RATU IBLIS

RATU IBLIS
Ulang Tahun Xiao Ziya


Xiao Ziya tengah mengajarkan Xiao Yuna beberapa resep masakan yang ada di zaman moderen, Xiao Yuna sedikit bingung dengan bahan bahan yang disebutkan oleh saudarinya karna itu terdengar sangat asing. Entah dari mana Ziya mendapatkan resep makanan yang aneh seperti itu.


"Apakah semua itu benar benar bisa dimakan? dan apa itu brokoli? aku belum pernah mendengar benda semacam itu." ucap Xiao Yuna yang sedang berusaha mengingat ingat nama sayur sayuran yang ia tau, dan tak ada yang namanya brokoli.


Xiao Ziya lupa bahws tumbuhan itu hanya tumbuh di ladang yang ia buat di dalam cincin semestanya. Pantas saja saat ia menjelaskan, kakak perempuannya itu hanya menggaruk garuk kepala karna bingung.


"Nanti Ziya akan carikan sayuran yang bernama brokoli." ucap Xiao Ziya. Setelah itu Xiao Yuna pergi dari kamar Xiao Ziya.


Ia tau Ziya harus segera beristirahat karna besok adalah hari yang besar untuk Ziya. Xiao Ziya sudah memejamkan matanya sedari tadi namun rasa kantuknya tak kunjung datang.


"Sepertinya aku harus membuat kue ulang tahun, dan puding untuk semua orang." ucap Xiao Ziya yang memikirkan beberapa makanan yang perlu ia masak. Mungkin akan sangat seru bila banyak makanan makanan moderen yang tersajikan dalam pesta ulang tahunnya. Itu akan membuat perubahan yang besar dalam dunia kuliner Kekaisaran Qiyu.


Saat Xiao Ziya berjalan menuju dapur ia tak sengaja lewat di depan pintu aula utama kekaisaran. Terlihat ada banyak prajurit yang sedang berjaga diluar pintu aula utama. Karna penasaran akhirnya Xiao Ziya ingin melihat dekorasi seperti apa yang telah disiapkan untuk pesta ulangtahunnya.


"Maaf nona Ziya anda dilarang masuk kedalam." ucap semua penjaga secara serempak yang berusaha untuk menghalangi Xiao Ziya untuk masuk.


"Mengapa aku tak diijinkan masuk?." tanya Xiao Ziya secara baik baik, karna ia tak ingin merusak suasana hati orang lain di saat menjelang hari ulang tuahunnya.


"Ayah nona yang membuat aturan ini, kami mohon agar nona menurut." ucap para prajurit dengan sedikit gemetaran. Mereka takut jika Xiao Ziya akan marah dan menghabisi nyawa mereka semua.


"Baiklah aku pergi dulu kalau begitu." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan pada tujuan utamanya yaitu dapur. Para prajurit merasa lega karna nona besar mereka tak marah kali ini.


Tak berapa lama akhirnya Xiao Ziya sampai di dapur, ia melihat para pelayan tangah sibuk menyiapkan makanan untuk menjamu semua orang. Xiao Ziya tersenyum dan melangkah masuk kedalam dapur. Kedatangan Xiao Ziya mengejutkan beberapa pelayan yang melihatnya.


"Nona besar apa yang kau lakukan di dapur ? apakah nona merasa lapar, jika ia saya akan menyiapkan makanan." ucap beberapa pelayan yang datang menghampiri Xiao Ziya.


"Aku tidak lapar, aku akan membuat beberapa makanan untuk acara besok." ucap Xiao Ziya yang mulai menggambil beberapa barang barang yang ia perlukan untuk membuat kue.


Para pelayan sedikit panik, bagaimana seorang nona besar bisa ikut masak bersama para pelayan. Bagaimana jika ayah dari nona besar mereka tau? pasti akan menjadi masalah yang besar.


"Nona bukannya kami melarang nona untuk memasak, namun kami hanya tak ingin bila ayah nona besar akan marah." ucap salah seorang pelayan dengan jujur.


Seketika Xiao Ziya melihat ke arah para pelayan, wajah mereka terlihat sangat panik dan ketakutan.


"Tenanglah ayah tak akan marah pada kalian, ini adalah keinginanku dan aku yang akan bertanggung jawab bila sesuatu terjadi nantinya." ucap Xiao Ziya yang berusaha meyakinkan para pelayan bahwa semua akan baik baik saja dan tak akan ada masalah yang terjadi.


Para pelayan hanya bisa pasrah dan berharap apa yang dikatakan oleh nona besar mereka adalah sebuah kebenaran.


Xiao Ziya mulai mengeluarkan sayur sayuran dan buah buahan yang ada di dalam cincin semestanya, dan ia meminta beberapa pelayan untuk membantunya memasak. Mereka memandangi sayur dan buah itu dengan keheranan, banyak yang terlihat asing.


"Apa yang ingin nona buat dengan semua bahan bahan ini?." tanya seorang pelayan yang memberanikan diri untuk bertanya pada Xiao Ziya.


"Ikuti saja arahanku kalian akan mengerti nanti." ucap Xiao Ziya sambil mengocok beberapa telur untuk dia jadikan kue ulang tahun.


Ditempat lain Xiao Xun, Xiao Yan, dan juga Pangeran kegelapan sedang ada di sebuah ruangan yang sama yaitu kamar Xiao Yan. Mereka tengah menyiapkan kado kado yang akan diberikan untuk Xiao Ziya besok pagi. Mungkin setelah menyelesaikan itu kamar Xiao Yan tak bisa ditiduri karna penuh dengan tumpukan hadiah yang tak terhitung jumlahnya. Mereka bertiga hanyalah kelompok kecil dari orang orang yang antusias dengan ulang tahun gadis itu.


Ditempat lain Xiao Yuna dan Muyen sedang ada di pasar, untung saja pasar di wilayah Kekaisaran Qiyu buka setiap waktu.


"Bukankah itu sudah sangat banyak sayang?." tanya Muyen yang melihat Xiao Yuna memborong beberapa gaun dan juga hiasan rambut. Namun kekasihnya itu terlihat belum puas.


"Ini masih sangat sedikit, beberapa gaun kusiapkan untuk adik Ziya ketika ia sudah tumbuh lebih besar lagi." ucap Xiao Yuna sambil memanyunkan bibirnya. Hal yang dilakukan gadis itu tentu saja membuat kekasihnya gemas.


"Belilah sesukamu sayang." ucap Muyen yang kemudian mengecup kening Xiao Yuna. Bagaimana bisa mereka seromantis itu, sangat menyenangkan melihat pasangan muda yang sedang mabuk cinta.


Mungkin itu yang sedang difikirkan oleh Xiao Yuza dan Xiao Cunyu yang diam diam mengikuti Yuna dan juga Muyen. Entah mengapa melihat putrinya diperlakukan seperti itu oleh seorang pria membuat Xiao Yuza merasa sangat senang.


"Bukankah benar yang ku bilang, putrimu itu beberapa tahun lagi pasti sudah menikah." ucap Xiao Cunyu sambil menepuk punggung Xiao Yuza.


"Putriku ternyata sudah dewasa." ucap Xiao Yuza sambil tersenyum.


"Mari kita kembali ke istana, kau tak perlu cemas mengenai putrimu, kekasihnya itu sanggup menjaganya." ucap Xiao Cunyu yang membawa Xiao Yuza pergi dengan paksa, jika tidak mereka akan mengganggu pasangan muda itu.


Dilain tempat tapatnya di pinggiran hutan yang ada di perbatasan wilayah Kekaisaran Qiyu, semua bandit kelompok tombak hitam sudah bersiap. Mereka berencana untuk menyerang saat pesta ulang tahun Xiao Ziya nanti.


"Kita harus mengacau saat pesta ulang tahun gadis itu, jika bisa kita juga harus membunuhnya." ucap seorang pemimpin kelompok bandit.


Apa yang akan terjadi pada pesta ulang tahun Xiao Ziya nantinya. Tak akan ada yang tau semoga saja semua berjalan dengan lancar.


"Ini sangat luar biasa, pesta ulang tahun nona besar lebih meriah daripada pesta pernikahan kaisar terdahulu." ucap seorang pelayan yang baru saja masuk membawa beberapa minuman yang mereka buat semalam bersama dengan Xiao Ziya.


Selain tamu undangan, para rakyat biasa juga antusias untuk melihat kemeriahan pesta ulang tahun Xiao Ziya dari luar. Walau mereka tak bisa masuk mereka sudah senang bisa menitipkan hadiah di luar istana.


Satu persatu para tamu undangan datang mulai dari klan klan yang ada di wilayah kekaisaran dan beberapa klan dari kerajaan sebelah. Beberapa sekte aliran putih dan netral juga ikut datang, para siswa baru Akademi Kekaisaran tak lupa Xiao Ziya undang.


"Pesta ini sangat luar biasa, nona Ziya sangat hebat." ucap Xu Yunzi yang merupakan salah satu murid baru Akademi Kekaisaran.


"Makanan makanan ini terlihat sedikit asing, apakah ini bisa dimakan?." ucap Ruo Zuxin yang melihat makanan makanan yang disajikan.


Semua tamu undangan sudah datang, saudara saudara Xiao Ziya juga sudah berkumpul di aula. Kini tinggal menunggu Xiao Ziya datang dan pestanya siap dimulai.


Xiao Ziya sedang mengenakan beberapa hiasan rambut, sebenarnya ia ingin berdandan biasa saja, namun gadis itu terpaksa memakai gaun dan hiasan rambut yang diberikan oleh ayahnya.


"Hais rasanya kepalaku sangatlah berat, mungkin lebih berat dari beban hidupku." eluh Xiao Ziya sambil menatap cermin, pantulan bayangan yang ada di cermin itu sangatlah cantik.


"Hey tunggu sebentar, siapa yang ada di kaca itu? apakah itu aku." ucap Xiao Ziya yang sedikit tak percaya dengan yang ia lihat.


Xiao Ziya keluar dari kamarnya, gadis itu berjalan dengan pelan dan juga elegan. Baru saja sampai di tengah jalan, semua kakak laki laki Xiao Ziya menjemputnya dan berjalan di belakang Xiao Ziya.


"Bukankah adik kita terlihat sangat cantik hari ini?." tanya Pangeran Kegelapan pada Xiao Yan yang ada di sebelahnya.


"Ia dia terlihat sangat cantik dan anggun. Jika ia bukan adikku pasti aku akan melamarnya." ucap Xiao Yan yang mendapat tatapan mengintimidasi dari kakak laki laki Xiao Ziya yang lain.


"Nona Ziya akan memasuki aula utama." triak prajurit yang berjaga di pintu luar aula.


Seorang prajurit membukakan pintu dan mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk. Langkah perlangkah yang dibuat oleh kaki mungil Xiao Ziya membuat tamu undangan kagum pada pesona gadis itu.


"Gadis itu sangatlah cantik, siapa yang bisa disandingkan dengannya." ucap salah seorang tamu undangan yang tak berkedip saat melihat Ziya.


"Putriku memanglah sangat menawan." ucap Xiao Cunyu saat melihat putri tercintanya.


"Kyaa lihatlah pria pria yang ada di belakang Ziya, mereka semua sangatlah tampan." ucap Bi Liuliu yang jatuh cinta dengan semua kakak laki laki Xiao Ziya.


Diantara para tamu undangan itu ada beberapa orang yang teihat sedikit aneh dan memiliki aura membunuh yang cukup kuat, Xiao Ziya juga merasakannya. Gadis itu tetap tenang karna memiliki sebuah rencana yang ia siapkan.


"Selamat pagi semua, kali ini saya mengucapkan trimakasih untuk kalian semua yang sudah berkenan hadir dalam acara ulang tahunku yang kesebelas. Mohon maaf jika selama pesta nanti terjadi beberapa hal yang tidak menyenangkan." ucap Xiao Ziya yang mengawali acara pesta kali ini.


Setelah itu Xiao Ziya menepukkan tangannya sebanyak dua kali, ada beberapa orang yang masuk kedalam aula sembari membawa kue ulang tahun yang besar.


"Apa yang mereka bawa itu? mengapa terlihat sangat enak." ucap Yienran yang penasaran dengan kue besar itu.


Kue ulang tahun diletakkan tepat di depan Xiao Ziya, ada sebelas lilin yang tertancap di sana. Pesta ulang tahun seperti ini memang sangat baru untuk masyarakat wilayah Kekaisaran Qiyu.


"Ini adalah sebuah kue ulang tahun, saya akan membuat harapan lalu meniup lilin yang ada di atasnya." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan pada semua orang.


Kini Xiao Ziya sudah meniup kesebelas lilin itu, terdengar suara tepuk tangan dari semua orang yang datang. Xiao Ziya mulai memotong kue itu dan membagikannya pada para tamu undangan.


Mereka yang tak ingin menyinggung Xiao Ziya akhirnya memakannya walau sedikit terpaksa karna ragu dengan rasa kue itu. Namun pada saat gigitan pertama mereka merasa makanan itu sangat lembut dan manis, rasa yang luar biasa nikmat.


"Siapa yang membuat makanan ini rasanya luar biasa." ucap Moya pada salah satu pelayan yang ada di sana.


"Ini adalah buatan nona besar, kami hanya membantunya." ucap seorang pelayan.


Semua orang nampak terkejut mendengar perkataan pelayan itu. Selain cantik, manis, dan sangat kuat ternyata Xiao Ziya juga sangat pandai memasak.


"Beruntung pemuda yang dapat bersanding dengan gadis itu." ucap seseorang.


"Itu jika gadis itu masih hidup." gumang seseorang dengan pelan.


***Hai hai semua maaf ya hari ini aku cuma bisa update satu aja karna ga konsen mau nulis, lagi banyak fikiran aku. Jadi maaf banget ya semuanya.


Jangan lupa vote sebanyak banyaknya, komen komen dan komen, like, rate, sahare***