RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pengadilan


Yie Gu diam melihat kepergian semua anggota Klan Yuang yie yang mengetahui insiden belasan tahun yang lalu, ia tak mengira wakil pemimpin dan para ketua masih mengingat kejadian itu dan menyimpan kemarahan serta kebencian mereka hingga sekarang. Benar yang dikatakan oleh Yie Fufu dan Yie Mingha, penyebab utama Xiao Ziya terpisah dari sang ibu adalah dirinya. Saat itu Yie Gu sangat mengagungkan kekuasaan dan ketenaran yang dimiliki oleh Raja Yongling Zu, ia juga sangat bangga menjadi mertua dari Raja Kerajaan Bintang Timur. Yie Gu sangat marah saat mendapat kabar putrinya menghilang dan menikah dengan seorang pria dari dunia bawah bernama Xiao Cunyu, karna pria itu tak memiliki kualifikasi yang lebih baik dari Raja Yongling Zu. Akhirnya setelah anak dari putrinya dan pria rendahan itu lahir, Yie Gu membawa paksa Junyi Zu untuk kembali ke Kerajaan Bintang Timur menduduki tahta sebagai seorang ratu.


"Apakah yang mereka katakan itu benar kakek?." tanya Yie Cinling dengan tatapan kecewa, ia tak menyangka kakek yang selalu ia banggakan memiliki sisi jahat seperti itu.


"Mengapa kakek tega melakukan semua itu, mungkinkah ini alasan mengapa para ketua Klan Yuang Yie selalu menatap kami dengan tatapan sinis?." ucap Yie Junghwa, setelah sekian lama akhirnya ia mengerti alasan dibalik tatapan sinis anggota Klan Yuang Yie yang lain.


"Ya itu semua benar, kakek yang membuat kehidupan Xiao Ziya dan anak anak kakek yang lain hancur." jawan Yie Gu, ia tak bisa menyalahkan orang lain atas semua kebodohan yang telah ia lakukan.


"Apa masalahnya dengan semua itu? bukankah semua ini takdir?. Mungkin Xiao Ziya dan anak anak kakek yang lain memang pantas mendapatkannya." ucap Yie Munha dengan senyuman senang, ia begitu bahagia mengetahui fakta bahwa Xiao Ziya hanyalah gadis malang yang tak pernah bertemu dengan sang ibu.


"Kalian bersiaplah, kita akan pergi ke pengadilan Kerajaan Bulan saat ini juga." ucap Yie Gu dengan raut wajah pasrah, yang bisa ia lakukan sekarang adalah menyelamatkan Yie Laingfu agar terbebas dari hukuman.


Akhirnya mereka berempat keluar dari aula utama Klan Yuang Yie menuju kamar masing masing, setelah selesai mengganti pakaian dan membawa beberapa berkas yang diperlukan mereka berangkat menuju wilayah Kerajaan Bulan. Yie Fufu saat ini melihat dari jendela ruang kerjanya, ia tersenyum miris melihat tingkah Yie Gu.


"Kau masih saja membela putra keempat mu itu sama seperti sebelumnya, tak lama lagi kau akan hancur karna sikapmu sendiri." ucap Yie Fufu, ia sudah sangat kecewa dengan semua kejadian di masa lalu dan mungkin akan terulang kembali di masa sekarang.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya, Ratu Min Xunzi, Min Xome, dan Min Wungi sudah sampai di Istana Kerajaan Bulan. Terlihat para pelayan dan prajurit yang masih sibuk menyiapkan pesta perayaan kemenangan Xiao Ziya dan sekutunya yang akan dilakukan esok pagi setelah persidangan, Xiao Ziya meminta beberapa prajurit untuk membantunya menyiapkan tempat yang cocok untuk persidangan esok pagi.


"Apakah ada ruangan lain yang bisa saya gunakan?." tanya Xiao Ziya pada seorang prajurit.


"Kerajaan Bulan memiliki tempat persidangan khusus yang berada di ruangan sebelah kamar utama." ucap salah seorang prajurit dengan senyuman ramah.


"Bisakah kau membantu saya untuk memberikannya?." tanya Xiao Ziya pada prajurit tersebut.


"Nona besar istirahat saja bersama dengan beberapa tamu yang datang, saya akan meminta rekan prajurit yang lain untuk menyiapkan ruang persidangan." jawab sang prajurit, sebenarnya ia tak tau apa yang terjadi hingga nona besarnya memenjarakan salah seorang anggota Klan Yuang Yie.


"Trimakasih karna bersedia membantu saya." balas Xiao Ziya dengan senyuman hangat, gadis itu mengantar Ratu Min Xunzi dan kedua kakak sepupunya menuju kamar tamu tempat gadis itu beristirahat. Mereka akan membicarakan beberapa hal pribadi di kamar tersebut, ada banyak yang perlu dipertimbangkan sebelum pengadilan berlangsung esok pagi.


Xiao Ziya, Ratu Min Xunzi, Min Xome, dan Min Wungi duduk melingkar di atas tempat tidur mereka saling memandang satu sama lain secara bergantian. Mungkin Min Xome dan Min Wungi tak mengerti dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh adik sepupu mereka, namun mereka berdua siap membantu Xiao Ziya dalam persidangan nanti. Raut wajah Ratu Min Xunzi terlihat suram, wanita itu berusaha memendam kekesalannya hingga bertemu langsung dengan Yie Laingfu nanti.


"Saya ingin pria itu dipenjara dalam kurun waktu yang cukup lama walaupun hukuman itu terasa sangat kurang." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam, ia melihat ke arah kasur dengan sorot mata penuh dengan kebencian.


"Tentu hukuman itu sangat kurang, pria bernama Yie Laingfu tersebut telah menghancurkan hidup banyak orang." ucap Ratu Min Xunzi, ia sudah menahan diri dengan baik selama ini. Entah apa yang difikirkan oleh Yie Laingfu hingga berani mengusik keponakan kesayangannya itu.


"Apakah wanita tua bernama Yie Weinje itu bukan ibu kandung bibi, ibu saya, dan juga paman Lee Brian?." tanya Xiao Ziya dengan rasa pemasaran yang sangat tinggi.


Ada hal yang mengganjal di hati gadis itu, mengapa hanya Yie Laingfu dan Yie Angli yang tetap dibiarkan tinggal di Klan Yuang Yie, sedangkan Ratu Min Xunzi, Ratu Junyi Zu, dan Lee Brian diusir dari klan tersebut. Selama ini Xiao Ziya membuat sebuah animasi bahwa ketiga anak dari Yie Gu tersebut bukanlah anak kandung dari Yie Weinje, mungkin saja Yie Gu menikah dengan wanita lain setelah nenek dari Xiao Ziya meninggal?.


"Bibi tak yakin dengan hal itu, anggota Klan Yuang Yie yang lain selalu mengatakan bahwa Yie Weinje adalah ibu kandung kami bertiga." jawab Ratu Min Xunzi dengan tatapan ragu, entah mengapa hatinya mulai goyah saat mendengar pertanyaan dari Xiao Ziya.


"Saya curiga mereka menyembunyikan hal yang tak kita ketahui hingga saat ini, jika kakek datang sendiri bersama ketiga anak dari paman Yie Laingfu berarti tebakan saya benar kalian bertiga bukanlah anak dari Yie Weinje." ucap Xiao Ziya yang sudah menarik sebuah kesimpulan.


Saat tinggal di Klan Yuang Yie dalam beberapa hari gadis itu pernah melihat sorot mat kebencian yang diperlihatkan oleh ketua klan pada ketiga anak Yie Laingfu. Meskipun mereka telah menyembunyikan banyak hal sejak lama, suatu hari mereka akan merasa bersalah atas beberapa kejadian yang terjadi belakangan ini. Cepat atau lambat para ketua Klan Yuang Yie akan berada di sisi Xiao Ziya dan menceritakan beberapa rahasia yang telah mereka pendam, itulah hal yang Xiao Ziya percaya hingga saat ini.


"Kami berdua tak mengerti dengan pembicara kalian berdua." ucap Min Xome dengan tatapan polosnya.


Xiao Ziya memanggil beberapa pelayan untuk mengantar Ratu Min Xunzi dan kedua kakak sepupunya ke beberapa kamar tamu yang ada di Istana Kerajaan Bulan. Setelah mereka bertiga pergi, Xiao Ziya langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh sekaligus mengganti pakaian dengan sebuah gaun berwarna hitam serta taburan kristal merah darah.


"Cepat atau lambat semua akan terungkap, mungkin kakek dalang dibalik semua kejadian ini. Apa yang harus saya lakukan jika itulah hal yang sebenarnya terjadi?." tanya Xiao Ziya pada dirinya sendiri, gadis itu segera keluar dari kamar setelah selesai mengganti pakaian dan menata rambutnya.


Pagipun datang begitu dengan Yie Gu bersama ketiga cucunya, para prajurit penjaga gerbang Istana Kerajaan Bulan mempersilahkan mereka untuk masuk dan mengantar menuju ruang persidangan. Yie Munha melihat ke beberapa bagian Istana Kerajaan Bulan yang sudah dihias dengan cantik oleh para pelayan, gadis itu semakin yakin untuk merebut kerajaan itu dari tangan Xiao Ziya. Gadis seperti Ziya tak pantas memimpin sebuah wilayah sebesar ini, dia berasal dari dunia bawah dan tak memiliki pengalaman untuk memimpin sebuah kerajaan.


"Silahkan tuan Yie Gu dan yang lain masuk ke dalam, saya akan memanggilkan Nona Besar." ucap sang prajurit mempersilahkan Yie Gu dan ketiga cucunya untuk masuk kedalam ruang sidang. Tanpa mengatakan apapun Yie Gu masuk ke dalam, pria itu sempat menatap sang prajurit dengan sorot mata tajam.


Sang prajurit memberitahukan kedatangan Yie Gu pada Xiao Ziya yang sedang menunggu di taman belakang, Xiao Ziya tersenyum miring karna tebakannya kali ini tak meleset. Gadis itu segera pergi menuju ruang persidangan, ia meminta beberapa prajurit untuk membawa Yie Laingfu ke persidangan tersenut bersama dengan Ratu Min Xunzi dan kedua putranya. Xiao Ziya membuka pintu ruang persidangan kemudian masuk kedalam dengan tatapan datar, ia memberikan salam seperti biasanya pada sang kakek namun kali ini kakeknya hanya diam tanpa memberi respon apapun.


"Mengapa kau melakukan ini pada pamanmu sendiri?." tanya Yie Gu langsung pada intinya, tindakan Xiao Ziya terlalu berlebihan. Yie Gu tau apa yang dilakukan oleh putranya memang sangat keterlaluan, akan tetapi Xiao Ziya bisa membawa Yie Laingfu kembali ke Klan Yuang Yie dan meminta saran pada para ketua klan mengenai tindakan yang harus dilakukan.


"Putra anda telah membuat saya sakit hati, saya seorang putri yang tak pernah melihat wajah ibu saya. Dengan alasan itu putra anda membawa seorang wanita dari rumah bordil untuk berpura pura menjadi ibu saya! Anda kira saya tak akan tau tentang hal itu." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata tajam, ia ingin mukul kakeknya sendiri karna sikap sang kakek yang sangat plinplan.


"Kau bisa membawa pamanmu kembali ke Klan Yuang Yie dan meminta keadilan di sana." jawab Yie Gu dengan suara yang sedikit lebih tinggi. Nama baik Yie Laingfu akan hancur jika masalah ini sampai bocor ke luar Klan Yuang Yie ataupun Kerajaan Bulan. Yie Gu mungkin bisa menutup mulut semua anggota Klan Yuang Yie, namun bagaimana cara pria itu menutup mulut para pelayan dan prajurit yang bekerja untuk Kerajaan Bulan? tentu berita ini akan menyebar dengan sangat cepat.


"Keadilan apa yang bisa kakek berikan? berapa banyak hal yang telah kakek sembunyikan dari saya?." ucap Xiao Ziya dengan senyuman miring.


"Jaga ucapan mu!!" triak Yie Munha pada Xiao Ziya. Tindakan dan perkataan Xiao Ziya sangat tak sopan, selama tinggal di Klan Yuang Yie kakeknya memperlakukan gadis itu dengan baik bahkan sang kakek lebih menyayangi Xiao Ziya daripada dirinya.


"Kau membuat harga didi pamanmu hancur, bukankah kau sudah cukup dewasa untuk memikirkan hal ini?." tanya Yie Gu pada Xiao Ziya, nada bicara pria tua itu seperti sedang menyalahkan Xiao Ziya atau kejadian ini.


"Putra anda sudah sangat dewasa, seharusnya ia berfikir betapa buruknya menipu seorang anak perempuan yang tak pernah mendapat kasih sayang dari ibu kandungnya sendiri." jawab Xiao Ziya dengan tenang, gadis itu menunggu saat yang tepat untuk membongkar semua rahasia yang telah disembunyikan oleh Yie Gu selama belasan tahun.


Saat perdebatan antara Xiao Ziya dan Yie Gu sedang memanas, datang beberapa prajurit yang masuk kedalam ruang pengadilan membawa Yie Laingfu. Terlihat Yie Laingfu dalam keadaan yang kurang baik, pria itu mendapatkan beberapa luka cambukan pada bagian punggung dan kakinya. Yie Gu menatap ke arah putra kesayangannya dengan tatapan sedih, mengapa kondisi putranya bisa seburuk itu apakah Xiao Ziya meminta pada prajurit untuk memukuli Yie Laingfu sebelum dimasukkan kedalam penjara.


"Ayah!!!." triak Yie Munha dan kedua kakak laki lakinya. Mereka bertiga berlari ke arah Yie Laingfu dan ingin memeluk pria itu. Para prajurit yang berada di sisi kanan dan sisi kiri Yie Laingfu menghalangi ketiga anak pria itu agar tak terlalu dekat dengan tahanan.


"Apa kau tak merasa kasihan pada pamanmu!." ucap Yie Gu dengan tatapan sedih.


"Apakah anda tak merasa kasihan pada saya tiga belas tahun yang lalu kakek?." ucap Xiao Ziya, gadis itu malah balik bertanya pada Yie Gu mengenai kejadian tiga belas tahun yang lalu.


"Kakek memang bersalah atas semua penderitaan yang telah kau alami selama ini, jangan lampiaskan amarahmu pada Yie Laingfu." ucap Yie Gu, ia tak akan menutup fakta mengenai kesalahan yang pernah dilakukan pada Xiao Ziya.


"Ini bukanlah sebuah pelampiasan atas kemarahan saya, ini sebuah tanggung jawab atas perbuatan yang telah putra anda lakukan Pemimpin Klan Yuang Yie." jawab Xiao Ziya dengan tegas, dalam pengadilan kali ini ia akan berperan sebagai hakim sekaligus jaksa untuk dirinya sendiri.


Yie Munha menatap penuh kebencian ke arah Xiao Ziya, keluarganya menjadi berantakan karna gadis itu dan sekarang sang ayah harus menanggung malu karna ulah gadis itu lagi. Yie Munha berlari ke arah Xiao Ziya dan hendak memukulnya, untung saja Xiao Ziya langsung menangkis tangan Yie Munha.


"Tempat ini adalah wilayah kekuasaan saya, jangan bertindak seakan akan kau berada di Klan Yuang Yie dan bisa melakukan semua yang kau inginkan." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata tajam, gadis itu mendorong pelan tubuh Yie Munha hingga terpental beberapa langkah kebelakang.


"Lepaskan ayahku, kau tak berhak memperlakukannya seperti ini." triak Yie Munha dengan histeris, sang ayah membohongi Xiao Ziya demi mendapat pil darah untuk kesembuhan neneknya. Tentu Yie Munha akan membela ayahnya itu apapun yang terjadi.


Hai hai semua author balik lagi nih, ahaha maaf baru up karna ga tau ada aturan baru maksimal 2500 kata, tadi author ngetik sampe 3000 kata lebih jadi di tolak wkwkwk. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.