
Pagipun datang, beberapa orang telah bangun untuk memulai aktivitas mereka di pagi hari berbeda dengan Xiao Ziya yang masih tertidur dengan nyaman di atas ranjang ruang kesehatan, Wilre sang piton salju milik gadis itu masih setia menjaga nona mudanya ia senang melihat sang nona bisa beristirahat dengan baik.
Dari kejauhan Wilre mendengar langkah kaki seseorang yang mendekat ke ruang kesehatan, ternyata tabib wanita yang kemarin merawat nonanya datang lagi. Sang tabib wanita terkejut melihat seekor ular piton berwarna putih dengan ukuran yang besar itu.
"Dari mana datangnya ular itu?." ucap sang tabib wanita yang bergegas melihat ke arah Xiao Ziya, sang tabib bisa bernafas lega ketika melihat pasiennya dalam kondisi baik baik saja.
"Sebaiknya anda pergi karna nona sedang beristirahat." ucap Wilre dengan santai, tabib itu tambah terkejut karna piton putih yang ada di hadapannya bisa berinteraksi dengan manusia.
"Kau milik nona Ziya?." tanya tabib wanita itu dengan perlahan agar tak menyinggung perasaan Wilre.
"Saya salah satu binatang pengikut setia nona Ziya." jawab piton salju itu.
"Baiklah saya akan pergi agar tak mengganggu waktu istirahatnya, jagalah nona anda dengan baik karna di wilayah Klan Yuang Yie ini ada beberapa pihak yang menginginkan kematian nona anda." ucap sang tabib wanita kemudian pergi dari ruang kesehatan, ia bersyukur karna kondisi Xiao Ziya sudah pulih tak ada lagi yang perlu di khawatirkan tentang kondisi gadis itu.
Setelah tabib pergi piton salju itu kembali berjaga jaga, tak lama setelahnya Xiao Ziya mulai membuka matanya perlahan dan melihat ke sekitar. Gadis itu ingat bahwa hari ini ia harus pergi ke wilayah Kerajaan Bulan untuk menyelesaikan masalah yang di buat oleh Raja Anling Zee, gadis itu belum lupa saat sang raja menculik adik laki lakinya dengan sengaja.
"Sebelum pergi kesana saya harus bertemu dengan seseorang terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya masih dalam kondisi mengantuk, Ziya meminta Wilre untuk masuk kembali ke dalam cincin semesta miliknya. Gadis itu tak lupa mengucapkan terimakasih karna Wilre sudah menjaganya sepanjang malam, dengan patuh Wilre masuk kembali kedalam cincin semesta milik nonanya ia akan pamer pada yang lain karna mendapat tugas dari sang nona.
Xiao Ziya bangun dari tempat tidur dan berjalan keluar ruang kesehatan ia ingin kembali ke kamar untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Saat perjalanan menuju kamarnya, Xiao Ziya berpapasan dengan Yie Weinje. Wanita tua itu menatap dengan tatapan tak suka ke arah Xiao Ziya.
"Anda bisa melakukan apapun yang anda inginkan." ucap Xiao Ziya dengan nada datar, ia tau bahwa sang nenek memiliki rencana jahat untuk menyingkirkannya dari dunia manusia abadi ini atau mungkin dari dunia untuk selamanya.
"Tentu saya akan melakukan apapun untuk membuatmu pergi dari sini." ucap Yie Weinje dengan serius.
"Namun Anda tak boleh melupakan satu hal, di sini bukan hanya anda yang dapat melakukan tindakan keji seperti itu." ucap Xiao Ziya kemudian pergi meninggalkan neneknya.
Yie Weinje menatap kepergian Xiao Ziya dengan sorot mata tajam, baru kali ini ia mendapat ancaman dari seorang gadis muda yang tak memiliki basis kultivasi yang kuat. Yie Weinje bersumpah akan mengusir Xiao Ziya dari Klan Yuang Yie bagaimanapun caranya, gadis itu hanyalah benalu yang akan merugikan dirinya dan juga cucu kesayangannya.
Saat ini Xiao Ziya berada di dalam kamar, ia sedang mengganti pakaian kotornya dengan sebuah gaun berwarna merah. Setelah selesai Xiao Ziya pergi ke kamar salah satu ketua Klan Yuang Yie untuk melihat Xiao Zoe.
Tok tok tok.
Suara pintu kamar seseorang yang sedang di ketuk oleh Xiao Ziya. Tak beberapa lama setelahnya muncul seorang wanita dengan ekspresi terkejut karna ada yang mengunjunginya saat pagi pagi buta seperti ini.
"Selamat pagi bibi Sanron." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar.
"Ah ternyata kamu, selamat pagi nona Ziya." ucap Yie Sanron.
"Saya datang untuk mengambil Zoe, sebelum itu terimakasih karna bibi telah menjaga adik saya." ucap Xiao Ziya, gadis itu sedang mencari sesuatu di dalam cincin semesta miliknya untuk dibersihkan pada Yie Sanron sebagai tanda terimakasih.
"Zoe sangat lucu jadi saya senang bisa menjaganya, anak itu selalu menanyakan dimana nona berada dan terkadang saya kesulitan mencari sebuah alasan." ucap Yie Sanron dengan jujur, ia menceritakan sedikit pengalamannya saat menjaga Zoe.
"Saya minta maaf karna merepotkan anda, ini sedikit hadiah sebagai tanda terimakasih dari saya." ucap Xiao Ziya, ia memberikan sebuah kotak kayu dengan ukuran sedang pada Yie Sanron. Entah apa yang ada di dalam kotak kayu itu namun Yie Sanron menerimanya dengan senang hati.
"Terimakasih atas hadiahnya, tunggulah sebentar karna Zoe sedang berganti pakaian." ucap Yie Sanron, tak lama setelahnya Zoe muncul dengan wajah yang sangat menggemaskan. Anak laki laki itu terlihat begitu senang saat sang kakak perempuan datang menjemputnya.
"Kemana saja Ziya jiejie pergi?." ucap Zoe dengan memanyunkan bibirnya, ia kesal karna di tinggal Xiao Ziya dalam waktu yang cukup lama.
"Ada beberapa urusan penting yang harus jiejie lakukan, maaf membuatmu menunggu lama." ucap Xiao Ziya yang langsung menggendong Zoe kemudian berpamitan pada Yie Sanron.
Akhirnya Xiao Ziya mengajak Zoe untuk pergi dari Klan Yuang Yie menuju sebuah restoran yang tak jauh dari sana, restoran itu memiliki beberapa lantai yang dijadikan sebagai penginapan.
"Ada yang bisa kami bantu?." ucap seorang gadis dengan wajah penuh luka goresan.
"Saya ingin memesan beberapa menu makanan terbaik yang kalian miliki, selain itu bisakah kau panggilkan seorang tamu di penginapan kalian?." ucap Xiao Ziya pada gadis pelayan itu. Xiao Ziya merasa kasihan melihat luka luka di wajah sang gadis yang tak bisa hilang.
"Siapa nama pengunjung penginapan yang ingin anda temui?." tanya sang gadis pelayan dengan lembut.
"Artur, bilang saja padanya ada seorang tamu yang ingin bertemu dengannya. Ah iya ini salep khusus yang bisa menyembuhkan luka luka di wajah mu, pakailah secara teratur." ucap Xiao Ziya yang memberikan sebuah salep buatannya sendiri pada sang gadis pelayan.
"Terimakasih atas kebaikan nona, tunggulah di sini saya akan memberitahukan koki tentang makanan yang anda pesan dan saya akan ke lantai tiga untuk bertanya apakah ada tamu penginapan bernama Artur." ucap gadis itu kemudian pergi meninggalkan Xiao Ziya.
"Jiejie." panggil Zoe pada kakak perempuannya.
"Ada apa adikku?." tanya Ziya pada Zoe.
"Aku rindu ayah, bagaimana kondisi ayah sekarang?." tanya Zoe dengan wajah sedih, biasanya ia akan bermain dengan sang ayah ketika bangun tidur. Meskipun di sini cukup nyaman namun Zoe lebih menyukai suasana di Klan Xiao.
"Jiejie akan meminta seseorang untuk mengantarmu pulang." ucap Xiao Ziya, ia sengaja ingin menemui Raja Artur yang sudah mengawasinya dalam beberapa hari terakhir ini untuk mengantar Zoe pulang ke dunia bawah.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya beberapa pelayan di restoran itu datang dengan membawa semua makanan yang di pesan oleh Xiao Ziya, tak berselang lama Raja Artur turun ke bawah untuk menemui tamunya.
"Senang bisa melihat anda." ucap Xiao Ziya dengan senyum miring, Raja Artur menatap datar ke arah gadis itu sejak awal ia sudah tau akan sulit menyembunyikan keberadaanya pada Xiao Ziya.
"Hah akhirnya kau menyadari keberadaan ku." ucap Raja Artur menghela nafas pasrah, ia masih harus menjaga gadis itu seperti permintaan sang malaikat kematian.
"Saya menyadari keberadaan anda sejak pertama anda datang ke sini." ucap Xiao Ziya dengan santai sembari menikmati makanan yang ia pesan.
"Mengapa kau mencari ku gadis nakal?." tanya Raja Artur dengan raut wajah bingung, pasti ada sesuatu yang ingin di sampaikan oleh gadis itu.
"Tolong antarkan Zoe pulang ke Klan Xiao dengan selamat." ucap Xiao Ziya, hanya Raja Artur yang dapat membawa Zoe pulang tanpa di curigai oleh penjaga gerbang masuk Dunia Manusia Abadi, masih ada banyak hal yang harus di selesaikan oleh Xiao Ziya sehingga ia tak bisa secara langsung membawa Zoe pulang.
Raja Artur semakin bingung, ia jauh jauh datang ke dunia manusia abadi dan meninggalkan beberapa pekerjaan yang ada di alam neraka hanya untuk menjaga Xiao Ziya, namun gadis itu memintanya untuk mengantar Zoe kembali ke dunia bawah. Akankah malaikat kematian yang menemuinya beberapa waktu yang lalu marah jika ia pergi meninggalkan Xiao Ziya sendirian di tempat itu?.
"Sepertinya akan sulit untuk mengantar Zoe pulang." jawab Raja Artur dengan serius.
"Apa yang sedang anda lakukan di sini? bukankah alam neraka memiliki hubungan yang tak terlalu baik dengan orang orang dunia manusia abadi?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan penuh selidik, gadis itu curiga sang kakek tua datang kesini hanya untuk mengawasinya. Biasanya Raja Artur tak akan takut pada siapapun, lalu siapa orang yang memintanya untuk datang ke sini?.
"Tugas anda di Kerajaan Neraka saja sudah sangat banyak mengapa anda mengambil tugas lain seperti ini." ucap Xiao Ziya yang masih berfikir siapa dalang di balik semua ini, tunduknya Raja Artur pada perintah seseorang membuat Xiao Ziya semakin penasaran.
"Ini demi keselamatan hidupku." ucap Raja Artur dengan raut wajah sedih.
Raja Artur lebih suka berada di kerajaannya dan mengerjakan semua dokumen yang menumpuk di meja kerja daripada harus bepergian ke lapisan dunia yang tak ia kenali seperti ini. Saat sedang berfikir Xiao Ziya menemukan satu nama yang bisa membuat Raja Artur tunduk pada kekuatan maupun posisinya, pria itu adalah adik dari ibu kandung Xiao Ziya.
"Apa paman Lee Brian yang memintamu datang kesini?." tanya Xiao Ziya dengan sorot mata tajam, ia tau bibinya Ratu Min Xunzi tak akan mengancam seseorang hanya untuk mengawasinya selama berada di dunia manusia abadi.
"Bagaimana kau bisa tau?." tanya Raja Artur dengan tatapan bingung, apakah rencananya memang mudah di tebak oleh gadis itu ataukah gadis itu sudah bersekongkol dengan sang malaikat kematian?.
"Karna hanya paman Lee Brian saja yang bisa membuat Raja dari Alam Neraka tunduk pada perintahnya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman meledek, Raja Artur gemas melihat ekspresi Xiao Ziya dan ingin menelan gadis itu bulat bulat.
"Karna kau sudah tau maka tak perlu ada yang di tutup tutupi lagi, saya harus tetap berada di sini demi keselamatan mu." ucap Raja Artur dengan tegas, Ziya menganggukkan kepalanya faham namun Zoe tetap harus kembali ke dunia bawah demi keselamatan anak itu.
"Anda harus mengantar adik saya pulang, ini demi keselamatan saya." ucap Xiao Ziya, ia akan terus memaksa Raja Artur sampai menuruti keinginannya itu.
"Bagaimana dengan perintah dari pamanmu?." tanya Raja Artur, kepalanya terasa pusing karna harus memikirkan perkataan siapa yang harus ia turuti.
"Saya akan baik baik saja di sini, saat ini Zoe sedang menjadi buronan Kerajaan Bulan jika ia masih ada di sini maka posisi saya akan terancam. Selain itu jika saya dalam masalah yang serius saya bisa memanggil anda kapanpun." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin.
Raja Artur menghela nafas panjang, ia mengalah dan akan menuruti perkataan penerusnya itu. Lee Brian juga tak akan marah jika keponakannya sudah berkata demikian, bukankah begitu? itulah yang sedang di pikirkan oleh Raja Artur saat ini.
"Baiklah saya akan membawa Zoe kembali sekarang." ucap Raja Artur dengan pasrah.
"Zoe akan pulang yey." ucap Zoe dengan ekspresi senang, ia sangat rindu dengan sang ayah.
"Terimakasih atas bantuan anda, jika paman Lee Brian marah pada anda nanti saya yang akan turun tangan." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar.
Akhirnya Raja Artur mengajak Zoe untuk pulang ke dunia bawah, sebelum itu ia meminta pada beberapa Jenderal Neraka untuk tetap berada di sana memantau keamanan Xiao Ziya. Masalah kepulangan Zoe teratasi dengan baik, kini Xiao Ziya bisa menjalankan rencana selanjutnya dengan tenang.
"Apa yang harus kami lakukan junjungan muda?." tanya para Jenderal Iblis yang kini berdiri di hadapan Xiao Ziya yang masih menikmati sarapannya.
"Pesanlah makanan, kalian harus makan dengan baik sebelum melaksanakan tugas dari kakek tua itu." ucap Xiao Ziya dengan santai, banyak energi yang diperlukan untuk mengikutinya setiap saat.
"Koin emas yang kami bawa tak banyak." ucap salah seorang Jenderal Neraka dengan wajah malu, seharusnya mereka membawa lebih banyak koin emas untuk bertahan hidup di tempat itu.
"Pesanlah makanan yang kalian inginkan, saya yang akan membayar semuanya." ucap Xiao Ziya sekali lagi, akhirnya para jenderal neraka memesan beberapa menu makanan.
"Terimakasih traktirannya junjungan muda." ucap para Jenderal Neraka penuh dengan semangat.
"Panggil saya nona Ziya saat berada di sini." ucap Xiao Ziya yang khawatir beberapa pengunjung restoran akan menyebarkan berita miring tentangnya karna panggilan itu.
"Baik kami mengerti nona Ziya." ucap para Jenderal Neraka dengan patuh.
Xiao Ziya sudah menghabiskan semua makanan yang ia pesan, ia meminta seorang pelayan untuk datang padanya dan memberi nota pembayaran.
"Saya akan membayar semua makanan yang saya makan serta mereka yang ada di sana." ucap Xiao Ziya sambil menunjuk para jenderal yang sibuk dengan piring mereka masing masing.
"Baiklah tunggu sebentar nona." ucap pelayan itu dengan ramah.
Xiao Ziya menunggu tak terlalu lama sampai pelayan itu kembali padanya, dari raut wajah sang pelayan tampaknya ia khawatir jika Xiao Ziya tak bisa membayar semua tagihan itu karna jumlahnya lumayan banyak. Dilihat dari penampilan Ziya yang seperti orang biasa, mungkin sang pelayan hanya takut mendapat hukuman dari pemilik restoran.
"Berapa yang harus saya bayar?." tanya Xiao Ziya dengan santai seperti tak memiliki beban apapun.
"Semuanya sembilan ribu dua ratus koin emas." ucap pelayan itu dengan wajah pucat dan tangan gemetaran.
Xiao Ziya mengeluarkan sepuluh ribu koin emas dari dalam cincin semesta miliknya di hadapan pelayan itu, sontak sang pelayan terkejut dan ingin pingsan di tempat. Ia sedang berfikir apa identitas gadis muda yang ada di hadapannya hingga dapat mengeluarkan sepuluh ribu koin emas dengan sekali kibasan tangan.
"Semua ini berkisar sepuluh ribu koin emas, sisanya bisa anda gunakan untuk pergi ke tabib terdekat. Karna sedari tadi saya melihat wajah anda yang pucat dan tubuh gemetaran." ucap Xiao Ziya lalu gadis itu pergi meninggalkan restoran tersebut, Xiao Ziya hanya tertawa kecil melihat tingkah pelayan tadi.
Setelah selesai sarapan dan urusannya dengan Raja Artur selesai, Xiao Ziya memutuskan untuk kembali ke Klan Yuang Yie berpamitan pada sang kakek karna ia akan pergi ke wilayah Kerajaan Bulan untuk beberapa hari kedepan. Saat sampai di Klan Yuang Yie Xiao Ziya melihat beberapa penjaga gerbang yang terluka sepertinya ada hal besar yang sedang terjadi.
"Mengapa kalian terluka seperti ini?." tanya Xiao Ziya dengan raut wajah sedih, ia ingat bahwa para penjaga gerbang Klan Yuang Yie memperlakukannya dengan baik.
"Putra Mahkota dari Kerajaan Bulan datang untuk mencari anda, kami sudah menghalanginya dengan sekuat tenaga namun kami gagal." ucap beberapa penjaga gerbang, mereka senang dengan kehadiran Xiao Ziya di Klan Yuang Yie karna gadis itu sangat cantik, baik, anggun, dan bijaksana.
"Terimakasih telah membantu saja paman, ini adalah pil khusus yang dapat menyembuhkan luka dalam dengan cepat, bagikan juga pada yang lainnya." ucap Xiao Ziya memberikan satu botol kaca berisi pil berwarna coklat cerah dengan dua garis emas. Seorang penjaga gerbang menerima botol kaca itu dengan tangan gemetaran.
"Bagaimana bisa kami menerima obat semahal ini." ucap beberapa penjaga gerbang dengan raut wajah bingung.
"Anggap saja itu sebagai ucapan terimakasih saya, kalian semua harus segera sembuh." ucap Xiao Ziya kemudian masuk kedalam Klan Yuang Yie.
Para penjaga gerbang melihat kepergian Xiao Ziya dengan binar mata berkaca kaca, seorang penjaga gerbang mulai membagikan pil berwarna coklat yang diberikan oleh Xiao Ziya. Beberapa diantara mereka sudah meminum pil itu dan mulai bersila di depan gerbang masuk Klan Yuang Yie untuk menyerap semua khasiat dari obat tersebut, tak butuh waktu lama semua luka luka mereka telah sembuh.
"Nona muda baru kita memang yang terbaik." ucap para penjaga gerbang dengan penuh semangat.
Di sisi lain saat ini sang Putra Mahkota dari Kerajaan Bulan sedang berada di aula utama Klan Yuang Yie, namanya adalah Pangeran Yozan Zee ia memiliki karakter yang hampir sama dengan sang ayah atau mungkin lebih menyebalkan lagi.
"Saya ingin bertemu dengan gadis itu sekarang!." teriak Pangeran Yozan Zee dengan nada tinggi, pemuda itu menatap Yie Gu dengan tajam.
"Saat ini cucu saya sedang berada di luar Klan Yuang Yie." ucap Yie Gu dengan santai karna Xiao Ziya memang sedang keluar entah kemana.
"Anda jangan coba coba untuk membodohi saya, anda pasti sedang menyembunyikan gadis itu." ucap Pangeran Yozan Zee dengan tatapan penuh curiga, bagaimanapun gadis itu adalah cucu dari Yie Gu. Pasti pria tua itu akan melindungi cucunya dengan sekuat tenaga.
Hai guys author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ke temen temen kalian, love you guys.