
Xiao Ziya sudah berada di ruang apartemennya, harga yang pantas untuk semua fasilitas mewah yang akan ia tempati untuk empat bulan kedepan. Xiao Ziya masuk kedalam kamar mandi ia ingin membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Setelah keluar dari kamar mandi penampilan gadis itu sangat berbeda dengan hoodie berwarna biru cerah dengan celana jeans hitam.
"Pakaian yang sangat nyaman, saya benar benar merindukan suasana seperti ini." ucap Xiao Ziya dengan senyum merekah di bibir mungilnya itu. Setelah memutar tubuhnya beberapa kali di depan kaca ia merasa sangat puas karna penampilannya yang modis dan juga keren.
"Mungkin sedikit merubah warna rambut dan mata." ucap Ziya yang langsung merubah warna rambutnya menjadi perak serta mata berwarna biru cerah khas mawar es yang ada di dalam lautan spiritual.
Xiao Ziya keluar dari apartemennya, ia pergi menuju lantai dasar untuk menanyakan beberapa hal pada pria tadi. Sayang sekali sang pria sudah pulang karna jam kerjanya usai.
"Dimana saya bisa mendapat senjata api?." tanya Xiao Ziya pada resepsionis yang baru. Wanita itu hanya memberi nasehat pada Xiao Ziya bahwa anak kecil tak boleh bermain main dengan senjata api.
Xiao Ziya langsung pergi dari sana karna ia tak mendapat jawaban yang memuaskan, gadis itu pergi menuju pusat kota mungkin di sana akan ada orang yang biasa ia tanyai.
Suasana ibu kota lebih ramai dari pada kota yang Xiao Ziya kunjungi sebelumnya. Dunia semesta tingkat rendah memiliki tiga kota kecil dan satu kota pusat. Walaupun namanya kota kecil namun wilayahnya sangat luas, satu kota kecil sama dengan dua kali wilayah Kekaisaran Qiyu. Ketiga ma kota kecil itu adalah kota Yunzu, kota Cenzi, dan kota Lunxe, sedangkan untuk ibu kotanya sendiri bernama Inlen.
"Permisi paman bisakah anda memberitau pada saya dimana tempat yang menjual senjata berapi? seperti pistol, senapan Laras panjang dan yang lainnya?." tanya Xiao Ziya pada seorang pria paruh baya dengan badan kekar serta beberapa bekas luka di bagian wajahnya.
Pria paruh baya itu menatap Xiao Ziya dengan heran, biasanya hanya anak laki laki saja yang sangat tertarik dengan senjata berbahaya seperti itu. Pria paruh baya itu memberikan sebuah kartu alamat pada Xiao Ziya.
"Terimakasih paman." ucap Xiao Ziya sambil menundukkan kepalanya kemudian ia pergi.
Xiao Ziya membaca kertas itu dengan teliti, toko yang menjual senjata berapi dan sejenisnya bernama black daimon, dari namanya saja Xiao Ziya sudah bisa menebak bahwa pemilik toko ini bukanlah orang biasa. Mungkin mereka anggota organisasi besar atau paling tidak orang orang yang cukup berpengaruh di Dunia Semesta Tingkat Rendah ini.
"Cukup menarik." ucap Xiao Ziya dengan seringainya. Ia berjalan menuju toko black daimon.
Ia tak terkejut ketika harus melewati gang gang sempit dan gelap untuk tiba di toko itu, Xiao Ziya juga berpapasan dengan beberapa orang yang memiliki aura membunuh yang cukup kuat. Mungkin mereka kelompok anggota pembunuh bayaran yang sedang membeli senjata baru untuk menjalankan misi mereka. Alangkah baiknya jiga Xiao Ziya memiliki granat ataupun bom asap saat ia berada di dunia bawah sehingga tak perlu mengeluarkan enerqi qi dalam jumlah yang cukup besar.
"Apa gadis kecil itu tersesat sampai kesini?." ucap seorang wanita dengan kisaran umur dua puluh tahun.
"Mungkin saja, tapi tempat ini sangat berbahaya untuknya." jawab teman gadis itu.
"Biarkan saja karna ini bukan urusan kita, ingat ketua meminta kita untuk mencari seseorang." ucap seorang gadis dengan rambut berwarna hitam serta mata elang yang tajam. Tanpa mereka sadari orang yang sedang mereka cari ada di hadapan mereka.
Ketiga gadis itu adalah anggota dari kelompok organisasi naga hitam yang tunduk dibawah kuasa pemerintahan dari pemimpin dunia semesta tingkat rendah saat ini. Dimana pun kita berada pasti ada kelompok yang satu tujuan dengan pemimpinnya dan juga ada kelompok pemberontak.
Ketiga wanita itu pergi begitu saja melewati Xiao Ziya, wanita dengan rambut hitam legam tadi merasakan aura yang sangat kuat dari arah gadis kecil yang mereka temui tadi. Namun setelah ia menoleh kebelakang gadis kecil itu sudah hilang dari tempatnya.
"Apa kau merasakannya juga?." tanya gadis dengan rambut pirang.
"Aura yang sangat kuat melebihi aura dari Tuan Ryzn." ucap wanita berambut hitam. Ia merasakan firasat buruk yang akan terjadi jika mereka bertemu dengan gadis kecil itu tadi.
Dilain sisi saat ini Xiao Ziya sedang mengamati gerak gerik ketika wanita itu dari salah satu pohon jati yang cukup tinggi, ia tersenyum senang karna akan ada permainan baru.
"Kita tunggu saja hingga mereka datang lagi." ucap Xiao Ziya yang meloncat pergi dari pohon jati itu.
Dilain tempat Xiao Yan baru saja kembali, ia langsung pergi ke penginapan untuk bertemu dengan istrinya yaitu Wi Xume. Namun setelah sampai di sana ia tak menemukan siapapun, akhirnya Xiao Yan bertanya pada pemilik penginapan tersebut dan ia mendapatkan informasi bahwa Wi Xume sudah dua hari tak kembali ke penginapan. Xiao Yan sangat cemas bagaimana jika ada hal buruk yang menimpa istrinya, dengan segera ia pergi dan mencari dimana Wi Xume berada.
Saat sedang mencari kesana kemari ia tak sengaja bertemu dengan beberapa prajurit kekaisaran yang sedang melakukan patroli rutin mereka.
"Apa kalian melihat istriku?." tanya Xiao Yan tanpa basa basi.
"Siapa yang kau maksut?." tanya salah seorang prajurit baru yang tau tau siapa istri dari pria yang ada di hadapannya itu.
"Ah maksut anda nona Wi Xume?." ucap salah seorang prajurit yang mengenal Xiao Yan dengan baik. Beberapa kelompok prajurit memang menyayangkan diturunkannya Xiao Yan dari tahta kekaisaran, untunglah mereka mendapat kaisar pengganti yang lebih baik sehingga tak timbul konflik.
"Iya apakah diantara kalian ada yang melihatnya? saya baru saja kembali dari kerajaan sebelah." ucap Xiao Yan.
"Kemarin saya mendengar bahwa nona Wi Xume dimasukkan kedalam penjara karna mencoba menggoda Kaisar." ucap prajurit itu dengan jujur.
Tentu walau sang prajurit berkata jujur Xiao Yan tak akan percaya begitu saja. Bagaimana bisa wanita yang sangat mencintainya itu menggoda pemuda lain? tak mungkin jika Wi Xume mendekatinya hanya untuk sebuah posisi menjadi seorang ratu. Xiao Yan pergi begitu saja dari hadapan para prajurit tanpa mengucapkan apapun, ia bergegas menuju istana untuk meminta penjelasan pada Kaisar Zue.
Penjaga gerbang masuk Istana Kekaisaran Qiyu menghentikan langkah Xiao Yan. Mereka menanyakan ada keperluan apa hingga Xiao Yan datang ke istana.
"Minggirlah ini bukan urusan kalian." ucap Xiao Yan dengan congkak.
"Maaf anda bukanlah seorang kaisar lagi, harap untuk bersikap lebih sopan." ucap salah seorang penjaga gerbang istana Kekaisaran Qiyu yang tak suka dengan sikap arogan Xiao Yan.
"Saya ingin bertemu dengan Kaisar Zue." ucap Xiao Yan dengan nada kesalnya.
"Tunggulah sebentar di sini." salah satu penjaga gerbang masuk kedalam Istana dan memberitahukan pada Kaisar Zue bahwa Xiao Yan ingin menemuinya. Kaisar Zue mengizinkan Xiao Yan untuk bertemu dengannya, panjaga gerbang itu kembali dan menyampaikan pesan dari sang kaisar.
"Silahkan masuk kedalam, kaisar sedang menunggu anda di ruang kerjanya." ucap penjaga gerbang itu dengan ramah.
Xiao Yan langsung masuk kedalam, ia mempercepat langkahnya agar segera sampai di ruang kerja Kaisar. Tanpa mengetuk pintu Xiao Yan langsung masuk begitu saja, ia menatap tajam ke arah Kaisar Zue yang sedang sibuk memandang tumpukan kertas kertas yang ada di mejanya.
"Karna dia dengan berani menggoda saya, tentu itu sangat mengganggu." ucap Kaisar Zue dengan ekspresi datarnya, ia benar benar muak dengan sikap Wi Xume yang sangat menyebalkan itu.
"Jangan bercanda, mana mungkin istri saya melakukan hal seperti itu." ucap Xiao Yan yang tak akan percaya dengan perkataan orang lain.
"Terserah padamu saja, saya mengatakan hal itu bukan untuk meyakinkanmu." ucap Kaisar Zue yang tak peduli dengan masalah rumah tangga antara Xiao Yan dengan Wi Xume.
"Jika begitu lepaskan istri saya sekarang." ucap Xiao Yan, ia menginginkan kebebasan istrinya.
"Tunggulah tiga hari lagi, ini adalah hukuman yang cukup ringan untuk penghinaan yang saya terima." ucap Kaisar Zue yang tak akan membebaskan Wi Xume begitu saja.
"Istri saya pasti sangat tersiksa di dalam penjara, saya mohon belas kasih kaisar." ucap Xiao Yan yang rela memohon pada Kaisar Zue untuk kebebasan Wi Xume.
"Ini keputusan saya dan jangan ikut campur dalam masalah kekaisaran. Istri anda sudah menghina saya, jadi dia pantas menerima hukuman. Silahkan anda pergi sekarang dan kembalilah tiga hari lagi." ucap Kaisar Zue dengan tegas.
Xiao Yan menggenggam tangannya dengan keras, ia begitu kesal karna tak memiliki wewenang apapun sekarang, bahkan tak ada pihak yang akan membelanya karna ia juga dibuang dari Klan Xiao. Xiao Yan keluar dari ruang kerja Kaisar dengan wajah yang sangat buruk.
"Sialan aku pasti akan membalas semua ini." ucap Xiao Yan yang sudah membalas tekadnya untuk balas dendam pada semua orang yang telah merusak kehidupannya.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya sudah berada di depan toko black daimon, ia melihat kesekeliling toko itu.
"Ya seperti namanya, toko ini cukup suram." ucap Xiao Ziya dengan suara pelan.
Ia masuk kedalam toko tersebut dengan suara langkah kaki yang samar samar terdengar, tiga pemuda pemilik toko itu menoleh ke arah Xiao Ziya. Mereka cukup tertarik karna baru kali ini mendapat seorang pelanggan gadis dibawah usia lima belas tahun. Ketiga pemuda itu menghampiri Xiao Ziya dengan wajah tampan dan aura suram mereka.
"Bisakah kalian menghilangkan kesuraman itu? toko ini lebih menyeramkan daripada kuburan." ucap Xiao Ziya dengan jujur dan membuat ketiga pemuda itu merasa malu.
"Maafkan kami nona namun kesuraman ini sudah ada sejak kami bertiga lahir." ucap Hanz salah satu pemuda pemilik toko tersebut.
Xiao Ziya mengamati ketiga pemuda itu dan melihat apakah ada yang salah dari mereka. Benar saya ketiga pemuda itu ditempeli oleh arwah jahat dengan aura hitam yang sangat kuat, wajar jika aura suram mengelilingi mereka.
"Hey kalian tiga hantu tua." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi datar dan tanpa rasa takut sedikitpun.
"Bagaimana bisa manusia rendahan ini dapat melihat kita." ucap salah satu dari hantu wanita tua itu.
"Mungkinkah ia adalah manusia yang dipilih langsung oleh dewa?." jawab hantu wanita tua yang satunya.
"Berhentilah berbicara omong kosong, siapa yang mendapat berkat dewa? jangan membuat saya geli." ucap Xiao Ziya yang tak akan pernah melupakan kejadian apa yang pernah ia alami sebelum berreingkarnasi kedalam tubuhnya yang sekarang.
"Dengan siapa kau sedang berbicara nona muda? disini hanya ada kita berempat saja." ucap Kenzo yang mulai merinding, entah mengapa tubuhnya terasa semakin berat saja.
"Apa kalian tak sadar bahwa ada hantu wanita tua yang mengikuti kalian? ah apakah tak ada orang yang memberitahukan hal ini sebelumnya?." tanya Xiao Ziya yang merasa penasaran apakah orang orang di dunia semesta tingkat rendah ini tak memiliki mata khusus yang bisa melihat keberadaan makhluk makhluk tak kasat mata???.
"Kami sudah pernah pergi menemui seorang pendeta, ia mengatakan bahwa aura suram ini adalah kutukan dari dewa." ucap Zero dengan wajah murungnya, karna tak ada yang mau mendekati mereka atau berteman dengan mereka bertiga.
Karna rasa kesepian itulah akhirnya mereka bertiga sepakat untuk menjadi mafia yang mendapatkan julukan tiga iblis pembunuh. Hanz, Kenzo, dan juga Zero adalah saudara kembar meski memiliki wajah yang berbeda beda namun warna rambut mereka semua pirang.
"Apa kalian ingin saya bantu?." ucap Xiao Ziya yang menawarkan bantuan, karna dari apa yang ia lihat jika hantu hantu jahat itu tak segera diusir maka hidup ketiga saudara itu tak akan lama lagi. Hal itu disebabkan ketiga hantu wanita tua memakan aura kehidupan dari ketiga pemuda tersebut.
"Jika nona muda bisa membantu, maka kami akan sangat berhutang budi." ucap Kenzo yang menaruh harapan pada Xiao Ziya.
"Bagaimana bisa kau ditipu oleh gadis itu." ucap Zero yang tak percaya jika Xiao Ziya bisa menghilangkan aura suram yang sudah melekat pada tubuh mereka sejak lahir.
"Saya tak akan memaksa kalian, jika diantara kalian ada yang percaya dengan apa yang saya katakan maka mendekatlah." ucap Xiao Ziya dengan santai karna ia tak akan mendapat kerugian apapun jika membiarkan ketiga pemuda itu mati perlahan.
Kenzo berjalan mendekat ke arah Xiao Ziya, entah mengapa ia sangat percaya dengan perkataan gadis itu. Xiao Ziya meminta pada Kenzo untuk duduk bersila, setelah itu Xiao Ziya mengambil beberapa kertas emas dari cincin semesta miliknya.
Hanz dan Zero terkejut karna baru pertama kali mereka melihat seseorang dapat mengeluarkan sebuah benda entah dari mana asalnya. Xiao Ziya menggambar suatu pola dalam kertas emas itu kemudian menempelkannya di punggung Kenzo.
"Para iblis, dan arwah arwah jahat yang tak terikat dengan neraka, dengan kekuasaan yang saya miliki saya akan mengikat arwah jahat yang mengganggu pemuda ini. Rantai neraka ikatlah." ucap Xiao Ziya, sebuah rantai berlapis api hitam muncul dari lantai toko tersebut rantai rantai neraka mengikat hantu jahat yang ada di tubuh Kenzo.
"Argh sialan bagaimana bisa kau ada di sini." teriak hantu wanita tua jahat itu yang merasa kesakitan.
"Dengan ini saya akan mengurungmu di neraka selamanya." seketika mata Xiao Ziya berubah warna manjadi merah darah, hantu yang ada di tubuh Kenzo terseret keluar dan masuk tembus kedalam ubin toko tersebut.
Kenzo yang menutup mata tak dapat melihat apa yang sebenarnya terjadi, namun ada perubahan besar yang ia rasakan tubuhnya terasa lebih ringan daripada biasanya ia juga merasakan kebahagiaan yang memancar dari hatinya. Sedangkan Hanz dan Zero benar benar terkejut dengan apa yang mereka lihat, sesosok wanita tua dengan wajah hancur keluar dari punggung Kenzo, wanita tua itu diikat oleh rantai hitam yang sangat kuat kemudian menghilang begitu saja saat gadis yang ada di hadapan mereka mengucapkan bahwa ia akan mengurung hantu itu selamanya.
"Saya sudah menyelesaikan tugas saya, sekarang sudah waktunya saya untuk pergi." ucap Xiao Ziya yang ingin pergi dari toko black daimon namun ditahan oleh Hanz dan Zero yang sedang bersujud dihadapannya.
Hai hai guys gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, malming kemana nih? ada yang sama kaya aku ga? cuma di kamar aja baca baca komik, main game, guling sana sini, pokoknya dirumah aja. Jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga.