RATU IBLIS

RATU IBLIS
Tugas Tugas


Setelah Zier masuk kedalam Istana Neraka ia berhenti di depan pintu masuk aula utama, harimau itu tampak sedikit kebingungan apakah ia harus membangunkan nonanya yang sedang tertidur lelap ataukah tidak.


"Nona kita sudah sampai." ucap Zier dengan suara lirih namun dapat di dengar jelas oleh Xiao Ziya walaupun gadis itu sedang tertidur pulas.


Xiao Ziya membuka matanya perlahan kemudian meregangkan otot ototnya yang terasa sedikit kaku, ia menoleh ke kanan dan kekiri untuk memastikan dimana ia berada sekarang. Setelah itu Xiao Ziya turun dari punggung Zier dan memasukkan harimau kesayangannya itu kedalam cincin semestanya lagi.


"Baiklah sebaiknya aku pergi ke ruang kerja kakek tua itu, pasti banyak berkas berkas yang terlantar." ucap Xiao Ziya yang melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Raja Artur.


Saat masuk kedalam ruangan itu hal pertama yang Xiao Ziya lihat adalah tumpukan kertas yang menjulang tinggi, gadis itu menghela nafasnya panjang kemudian duduk di kursi yang ada di sana. Xiao Ziya mulai membaca lembaran kertas itu satu persatu, entah mengapa tugas semudah ini dibiarkan begitu saja oleh kakek tua pikun itu.


"Mungkin otaknya sudah benar benar tak bekerja lagi." ucap Xiao Ziya dengan raut wajah kesalnya, banyak data data tentang tawanan penjara alam neraka yang belum diselesaikan oleh Raja Artur. Hari itu akan menjadi hari yang cukup panjang untuk Xiao Ziya.


Saat Xiao Ziya sedang sibuk mengurusi tugas tugasnya sebagai pemimpuin sementara, Raja Artur sibuk berkelut dengan fikirannya sendiri ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, mengapa ia bisa melakukan kesalahan yang sangat memalukan seperti itu hingga berakhir di penjara alam neraka paling bawah.


Seorang tawanan yang merupakan jelmaan iblis setengah manusia menatap ke arah Raja Artur yang ada di sel sampingnya, iblis itu terkejut mengapa seorang Raja Artur yang merupakan penguasa alam neraka bisa dipenjara di tempat kekuasaanya sendiri.


"Apakah anda tersesat di sini Yang Mulia Raja Artur?." ucap iblis setengah manusia itu yang mengira Raja Artur sedang mencoba bagaimana rasanya tinggal di dalam penjara.


"Saya melakukan kesalahan sehingga saya ada di sini." ucap Raja Artur yang enggan untuk menceritakan kesalahan apa yang telah ia lakukan karna itu sangatlah memalukan baginya.


"Lalu siapa orang yang bisa memasukkan seorang Raja Artur kedalam penjara?." ucap iblis setengah manusia itu yang merasa penasaran siapa yang dengan berani memenjarakan Raja Artur. Seingatnya dulu Raja Artur juga pernah melakukan sebuah kesalahan namun para dewapun tak berani menyentuhnya.


"Penerusku, dia yang menjatuhkan hukuman penjara satu tahun pada saya." ucap Raja Artur yang langsung teringat dengan kata kata Xiao Ziya sebelum gadis itu memasukkannya kedalam penjara.


Jika dulu Raja Artur adalah penguasa neraka yang kejam dan tak akan mendengar perkataan siapapun walau tindakannya salah karna ia tau para dewapun tak akan mau ikut campur, namun sekarang ia memiliki seorang penerus yang bahkan lebih tegas daripada dirinya sendiri, seorang penerus yang menjunjung tinggi kehormatannya mungkin ini adalah sebuah berkah yang Raja Artur dapatkan.


"Apakah penerus anda itu begitu kuat, dimana anda mendapatkan pemuda yang hebat sepertinya?." ucap iblis setengah manusia itu yang mengira penerus dari Raja Artur adalah seorang pemuda yang hebat dan luar biasa sehingga bisa membuat Raja Neraka takluk padanya.


"Dia seorang gadis kecil berusia dua belas tahun." ucap Raja Artur tanpa beban namun ucapannya itu membuat iblis setengah manusia yang ada di sel sebelah hampir mati karna terkejut.


Apakah Raja Artur sedang bercanda padanya? bagaimana bisa seorang gadis yang baru berusia dua belas tahun bisa membuat seorang Raja Artur patuh padanya bahkan menerima hukuman dipenjara selama satu tahun?.


"Apa yang membuat anda mematuhi perkataannya, bukankah ia hanya calon penerus anda, anda bisa membantahnya." ucap iblis setengah manusia itu yang ingin tau lebih jauh lagi tentang gadis misterius yang sangat hebat itu.


"Dia berkata pada saya, saya tidak peduli siapa anda selama anda melakukan kesalahan maka saya akan menghukum anda. Dia mengatakannya dengan binar mata yang begitu tajam." ucap Raja Artur yang sempat merinding dengan ucapan Xiao Ziya itu, selama ia hidup tak ada hal yang membuatnya merasa takut selain kematian.


"Dia mengatakan hal seperti itu pada anda? apakah anda tak merasa marah padanya?." tanya iblis setengah manusia itu yang akan terus menanyai Raja Artur hingga ia merasa puas dengan informasi yang ua dapatkan.


"Tidak, bahkan saya malu pada diri saya sendiri." ucap Raja Artur secara singkat kemudian ia meminta pada sang iblis setengah manusia untuk tidak menanyakan apapun lagi karna ia ingin beristieahat, sang iblis setengah manusia hanya bisa mematuhi apa yang dikatakan Raja Artur. Walau sang raja sedang dipenjara saat ini namun ia tetaplah seorang raja.


Di sisi lain Xiao Ziya sudah menyelesaikan tugasnya sekarang ia berniat untuk kembali ke Istana Hitam, karna masalah Yue Lunzo tentu saja belum selesai. Ia ingat jika pria itu sempat mengatakan bahwa ia melakukannya dengan sebuah sekte, dan jika itu benar maka sekte yang berkaitan dengan kematian para penduduk desa ada di wilayah Kerajaan Hitam. Xiao Ziya membaca mantra teleportasi agar sampai Kerajaan Hitam dengan cepat, setelah selesai membaca mantra gadis itu melintasi dimensi ruang dan waktu dalam sekejab ia sudah berada di depan gerbang masuk Kerajaan Hitam.


"Salam hormat kami pada nona Ziya." ucap para penjaga gerbang masuk Istana Kerajaan Hitam yang menyambut kedatangan Xiao Ziya dengan membungkukkan kepalanya.


"Saya terima salam kalian semua." ucap Xiao Ziya yang kemudian masuk kehalaman depan Istana Kerajaan Hitam.


Setelah itu Xiao Ziya berjalan memasuki istana, gadis itu berniat untuk pergi ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya yang sangat lelah, baru saja ingin membuka pintu kamar ada seorang pelayan yang datang menggampiri Xiao Ziya.


"Baiklah saya akan kesana, trimakasih kau bisa pergi sekarang." ucap Xiao Ziya yang tetap masuk kedalam kamarnya karna ia ingin membersihkan badannya yang sudah aga lengket karna aktivitas yang cukup padat.


Setelah selesai membersihkan dirinya Xiao Ziya memilih untuk menggunakan gaun berwarna biru muda dengan hiasan rambut berbentuk phonex biru yang ia dapatkan dari hadiah sang ayah yaitu Xiao Cunyu. Setelah selesai berdandan Xiao Ziya keluar dari kamarnya untuk menemui tuan muda yang dibicarakan pelayan tadi. Saat sampai di ruang tunggu, Xiao Ziya melihat pemuda dengan bola mata berwarna biru cerah sedang menunggu sesuatu dengan gelisah.


"Maaf telah membuat Tuan Muda Yue Agze menunggu lama." ucap Xiao Ziya yang membuat pemuda itu terkejut karna tak merasakan kehadiran gadis itu.


"Ah tak apa saya belum menunggu lama." ucap Yue Agze yang sempat terpesona dengan kecantikan yang terpancar dari Xiao Ziya, untung saja pemuda itu ingat apa yang menjadi tujuannya saat datang ke Kerajaan Hitam.


Xiao Ziya duduk di salah satu kursi yang ada di ruang tunggu, tadinya ia mengira salah satu kakak laki lakinya yaitu Pangeran Zeeling atau Pangeran Anz ada di sana ternya tuan muda dari Keluarga Bangsawan Yue Funzi menunggunya sendirian.


"Jadi ada keperluan apa tuan muda datang menemui saya?." tanya Xiao Ziya yang menanyakan tujuan tuan muda itu datang menemuinya, walau ia tau apa tujuannya namun Xiao Ziya ingin mendengarnya secara langsung.


"Saya datang untuk menanyakan tentang kondisi ayah saya." ucap Yue Agze tanpa basa basi lagi, ia berharap masih bisa bertemu dengan sang ayah walau hanya sekali saja.


"Ayahmu sedang menjalankan hukumannya, jika kedatantanmu untuk meminta saya untuk membebaskan ayahmu maka pulanglah." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara yang dingin, ia tak akan pernah membebaskan pria itu karna kesalahan yang ia buat sangatlah besar.


"Saya mohon pada nona untuk mengurangi hukuman ayah saya." ucap Yue Agze yang masih saja berharap semoga gadis muda yang ada di hadapannya itu akan luluh dengan kata kata yang ia lontarkan.


"Maka kembalinya nyawa penduduk desa yang telah ayahmu renggut." jawab Xiao Ziya dengan cepat, tentu perkataan dari Xiao Ziya membuat pemuda itu terdiam dan tak bisa mengatakan apapun karna menggantikan nyawa seseorang bukanlah sesuatu yang dapat ia lakukan.


"Saya tak bisa melakukannya nona." ucap Yue Agze dengan nada bicara yang terdengar pasrah.


"Jika begitu saya tak bisa mengabulkan permintaan anda." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyuman cantik yang membuat pemuda itu merinding saat melihatnya.


Sepertinya ia tak bisa menyelamatkan ayahnya lagi, tak ada yang bisa ia lakukan karna tanpa ia duga gadis yang ada di hadapannya itu sangat pintar dan juga keras kepala. Jika sudah seperti ini Yue Agze hanya bisa pulang ke kediamannya tanpa ada hasil apapun.


"Pulanglah karna sampai kapanpun saya tak akan pernah berubah fikiran." ucap Xiao Ziya yang langsung terbangun dari tempat duduknya kemudian gadis itu berjalan keluar dari ruang tunggu.


Yue Agze menatap kepergian Xiao Ziya, ia ingin memukul gadis itu dari belakang namun ia juga tak mungkin melakukan hal yang sangat ceroboh seperti itu. Akhirnya Yue Agze memilih untuk pulang ke kediaman Keluarga Bangsawan Yue Funzi.


Sesampainya di rumah ibu dan kedua saudarinya menanyai apakah nona muda itu mau membebaskan kepala keluarga mereka, dengan berat hati Yue Agze hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Ibu akan datang kesana untuk menampar gadis sialan itu." ucap Yue Yinha yang tak bisa membendung amarah dan juga rasa kecewanya. Mengapa di dunia ini ada seorang gadis muda yang sangat kejam seperti itu.


"Sebaiknya ibu tak melakukan tindakan yang ceroboh." ucap Yue Agze yang mengingatkan sang ibu agar tak melakukan hal yang dapat mengancam nyawanya sendiri. Entah di dengar atau tidak namun wanita itu langsung pergi masuk kedalam kamarnya.


"Biarkan ibu menenangkan dirinya terlebih dahulu." ucap Yue Mozi yang menenangkan adik adiknya.


Saat ini Xiao Ziya sedang berada di halaman belakang Istana Kerajaan Hitam, gadis itu sedang duduk di samping pohon mangga yang cukup rimbun dengan buah buah mangga yang mulai menguning.


"Bagaimana caraku menyampaikan kabar ini pada paman Yuan Zie, ia harus tau tentang apa yang terjadi pada kakek tua itu." ucap Xiao Ziya yang sedang memikirkan sebuah cara untuk menyampaikan pesannya pada Yuan Zie yang masih berada di dunia bawah. Setelah berfikir cukup lama akhirnya Xiao Ziya menemukan sebuah cara.


Hai hai guys author update lagi gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya, jangan lupa follow, vote ya, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.