimpin baru.


"Bukankah kalian melihat semua itu, nona Xiao Ziya benar benar menakjubkan andai saja ia mau dijodohkan dengan Pangeran Qin Enso pasti Kerajaan Barat akan sangat beruntung." ucap salah seorang prajurit dari Kerajaan barat.


"Nona Ziya tak akan menyetujuinya walau aku jatuh cinta padanya." ucap Pangeran Qin Enso yang tadinya tak sengaja mendengar pembicaraan para prajuritnya.


"Untuk saat ini umur nona Ziya memang masih terlalu muda pangeran, namun siapa yang akan tau lima tahun mendatang." ucap prajurit yang lain.


Pangeran Qin Enso hanya menggelengkan kepalanya, entah lima tahun atau sepuluh tahun yang akan datang ia tau Xiao Ziya tak akan menerima cintanya. Gadis seperti Xiao Ziya benar benar tak memikirkan perihal percintaan.


Dilain sisi saat ini semua persiapan pesta telah usai, banyak makanan dan minuman yang tersaji walau tak terlalu mewah namun pesta kali ini sudah cukup untuk menjamu semua orang yang sudah berpartisipasi dalam peperangan.


"Bukankah ini terlalu luar biasa? bagaimana makanan sebanyak ini bisa disajikan." ucap Ling Zoho sambil melihat deretan meja yang dipenuhi dengan makanan dan minuman.


"Aih mengapa kau sangat memalukan, hanya makan saja yang kau tau." ucap Muyen sambil menepuk jidatnya.


Semua orang yang berpartisipasi dalam peperangan sudah berkumpul di lapangan tengah istana kekaisaran yang cukup luas, karna tak cukup menampung semua orang sebagian berada di aula utama istana kekaisaran. Semua orang telah tiba kini hanya tinggal menunggu satu orang saja siapa lagi jika bukan Xiao Ziya, gadis itu memang suka datang terlambat.


"Putriku, coba kau cari saudarimu acara penyambutan sudah akan dimulai." ucap Xiao Yuza pada putrinya.


Namun saat Xiao Yuna hendak melangkahkan kaki dan mencari Xiao Ziya, gadis itu datang dengan sendirinya. Ia menggunakan gaun yang indah terlihat cantik dan lucu.


"Paman aku sudah datang, Yuna jiejie tak perlu mencariku." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum dengan manis.


"Baiklah karna nona Xiao Ziya sudah datang maka pesta ini akan kita mulai, sebelumnya saya mengucapkan trimakasih untuk semua pibak yang sudah membantu, tanpa kalian peperangan kali ini pasti tak akan menjadi kemenangan bagi pihak kami, selain itu untuk klan klan yang ada di wilayah kekaisaran kami akan mengembalikan semua yang telah direnggut oleh pihak kekaisaran sebelumnya dan kami juga akan memberikan hadiah. Sedangkan untuk sekutu yang datang karna merupakan teman dari nona Xiao Ziya apa yang ingin kalian minta?." ucap Xiao Ciyun yang sedang mewakili seluruh Klan Xiao untuk mengucapkan trimakasih pada para sekutu.


"Kami tak meminta apapun, tapi bolehkah kami tinggal di sini beberapa waktu karna putra putraku sangat merindukan Xiao Ziya." ucap Raja Zeus sambil memandangi kedua putranya yang tengah mengobrol dengan Xiao Ziya, terlihat wajah senang dari kedua putranya.


"Jika itu yang Raja Zeus minta kami sangat tidak keberatan, trimakasih atas bantuannya." ucap Xiao Ciyun, ia benar benar tak menyangka Xiao Ziya memiliki orang orang kuat yang ada di belakangnya yang siap melindungi dan membantu Xiao Ziya.


"Saya perwakilan dari Kerajaan Barat hanya berharap bisa terus bekerja sama dengan Kekaisaran Qiyu." ucap Pangeran Qin Enso yang langsung disetujui juga oleh Xiao Ciyun. Kini tinggal Raja Artur dan juga cucunya yang belum mengutarakan apa yang mereka mau dan hal itu membuat Xiao Ciyun merasa bingung karna saat ditanya mereka berdua hanya menggelengkan kepala saja.


Xiao Ziya yang melihat tingkah kakek dan cucunya itu hanya bisa tertawa geli. Mereka sudah sangat sangat berumur namun mengapa mereka terlihat malu malu seperti itu.


"Biarkan aku yang memberikan hadiah pada mereka berdua. Kalian bisa bermain dengan Zoe selama satu minggu." ucap Xiao Ziya sambil tertawa geli, ia tau bahwa kakek dan cucunya itu cukup dekat dengan Zoe dan mereka berdua merindukan adik kecilnya itu.


"Trimakasih." ucap Raja Artur dan juga Yuan Zie secara bersamaan.


"Untuk sekarang itu saja yang perlu saya sampaikan silahkan lanjutkan pestanya dan kalian bisa makan sepuasnya." ucap Xiao Ciyun kemudian bergabung dengan anggota Klan Xiao yang lain yang sedang asyik mengobrol.


"Adikku apakah kau tak ingin berkunjung ke Kerajaan Hitam? kau tau para pelayan dan para prajurit di sana semua menanyakanmu. Bahkan rakyat kami juga." ucap Pangeran Zeeling sambil memperlihatkan wajah sedihnya.


"Apakah kau ingin membawa adikku pergi?." tanya Xiao Yan yang tiba tiba datang bersama Xiao Xun dan juga Pangeran Kegelapan.


"Dia juga adik kami apa salahnya kami menanyakan hal itu." ucap Pangeran Anz yang melotot ke arah Xiao Yan karna ia sedikit tak suka dengan nada bicara Xiao Yan tadi.


Entah mengapa situasi di sana sedikit menegangkan, jangan sampai semua kakak laki laki Xiao Ziya bertarung disana.


"Diam atau aku tak akan pernah berbicara dengan kalian semua." ucap Xiao Ziya yang langsung membungkam perdebatan itu. Siapa yang ingin dijauhi Xiao Ziya tentu saja tak ada yang mau.


Xiao Ziyapun menjelaskan bahwa ia akan mengunjungi Kerajaan Hitam nanti jika ia punya waktu, karna setelah pemerintahan baru sudah terbentuk dan pemimpin baru sudah dipilih, Xiao Ziya masih harus belajar di Akademi Kekaisaran. Ziya juga menambahkan nanti saat ia berkunjung ia akan mengajak saudara saudaranya.


"Baiklah kami semua akan selalu menunggu kedatanganmu." ucap Pangeran Zeeling kemudian memeluk Xiao Ziya, disusul Pangeran Anz, Xiao Yan, Xiao Xun, Pangeran Kegelapan, Aron yang tadinya hanya diam juga ikut memeluk Xiao Ziya.


"Bukanlah adikmu itu sangat luar biasa, mengapa ia dikelilingi oleh banyak pria tampan." ucap Yienran yang merasa ingin berada di posisi Xiao Ziya, sedangkan Xiao Yuna yang ia ajak bicara hanya diam sambil menoleh ke arah Muyen.


Muyen yang menyadari Xiao Yuna sedang melihatnya langsung datang menghampiri. Tanpa basa basi Muyen menggandeng tangan Xiao Yuna, hal itu membut gadis itu terkejut.


"Kekasihku tentu saja tak akan iri dengan saudarinya karna ia memilikiku." ucap Muyen spontan yang membuat orang orang yang ada sekitarnya merasa terkejut. Sejak kapan mereka berdua menjadi sepasang kekasih? dan kapan Muyen menyatakan perasaanya?.


"Hei Muyen gege, jika kau berani menyakiti jiejieku akan kupastikan kepalamu akan lepas dari tubuhmu." triak Xiao Ziya karna jarak ia berdiri cukup jauh namun Ziya masih bisa mendengar apa yang Muyen katakan.


Mendengar apa yang diucapkan Xiao Ziya membuat Muyen menelan ludahnya dengan kasar. Bagaimana ia bisa lupa bahwa kekasihnya itu memiliki saudari yang sangat kuat. Muyen menetapkan hatinya pada Xiao Yuna dan berjanji tak akan menyakiti gadis itu.


"Bahkan putrimu lebih galak daripada aku yang merupakan ayahnya." ucap Xiao Yuza sambil tertawa mendengar ucapan Xiao Yuna.


"Bukankah itu wajar, hahaha." ucap Xiao Cunyu yang juga tertawa mendengar ucapan putrinya.


Pesta malam itu berjalan dengan meriah, semua orang bisa makan dengan sepuas mereka. Xiao Ziya yang merasa sangat lelah memilih untuk keluar dari kerumunan itu. Xiao Ziya berjalan menuju taman depan istana kekaisaran. Bulan saat ini bersinar dengan indah, bintang bintang yang bertabur di atas langit menambah keindahan malam.


"Perjalananku masih sangat panjang, kedepannya masih banyak tantangan. Aku harus berlatih untuk agar semakin kuat." ucap Xiao Ziya sambil tangan mengepal ke arah langit. Suatu hari gadis itu mungkin akan menjadi sebuah legenda.


Pesta sudah berakhir, mereka semua membubarkan diri dan beristirahat. Hanya beberapa orang yang masih berkeliaran di sekitar istana kekaisaran. Ada Xiao Yuna dan juga Muyen yang sedang ada di sebuah balkon. Mereka sedang menatap kearah depan entah apa yang sedang mereka fikirkan.


"Apakah ucapan saudariku membuatmu takut?." ucap Xiao Yuna yang merasa tak enak, ia tau Xiao Ziya hanya tak ingin ia disakiti oleh seorang pria namun apa yang dikatakan saudarinya itu terkesan kejam.


"Tidak, aku tau saudarimu sangat menyayangimu. Dan bila aku melukai wanita yang ku cintai bukankah aku pria yang bodoh." ucap Muyen sambil tersenyum hangat ke arah Xiao Yuna, sebenarnya pria itu merasa sedikit takut dengan ancaman Xiao Ziya yang sepertinya tak main main.


"Trimakasih karna sudah mau mengerti." ucap Xiao Yuna yang langsung meneluk kekasihnya itu.


Ternyata pembicaraan pasangan kekasih itu sedang di dengar oleh dua orang yang sedang berada di atap istana, yaps orang itu adalah Raja Artur dan Yuan Zie. Kakek dan cucunya itu benar bebar memiliki kebiasaan yang unik, untuk apa mereka menguping orang yang sedang bermesraan.


"Apakah kau dengar itu cucuku, mengapa sampai sekarang kau belum juga memiliki kekasih. Jika seperti ini terus kau tak akan menikah." ucap Raja Artur yang sedang menasehati cucunya itu. Sedangkan Yuan Zie hanya mengangguk anggukkan kepalanya.


Dia saat ini sedang berfikir mengapa tak ada seorang wanita yang tertarik padanya, padahal dia tampan dan merupakan seorang raja. Apalagi yang kurang dari sosok Yuan Zie?.


"Tak ada wanita yang mau dengan pria kaku sepertimu." ucap Xiao Ziya yang tiba tiba datang dan membuyarkan lamunan Yuan Zie.


"Tau apa gadis kecil sepertimu, kau tak punya pengalaman tentang cinta." ucap Yuan Zie sambil memandang Xiao Ziya dengan kesal, bagaimana bisa gadis kecil itu mau menasehatinya.


"Bukankah apa yang ku katakan benar kakek tua." ucap Xiao Ziya sambil melihat ke arah Raja Artur.


Mendengar namanya disebut Raja Artur hanya bisa menganggukkan kepalanya, karna apa yang dikatakan oleh gadis kecil yang ada di hadapannya itu benar. Cucunya itu sangat kaku dan tidak romantis. Bagaimana bisa ada wanita yang bisa mencintai pria seperti itu.


"Tiga hari lagi adalah hari ulang tahunku ke 11 tahun, ku harap kalian berdua datang." ucap Xiao Ziya kemudian loncat dari atap dan pergi menuju taman belakang istana. Raja Artur dan Yuan Zie saling berpandang pandangan mereka langsung menepuk jidat. Bagaimana mereka berdua bisa lupa tentang ulang tahun gadis itu dan yang lebih buruk mereka belum menyiapkan hadiah apapun.


"Sebaiknya kita kembali dulu dan menyiapkan hadiah yang bagus untuk gadis itu." ucap Raja Artur yang kemudian menghilang. Mengapa Xiao Ziya tak mengucapkannya tadi saat dipesta.


Xiao Ziya keliling istana kekaisaran, ia memberi tau kepada semua orang yang ia temui tentang ulang tahunnya yang tinggal menghitung hari. Jujur semua orang terkejut, apalagi Raja Zeus dan kedua putranya.


"Bagaimana ini ayah, aku tak memiliki hadiah yang bisa kuberikan pada adikku yang cantik itu." ucap Pangeran Anz yang merasa sedih.


"Bukankah kita bisa membelinya? mengapa kau menjadi bodoh sekarang." ucap Pangeran Zeeling sambil menertawakan tingkah adik laki lakinya itu.


"Benar apa yang dikatakan kakakmu kita bisa membelinya di pasar yang ada di wilayah Kekaisaran Qiyu." ucap Raja Zeus sambil melihat ke arah kedua putranya.


Xiao Yan, Xiao Xun, dan juga Pangeran Kegelapan sedang berdiskusi hadiah apa yang harus mereka berikan untuk adiknya nanti. Entah mengapa ulang tahun Xiao Ziya sudah seperti perayaan hari besar saja. Semua orang tengah sibuk tentang dekorasi acara dan juga hadiah apa yang akan mereka berikan.


"Xun apakah kau tau apa yang disukai oleh aduk kita?." tanya Xiao Yan pada Xiao Xun.


"Bagaimana aku bisa tau, aku terlalu lama ada di akademi hingga tak terlalu memperhatikan adik kita itu." ucap Xiao Xun yang juga dilanda kebingungan.


"Dan kau, apakah kau tau apa yang adik kita sukai." tanya Xiao Xun pada Pangeran Kegelapan.


"Aku belum lama menjadi kakak laki laki dari gadis itu bagaimana aku bisa tau. Kau sendiri apakah kau tak tau?." ucap Pangeran Kegelapan yang balik bertanya pada Xiao Yan. Dan Xiao Yan hanya menggelengkan kepalanya. Dulu ia terlalu sibuk menjadi seorang jenderal hingga tak memperhatikan adik kecilnya itu.


"Baiklah karna kita semua tak tau mari bertanya pada ayah." ucap Xiao Xun yang sudah menemukan sebuah jalan keluar.


**Hai hai semuanya maaf baru bisa up sekarang dan aku up juga seadanya aja. Oh ya kalau boleh tau para pembacaku ini umur berapa ya. Kalau aurhor 19thn dah tua hiks.


Jangan lupa like, komen, rate, share


Vote sebanyak banyaknya**