RATU IBLIS

RATU IBLIS
Raja Yuan Zie Pulih!


Xiao Ziya mencabut jarum emas miliknya dari tubuh Raja Yuan Zie kemudian muncul bau menyengat dari tubuh sang raja, dengan segera Xiao Ziya menyalakan api hitam miliknya dan membakar tubuh Raja Yuan Zie menggunakan api hitam itu. Kali ini api hitam miliknya digunakan untuk mengobati seseorang meskipun api hitam itu lebih sering digunakan untuk menghilangkan nyawa orang lain.


Raja Yuan Zia bangun dan langsung mengambil posisi duduk kemudian ia mempunyai cacing parasit itu dalam jumlah yang banyak, Xiao Ziya menatap ke arah cacing cacing itu kemudian membakarnya menggunakan api hitam. Setelah memuntahkan seluruh cacing parasit yang hidup di dalam tubuhnya, kesadaran Raja Yuan Zie pulih. Baru saja sembuh ia sudah dikagetkan dengan kobaran api berwarna hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Anda tidak akan mati karna api itu dalam skala kecil, duduk bersila lah kemudian serap enegi qi yang ada di dalam api itu. Anda akan berbuah menjadi mayat jika tak memiliki energi qi di dalam tubuh." ucap Xiao Ziya dengan tatapan datar, gadis itu cukup kesal dengan tindakan gegabah yang dilakukan cucu Raja Artur itu. Memang tindakan yang baik menyelamatkan banyak orang namun tak sampai menghabiskan semua energi qi yang ada di dalam tubuh.


Raja Yuan Zie langsung mengambil posisi duduk bersila kemudian mulai melakukan penyerapan energi qi yang terkandung dalam api hitam yang sedang membakar tubuhnya, meskipun ia tak akan mati namun api hitam itu tetap meninggalkan sensasi panas yang luar biasa. Setelah satu jam berlalu Raja Yuan Zie merasa bahwa seluruh tubuhnya telah penuh dengan energi, Raja Yuan Zie membuka mata kemudian menoleh ke samping untuk melihat siapa orang yang telah membantunya sembuh dari wabah itu.


"Nona Xiao Ziya!." triak Raja Yuan Zie dengan tatapan terkejut, kapan gadis itu kembali?.


"Ya ini saya, apakah Anda merasa tak senang karna saya kembali ke dunia bawah dan melihat kondisi Anda yang sangat memalukan itu?." tanya Xiao Ziya masih dengan tatapan datar.


"Ahahaha Anda benar, ini memang sangat memalukan. Bagaimana bisa cucu dari Raja Artur terbaring lemah hanya karna sebuah wabah yang konyol." ucap Raja Yuan Zie dengan menundukkan kepalanya. Ia sengaja tak memberitahukan hal ini pada kakeknya karna sang kakek pasti sangat sibuk dengan pekerjaan di dalam Istana Kerajaan Neraka.


"Angkat kepala Anda, saat ini Anda adalah seorang raja yang memikul tanggung jawab besar. Terimakasih telah mengorbankan diri sendiri untuk keselamatan banyak penduduk namun di lain hari saya tak ingin mendengar hal bodoh ini terulang kembali. Seorang kultivator harus memiliki energi qi di dalam tubuhnya meski dalam jumlah kecil akan tetapi Anda memberikan semua energi itu pada para penduduk terutama pada wanita yang sedang menunggu di depan pintu." ucap Xiao Ziya.


"Nona sudah bertemu dengan wanita itu? saya harap Anda merestui hubungan kami berdua." jawab Raja Yuan Zie.


"Ya saya sudah bertemu dengannya bahkan saya sudah mengetahui bahwa ia pernah menikah sebelumnya. Anda tak memerlukan restu dari saya untuk menikahi wanita itu karna hidup Anda adalah tanggung jawab diri Anda sendiri, namun jika sampai Anda menyakitinya seperti pria brengsek yang pernah ia nikahi jangan harap Anda bisa memiliki keturunan untuk selamanya." ucap Xiao Ziya dengan bersungguh-sungguh. Wanita bernama Mo Anhi itu sangat tulus pada Yuan Zie, ia bahkan tak pernah berfikir untuk meninggalkan kekasihnya saat dalam kondisi terpuruk.


"Saya akan memperlakukannya dengan baik dan menyayangi anaknya seperti anak kandung saya sendiri. Saya merasa lega karna Nona Xiao Ziya tak keberatan dengan hubungan kami berdua." jawab Raja Yuan Zie.


Xiao Ziya dan Raja Yuan Zie berjalan keluar dari kamar, kini sang raja sedang bertatapan dengan wanita yang sangat ia cintai. Wajah Raja Yuan Zie berbuah menjadi bingung saat melihat perubahan sikap dari kekasihnya itu, apa yang telah terjadi di sini?.


"Apakah kau baik baik saja sayang? pasti sangat melelahkan menunggu ku selama berhari hari di luar sini." ucap Raja Yuan Zie yang hendak memeluk kekasihnya itu namun kedua tangannya langsung ditepis.


"Ada apa?." tanya Raja Yuan Zie dengan kebingungan.


"Setelah ini jangan temui saya lagi, saya sangat senang melihat Anda kembali pulih seperti semula. Terimakasih karna telah melindungi saya dan keluarga saya saat wabah mengerikan itu menyerang, saya permisi." ucap Nyonya Mo Anhi yang hendak pergi dari sana. Dengan segera Raja Yuan Zie menahan tangan kekasihnya itu kemudian memeluknya dengan erat, Mo Anhi berusaha untuk melepaskan diri namun Raja Yuan Zie jauh lebih kuat darinya.


"Hey mengapa kau tiba tiba berubah seperi ini? apakah aku melakukan kesalahan?." tanya Raja Yuan Zie dengan perasaan gelisah.


"Tolong lepaskan saya Yang Mulia Raja, Anda harus menjaga perasaan gadis yang telah dijodohkan dengan Anda." jawab Nyonya Mo Anhi, perkataan wanita itu membuat Raja Yuan Zie bertambah bingung. Siapa gadis yang dijodohkan dengannya?.


"Apa yang sedang kau katakan itu, aku tidak dijodohkan dengan siapapun." ucap Raja Yuan Zie dengan sedikit perasan kesal.


"Bukankan Nona Xiao Ziya adalah gadis yang dipilihkan kakek Anda untuk menjadi pasangan Anda di masa depan. Setelah berbicara dengan Nona Ziya saya menyadari bahwa ia lebih layak daripada saya." jawab Nyonya Mo Anhi dengan air mata yang membasahi wajah cantiknya.


Raja Yuan Zie melepas pelukannya kemudian menatap ke arah Xiao Ziya untuk meminta penjelasan pada gadis itu. Xiao Ziya menunjukkan senyuman tak bersalah setelah ia menjahili Nyonya Mo Anhi hingga menangis seperti itu.


"Maaf sebelumnya saya hanya bercanda mengenai perjodohan itu, bagaimana mungkin saya menikah dengan kakek tua sepertinya." ucap Xiao Ziya sembari menunjuk ke arah Raja Yuan Zie.


"Nona baru saja kembali dan sudah memanggil saya dengan sebutan kakek tua? mengapa Anda sangat menyebalkan." protes Raja Yuan Zie yang tak terima saat mendapat panggilan kakek tua.


"Jadi Anda tidak bersungguh-sungguh dengan perjodohan itu? lalu bagaimana dengan kesepakatan yang telah kita buat tadi?." tanya Nyonya Mo Anhi, wanita itu segera mengusap air matanya karna merasa malu.


"Susah menjadi tanggung jawab saya untuk menyelesaikan kekacauan yang terjadi di Dunia Bawah, saya hanya tidak menyangka kakek tua ini sangat lemah. Bagaimana bisa Nyonya memilihnya untuk dijadikan suami, dia saya tak bisa menjaga dirinya sendiri." ucap Xiao Ziya dengan tatapan dingin.


"Bukan begitu Nona Ziya, Yang Mulia Raja adalah pria kuat dan pemberani namun terkadang ia melakukan hal hal bodoh yang membahayakan dirinya sendiri." jawab Nyonya Mo Anhi dengan tawa pelan, Xiao Ziya juga ikut tertawa mendengar jawaban wanita itu.


Raja Yuan Zie merasa kesal karna kekasihnya mengatakan hal seperti di hadapan Nona Muda Xiao Ziya, sepertinya mereka berdua sangat kompak mengolok oloknya. Nyonya Mo Anhi merasa lega karna gadis bernama Xiao Ziya hanya bercanda mengenai masalah perjodohan, awalnya Nyonya Mo Anhi merasa frustasi karna harus meninggalkan orang yang ia cintai. Mo Anhi tiba tiba saja terdiam kemudian menatap ke arah Ziya seperti ia mengingat sesuatu, entah mengapa nama gadis itu dangat familiar di telinganya. Setelah berusaha untuk mengingat ingat, akhirnya wanita itu tau identitas gadis bernama Xiao Ziya.


"Salam hormat saya pada Nona Muda Xiao Ziya, maaf karna saya tak mengenali Anda saat pertemuan pertama kita tadi. Pantas saja saya merasa familiar dengan nama Anda, ternyata Nona adalah seorang legenda dari Dunia Bawah." sapa Nyonya Mo Anhi sembari membungkukkan badannya di hadapan Xiao Ziya.


"Sudahlah tak perlu sungkan pada saya, ah iya sebentar lagi Anda akan menikah dengan paman Yuan Zie artinya Anda akan menjadi bibi saya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis.


"Hah sepertinya saya harus pergi ke lapisan dunia yang lain agar tak merasa menjadi gadis yang menyedihkan seperti ini, saya harap Yang Mulia Raja Yuan Zie dan Nyonya Mo Anhi tidak bermesraan di hadapan saya." ucap Xiao Ziya dengan binar mata sedih. Mungkinkah gadis itu lupa bahwa ia telah menolak banyak pemuda yang mengungkapkan isi hati mereka padanya?.


"Berhenti membual, berapa banyak pemuda yang sudah Anda patahkan hatinya." sindir Raja Yuan Zie dengan tatapan malas.


Xiao Ziya hanya merespon dengan senyuman lebar saat mendengar pernyataan dari Raja Yuan Zie, ia memang tak ingin membuka hati untuk pemuda manapun. Xiao Ziya juga merasa aneh karna ia tak merasakan ketertarikan yang lebih saat melihat seorang pemuda tampan, mungkin memang ada yang aneh dengan dengannya.


"Karna Anda sudah membaik saya harus pergi untuk mengatasi penduduk Kerajaan Daun Perak yang lain." ucap Xiao Ziya yang ingin pergi dari Istana Kerajaan Daun Perak menuju beberapa desa dengan penyebaran wabah terparah dari desa lainnya.


"Saya akan ikut bersama dengan Anda, ada beberapa desa yang menjadi wilayah aman namun beberapa waktu yang lalu saya melihat formasi sihir pelindung dari Raja Yuan Zie hampir hancur." ucap Nyonya Mo Anhi, selama berada di Istana Kerajaan Daun Perak ia membantu Raja Yuan Zie untuk mengutus beberapa berkas kerajaan selain itu ia juga mengamati perkembangan di beberapa wilayah aman.


"Baiklah mari ikut dengan saya, sebelum itu tolong ulurkan tangan Anda sebenar." ucap Xiao Ziya.


Nyonya Mo Anhi mengulurkan tangannya sesuai dengan perintah Xiao Ziya, setelah itu Ziya mengalirkan sedikit api hitamnya pada tubuh Mo Anhi. Wanita itu terkejut ketika tubuhnya terbakar api berwarna hitam namun anehnya ia tak merasakan panas.


"Apakah tak ada cara lain untuk melindungi kekasih saya? api hitam Anda itu membuat tubuh terasa panas seperti terbakar." protes Raja Yuan Zie, ia tak ingin sesuatu terjadi pada kekasihnya itu.


"Ini sama sekali tidak panas sayang, terasa dingin dan sangat nyaman." jawab Nyonya Mo Anhi dengan jujur.


"Hehehe." tawa Xiao Ziya dengan senyuman tak bersalah, ia memang sengaja meninggalkan rasa panas saat proses penyembuhan Raja Yuan Zie.


Saat Raja Yuan Zie ingin mendekat ke arah Xiao Ziya untuk memberi pelajaran pada gadis itu, tiba tiba Xiao Ziya menarik tangan Nyonya Mo Anhi dan melesat pergi dari Istana Kerajaan Daun Perak. Raja Yuan Zie yang ditinggalkan sendiri hanya bisa melihat kepergian keduanya dengan ekspresi kesal.


"Hah mereka benar benar menyebalkan." gumam Raja Yuan Zie kemudian ia berjalan menuju kamar utama untuk beristirahat.


Xiao Ziya dan Nyonya Mo Anhi sudah berada di luar gerbang Kerajaan Yuan Zie, wanita yang berada di sebelah Ziya terus menatap ke arah para penduduk sekitar yang sedang berada diluar rumah mereka dengan kondisi yang cukup menyedihkan. Beberapa penduduk tergeletak di tanah karna tak tahan dengan rasa gatal yang menjalar.


"Ambil ini dan minumkan pada orang orang yang terinfeksi, Anda tenang saja karna api hitam itu adalah perlindungan terkuat dari wabah semacam ini." ucap Xiao Ziya sembari memberikan ratusan botol kecil berisi ramuan penawar pada Nyonya Mo Anhi, wanita itu tersenyum lembut kemudian mengambil beberapa botol untuk diberikan pada penduduk sekitar.


Xiao Ziya dan Nyonya Mo Anhi sibuk memberikan penawaran wabah pada para penduduk yang tinggal di dekat Istana Kerajaan Daun Perak, Xiao Ziya tiba tiba merubah ekspresi wajah yang tadinya biasa biasa saja tiba tiba menjadi ekspresi marah. Beberapa meter dari tempat gadis itu terdapat beberapa orang berjubah hitam yang sedang mengawasi pergerakannya.


"Apa yang mereka berdua lakukan? mungkinkah botol botol itu berisi penawar untuk wabah yang sedang menjalar di kerajaan ini?." tanya salah seorang dari kelompok orang berjubah hitam.


"Ratusan tabib ada Alkemis berusaha untuk membuat penawaran untuk wabah ini namun tak ada satupun dari mereka yang berhasil, kalian tenang saja kedua perempuan itu tak akan mengganggu rencana Tuan." jawab salah salah satu dari orang berjubah hitam itu.


Setelah mengamati cukup lama mereka sangat terkenal ketika beberapa penduduk yang sudah meminum penawar itu mulai memuntahkan cacing parasit yang menjadi sebab tersebarnya wabah. Kelima orang berjubah hitam saling berpandangan satu sama lain, sepertinya kali ini ada seseorang yang telah berhasil membuat obat penawar untuk wabah itu namun siapa orangnya?.


"Lebih baik kita menghentikan mereka sekarang sebelum terlambat, jangan sampai rencana Tuan gagal." ucap beberapa orang berjubah hitam secara bersamaan.


Kelima orang berjubah hitam itu melesat ke arah Nyonya Mo Anhi karna mereka tau wanita itu yang paling lemah dan mudah untuk di singkirkan, di saat yang bersamaan Xiao Ziya melesat ke arah Nyonya Mo Anhi untuk menyelamatkan wanita itu dari kelima orang berjubah hitam. Xiao Ziya mengeluarkan pedang hitamnya kemudian menyerang orang orang berjubah hitam itu hingga mereka terpental beberapa meter. Nyonya Mo Anhi melihat ke belakang dan seketika kakinya terasa lemas, untung saja Xiao Ziya menyadari hal itu dengan cepat jika tidak ia pasti sudah kehilangan nyawanya.


"Lanjutkan saja memberikan ramuan penawar itu pada yang lain, saya yang akan mengurus kelima tikus ini." perintah Xiao Ziya pada Nyonya Mo Anhi, gadis itu tak memiliki waktu banyak untuk menyembuhkan semua orang yang terjangkit wabah.


"Baik saya mengerti Nona Ziya." jawab Nyonya Mo Anhi, wanita itu kembali memberikan obat penawar pada beberapa penduduk dibantu oleh penduduk lain yang sudah sembuh.




**Untuk kakak ini maaf kalau author belum bisa maksimal buat update, gimana kalau kakak suplai kuota buat author pas lagi kehabisan? nanti kalau authornya lagi sibuk atau ada masalah di bantu juga ya kak. Gimana ya guys, author kalian ini juga manusia yang bisa capek, bisa sakit, bisa sibuk, bisa banyak masalah juga kayak kalian. Kadang emang lagi ga dapat ide apa apa buat nulis, kadang mau nulis tapi udah terlanjur capek sama kegiatan yang lain. Bukannya author ga sayang sama kalian semua, author sayang kalian guys tapi keadaan yang buat ga bisa update.


Yang mau nunggu dan stay sama novel novel author alhamdulilah makasih banyak untuk pengertiannya, buat yang ga mau stay juga ga papa semoga nemuin novel yang sesuai dengan harapan kalian. Kadang capek kalau cuma mengejar apa yang orang lain mau tanpa lihat kondisi diri sendiri.


Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya**.