RATU IBLIS

RATU IBLIS
Menyamar


Malam itu hampir seluruh wilayah bagian selatan terbakar oleh api hitam dan api putih milik Xiao Ziya, muncul bangunan bangunan baru yang terkesan sangat mewah dan indah. Xiao Ziya juga membangun sebuah istana di perbatasan antara pemukiman para penduduk dengan lembah yang berada di perbatasan paling selatan wilayah tersebut. Istana itu sangat jauh berbeda dengan istana Kekaisaran Binzo ataupun istana lain yang ada di zaman ini, Xiao Ziya sengaja mendesainnya agar terlihat moderen namun masih meninggalkan kesan klasik. Istana itu dipenuhi dengan warna hitam, putih, emas, dan juga perak, perpaduan keempat warna tersebut meninggalkan kesan mewah yang sangat mahal.


Para penduduk yang tadinya ingin beristirahat karna hari sudah malam langsung membatalkan niat mereka hanya untuk melihat bangunan bangunan yang telah di buat oleh Xiao Ziya, mereka semua juga merasa bahwa wilayah kerajaan yang baru didirikan oleh Xiao Ziya jauh lebih menarik daripada Kekaisaran Binzo.


"Ini pertama kali bagi saya melihat api dapat menghancurkan dan membangun bangunan baru seperti ini." ucap salah seorang penduduk dengan tatapan heran. Kemampuan yang dimiliki oleh Nona Muda Xiao Ziya sangat luar biasa bahkan tak pernah terbayangkan oleh mereka.


"Biasanya api hanya menciptakan kekacauan saja namun kali ini kobaran api menciptakan sesuatu yang begitu indah." ucap seorang pria tua yang sedang menatap ke arah Istana Kerajaan Binglin yang baru selesai Xiao Ziya buat. Istana itu terlihat menjulang tinggi karna memiliki empat lantai.


"Sepertinya kita tidak salah memilih saat memutuskan untuk terus berada di pihak Noma Muda Xiao Ziya. Semoga saja kedepannya kita dapat menjalani kehidupan yang lebih baik." gumam penduduk lain dengan sorot mata penuh harap.


Semua penduduk desa sedang sibuk dengan pikiran mereka masing masing sedangkan Xiao Ziya berada di dalam bangunan istana yang baru. Gadis itu masuk ke semua ruangan yang ada di dalam istana untuk memastikan kelayakan ruangan ruangan tersebut. Setelah selesai Xiao Ziya memutuskan untuk kembali ke penginapan, sebelum itu ia membuat sihir pembatas di sekitar istana agar tak sembarangan orang dapat masuk ke dalam.


Xiao Ziya melesat dengan kecepatan tinggi menuju penginapan yang ia tempati, ia segera masuk ke dalam kamar dan menutup pintu dengan rapat. Setelah itu Xiao Ziya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mulai memejamkan mata untuk masuk ke dalam alam mimpi. Menggunakan api hitam dan api putih dalam jangka waktu yang cukup lama membuat tenaga gadis itu sedikit terkuras, ia perlu tidur untuk memulihkan tenaganya yang hilang.


Saat Xiao Ziya tidur dengan lelap, Kaisar Yuzang Yanglang mendapatkan kabar dari prajurit yang berjaga di wilayah perbatasan bahwa Xiao Ziya telah membangun tembok dan gerbang perbatasan yang baru di wilayah barat. Dinding itu bahkan jauh lebih tinggi dan kokoh daripada milik Kekaisaran Binzo. Mendengar kabar tersebut Kaisar Yuzang Yanglang merasa tidak terima, bagaimana bisa membangun dinding pembatas hanya dalam waktu satu malam?.


Kaisar Yuzang Yanglang keluar dari kamarnya, ia pergi menuju bagian tertinggi dari Istana Kekaisaran Binzo untuk melihat apa saja yang telah dibuat oleh Xiao Ziya. Baru saja sampai di tempat yang ia tuju, mata sang kaisar membelalak dengan lebar. Bagaimana bisa Xiao Ziya membuat satu wilayah kerajaan baru hanya dalam satu malam? semua bangunan megah yang berada di selatan sungguh membuat Kaisar Yuzang Yanglang merasa iri.


"Argh sialan, sepertinya gadis itu ingin menandingi wilayah Kekaisaran Binzo dengan wilayah kerajaan barunya itu." gerutu sang kaisar dengan tatapan tajam penuh kebencian.


"Saat Xiao Ziya bepergian lagi maka saya akan mengambil alih wilayah itu, saya yakin ia tak memiliki kandidat calon raja yang tepat." gumam Kaisar Yuzang Yanglang dengan rencana liciknya. Padahal sangat tidak mungkin jika seorang Xiao Ziya melakukan kesalahan yang sama.


Waktu terus berjalan, para penduduk mulai kembali ke rumah mereka masing masing. Beberapa orang mencoba untuk masuk ke dalam istana kerajaan yang baru dibuat oleh Xiao Ziya namun ada sihir pembatas yang menghalangi. Tak ada yang memprotes tindakan Xiao Ziya itu, wajar jika bangunan baru tanpa penghuni mendapatkan penjagaan ketat agar tak sembarangan orang bisa masuk ke dalam sana. Beberapa pemuda yang memiliki basis kultivasi dan kemampuan berpedang mulai berfikir untuk mendaftar sebagai prajurit, sedangkan beberapa gadis muda ingin menjadi pelayan di istana kerajaan yang baru.


Malam yang gelap dan sunyi perlahan lahan mulai tergantikan oleh suasana pagi yang cerah dan ramai. Xiao Ziya masih tertidur dengan lelap di dalam kamar penginapannya sedangkan Putri Zo Ruhi baru saja terbangun dan saat ini berada di dalam kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri dan mengenakan pakaian Putri Zo Ruhi langsung turun ke lantai bawah penginapan, ia memesan menu sarapan sama seperti hari sebelumnya.


"Selamat pagi Putri Zo Ruhi, bagaimana tidur Anda semalam?." sapa salah seorang pekerja di penginapan itu, ia tersenyum ramah pada sang putri.


"Saya tidur dengan nyenyak semalam, fasilitas yang diberikan oleh penginapan ini sangatlah lengkap dan juga nyaman." ucap Putri Zo Ruhi, ia sangat puas dengan pelayanan di penginapan itu.


"Saya merasa senang karna bisa memberikan pelayanan terbaik pada Anda. Menu sarapan apa yang Anda inginkan?." tanya si pelayan.


"Umm saya ingin roti dengan telur lalu satu gelas susu hangat." jawab Putri Zo Ruhi, ia tak terlalu lapar hari ini karna itu hanya memesan roti dan telur.


"Baik mohon tunggu sebentar, saya akan kembali dengan membawa pesanan Anda." ucap si pelayan yang langsung pergi menuju dapur untuk membuatkan sarapan.


Putri Zo Ruhi memperhatikan ke sekeliling bangunan lantai dasar penginapan itu, beberapa orang yang sedang sarapan tersenyum ke arah sang putri sebagai ganti sapaan. Mata Ruhi terpaku pada pintu masuk penginapan, ia melihat beberapa orang masuk dengan gelagat yang sangat aneh.


"Mungkinkah mereka orang suruhan Yang Mulia Kaisar Yuzang Yanglang setelah mendengar Nona Xiao Ziya membangun kerajaan baru?." tanya Putri Zo Ruhi pada dirinya sendiri.


"Dimana Nona Xiao Ziya! kami mendapatkan informasi bahwa ia menginap di sini. Cepat panggilankan, kami datang dengan membawa titah dari Kaisar Yuzang Yanglang." triak para prajurit Kekaisaran Binzo yang menyamar menjadi penduduk biasa.


"Maaf saat ini Ziya jiejie sedang beristirahat, tolong jangan mengganggunya." jawab Putri Zo Ruhi yang masih duduk di tempatnya sembari menatap ke arah beberapa pria menyebalkan itu.


"Ck kami tidak bisa menunggu lama hanya karna gadis itu belum bangun. Cepat panggilankan Nona Xiao Ziya!." bentak salah seorang pria pada Putri Zo Ruhi.


Sang putri menatap datar ke arah sekumpulan prajurit yang sedang menyamar itu, sebenarnya siapa yang sedang mereka kelabui di sini? Putri Zo Ruhi tinggal cukup lama di Istana Kekaisaran Binzo yang baru ia bahkan hafal wajah wajah para prajurit yang ada di sana. Hal yang paling menyebalkan adalah mereka tidak memiliki sopan santun, berteriak saat berada di wilayah kekuasaan orang lain merupakan kesalahan besar.


"Diamlah!! ini bukan wilayah Kekaisaran Binzo. Kalian tidak bisa bertindak sesuka hati." bentak Putri Zo Ruhi yang sedang memberi peringatan pada sekumpulan pria itu.


"Anda tidak perlu ikut campur, kami hanya ingin menyampaikan titah dari sang kaisar." balas salah seorang pria.


"Masuk ke dalam wilayah orang lain dengan menyamar sebagai penduduk biasa? bukankah kalian semua prajurit dari Kekaisaran Binzo!! tidakkah kalian sedang berusaha untuk membodohi kami?." ucap Putri Zo Ruhi sembari menunjukkan senyum miringnya.


"Halangi mereka! jangan sampai Putri Zo Ruhi terluka. Tolong pergi ke kamar Nona Xiao Ziya untuk memberitahukan apa yang sedang terjadi." ucap salah seorang pria. Pria itu meminta temannya yang lain untuk menyerang balik para prajurit Kekaisaran Binzo, dan memberikan perintah pada seorang pekerja di penginapan itu untuk memanggil Nona Muda Xiao Ziya.


Kini beberapa pengunjung penginapan sedang bertarung melawan para prajurit Kekaisaran Binzo dengan sekuat tenaga, Putri Zo Ruhi ingin membantu namun dilarang karena ini cukup berbahaya untuk sang putri. Di sisi lain seorang pekerja penginapan telah sampai di lantai tiga dengan nafas tersengal sengal, ia harus berlari sembari menaiki puluhan anak tangga.


Tok tok tok....


Tok tok tok.....


Suara pintu yang diketuk oleh seorang pekerja penginapan. Setelah beberapa saat akhirnya pintu itu terbuka. Xiao Ziya menatap ke arah pekerja penginapan dengan tatapan bingung, tak biasanya ia dibangunkan seperti ini oleh mereka.


"Maaf telah mengganggu waktu istirahat Anda Nona Xiao Ziya, saat ini beberapa prajurit dari Kekaisaran Binzo ingin menyerang Putri Zo Ruhi dan sedang dihadang oleh para penduduk." ucap pekerja itu sembari mengatur nafasnya.


"Bagaimana mereka bisa masuk ke wilayah selatan? saya telah memberikan perintah untuk tidak membiarkan siapapun dari Istana Kekaisaran Binzo masuk ke wilayah ini?." tanya Xiao Ziya.


"Para prajurit itu menyamar sebagai penduduk biasa akan tetapi Putri Zo Ruhi langsung tau jika mereka prajurit dari Istana Kekaisaran Binzo. Karna itulah saat ini sang putri yang menjadi sasaran mereka." jelas si pekerja penginapan pada Xiao Ziya.


Xiao Ziya bergegas turun ke bawah tanpa mengatakan apapun pada pekerja penginapan, ia khawatir jika para penduduk terluka akibat bertarung dengan para prajurit Kekaisaran Binzo. Setelah sampai di lantai dasar apa yang Xiao Ziya khawatirkan menjadi kenyataan, beberapa penduduk terluka parah karna tak dapat mengimbangi prajurit prajurit itu.


"Kalian semua mundur, bawa yang terluka menuju tabib terdekat. Para penyusup ini biar saya yang mengurusnya." perintah Xiao Ziya pada beberapa penduduk yang masih bertahan melawan prajurit itu.


Beberapa penduduk desa langsung mundur sembari membawa teman mereka yang terluka. Tidak ada akses untuk keluar dari penginapan karna pintu depan dipenuhi oleh prajurit dari Kekaisaran Binzo.


"Bukakan pintu belakang agar mereka bisa pergi!." perintah Xiao Ziya pada beberapa pekerja yang sedang bersembunyi.


Akhirnya pintu yang ada di dekat dapur dibuka dan para penduduk dapat keluar lewat sana, kini saatnya Xiao Ziya menghabisi semua prajurit musuh yang telah menyusup ke wilayahnya dan dengan berani menyakiti para penduduk kerajaannya itu.


"Kami datang dengan mambawa titah Yang Mulia Kaisar Yuzang Yanglang, mohon Nona Xiao Ziya untuk menahan emosi dan mendengarkan isi titah tersebut." ucap salah seorang prajurit, ia meminta Xiao Ziya untuk menahan diri? sungguh perkataan yang sangat konyol.


"Saya tidak peduli dengan isi titah kaisar yang kalian bawa. Wilayah ini bukan lagi bagian dari Kekaisaran Binzo melainkan wilayah kekuasaan Kerajaan Binglin. Saya tidak akan segan pada mereka yang membuat keributan terlebih dahulu, bukankah Kaisar Yuzang Yanglang akan membunuh penyusup yang masuk ke wilayahnya secara diam diam? begitupun dengan saya." jawab Xiao Ziya dengan senyum yang sangat menyeramkan.


Xiao Ziya mengeluarkan sebuah pedang biasa dari dalam cincin semesta miliknya, pedang hitam milik gadis itu tak perlu turun tangan hanya untuk mengalahkan para prajurit seperti mereka. Tatapan mematikan dari Xiao Ziya membuat para prajurit dari Kekaisaran Binzo merinding, apa yang akan terjadi pada mereka nanti? mungkin mereka akan mati mengenaskan di tangan Xiao Ziya.


"Tunggu.... tunggu dulu Nona Ziya. Dengarkan penjelasan dari kami terlebih dahulu sebelum Anda bertindak terlalu jauh seperti ini." ucap salah seorang prajurit yang berusaha untuk menghentikan Ziya.


Pedang milik Xiao Ziya diayunkan dengan sangat cepat, dalam beberapa detik saja sudah ada dua prajurit Kekaisaran Binzo yang terpenggal kepalanya.


"Saya tidak suka mendengarkan omong kosong dari mulut sampah seperti kalian. Jangan harap bisa kembali dengan selamat ke wilayah Kekaisaran Binzo." ucap Xiao Ziya, aura membunuh samar samar telah meluap dari tubuh gadis itu.


Xiao Ziya melesat dengan kecepatan tinggi sembari mengayunkan pedangnya untuk menebas kepala dari para prajurit Kekaisaran Binzo yang mencoba untuk melarikan diri. Hanya dalam waktu dua puluh menit seluruh prajurit dari pihak musuh yang berjumlah dua puluh lima orang mati di tangan Xiao Ziya. Untuk menghilangkan jejak sekaligus membereskan kekacauan yang ia buat, Ziya menyalakan api hitam dan membakar mayat mayat itu hingga menjadi abu.


Semua orang yang masih berada di dalam restoran menyaksikan secara langsung apa yang dilakukan oleh nona muda mereka pada para prajurit dari Kekaisaran Binzo. Pertarungan tadi sangatlah cepat seperti seekor harimau sedangkan bertarung melawan sekumpulan ayam.


"Kau baik baik saja?." tanya Xiao Ziya sembari mengalihkan pandangannya pada Putri Zo Ruhi.


"Ya saya baik baik saja, terimakasih atas bantuannya Nona Xiao Ziya. Jika Anda tak datang maka akan ada korban jiwa dari pihak penduduk sekitar." jawab Putri Zo Ruhi. Putri kecil itu menunjukkan senyuman manis pada Xiao Ziya sebagai bentuk rasa terimakasihnya.


"Baiklah saya akan pergi untuk melihat kondisi para penduduk yang terluka tadi. Tetaplah di sini dan tolong pesankan sarapan untuk saya." ucap Xiao Ziya, ia langsung melesat pergi tanpa mengatakan terlebih dahulu menu apa yang ia inginkan untuk sarapan pagi ini.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.