RATU IBLIS

RATU IBLIS
Mereka Terpaksa


Raja Artur masih belum bisa mempercayai apa yang ia dengar, bagaimana bisa Xiao Ziya memiliki hubungan dengan malaikat kematian. Jika hal ini benar maka gadis itu memiliki status yang lebih tinggi dari Raja Artur beberapa tingkat.


"Bagaimana bisa gadis itu keponakan anda? anda pasti tau jika jiwa gadis itu berbeda?." ucap Raja Artur secara terang terangan, mungkin saja sang malaikat kematian salah mengenali orang lain.


"Saya tak bisa menjelaskan pada anda, saya titip keponakan saya pada anda karna ada urusan lain yang harus saya selesaikan." ucap Lee Brian yang tiba tiba menghilang dari hadapan Raja Artur, sang raja diam di tempat dan masih berusaha mencerna apa yang terjadi.


"Hah, apa apaan semua ini." ucap Raja Artur dengan ekspresi wajah yang sulit untuk dijelaskan.


Di tempat lain saat ini Xiao Ziya dan Xiao Xun sudah selesai makan siang bersama, Xiao Xun meminta izin pada adiknya untuk kembali ke kantor karna ada beberapa dokumen yang harus segera di selesaikan.


"Terimakasih karna sudah meluangkan waktu untuk makan bersama adikmu ini." ucap Xiao Ziya dengan senyuman termanis yang ia miliki. Beberapa siswa yang ada di lantai atas terpesona dengan kecantikan gadis itu.


"Gege yang seharusnya berterimakasih, jika urusan mu sudah selesai kita bisa mengadakan acara makan bersama dengan keluarga lain." ucap Xiao Xun sebelum ia pergi.


Saat ini tinggal Xiao Ziya yang masih berada di lantai tiga kantin akademi bersama dengan murid yang lain, beberapa murid laki laki berusaha untuk mendekati gadis itu namun mendapat tatapan sinis dari Xiao Ziya seolah olah tak ingin didekati dengan tujuan menjadikannya seorang kekasih.


"Perkenalkan saya putra perdana Mentri di Kekaisaran Qiyu." ucap seorang pemuda dengan sangat percaya diri. Xiao Ziya menatap pemuda itu dari bawah hingga atas kemudian tersenyum tipis.


"Saya sudah mengenal ayah anda, senang bisa bertemu dengan anda di sini." ucap Xiao Ziya yang tak ingin berbasa basi dengan orang yang tak penting.


Pemuda itu terlihat kesal mendapat perlakuan tak menyenangkan dari Xiao Ziya, meski gadis itu memiliki kedudukan yang tinggi di Akademi Kekaisaran Qiyu bukan berarti ia bisa bertindak seenaknya seperti ini.


"Saya harap nona bisa bersikap lebih baik lagi." ucap pemuda itu dengan tatapan kesal. Ia sedang menahan amarahnya agar tak memukul Xiao Ziya.


"Saya harap tak bertemu dengan anda lagi." jawab Xiao Ziya dengan singkat padat dan jelas, suasana di lantai tiga kantin akademi sudah berubah menjadi tak nyaman. Karna tak ingin menimbulkan keributan akhirnya Xiao Ziya memilih untuk pergi tanpa mendengarkan kata kata ejekan dari pemuda itu.


"Haruskah saya memecat ayahnya?." ucap Xiao Ziya yang sudah berada di luar kantin, jika anaknya saja memiliki etika yang sangat buruk bagaimana dengan sang ayah? jangan sampai Kekaisaran Qiyu hancur karna memiliki seorang perdana mentri yang tak kompeten.


Xiao Ziya keluar dari wilayah Akademi Kekaisaran Qiyu, gadis itu pergi menuju istana untuk mengatakan beberapa hal pada Kaisar Zue. Mungkin pada momen itu ia akan meminta sang kaisar untuk memecat ayah dari pemuda tersebut. Tak memerlukan waktu lama Xiao Ziya sudah sampai di depan gerbang masuk Istana Kekaisaran Qiyu, para penjaga gerbang membungkukkan badan mereka dan memberi salam pada Xiao Ziya.


"Salam hormat kami pada nona Ziya, jika nona ingin menemui Kaisar Zue beliau saat ini ada di aula utama bersama dengan petinggi yang lain." ucap salah satu prajurit penjaga gerbang yang memberikan informasi mengenai keberadaan Kaisar Zue.


"Terimakasih atas infomasinya." ucap Xiao Ziya dengan ramah kemudian masuk kedalam Istana.


Xiao Ziya berjalan dengan santai menuju aula utama Istana Kekaisaran Qiyu, saat berada di depan pintu masuk aula beberapa prajurit yang sedang berjaga langsung membukakan pintu tanpa meminta izin pada Kaisar Zue. Mendengar suara pintu aula yang di buka saat rapat sedang berlangsung tentu memicu rasa penasaran semua orang yang ada di dalam, siapakah orang yang lancang masuk tanpa meminta izin terlebih dahulu itu.


Xiao Ziya masuk kedalam aula dengan aura yang sangat dingin, ia menatap beberapa petinggi kekaisaran dengan tatapan tajam. Semua orang langsung menundukkan kepala mereka dan tak berani menatap mata Xiao Ziya kecuali Kaisar Zue.


"Ada keperluan apa hingga adik Ziya datang saat kami sedang mengadakan rapat." ucap Kaisar Zue dengan tatapan hangat, ia tau bahwa suasana hati Xiao Ziya sedang tidak baik.


"Saya ingin tau perdana mentri mana yang putranya masih bersekolah di Akademi Kekaisaran Qiyu." ucap Xiao Ziya dengan santai seolah olah tak ada hal buruk yang terjadi, jika ia menunjukkan kekesalannya sekarang maka tak akan ada yang mengaku.


Salah seorang pria maju kedepan, sebagai seorang perdana mentri wajahnya bisa di bilang masih muda biasanya seorang perdana mentri memiliki kisaran usia empat puluh tahun keatas. Pria itu tersenyum dengan sombong seakan akan memberi tau pada semua orang bahwa putranya sangat berbakat sehingga di terima oleh Akademi Kekaisaran Qiyu.


"Mengapa anda menanyakan perihal putra saya? anda sudah bertemu dengannya, putra saya sangatlah tampan nona Ziya. Jika anda tertarik padanya maka saya akan mengirim lamaran untuk anda." ucap sang perdana mentri dengan sangat percaya diri, kata katanya menimbulkan kemarahan pejabat lain yang ada di aula utama. Putra perdana mentri tersebut sangat jauh dari kata layak jika ingin bersanding dengan Xiao Ziya yang sangat luar biasa.


"Jaga ucapanmu." ucap Kaisar Zue yang tak senang dengan kesombongan sang perdana menteri.


"Tenanglah kaisar, saya hanya sedang membahas rencana lamaran dengan nona muda." ucap sang perdana mentri yang masih mengira jika Xiao Ziya jatuh hati pada putranya.


"Mari bermain logika, jika putra dari seorang dewa saja saya tolak bagaimana bisa saya tertarik dengan putra anda?." ucap Xiao Ziya yang membuat sang perdana menteri langsung terdiam, ekspresi bahagia dari wajah pria itu berubah menjadi ekspresi kesal.


"Putra saya jauh lebih baik dari putra sang dewa." ucap perdana menteri itu, ia dengan berani membanding bandingkan putra Dewa Hiloz dengan putranya.


"Anda ingin membandingkan putra anda dengan putra seorang dewa, apakah pantas?." ucap Xiao Ziya yang mulai mengkritik sifat tak sopan dari sang perdana mentri, dari segi manapun Ziloz jauh lebih baik daripada putra pria itu.


"Tentu saja mengapa tidak." ucap sang perdana mentri yang masih mempertahankan kesombongannya.


"Pecat dia." ucap Xiao Ziya yang membuat semua orang terkejut, Kaisar Zue membelalakkan matanya mendengar keputusan dari Xiao Ziya. Meski tindakan sang perdana Mentri sangat kurang ajar namun pekerjaan pria itu sangat baik, ia juga lulusan terbaik dari Akademi Kekaisaran Qiyu pada masanya.


Kaisar Zue saling bertatapan dengan para petinggi yang lain ia tak bisa membuat keputusan secepat ini, para petinggi juga akan tak terima jika sang perdana mentri diberhentikan secara tiba tiba. Sedangkan Xiao Ziya masih menatap tajam ke arah pria itu, menurut Ziya pria tersebut tak pantas menjadi seorang perdana mentri.


"Kekaisaran Qiyu tak kekurangan orang pintar, kita hanya kekurangan manusia yang beradab." ucap Xiao Ziya yang mengerti jika sang kaisar masih kesulitan mengambil keputusan, akan tetapi semua orang yang ada di aula harus ingat bahwa kedudukan tertinggi ada di tangan Xiao Ziya. Apapun yang dikatakan oleh gadis itu merupakan keputusan mutlak yang tak bisa di tentang oleh siapapun.


"Anda lihat bahwa kaisar tak bisa memberhentikan saya secara tiba tiba." ucap sang perdana Mentri yang semakin sombong.


Xiao Ziya tersenyum miring, jika Kaisar Zue tak bisa memberikan hukuman pada pria itu maka ada orang lain yang bisa memberi hukuman padanya. Xiao Ziya mengumpulkan seluruh energi spiritual miliknya kemudian ia memusatkan semua energi itu pada pita suara.


"Dewa Hiloz ada manusia yang berani merendahkan putra anda!!!!." triak Xiao Ziya sambil menghadap ke langit langit aula utama.


Di tempat lain saat ini Dewa Hiloz dan putranya sedang bersama dengan beberapa dewa yang lain, mereka sedang membahas tentang pergerakan yang dilakukan oleh salah satu pemimpin dari dunia manusia abadi. Para dewa tak bisa tinggal diam jika keselamatan umat manusia akan terancam, mereka mungkin membutuhkan bantuan dari Xiao Ziya. Saat para dewa sedang serius membicarakan hal itu tiba tiba Dewa Hiloz mendengar suara teriakan seorang gadis yang sedang memanggilnya.


"Ayah, itu suara dari nona Ziya." ucap Ziloz yang masih mengingat dengan baik suara dari gadis yang pernah menjadi pujaan hatinya itu.


"Sepertinya nona muda ingin memberitahukan jika ada seorang manusia dari manusia bawah yang sedang merendahkan putra anda." ucap Dewa Agni yang bisa mendengar dengan jelas perkataan Xiao Ziya.


Dewa Hiloz menggenggam tangannya dengan erat, ia tak terima jika ada seorang manusia biasa yang berani merendahkan ia dan juga putranya. Dewa Hiloz dengan sangat kesal turun ke dunia bawah, ia akan menemui manusia yang berani menghina putranya.


Sedangkan di sisi lain para petinggi Kekaisaran Qiyu sedang cemas, bagaimana jika Dewa Hiloz mendengar teriakan dari nona muda mereka.


"Dewa Hiloz tak akan mendengar perkataan dari nona karna nona tak pantas meneriaki seorang dewa." ucap perdana mentri itu yang sangat yakin jika Dewa Hiloz tak akan turun ke dunia bawah hanya karna teriakan dari gadis seperti Xiao Ziya.


"Lihat saja nanti." ucap Xiao Ziya dengan santai, ia yakin jika Dewa Hiloz akan datang dan memberi hukuman pada pria sombong itu.


Tak butuh waktu lama terdengar suara keributan dari luar Istana Kekaisaran Qiyu, semua orang yang ada di aula utama segera berlari menuju keluar istana. Di sana mereka melihat Dewa Hiloz dengan wajah marahnya, sang dewa berjalan mendekat ke arah Xiao Ziya.


"Salam hormat saya pada nona Ziya, terimakasih telah memberitahukan jika ada manusia yang merendahkan putra saya." ucap Dewa Hiloz yang memberi salam hormat pada Xiao Ziya, sontak hal itu membuat semua orang terkejut termasuk sang perdana Mentri.


"Pria itu dengan berani membanding bandingkan putranya dengan putra anda, dan dia juga mengatakan bahwa putranya lebih unggul dari putra anda. Yang membuat saya sangat kesal adalah ekspresi mengejek dari wajah pria itu, bagaimanapun juga saya mengenal baik putra anda." ucap Xiao Ziya yang menunjuk ke arah sang perdana mentri, pria itu gemetaran mendengar perkataan dari Xiao Ziya.


Sang perdana mentri tak bisa lari dari tempat itu, mulutnya tak bisa mengucapkan sepatah kata. Ia sangat tak menyangka jika Dewa Hiloz benar benar turun ke dunia bawah hanya karna teriakan dari Xiao Ziya, ditambah sang dewa memberikan salam hormat pada gadis semuda Xiao Ziya.


"Saya minta maaf karna telah menyinggung anda." ucap sang perdana mentri yang berusaha untuk meminta maaf atas kesalahan yang ia lakukan.


"Anda pasti mengerti apa yang saya inginkan." ucap Xiao Ziya dengan seringai jahat. Dewa Ziloz menganggukkan kepalanya ia membawa sang perdana mentri pergi dari tempat itu tanpa mengatakan apapun. Semua orang masih melamun di tempat mereka, tanpa mereka sadari Xiao Ziya sudah pergi dari sana.


"Gadis itu tak pernah main main dengan perkataanya. Kalian sudah melihat sendiri bahwa seorang dewapun pun sangat menghargai nona kita, jangan pernah menyinggung nona muda." ucap Kaisar Zue yang kembali masuk kedalam Istana, ia harus membuat alasan yang masuk akal jika keluarga dari sang perdana mentri datang untuk menanyakan kemana pria itu pergi.


Hari sudah mulai sore Xiao Ziya kembali ke paviliun untuk menyiapkan beberapa keperluan sebelum ia pergi mengajak para kultivator yang telah dipilihnya untuk pergi ke dunia semesta tingkat rendah. Saat Xiao Ziya berada di depan gerbang masuk paviliun miliknya ia mendengar ada yang memanggil dari belakang.


"Ada apa jiejie?." ucap Xiao Ziya yang melihat Xiao Yuna sedang berlari ke arahnya.


"Ku dengar kau ingin pergi ke dunia semesta tingkat rendah." ucap Xiao Yuna yang tertarik untuk pergi ke sana juga, ia sudah meminta izin pada sang ayah dan tentu Xiao Yuza mengizinkannya. Menurut Xiao Yuza putrinya bisa berkembang dengan lebih baik jika memiliki banyak pengalaman.


"Iya, apa kau ingin ikut?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman jahil.


"Aku dan beberapa saudara yang lain ingin ikut ke dunia semesta tingkat rendah, apakah boleh?." tanya Xiao Yuna dengan sangat berhati hati.


"Ah bagaimana ini, saya sudah memilih siapa saja yang akan ikut ke dunia semesta tingkat rendah." ucap Xiao Ziya dengan wajah sedihnya, Xiao Yuna terlihat sangat kecewa mendengar perkataan dari adik sepupunya itu. Kini hilang sudah harapannya untuk bisa pergi ke lapisan dunia yang lain.


"Ternyata begitu, maaf karna mengganggu waktu adik." ucap Xiao Yuna yang ingin pergi, ia tak mungkin memaksa Xiao Ziya untuk mengajaknya.


"Apakah saya mengatakan bahwa jiejie tak ada di daftar orang orang yang sudah saya pilih?." ucap Xiao Ziya yang membuat Xiao Yuna bingung. Jadi sejak awal dia sudah di pilih oleh Ziya untuk ikut ke dunia semesta tingkat rendah.


"Kau sedang mengerjaiku adik." ucap Xiao Yuna yang mengejar Ziya karna gadis itu berlari kedalam paviliunnya, akhirnya terjadilah adegan kejar kejaran diantara mereka berdua.


"Ahaha maaf saya hanya ingin menjahili jiejie." ucap Xiao Ziya tanpa perasaan bersalah sedikitpun.


Mendapat kepastian bahwa ia dan sepupu yang lain akan pergi ke dunia semesta tingkat rendah membuat Xiao Yuna merasa sangat bahagia, ia berpamitan pada Xiao Ziya karna ingin memberitahukan kabar baik ini pada yang lain. Xiao Ziya menggeleng gelengkan kepalanya saat melihat Xiao Yuna berlari sambil melompat kesana kemari, entah mengapa jiejienya seperti anak kecil.


Xiao Ziya masuk kedalam paviliun, ia pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang terasa lengket setelah selesai mandi dan mengganti pakaian Ziya langsung melesat menuju pasar yang ada di dekat Klan Xiao.


Ziya mencari sebuah kedai yang menjual roti isi daging dengan camilan yang lain, gadis itu sedang kelaparan.


"Bibi saya pesan roti isi daging dibungkus, satu minuman segar." ucap Xiao Ziya yang menunggu di luar kedai, setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanan gadis itu datang.


Xiao Ziya membayar pesanannya kemudian ia melanjutkan perjalanan menuju tempat janjian dengan para bandit yang ditemui pagi tadi, beberapa penduduk melihat ke arah gadis itu karna pesona dari Xiao Ziya menarik perhatian banyak orang. Setelah berjalan cukup lama akhirnya Xiao Ziya sampai di depan kedai tempat janjian mereka, gadis itu melihat sekelompok orang yang sedang duduk di dalam kedai.


"Nona kami disini." ucap pemimpin kelompok bandit tersebut, terlihat seorang wanita dan juga anak laki laki dari sang pemimpin kelompok bandit.


Xiao Ziya masuk kedalam kedai dan melihat kesekeliling, kondisi di sekitar cukup aman walau apa beberapa pengunjung kedai yang merasa tak nyaman dengan kehadiran kelompok bandit tersebut.


"Salam hormat kami pada nona besar." ucap semua anggota bandit dan keluarga mereka yang memberikan salam hormat pada Xiao Ziya.


"Saya terima salam kalian, jadi kalian sudah datang sesuai intruksi saya. Apa kalian sudah makan?." tanya Xiao Ziya, ia sempat memperhatikan wajah lesuh dari beberapa orang mungkin perjalanan mereka cukup jauh dan Ziya memberikan waktu yang singkat.


"Kami belum sempat makan nona,karna jarak antara rumah satu orang dan yang lainnya cukup jauh." ucap ketua kelompok bandit itu dengan ekspresi malu.


"Baiklah kalian bisa pesan makanan terlebih dahulu saya yang akan membayar, saya ingin setelah kalian menjadi bagian dari penduduk Kekaisaran Qiyu kalian bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Ingat bahwa saya bisa memenggal kepala siapapun yang berani berhianat pada kekaisaran." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara yang sangat serius. Setiap pria dan pemuda yang ada di kelompok bandit merasa merinding mendengar kata kata kejam yang keluar dari mulut seorang gadis muda.


"Baiklah kami mengerti nona besar." ucap semua orang secara serempak.


Akhirnya suasana mulai mencair, semua orang memesan makanan sesuai dengan keinginan mereka dan Xiao Ziya cukup senang melihat para anak dari kelompok bandit itu sangat antusias memesan makanan. Seorang anak perempuan berusia lima tahun berjalan mendekat ke arah Xiao Ziya, gadis kecil itu menatap Xiao Ziya cukup lama.


"Maaf karna sikap kurang sopan dari putri saya." ucap seorang wanita paruh baya yang ingin membawa gadis kecil itu pergi.


"Biarkan dia menyampaikan apa yang ingin disampaikan." ucap Xiao Ziya yang meminta sang ibu untuk membuatkan anak perempuannya menyampaikan sesuatu pada Xiao Ziya.


"Kakak seorang malaikat?." tanya gadis kecil itu dengan ekspresi polos yang sangat menggemaskan. Entah mengapa ia melihat Xiao Ziya seperti sedang melihat seorang malaikat yang sangat baik.


"Saya manusia biasa sama seperti yang lain." jawab Xiao Ziya dengan ramah.


"Kakak cantik sudah membantu ayah, terimakasih. Kini ayah tak perlu melawan orang orang jahat yang ingin menangkap kami." ucap gadis kecil itu dengan air mata yang berjatuhan. Mungkin sang gadis tak mengetahui jika ayahnya melakukan kejahatan karna hal itu keluarga mereka dikejar oleh beberapa kerajaan. Dari permasalahan ini Xiao Ziya dapat menyimpulkan bahwa kesejahteraan yang rendah memicu banyaknya kejahatan yang terjadi, seseorang bisa melakukan perampokan atau pencurian bukan karna keinginan mereka namun terdesak oleh kebutuhan hidup.


"Ayahmu akan mendapat pekerjaan yang baik di sini, jika suatu hari kau mendengar hal buruk tentang ayahmu kau harus memaafkannya. Sekarang kalian akan memulai hidup baru yang lebih baik lagi." ucap Xiao Ziya yang memberikan sedikit nasehat pada gadis kecil itu, jika dilihat dengan jelas para anggota bandit tak memiliki aura yang buruk ataupun niat membunuh kemungkinan mereka tak pernah membunuh orang lain.


"Aku tau pekerjaan ayah, dan ayah selalu menangis di malam hari karna merasa menyesal." ucap gadis itu dengan sebuah senyuman cerah dibalik suara tangisannya. Xiao Ziya memeluk gadis kecil itu lalu menggendongnya keluar dari kedai lagipula pesanan mereka belum datang. Xiao Ziya ingin membicarakan beberapa hal pada gadis itu.


Setelah sampai di luar kedai Xiao Ziya menurunkan gadis kecil itu dari gendongannya, sang gadis memegang erat tangan Xiao Ziya.


"Kau tak membenci ayahmu?." ucap Xiao Ziya dengan tatapan yang berbinar seperti ingin menangis.


"Tidak, ayah melakukan semua ini karna ku. Jika ayah tak melakukan hal itu kami tak bisa makan untuk beberapa minggu." ucap sang gadis kecil yang sedang menangis dengan suara pelan ia tak ingin membuat pengunjung lain tergantung.


"Jadilah gadis yang kuat, baik, dan cerdas agar bisa membanggakan kedua orang tuamu. Saat kau sudah besar, kakak akan memasukkanmu ke Akademi Kekaisaran Qiyu karna itu berlatihlah dengan keras agar mampu bersaing dengan murid lain." ucap Xiao Ziya yang ingin menyekolahkan gadis itu saat ia sudah besar.


Dengan perasaan senang gadis kecil itu memeluk erat Xiao Ziya, akhirnya kekhawatirannya selama ini sedikit berkurang. Sang gadis kecil memiliki kehidupan yang cukup buruk dan sangat malang ia tak bisa membeli baju baru seperti teman temannya yang lain, ia hanya bisa makan nasi dan sayur saja setiap hari, gadis itu juga beberapa kali tak bisa makan karna sang ayah tak membawa pulang satu koin perak.


"Jangan menangis, usap air matamu kita akan masuk ke dalam." ucap Xiao Ziya yang kembali menggendong gadis kecil itu dan mengajaknya masuk kedalam kedai, pesanan mereka sudah datang dan sang gadis kecil berlari ke arah sang ibu dan mulai makan bersama dengan lainnya.


"Selamat makan semua." ucap Xiao Ziya yang tak ikut makan bersama karna ia sudah makan sebelum sampai ke tempat itu.


Semua orang menikmati makanan mereka, baru kali ini mereka bisa makan dengan kenyang. Xiao Ziya meminta total pembayaran atas semua makanan yang kelompok bandit itu pesan, totalnya sekitar tiga puluh koin emas.


"Nona ingin memperkejakan mereka?." tanya sang pemilik kedai dengan ragu ragu.


"Tentu, anda akan mengerti perasaan mereka ketika anda tak memiliki satu butir beras dalam rumah anda." ucap Xiao Ziya yang menjawab kekhawatiran sang pemilik kedai. Sangat jarang orang yang mau memperkejakan mantan bandit di kekaisaran atau kerajaan mereka karna beresiko sangat tinggi.


"Bagaimana jika mereka melakukan kejahatan?." tanya sang pemilik kedai.


"Itu tak akan terjadi karna mereka akan mendapat rumah dan gaji yang layak." ucap Xiao Ziya yang masih belum bisa dimengerti oleh pengunjung kedai yang lain, mungkin gadis itu memiliki sisi baik dan sisi buruk yang seimbang hingga ia terkadang terlihat seperti malaikat dan terkadang seperti seorang iblis yang kejam.


Hai hai semuanya author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga kalian semua sehat ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih bangat, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian juga tentang novel ini ya guys. Yang mau masuk gc wa bisa masuk gc mt dulu karna ada nomer wa ku di pin atas gc Mt.