RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kesepakatan Dalam Rapat


Xiao Ziya dan Kaisar Zue saat ini sedang dalam perjalanan menuju Istana Kekaisaran Qiyu, para penduduk yang berpapasan dengan mereka di jalan spontan membungkukkan badan sembari mengucap salam. Xiao Ziya hanya tersenyum ramah sebagai balasan atas keramahan mereka semua, setelah berjalan selama beberapa menit akhirnya keduanya sampai di depan gerbang masuk. Para prajurit membuka gerbang istana dan mempersilahkan Xiao Ziya dan Kaisar Zue untuk masuk ke dalam.


"Salam hormat kami pada Nona Besar Xiao Ziya dan Yang Mulia Kaisar Zue." ucap para prajurit penjaga gerbang secara bersamaan. Mereka sengaja menyebutkan nama Xiao Ziya terlebih dahulu karna gadis itu yang menempati posisi tertinggi di wilayah Kekaisaran Qiyu.


"Terimakasih semua kami masuk terlebih dahulu." jawab Xiao Ziya.


Setelah berada di dalam istana Xiao Ziya bergegas pergi menuju aula utama sedangkan Kaisar Zue meminta beberapa jenderal untuk mengundang beberapa ketua klan untuk datang kecuali Klan Xiao. Setelah para jenderal pergi kini Kaisar Zue meminta para pelayan untuk menyiapkan camilan yang akan disajikan saat rapat berlangsung karna kemungkinan besar rapat kali ini akan berjalan lama.


"Kalian siapkan camilan dan minuman yang cukup untuk menjamu sekitar tiga puluh orang." perintah Kaisar Zue pada beberapa pelayan yang saat itu sedang duduk di kursi dapur.


Para pelayan langsung berdiri dan mengucapkan salam, mereka sangat terkejut dengan kedatangan sang kaisar secara tiba tiba, untunglah Kaisar Zue tidak marah ketika melihat mereka sedang duduk santai tak mengerjakan apapun. Para pelayan yang bekerja di bagian istana hanya perlu menyiapkan makanan untuk kaisar dan para petinggi lainnya, itupun hanya dilakukan tiga kali dalam sehari kecuali saat diadakan jamuan ataupun pesta.


"Baik kami akan segera menyiapkan semuanya sesuai dengan perintah Anda. Apakah hari ini akan diadakan pesta kecil atau apa? kami perlu mengetahui hal itu untuk memadankan apa saja yang perlu di sajikan." tanya salah seorang pelayan.


"Tidak ada pesta untuk hari ini hanya saja Nona Ziya akan mengadakan rapat dengan beberapa pemimpin klan yang ada di wilayah Kekaisaran Qiyu." jawab Kaisar Zue dengan santai.


"Bukankah itu sangat banyak? bagaimana cara kami menyiapkan semuanya dalam waktu singkat." ucap salah seorang pelayan dapur dengan raut wajah khawatir, mereka tak ingin mengecewakan Nona Ziya namun sangat tidak mungkin menyiapkan camilan sebanyak itu dan di sajikan saat rapat hampir berakhir.


"Hanya ada tujuh klan yang datang, masing masing klan akan membawa dua perwakilan mereka. Kalian pasti bisa membuatnya dengan tepat waktu, saya meminta tiga puluh poris karna takut ada beberapa orang yang makan lebih banyak dari yang lain." jelas Kaisar Zue pada para pelayan dapur itu. Mereka tak perlu merasa khawatir jika waktu yang dibutuhkan tidak cukup karna rapat kali ini akan memakan waktu lama.


"Baiklah kami akan membuatnya sekarang." jawab para pelayan dapur secara serempak. Mereka langsung pergi untuk menyiapkan alat alat serta bahan yang diperlukan, untung saja kemarin bahan bahan seperti tepung dan gula pasir baru saja diantar ke istana.


Setelah memastikan para pelayan dapur bekerja dengan baik kini saatnya Kaisar Zue untuk pergi menuju aula utama untuk menemani Xiao Ziya. Di sisi lain saat ini Ziya sedang duduk di sebuah kursi yang disiapkan khusus untuknya, gadis itu menunggu dengan sabar sembari memakan semangkuk buah anggur segar yang ia dapatkan dari dalam cincin semesta.


Pintu aula utama terbuka dengan lebar, terlihat Kaisar Zue berjalan mendekat ke arah Ziya. Sang kaisar tersenyum manis melihat adik perempuannya itu sedang menunggu tanpa menggerutu sedikitpun. Setelah kembali dari lapisan dunia yang lain Xiao Ziya menjadi lebih dewasa dari sebelumnya, ia bisa mengendalikan amarahnya lebih baik dan tidak asal memukul atau membunuh orang lain.


"Apakah Anda merasa jenuh Nona Ziya?" tanya Kaisar Zue.


"Ini sedikit membosankan namun bukan masalah yang besar. Saya hanya perlu menunggu paling lama dua puluh menit saja." jawab Xiao Ziya dengan nda bicara yang terkesan datar.


"Darimana Anda mendapatkan anggur itu? apakah ada pelayan yang menawarkan makanan untuk Anda?." tanya Kaisar Zue sembari menatap ke arah semangkuk anggur berwarna ungu di tangan Xiao Ziya. Ia sangat yakin para pelayan dapur sibuk membuat camilan untuk rapat nanti jadi sangat tidak mungkin mereka pergi ke aula utama untuk menjamu gadis itu terlebih dahulu.


"Saya mempunyai kebun jadi saya bisa memetik buah kapanpun saya mau." jawab Xiao Ziya.


"Ah saya lupa akan hal itu, buatlah diri Anda nyaman karna mungkin saja mereka masih dalam perjalanan." ucap Kaisar Zue.


Setelah menunggu selama kurang lebih dua puluh menit akhirnya ketujuh ketua pemimpin klan yang dipanggil oleh Kaisar Zue datang, beberapa diantara mereka menunjukkan ekspresi khawatir karna membuat Xiao Ziya menunggu lama. Daftar klan yang hadir hari ini adalah Klan Wei, Klan Zou, Klan Ye, Klan Ling, Klan Ming, Klan Zong, dan Klan Luo. Mereka merupakan bagian dari delapan klan inti yang ada di wilayah Kekaisaran Qiyu, tentu saja Klan Xiao tidak ada dalam daftar undangan karna masalah yang akan dibahas mengenai klan tersebut.


"Silahkan duduk di tempat kalian masing masing." ucap Kaisar Zue, ia mulai memberi arahan pada perwakilan setiap klan yang datang.


Empat belas orang duduk sesuai dengan nama yang tertera di kursi, setelahnya Kaisar Zue duduk di samping Xiao Ziya dan mempersilahkan gadis itu untuk membuka dan memimpin jalannya rapat hari ini. Xiao Ziya bangkit dari tempat duduknya, ia meletakkan mangkok berisi anggur itu di kursi kemudian berdiri menghadap semua orang yang hadir.


"Selamat pagi semua maaf karna saya telah mengganggu aktivitas kalian di pagi yang cerah ini, senang bisa bertemu dengan kalian semu setelah sekian lama." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis yang terkesan anggun.


"Pagi juga Nona Xiao Ziya, kami senang bisa hadir di dalam rapat ini. Semoga Anda selalu diberkahi oleh Sang Pencipta Alam Semesta." jawab keempat belas orang yang hadir dalam rapat secara bersamaan.


"Ada beberapa hal penting yang akan saya sampaikan pada kalian semua, kalian pasti bertanya tanya mengapa pemimpin Klan Xiao tidak ada di sini dan apakah saya yang menjadi perwakilan mereka? tentu saja tidak. Saya secara resmi telah memberikan otoritas penuh terhadap Xiao Ciyun untuk menjalankan Klan Xiao sesuai dengan keinginannya, pria itu mulai menggila dengan kekuasaan yang ia miliki hingga sangat mengganggu keseharian yang saya lakukan. Alasan saya mengumpulkan kalian semua di sini karna saya ingin memberitahukan mengenai pencabutan kekuasaan serta tanggung jawab saya atas Klan Xiao, apapun yang terjadi pada klan itu saya tidak akan ikut campur hingga ada kesepakatan baru yang terjalin." ucap Xiao Ziya dengan raut wajah tenang. Perwakilan ketujuh klan besar itu tampak terkejut setelah mendengar penjelasan dari Xiao Ziya, apa yang telah dilakukan oleh Xiao Ciyun hingga menyebabkan nona besar semarah itu.


"Xiao Ciyun mengatakan bahwa ia tidak membutuhkan saya dan dapat mengatasi setiap masalah yang datang. Biarlah ia menyadari peran seperti apa yang saya lakukan selama ini untuk Klan Xiao dan akan seperti apa klan itu tanpa saya." jawab Xiao Ziya.


"Sepertinya pemimpin Klan Xiao mulai besar kepala dan menganggap dialah yang paling berkuasa. Saya masih ingat dengan baik bahwa posisi itu diberikan oleh Anda." ucap Luo Lu dengan tatapan tajam, ia berencana untuk memutuskan kerjasama dengan Klan Xiao jika pengaruh Nona Ziya sudah tak ada lagi.


"Dia terlalu nyaman duduk di kursi pemimpin hingga tidak menyadari peran penting orang lain." timpal Zong Nan dengan memutar bola matanya dan menunjukkan ekspresi kesal.


"Jadi kalian bisa mengambil keputusan mulai sekarang, apakah kalian ingin melanjutkan kerjasama dengan Klan Xiao ataukah memutus kerjasama itu hingga saya mengangkat pemimpin yang baru nanti." ucap Xiao Ziya. Gadis itu berencana melengserkan Xiao Ciyun dari posisinya sebagai pemimpin klan setelah masalah ini selesai.


"Kami akan mencabut kerjasama dengan Klan Xiao." ucap Ye Yang'er dengan tegas. Ia tak terima jika Nona Ziya diperlukan dengan buruk oleh pemimpin Klan Xiao.


"Lebih baik Anda memilih ayah Anda sebagai pemimpin yang baru, saya yakin Tuan Xiao Cunyu akan terus berada di jalan yang benar. Selama ini ia berhasil mendidik anak anaknya menjadi orang yang hebat." saran Ming Guen, ia akan mendukung penuh Klan Xiao jika Xiao Cunyu yang menempati posisi pemimpin klan.


"Tuan Xiao Cunyu adalah kandidat terbaik yang Klan Xiao miliki, sebaiknya Anda mempertimbangkan saran kami Nona Ziya." ucap Zou Jingli.


Xiao Ziya teridam beberapa saat, ada dua kandidat terbaik yang ia miliki saat ini yaitu sang ayah dan juga Xiao Yuza. Keduanya adalah orang orang dengan pendirian yang tangguh, namun jika dipertimbangkan lebih lanjut masih ada sedikit kemungkinan Xiao Yuza akan mengkhianatinya suatu hari nanti karna mereka tidak memiliki hubungan darah yang kental. Sepertinya sang ayah adalah kandidat satu satunya yang dimiliki Xiao Ziya dengan resiko rendah, Ziya juga yakin ketua klan yang lain tak akan keberatan dengan pengangkatan sang ayah menjadi pemimpin klan dan ia juga perlu mengangkat ketua klan baru.


"Saya setuju dengan saran kalian, ayah saya yang akan menempati posisi pemimpin klan selanjutnya. Untuk masalah ini hanya kita saja yang mengetahuinya jangan sampai bocor ke telinga orang lain." ucap Xiao Ziya yang sedang memberi peringatan pada semua orang yang hadir dalam rapat.


"Baik kami mengerti Nona Ziya." jawab keempat belas orang itu secara serempak. Tak ada yang berani membantah perintah dari gadis itu karna mereka masing ingin hidup di dunia.


"Maaf Nona Ziya, saya mendengar bahwa Tuan Xiao Ciyun mengangkat seorang putri dengan usia yang lebih tua daripada Anda. Apakah ia sudah meminta izin pada ketua klan yang lain?." tanya Ling An yang penasaran dengan pengangkatan putri Xiao Ciyun.


"Tidak, Xiao Ciyun melakukannya tanpa meminta persetujuan ketua yang lain karna ia merasa posisinya paling tinggi dan berhak melakukan apapun. Lebih baik kalian tidak terlibat dengan putri angkatnya yang bernama Yungha, dia sangat berisik, menyebalkan, tidak tau malu, dan keras kepala." ucap Xiao Ziya dengan emosi meluap luap. Semua orang dapat merasakan perubahan atmosfer yang terjadi di dalam aula utama.


"Wah sepertinya gadis itu telah memancing amarah Nona Ziya, ia pasti mendapatkan akhir yang buruk." ucap Ye Ruo, tindakan Xiao Ziya pada setiap orang yang mengganggunya sangatlah kejam. Hampir semua mendapatkan kematian yang pedih.


Setelah perbincangan panjang itu rapat hampir selesai, Kaisar Zue meminta para pelayan untuk membawakan camilan yang telah mereka buat ke dalam aula utama. Belasan pelayan datang membawa satu nampan penuh camilan serta minuman segar, camilan itu ditata dengan rapi di setiap meja para perwakilan klan yang datang.


"Silahkan dinikmati hidangan yang kami siapkan untuk kalian semua. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas kesediaannya hadir dalam rapat ini." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar. Ia berjalan menuju kursinya kemudian duduk diam di sana sembari memakan beberapa anggur yang masih tersisa.


Keempat belas perwakilan klan menikmati makanan yang disiapkan untuk mereka, beberapa pemimpin klan mencuri pandang ke arah Xiao Ziya dan berandai andai jika gadis itu menjadi menantu mereka. Di sisi lain saat ini suasana di dalam Klan Xiao terpantau tenang dan aman, tidak ada perkelahian yang terjadi antar anggota seperti sebelumnya.


Tok tok tok


Suara pintu ruang kerja para ketua klan yang diketuk oleh seseorang. Beberapa ketua yang sedang menyelesaikan tugas mereka saling melihat ke arah rekan yang lain, siapa tamu yang datang? bukankah saat ini Nona Ziya sedang berada di Istana Kekaisaran Qiyu?. Xiao Xiling mengizinkan orang yang berada di luar untuk masuk ke dalam, mereka menunjukkan ekspresi terkejut sekaligus malas setelah melihat Xiao Yungha yang datang. Keributan apa lagi yang ingin dibuat oleh gadis itu dengan datang ke ruang kerja mereka secara langsung.


"Saya ingin bertemu dengan Paman Xiao Cunyu." ucap Xiao Yungha dengan nada ketus, gadis itu memiliki etika yang sangat buruk.


"Maaf sebelumnya saya tidak pernah menjadi paman Anda. Ada apa Nona Yungha mencari saya?." jawab Xiao Cunyu dengan tatapan datar, Xiao Cunyu duduk di kursi kerja yang tepat berada di samping kanan Xiao Ziya.


"Ah ternyata Anda ada di sini. Tolong jodohkan saya dengan putra Anda Xiao Xun. Saya jatuh cinta padanya saat pandangan pertama, Anda pasti tau konsekuensi yang akan diterima jika Anda menolak permintaan saya ini." ucap Xiao Yungha dengan senyuman licik. Ia harus bisa mendapatkan Xiao Xun bagaimanapun caranya.


"Saya tidak ingin memiliki menantu seperti Anda, lagipula putra saya tidak tertarik dengan gadis beretika buruk." jawab Xiao Cunyu dengan tatapan tajam. Bagaimana bisa ia membiarkan putranya jatuh ke tangan gadis gila ini.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.