
Saat Xiao Ziya dan Zier sedang menikmati makanan yang mereka pesan, pria dan gadis menyebalkan yang mereka temui tadi menghampiri mereka. Xiao Ziya hanya bersikap acuh tak acuh karna ia memang tak memiliki urusan dengan kedua orang itu.
"Permisi nona bagaimana tawaran saya tentang binatang peliharaan anda." ucap pria itu yang masih saja berusaha untuk mendapatkan harimau kesayangan Xiao Ziya.
"Sihir pelindung." ucap Xiao Ziya yang langsung memasang sihir pelindung di sekitar Zier saat melihat gadis itu terus berusaha memegang harimaunya.
"Saya menginginkan harimau lucu ini." ucap gadis itu yang merengek pada pengawalnya.
"Bisakah anda memberikan harimau itu dan kami akan membayar." ucap pengawal gadis itu yang membuat Xiao Ziya semakin kesal. Apa pria itu bodoh sehingga tak mengerti bahwa ia tak berniat menjual harimaunya, atau telinganya tuli sehingga tak mendengar apa yang ia katakan.
Setelah menyelesaikan memakan semua yang ia pesan Xiao Ziya segera menggendong Zier dan pergi dari sana, pria dan gadis menyebalkan itu terus saja mengikutinya hingga datanglah ayah dari gadis itu.
"Putriku pulanglah apa yang sedang kau lakukan di sini, ibumu sangat mencemaskanmu." ucap sang ayah yang mengajak putrinya untuk pulang.
Ternyata mereka adalah salah satu keluarga bangsawan yang ada di Kekaisaran Muen, ayahnya bernama Lin Lubai, sedangkan gadis menyebalkan itu bernama Lin Sinji.
"Aku ingin harimau milik gadis itu." ucap Lin Sinji yang menunjuk pada Xiao Ziya yang terus berjalan tanpa menghiraukan orang orang itu.
Lin Lubai yang sangat mengenal putrinya itu akhirnya mengejar Xiao Ziya, jika putrinya tak mendapat apa yang ia inginkan maka sang putri akan mogok makan hingga beberapa hari walau Xiao Ziya tau tentang hal itupun ia akan tetap tak perduli karna Lin Sinji tak lebih berharga dari Ziernya.
"Nona tunggu sebentar saya ingin berbicara dengan nona." ucap Lin Lubai yang menghentikan langkah Xiao Ziya.
"Jika anda ingin membeli harimau kesayangan saya maka pergi saja saya tak berniat menjualnya, apapun yang terjadi pada putri anda nantinya itu bukan urusan saya dan saya tidak peduli." ucap Xiao Ziya dengan sangat tajam hingga Lin Lubai sempat terdiam sebentar. Baru kali ini ada seorang gadis biasa yang berani mengatakan hal seperti itu di depannya yang merupakan seorang keluarga bangsawan.
"Saya bisa membayarnya dengan apapun." ucap Lin Lubai.
"Saya sudah punya segalanya." ucap Xiao Ziya yang memang sudah memiliki banyak hal, koin emas dia punya dan itu sangat banyak, permata, spirit stone, buku, kitab sihir, gulungan jurus, kekuatan, kekuasaan, keluarga yang menyayanginya, lalu dengan apa pria yang ada di hadapannya itu ingin membayar.
"Carilah harimau lain meski kau memberikan semua kekayaan yang kau punya aku tetap tak tertarik." ucap Xiao Ziya lagi yang ingin pergi namun tiba tiba ada seratus prajurit yang menghalanginya.
"Jika kau tak bisa memberikannya dengan baik baik maka saya akan mengambilnya dengan paksa." ucap Lin Lubai yang sepertinya sudah buta akibat cintanya pada sang anak. Memberikan apa yang anaknya inginkan memang bagus, tapi tidak sampai merebut apa yang dimiliki oleh orang lain.
Xiao Ziya tersenyum dengan remeh, ah sepertinya pria dari keluarga bangsawan itu belum tau siapa Xiao Ziya.
"Pasukan iblisku keluarlah." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan lima ratus prajurit iblis dan lima jenderal iblis. Dengan Zirah berwarna merah yang mereka kenakan pasukan milik Xiao Ziya siap meluluh lantahkan apapun yang menghalangi nona mereka.
"A.. Apa ini mengapa kau juga memiliki pasukan sendiri." ucap Lin Lubai yang sudah kehabisan kata kata. Apa benar gadis yang ada di hadapannya adalah gadis biasa.
Mendengar ada keributan yang terjadi di wilayahnya tentu saja Kaisar Mu Xinzu tak tinggal diam begitu saya ia pergi ketempat dimana kekacauan itu terjadi. Saat ia dan kedua pangeran sampai di sana terlihat seratus prajurit dengan lambang keluarga Lin dan lima ratus prajurit dengan baju Zirah merah yang tak ia kenali.
Untung saja saat kaisar dan kedua pangeran datang pertarungan belum terjadi.
"Mengapa kalian ribut di wilayahku." ucap Kaisar Xinzu yang sedikit tak terima ketika ada orang yang membuat keributan diwilayahnya apalagi sampai melibatkan beberapa prajurit bisa dibilang ini merupakan peperangan dengan skala kecil.
"Ajarkan pada rakyat anda agar tak merampas apapun milik orang lain." ucap Xiao Ziya dengan dingin dan tegas.
"Apa yang anda lakukan tuan Lin, mengapa nona ini sampai mengatakan hal seperti itu." ucap Kaisar Xinzu yang ingin tau apa yang sedang terjadi.
Lin Lubai menceritakan apa yang sedang terjadi, ia bercerita bahwa putri kesayangannya menginginkan harimau kecil yang dibawa oleh Xiao Ziya sehingga ia ingin membeli harimau itu untuk putrinya, namun Xiao Ziya tak ingin menjual harimau itu dan mengatakan bahwa ia memiliki segalanya sehingga Lin Lubai merasa kesal dan meminta seratus prajuritnya untuk mencegat anak itu.
Sang kaisar saat ini sedang mencera cerita yang baru saja diceritakan oleh Lin Lubai.
"Maaf nona mengapa anda tak berniat menjual harimau kecil itu, bukankah itu hanya harimau biasa?." tanya Pangeran Mu Anhi yang merupakan pangeran pertama dari Kekaisaran Muen.
Kaisar Min Xinzu dan juga kedua pangeran itu terkejut ketika mengetahui harimau kecil tadi adalah binatang spirit tingkat tinggi bukan hanya tingkat tinggi levelnya tak bisa mereka baca. Begitupun dengan Lin Lubai yang syok karna harimau yang putrinya inginkan adalah sebuah binatang langka yang jarang ditemui di dunia bawah.
"Ah pantas saja anda tak ingin menjualnya." ucap Kaisar Min Xinzu.
"Maaf jika boleh tau nona ini siapa." ucap Pangeran Mu Linji yang merupakan pangeran kedua.
Sebelum Xiao Ziya menjawab pertanyaan dari Pangeran Mu Linji tiba tiba saja Ling An dan seniornya yang lain datang dengan wajah sangat khawatir. Mereka sudah mencari Xiao Ziya kemana mana namun tak menemukan gadis itu. Saat ada seorang warga yang menceritakan keributan antara seorang keluarga bangsawan dengan gadis perempuan kecil membuat Ling An dan yang lain tambah cemas karna mereka sudah menebak jika gadis kecil itu adalah Xiao Ziya.
"Nona Ziya apakah anda baik baik saja." ucap Ling An yang langsung berlari kearah Xiao Ziya untuk memastikan bahwa gadis itu baik baik saja.
"Saya baik baik saja kepala akademi." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis dibibirnya.
Gadis itu selalu memperlakukan seseorang seperti mereka memperlakukannya, dan senyuman manis itu tentu saja untuk orang orang yang begitu peduli padanya.
"Nona Ziya siapa mereka dan mengapa pasukan anda ada di sini." ucap Xu Yuan yang bingung mengapa pasukan milik Xiao Ziya sampai ada di situ, apakah ada orang bodoh yang mengusik gadis cantik itu lagi. Walau Xiao Ziya terlihat sangat polos namun kekuatan dan kekuasaan yang gadis itu miliki bukan main main.
"Kalian ini siapa?." tanya Kaisar Mu Xinzu yang sedang kebingungan.
"Saya Ling An kepala akademi Kekaisaran Qiyu dan mereka ini adalah murid murid saya." ucap Ling An yang memperkenalkan dirinya.
Setelah itu Kaisar Mu Xinzu dan kedua pangeran mengerti siapa gadis yang ada dihadapan mereka itu. Beberapa saat yang lalu wakil kepala akademi Kekaisaran Muern datang ke istana dan bercerita bahwa yang memenangkan turnamen tahun ini adalah seorang murid perempuan dari Akademi Kekaisaran Qiyu yang merupakan pemilik dari Klan Xiao dan juga adik dari Kaisar Yan. Selain itu sang gadis juga menjalin kerjasama dengan raja dari Kekaisaran Binzo. Lutut Kaisar Mu Xinzu dan kedua pangeran terasa sedikit lemas.
"Ayah bagaimana apakah ayah sudah mendapatkan harimau itu." ucap Lin Sinji yang tiba tiba saja menghampiri ayahnya.
"Belum putriku namun ayah akan segera mendapatkannya." ucap Lin Lubai dengan percaya diri karna kaisar ada di sana dan pasti akan membelanya.
Tanpa di duga Kaisar Mu Xinzu dan kedua pangeran memberi salam hornat pada Xiao Ziya.
"Hormat kami pada Nona Xiao Ziya, maaf karna kami sudah lancang pada nona." ucap mereka bertiga secara serempak.
"Saya ingin berperang dengan Keluarga Bangsawan Lin apakah kaisar mengizinkannya." ucap Xiao Ziya yang kini matanya sudah berwarna merah darah.
"Tentu kami tak akan menghalanginya lagi." jawab sang kaisar yang langsung memepi di sisi jalan.
"Memgapa kaisar tak membantu saya." triak Lin Lubai yang merasa tak terima dengan sikap sang kaisar.
"Ini masalahmu jadi selesaikan sendiri." ucap Kaisar yang tak ingin ikut campur, kaisar Mu Xinzu dan kedua putranya pergi karna tak ingin membuat Xiao Ziya memusuhi mereka.
"Gadis yang kau anggap tak memiliki apapun ini selain Zier, akan kuberi tahu siapa saya. Koin emas yang kau miliki di kediamanmu itu tak ada satu persen dari milikku, lalu kau bilang kau adalah salah satu keluarga bangsawan maka saya adalah adik dari Kaisar Yan kaisar dari kekaisaran Qiyu saya juga pemilik Klan Xiao disana. Jadi siapa yang tak menghormati siapa." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan kemenangan, Lin Lubai benar benar kehabisan kata kata sungguh malang nasibnya berurusan dengan Xiao Ziya.
"Pasukanku ratakan Kediaman Lin hingga banggunan itu tak berbentuk lagi, jangan lupa singkirkan siapapun yang menghalangi jalan kalian ini perintah." ucap Xiao Ziya yang memerintahkan pasukan iblisnya untuk meratakan kediaman Lin.
"Siap, kami akan menjalankan perintah dari Yang Mulia." ucap para pasukan iblis itu yang langsung pergi ke kediaman Lin yang tak jauh dari tempat itu.
"Nona saya mohon ampun jangan bunuh saya dan keluarga saya." ucap Lin Lubai yang bersujud dihadapan Xiao Ziya.
"Selamatkan keluargamu jika begitu." ucap Xiao Ziya dengan acuh tak acuh ia sudah sabar namun mereka begitu keras kepala dan menyebalkan.
Hai hai semua aku update lagi nih, wkwkwk gimana kalian suka ga aku bisa update teratur kaya gini. Jangan lupa follow aku, vote yang punya tiket vote, gift hadiah apapun aku bertrimakasih, jangan lupa like like like, komen, rate share.