
Tiba tiba dari arah belakang ada seekor ular berkepala lima yang muncul tiba tiba dibelakang Xiao Ziya. Gadis itu langsung melesat menghindar saat ular berkepala lima itu menyemburkan racun ke arah Xiao Ziya, jika terlambat sebentar saja maka gadis itu pasti sudah terkena racun.
"Hah ada ada saja, bisakah saat kau muncul memberitauku terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang menatap kesal ke arah ular berkepala lima yang kini menatap Xiao Ziya dengan tajam. Ular berkepala lima itu sepertinya ingin memangsa Xiao Ziya karna menganggap gadis itu sebagai gadis biasa.
"Hahahaha akhirnya aku bisa memakan daging manusia lagi." ucap ular berkepala lima itu dengan sangat senang.
Xiao Ziya yang mendengar ucapan dari ular berkepala lima hanya tersenyum tipis, apa yang ular itu katakan? dia ingin memangsa Xiao Ziya bukankah itu adalah lawakan yang sangat lucu dan menggelikan.
"Wah wah rupanya kau seekor ular berkepala lima yang sudah tua dan kehilangan akal." ucap Xiao Ziya yang menghina ular berkepala lima itu secara terang terangan.
Sang ular berkepala lima sangat marah saat mendengar ucapan dari gadis kecil yang ada di hadapannya itu berani beraninya seorang manusia lemah yang ada di hadapannya itu menghina secara terang terangan.
Karna merasa marah akhirnya sang ular berkepala lima menyemburkan racun beberapa kali namun Xiao Ziya bisa menghindarinya. Tumbuhan yang terkena racun dari sang ular berkepala lima seketika layu dan menghitam.
"Cih kau hanya bisa menghindar rupanya." ucap sang ular berkepala lima yang sangat percaya diri bahwa Xiao Ziya tak memiliki kekuatan untuk melawannya.
Xiao Ziya menguarkan sebuah pedang berwarna hitam yang dibentuk dari aura pembunuh miliknya, sang ular berkepala lima menyeringitkan matanya ia melihat kearah pedang hitam yang dimiliki oleh gadis yang ada di hadapannya itu.
"Jadi kau ingin kehilangan berapa kepalamu?." ucap Xiao Ziya yang menanyakan pada ular berkepala lima itu, sang ular ingin kehilangan berapa kepala.
"Kau kira dengan pedang rongsokanmu itu kau bisa memenggal kepala abadi miliku." ucap sang ular berkepala lima yang meremehkan pedang hitam milik Xiao Ziya yang sangat panas itu.
Karna sang ular berkepala lima berkata bahwa pedang hitam miliknya hanyalah sebuah senjata rongsokan akhirnya Xiao Ziya menebaskan pedang hitam itu pada salah satu kepala sang ular, benar saja dengan sekali tebas salah satu kepala dari ular berkepala lima sudah terpisah dari badannya. Sontak sang ular sangat terkejut karna gadis yang sedang ia incar itu adalah seorang kultivator tingkat tinggi.
"Apa yang kau lakukan pada salah satu kepala berhargaku." ucap si ular berkepala lima yang sangat marah karna telah kehilangan salah satu kepalanya.
"Bukankah kau tak percaya bahwa pedang hitamku ini mampu menebas kepalamu? tentu saja aku sedang membuktikannya padamu." ucap Xiao Ziya tanpa ada rasa bersalah karna ia menganggap jika ada yang tak percaya pada perkataanya yang harus ia lakukan adalah membuktikan bahwa apa yang ia katakan bukanlah bualan semata.
"Baiklah saya percaya bahwa pedangmu itu sangatlah hebat, namun tanpa pedang itu kau bukanlah apa apa." ucap sang ular yang kini hanya memiliki empat kepala itu, sepertinya ia ingin memprovikasi Xiao Ziya agar gadis itu tak menggunakan pedang hitam yang ia miliki.
Xiao Ziya menghilangkan pedang hitamnya lagi, kemudian matanya berubah menjadi merah darah gadis itu melayangkan sebuah pukulan keras pada salah satu kepala sang ular hingga kepala sang ular jatuh ketanah dan terlepas dari tubuhnya. Kini ular itu hanya memiliki tiga kepala saja.
"Saya sudah membuktikannya bahwa saya bisa memisahkan salah satu kepalamu hanya dengan tangan kosong." ucap Xiao Ziya dengan dingin pada ular berkepala tiga yang masih tak percaya dengan apa yang menimpanya itu.
"Baiklah saya menyerah, kau memang seorang kultivator yang sangat hebat. Maaf saya tadi menyinggung anda." ucap sang ular berkepala lima yang merasa sangat bersalah karna telah meremehkan gadis yang ada di hadapannya itu.
Kini sang ular telah kehilangan dua kepalanya yang sangat ia bangga banggakan. Xiao Ziya menatap ke arah ular itu, ia tau sang ular sedang merasa sangat sedih karna kehilangan kedua kepalanya dan ular itu juga merasa sangat bersalah karna sudah memperlakukan Xiao Ziya dengan tak baik.
"Menyatulah kembali." ucap Xiao Ziya, dengan sangat ajaib kedua kepala ular yang sudah terlepas dari badannya itu kembali menyatu seperti tak pernah terjadi apapun sebelumnya.
"Trimakasih nona trimakasih, maaf atas kesombongan saya." ucap sang ular berkepala lima yang merasa sangat bahagia karna kedua kepalanya telah menyatu kembali dengan badan.
Xiao Ziya menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah ular berkepala lima itu.
"Saya hanya ingin lewat saja, saya harap tuan ular berkepala lima mengizinkan saya untuk melewati daerah kekuasaanmu." ucap Xiao Ziya yang meminta izin pada ular berkepala lima itu untuk menumpang lewat, sang ular dengan senang hati mempersilahkan Xiao Ziya untuk lewat.
Xiao Ziyapun melesat pergi dari hutan itu untuk melanjutkan perjalananya menuju wilayah selatan. Xiao Ziya menatap kearah sebuah jurang yang menjadi penghalang perjalananya itu. Xiao Ziya menatap kebawah jurang entah mengapa di bawah sana ia merasakan ada sesuatu yang sangat berharga. Karna sangat penasaran akhirnya Xiao Ziya mengeluarkan sayap garuda miliknya dan mulai terbang untuk menuruni jurang itu. Benar saja di bawah jurang terdapat banyak sekali tanaman yang sangat berharga selain itu ada tumpukan koin emas yang sangat bercayaha.
"Mengapa ada banyak sekali benda berharga di sini. Ini milik siapa?." ucap Xiao Ziya yang menyusuri jurang itu untuk mencari tau tentang siapa pemilik dari semua harta yang ada di sana.
Akhirnya Xiao Ziya menemukan sebuah gua yang tak terlalu dalam di dalam gua itu terlihat sebuah kerangka manusia yang tampak sangat usang. Disamping kerangka itu ada sebuah surat, akhirnya Xiao Ziya membaca surat itu.
Di dalam surat itu tertulis bahwa nama dari kerangka itu adalah Xiao Wingza ia salah satu panatua dari Klan Xiao Yang ada di dunia atas. Dalam surat itu tertulis jika ada yang menemukan kerangkanya ia berharap bahwa orang yang menemukannya mau menguburkan kerangkanya. Dan semua harta yang ada di luar gua adalah milik orang yang menemukan kerangkanya.
Xiao Ziya tampak memikirikan sesuatu, ia melihat kearah kerangka tua itu. Berarti Xiao Wingza adalah leluhurnya olah karna itu Xiao Ziya langsung menguburkan kerangka tua itu sesuai dengan keinginanya. Selain itu Xiao Ziya juga meletakkan beberapa bunga di atas gundukan tanah.
"Semoga leluhur Xiao Wingza tenang di sana." ucap Xiao Ziya yang kemudian beranjak pergi dari gua itu. Setelah ada di luar gua Xiao Ziya memasukkan semua harta kedalam cincin semesta miliknya.
"Humm menyenangkan sekali ketika aku terbang seperti ini." ucap Xiao Ziya yang nampak sangat bahagia ketika ia bisa terbang dengan sayapnya sendiri. Kali ini Xiao Ziya terbang dengan sangat santai.
Setelah beberapa saat menikmati rasanya terbang di atas langit dengan santai akhirnya Xiao Ziya memilih untuk mendarat di sebuah hutan yang baru saja ia lihat dari atas langit. Saat turun di hutan itu Xiao Ziya langsung mengamati sekitarnya agar dia tau apakah ada hal berbahaya di hutan itu ataukah tidak.
"Hah hutan ini berbeda dari hutan yang lain." ucap Xiao Ziya yang yang memetik beberapa bunga yang tumbuh di hutan itu.
Setelah berjalan seharian Xiao Ziya mengistirahatkan tubuhnya di sebuah pohon yang tinggi, ia memilih tidur di atas pohon karna akan sangat aman daripada ia tidur di bawah pohon bisa saja ada binatang yang tiba tiba menerkamnya.
Saat Xiao Ziya sedang terlelap dalam tidurnya dari arah lain terlihat lima pemuda yang sedang berlarian karna dikejar oleh segerombol srigala iblis yang ada di bagian paling ujung hutan itu.
"Srigala srigala itu tak mau berhenti mengehar kita, apa yang harus kita lakukan ketua Wingyan." ucap salah satu pemuda.
"Mereka terlalu kuat untuk kita lawan." ucap Wingyan yang juga kebingungan, jika mereka terus berlari maka energi mereka akan habis namun jika mereka melawan dapat dipastikan mereka akan kalah.
Akhirnya mereka terus berlari hingga sampai di bawah pohon tinggi yang ditempati oleh Xiao Ziya. Pria yang bernama Wingyan meminta keempat pemuda untuk naik ke atas pohon karna srigala srigala itu akan kesulitan memanjat. Dengan patuh keempat pemuda itu memanjat ke atas pohon. Xiao Ziya yang tadinya sedang tertidur lelap merasa terganggu dengan auman gerombolan srigala iblis yang ada di bawah pohon, srigala srigala itu juga menggoyang goyangkan pohon yang ditempati oleh Xiao Ziya sehingga gadis itu sangat terganggu apalagi ia merasakan aura dari beberapa orang yang juga ada di atas pohon yang sama dengannya.
"Apa yang sedang kalian lakukan di atas pohon." ucap Xiao Ziya yang ada di dahan yang paling tinggi, kelima pria yang ada di dahan yang ada di bawah Xiao Ziya merasa terkejut.
"Kau siapa mengapa ada di atas pohon juga." ucap Wingyan yang tak menyadari kehadiran Xiao Ziya.
"Saya sudah ada di atas sini sebelum kalian." ucap Xiao Ziya yang menatap dingin kearah kelima pemuda yang ada di bawahnya. Saat melihat kebawah pohon ada segerombolan srigala iblis yang sedang menatap tajam mereka semua yang ada di atas pohon. Xiao Ziya tersenyum tipis kearah segerombolan srigala iblis itu.
"Jadi kalian naik ke atas pohon karna di kejar kejar segerombolan srigala iblis?." tanya Xiao Ziya pada kelima pemuda itu dan mereka menganggukan kepala secara serempak.
Akhirnya Xiao Ziya turun kebawah, lima pemuda yang masih ada di atas pohon hanya bisa meneriaki gadis yang nekat turun kebawah.
"Naiklah kembali ke atas pohon nak." ucap Wingyan yang khawatir jika gadis itu akan mati diterkam oleh srigala iblis.
Srigala srigala iblis itu menatap Xiao Ziya dengan tajam namun saat mata Xiao Ziya berubah menjadi merah dan memancarkan aura emas yang sangat dominan gerombolan srigala iblis itu menunduk takut karna merasakan aura agung yang sangat mereka kenali. Salah satu dari srigala iblis maju kedepan.
"Maaf kami tak tau jiwa junjungan neraka ada di sini." ucap srigala iblis itu yang sangat menghormati siapapun yang berasal dari wilayah neraka.
"Pergilah saya tak ingin melukai kalian." ucap Xiao Ziya yang meminta srigala srigala iblis itu untuk pergi. Ia sengaja tak melukai mereka karna mereka masih menghormatinya.
Akhirnya segerombolan srigala iblis itu pergi dari sana dan kelima pemuda turun kebawah. Mereka berlima menatap Xiao Ziya dengan keheranan bagaimana bisa gadis yang lebih muda dari mereka semua bisa mengusir srigala srigala iblis dengan mudah.
"Trimakasih telah menolong kami, perkenalkan saya Wingyan ketua kedua dari Akademi Merpati dan mereka berempat adalah murid murid saya." ucap pria yang bernama Wingyan yang ternyata adalah ketua kedua dari Akademi Merpati. Namun Wingyan bisa dibilang ketua muda karna ia masih berusia 20 tahun.
"Jika kami boleh tau nona ingin pergi kemana?." tanya Ling Yungha salah satu murid dalam Akademi Merpati.
"Saya ingin pergi ke Akademi Merpati." ucap Xiao Ziya yang ingin pergi ke sana karna ada sesuatu yang harus ia pastikan.
Mendengar tujuan dari gadis yang ada di hadapan mereka membuat kelima pemuda itu berfikir jika Xiao Ziya ingin mendaftar sebagai murid dari Akademi Merpati.
"Jika nona ingin mendaftar menjadi murid sebaiknya nona datang empat bulan lagi karna saat ini Akademi Merpati sedang tak membuka pendaftaran murid baru." ucap Wingyan yang memberitau pada Xiao Ziya untuk kembali terlebih dahulu. Namun apa yang ia fikirkan salah Xiao Ziya tak ingin mendaftarkan diri sebagai murid.
"Saya tak berniat mendaftar sebagai murid, saya ada urusan dengan kepala Akademi Merpati." ucap Xiao Ziya.
"Ah ternyata begitu mari nona ikut bersama dengan kami." ucap Wingyan yang mengajak Xiao Ziya untuk memempuh perjalanan bersamanya dan juga keempat muridnya.
Xiao Ziya sempat berfikir sejenak lalu ia menyetujui ajakan dari Wingyan karna ia memang tak tau dimana letak Akademi Merpati. Akhirnya mereka berenam melanjutkan perjalanan. Mungkin masih butuh waktu seharian lagi untuk sampai di sana.
Hai hai semuanya akhirnya aku update lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat ya. Jangan lupa follow ya yang belum follow, vote karna tiket vote kalian udah keisi satu sekarang, gift hadiah apapun mawar pun boleh, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke teman teman kalian, dan tips oke.