
Ling Zungze mengurungkan niatnya karna ia merasa bahwa saat ini Xiao Ziya sedang tertidur lelap sehingga ia akan menanyakannya nanti saja ketika gadis itu sudah bangun.
Lin Zungze pergi keluar akademi untuk mencari tau sebenarnya siapa Xiao Ziya bagi rakyat Kekaisatan Qiyu dan mengapa junjungannya sampai neminta dirinya untuk selalu mengawasi Xiao Ziya dan membantu jika gadis itu dalam masalah yang membuatnya kesulitan. Ling Zungze berhenti disebuah kediai yang menjual mie ayam yang sangat menggiurkan. Ia memasan seporsi mie ayam dan duduk disebelah meja yang sangat ramai.
Sebelum pesananya datang Ling Zungze bertanya pada orang orang yang ada di sebelahnya apakah mereka mengenal Xiao Ziya.
"Permisi paman dan bibi bolehkah saya bertanya?." ucap Ling Zingzu yang bertanya pada pasangan suami istri yang duduk di meja sebelahnya.
"Ah silahkan nak, kami akan menjawabnya jika kami tau." ucap mereka secara bersamaan.
"Apakah kalian mengenal Xiao Ziya?." tanya Ling Zungze yang membuat pasangan suami istri itu tersedak makanan mereka. Xiao Ziya adalah orang yang sangat terkenal di Kekaisaran Qiyu dan kerajaan kerajaan yang ada di bawah kepemimpinanya.
"Master Ziya adalah orang yang sangat hebat, dialah yang memimpin peperangan untuk menghancurkan pemerintahan kekaisaran yang lama, ia juga sudah banyak menakklukkan kerajaan kerajaan lain. Master Ziya akan sangat baik pada orang orang yang tak membuat masalah dengannya. Dan siapapun yang berani mengusiknya maka kematianlah yang akan datang." ucap sang suami yang sepertinya mengetahui cerita Xiao Ziya dengan sangat baik.
"Jadi apakah Xiao Ziya sudah bertunangan dengan seorang pria?." tanya Ling Zungze lagi yang membuat sang istri dari pasangan suami istri itu kebingungan kenapa pemuda yang ada di sampingnya itu menanyakan banyak hal tentang Xiao Ziya.
"Jika tuan muda ingin melamar Master Ziya sebaiknya tuan muda mengurungkan niat itu, anak dewa saja ditolak olehnya apalagi anda." ucap sang istri yang memperingatkan Ling Zungze agar tak melakukan hal yang tak berguna seperti itu.
Ling Zungze yang mendengar cerita Xiao Ziya dari pasangan suami istri itu merasa semakin penasaran siapa gadis itu sebenarnya mengapa junjungannya tak memberi informasi yang lengkap sebelum menyuruhnya untuk mengawasi dan menjaga gadis yang terlihat lebih kuat dari dirinya.
"Baiklah saya akan mendengarkan nasehat nyonya." ucap Ling Zungze yang memang tak memiliki niat untuk melamar Xiao Ziya.
Setelah mendapatkan informasi yang ia inginkan, Ling Zungze kembali ke paviliunnya saat melintasi paviliun milik Xiao Ziya ia melihat gadis itu baru saja akan pergi.
"Master Ziya tunggu sebentar." ucap Ling Zungze yang menghentikan langkah Xiao Ziya yang akan beranjak pergi itu.
"Ada apa kau mencariku?." tanya Xiao Ziya yang menatap Ling Zungze dengan malas, ia ingin mencari tau tentang pemuda itu namun bukan sekarang karna masih banyak hal yang harus ia lakukan meski hari sudah malam namun Xiao Ziya harus pergi ke benteng yang ada di hutan dekat perbatasan.
"Apakah kita bisa berbicara sebentar?." tanya Ling Zungze yang ingin berbicara berdua dengan Xiao Ziya.
"Jika kau ingin bertanya apakah saya bisa menghilangkan sihir kutukan yang melekat pada tubuh anda maka jawabannya bisa namun tak sekarang karna saya sedang sibuk." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi begitu saja tanpa mendengarkan apa yang ingin Ling Zungze katakan padanya.
Ling Zungze menatap kepergian Xiao Ziya dan menatapnya dengan keheranan, bagaimana gadis itu bisa tau tentang apa yang ingin ia tanyakan padanya? apakah Xiao Ziya bisa membaca fikiran ataukah ia bisa meramalkan sesuatu.
"Gadis itu memang bukan gadis biasa." ucap Ling Zungze yang masuk kedalam paviliunnya.
Sedangkan Xiao Ziya saat ini sudah berada di sebuah pasar yang ada di dekat akademinya ia membeli berbagai macam makanan dan juga manisan yang sangat enak. Selain itu Xiao Ziya membeli ratusan baju pria entah apa yang akan gadis itu lakukan pada semua barang belanjaanya.
Setelah mendapatkan apa yang ingin ia beli, Xiao Ziyapun pergi menuju benteng pasukan khususnya. Saat pertama kali Xiao Ziya masuk yang ia lihat adalah dua ratus pria dan pemuda yang sedang berlatih dengan keras walaupun malam terasa sangat dingin.
"Nona Ziya datang." ucap salah satu dari mereka yang melihat kedatangan Xiao Ziya.
"Salam hormat kami pada nona muda." ucap mereka semua secara serempak kemudian menyudahi latihan dan berjalan mendekat ke Xiao Ziya.
"Hormat kami pada junjungan." ucap kelima jenderal iblisnya yang juga menghadap Xiao Ziya.
"Tolong bawakan manisan ini sangatlah berat." ucap Xiao Ziya yang memberikan manisan itu pada salah satu pemuda dan memintanya untuk meletakkan manisan itu di ruang makan. Xiao Ziya sudah membangun sebuah tempat yang hanya digunakan sebagai tempat makan para pasukannya.
"Nah saya datang kesini karna ingin membuat perlindungan si sekitar benteng kita, selain itu saya juga sudah membeli banyak pakaian kalian bisa memilihnya sendiri." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan ribuan pakaian pria dengan berbagai ukuran. Para calon prasukan khusus Xiao Ziya dengan antusias memilih pakaian yang cocok dengan ukuran mereka. Xiao Ziya juga meminta kelima jenderalnya untuk memilih pakaian juga karna tak mungkin mereka selalu menggunakan zirah perang yang sangat gerah itu.
"Baiklah kalian pilih saja sesuka hati kalian dan jangan berebut jika dah rapikan pakaian kalian dan masukkan ke almari yang ada di kamar masing masing lalu pergi ke tempat makan. Kalian semua mengerti." ucap Xiao Ziya yang memberi perintah pada mereka semua. Sedangkan Xiao Ziya pergi ke tempat makan yang sangat besar bahkan ada tiga lantai karna Xiao Ziya berencana membuat pasukan khusus yang sangat besar.
Setelah menyelesaikan semua itu Xiao Ziya duduk di meja paling depan yang menghadap ke meja lainnya. Di depan gadis itu sudah dua potong daging asap, roti kering tawar, air minum, dan dua buah apel. Kini Xiao Ziya menunggu calon pasukan khususnya itu untuk datang.
Setelah dua puluh menit menunggu akhirnya mereka datang ke tempat khusus makan itu. Mereka sempat bertanya tanya mengapa ada banyak sekali makanan yang tertata dengan rapi.
"Kalian bisa mengambil makanan itu lalu memakannya. Tak ada batas berapa potong yang harus kalian ambil." ucap Xiao Ziya yang memberi taukan bahwa makanan yang ia siapkan itu memang khusus untuk menjamu mereka semua.
Mereka mulai mengambil makanan dan menyantapnya, Xiao Ziya juga mengeluarkan lima ratus prajurit iblis yang ada di cincin semestanya agar mereka juga bisa ikut makan bersama. Suasana di ruang makan sangatlah hangat dan penuh dengan canda tawa.
Para budak yang dibeli oleh Xiao Ziya merasa sangat beruntung karna kini mereka memiliki kehidupan yang sangat layak. Saat menjadi budak mereka hanya tinggal disebuah penjara besi yang tak terlalu luas, mereka juga hanya bisa makan roti kering tanpa selai dan makanan hanya diberikan sekali sehari. Namun setelah menjadi bawahan dari seorang gadis bernama Xiao Ziya kehidupan mereka berubah drastis. Mereka punya kamar sendiri yang cukup luas jika hanya ditinggali oleh satu orang saja, bahkan nona mereka memberikan lime puluh koin emas untuk mereka belanjakan, mereka dibelikan pakaian pakaian baru yang sangat bagus, mereka mendapatkan makanan yang enak dan sangat layak.
"Trimakasih atas kebaikan nona muda pada manusia rendahan seperti kami." ucap mereka secara serempak, mungkin menjadi prajurit khusus milik nona Xiao Ziya belum cukup untuk membalas budi gadis itu.
"Bagi saya bawahan saya adalah keluarga saya juga sehingga kalian juga harus hidup dengan baik." ucap Xiao Ziya yang selama ini memang memperlakukan bawahannya seperti keluarga.
Setelah selesai makan malam bersama Xiao Ziya mulai mengelilingi bagian luar benteng dan membuat pelindung tak kasat mata, berlapis lapis mantra pelindung yang ia letakkan di tempat itu. Hutan yang mereka tempati sekarang ini bukanlah hutan yang aman bagi para kultivator tingkat rendah bisa saja mereka mati karna serangan binatang buas ataupun binatang sihir.
Lalu mengapa saat membawa dua ratus budak itu tak ada binatang yang menyerang? tentu saja karna para binatang itu takut dengan aura yang dikeluarkan oleh Xiao Ziya sehingga mereka memilih untuk bersembunyi.
"Nah sudah selesai lebih baik aku tinggal di sini untuk malam ini saja." ucap Xiao Ziya yang kembali masuk kedalam benteng dan memilih sebuah rumah dengan cat emas karna rumah itu memang diperuntukkan untuk dirinya sendiri. Xiao Ziya masuk kedalam sebuah kamar kemudian membaringkan badannya dan tertidur dengan lelap.
Para budak yang dibeli oleh Xiao Ziya masih berkumpul di ruang makan bersama dengan limaratus prajurit iblis milik Xiao Ziya.
"Jadi kalian ini siapa?." ucap Sen Linjun yang memberanikan diri untuk bertanya pada mereka karna mereka menggunakan zirah perang saat makan tadi.
"Mereka adalah pasukan elit milik nona kalian yang akan selalu dibawa kemanapun nona pergi." ucap salah seorang jenderal yang menjawab rasa penasaran para budak itu.
"Jadi untuk apa kami dibentuk menjadi pasukan khusus jika nona muda sudah memiliki kalian?." tanya Wen Rou yang tak mengerti mengapa nona mudanya ingin menjadikan mereka sebagai pasukan khusus.
"Suatu hari nanti nona akan mengatakan alasannya pada kalian semua." ucap jenderal itu yang tak berani membicarakan rencana junjungannya tanpa izin dari junjungannya.
Karna hari sudah larut malam akhirnya mereka semua kembali ke kamar masing masing untuk beristirahat. Mereka harus mengumpulkan banyak tenaga untuk berlatih esok pagi. Mungkin latihan mereka akan sangat berat dibawah pimpinan jenderal jenderal iblis.
Waktupun berlalu malam telah berubah menjadi pagi Xiao Ziya sudah terbangun dari tidur lelapnya, gadis itu langsung mandi dan mengganti pakaiannya dengan seragam master yang ia miliki karna ia akan pergi ke Wilayah Peri untuk bertemu dengan raja dan ratu peri.
"Mereka pasti sudah menunggu kedatanganku." ucap Xiao Ziya yang keluar dari rumahnya, yang ia lihat adalah ratusan prajurit yang sedang berlatih.
"Selamat pagi nona muda." ucap para budak yang dibeli oleh Xiao Ziya.
"Selamat pagi junjungan kami." ucap limaratus lima pasukan iblisnya.
"Pagi semuanya, saya akan pergi karna ada urusan penting. Kalian semua berlatihlah dengan giat." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi karna tak ingin membuat raja dan ratu dari dunia peri terlalu lama menunggunya.
**Hai hai semuanya aku update lagi. Kemaren aku baca komen banyak pro dan kontra soal cover novel ini yang tiba tiba ganti, jadi aku mau jelasin kalau cover ini dibuat sama Mangatoon / Noveltoon dan mereka yang masangin di novelku ini guys. Ini itu cover eksklusif karna prkembangan novelku bagus jadi dibuatin gitu. Suka ga suka kalian aku bakalan pakai karna aku ngehargain mereka yang udah bikinin cover ini. Walau covernya berubah tapi isi ceritanya kan tetep sama jadi aku harap kalian bisa ngerti ya.
Jangan lupa follow yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share tips. Like sepuluh kali game ganti ganti bajuku yang ada di profil.
Love you guys**.