RATU IBLIS

RATU IBLIS
Penyerangan


Nyawa Xiao Ziya benar benar menjadi incaran banyak pihak. Mungkin karna gadis itu terlu kuat hingga membuat beberapa pihak yang iri padanya. Kekuatan Xiao Ziya ia dapatkan karna berkah reingkarnasi, takdirnya yang begitu buruk di masa depan dan masa lalu kini sudah berubah drastis. Namun dengan adanya berkah disitu pula ada ancaman yang selalu mengintai nyawa Xiao Ziya. Gadis itu harus tumbuh menjadi gadis yang kuat dan mampu melindungi dirinya sendiri maupun orang orang disekitarnya.


Saat ini Xiao Cunyu dan Raja Artur sedang melakukan perjalanan untuk kembali ke istana kekaisaran, karna tadinya mereka mengobrol di paviliun Xiao Cunyu yang ada di Klan Xiao.


"Kita harus segera sampai, dan memastikan bahwa putimu baik baik saja." ucap Raja Artur yang berjalan sangat cepat sehingga menabrak beberapa pejalan kaki. Xiao Cunyu berusaha mengimbangi kecepatan Raja Artur namun sangat sulit karna perbedaan kekuatan yang sangat jauh.


"Bukankah dia seumuran denganku, bagaimana bisa ia lebih cepat dariku." ucap Xiao Cunyu yang tak mengetahui identitas asli dari Raja Artur. Andai saja ia tau mungkin ia akan memanggil Raja Artur dengan sebutan leluhur.


Tak butuh waktu yang lama Raja Artur dan Xiao Cunyu akhirnya sampai di istana kekaisaran, hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari keberadaan Xiao Ziya.


"Xiao Yan, dimana adikmu." ucap Xiao Cunyu saat melihat putra pertamanya keluar dari kamar.


"Adik Xiao Xun ataukah adik Xiao Ziya?." ucap Xiao Yan yang merasa bingung karna ia memiliki dua adik, dan ayahnya menanyakan tanpa menyebut nama adiknya.


"Adik perempuanmu." ucap Xiao Cunyu yang terlihat seperti orang yang sedang dikejar kejar oleh sesuatu. Sebenarnya Xiao Yan ingin menanyakan apa yang sedang terjadi namun ia tak berani untuk mengatakannya.


"Adik Ziya sedang beristirahat di kamarnya, jika tak ada lagi yang ayah ingin sampaikan aku undur diri terlebih dahulu." ucap Xiao Yan yang kemudian membungkuk di depan ayahnya lalu ia pergi begitu saja.


Xiao Cunyu dan Raja Artur segera mendatangi kamar Xiao Ziya, saat masuk kedalam kamar Ziya, yang mereka lihat adalah Xiao Ziya tengah tertidur pulas hingga mereka berdua tak berani membangunkannya dan memilih untuk pergi. Sebelun pergi Raja Artur merasakan ada hal yang aneh dengan tubuh Xiao Ziya, kekuatan gadis itu meningkat dengan drastis dan itu sangat tak masuk akal.


"Sepertinya ada sesuatu yang baru saja terjadi pada gadis ini." gumang Raja Artur.


Matahari telah tenggelam kini giliran sang bulan yang menjalankan tugasnya. Xiao Ziya terbangun dari tidurnya sembari menengok ke kanan dan ke kiri. Sepertinya gadis itu lupa bahwa ia menyuruh semuanya untuk keluar dari kamar. Kondisi Xiao Ziya jauh lebih baik daripada sebelumnya, gadis itu meregangkan otot ototnya kemudian bersiap untuk mandi. Badannya benar benar terasa lengket akibat keringat yang membasahi tubuhnya tadi.


Sedangkan saat ini Raja Artur tengah berada di ruangan Pangeran Kegelapan. Raja Artur merasa bahwa Pangeran Kegelapan lebih tahu banyak tentang apa yang terjadi pada Xiao Ziya ketimbang kedua kakak laki lakinya.


"Ada keperluan apa hingga Raja Neraka yang agung datang menemuiku." ucap Pangeran Kegelapan dengan sedikit tatapan sinis pada Raja Artur. Itu merupakan hal yang wajar karna di masa lalu mereka memang pernah berselisih paham.


"Saya hanya ingin menanyakan hal hal apa saya yang terjadi pada Xiao Ziya hari ini." ucap Raja Artur yang langsung pada intinya.


"Mengapa kau menanyakan hal itu padaku? bukankah adikku yang manis itu memiliki dua saudara kandung." ucap Pangeran Kegelapan yang sepertinya ingin mempermainkan kesabaran dari Raja Artur.


"Jawab saja, ini menyangkut keselamatan gadis itu di pesta ulang tahunnya nanti." ucap Raja Artur dengan nada yang sedikit ditinggikan.


"Baiklah, hari ini Xiao Ziya menemukan beberapa bandit tombak hitam di sekitar wilayah perbatasan, selain itu Xiao Ziya juga bertemu dengan seorang anak laki laki yang memiliki aura dewa, saat aku dan yang lainnya pulang dari pasar kami melihat perselisihan Xiao Ziya dengan Klan Yin." ucap Pangeran Kegelapan yang sepertinya melupakan satu hal dalam cerita itu.


"Apakah tak ada yang terlewatkan?." tanya Raja Artur.


"Ah itu, tadi Xiao Ziya berteriak sangat kencang di kamarnya, dan saat aku dan yang lain berhasil mendobrak pintu kamar Ziya, yang kami temukan gadis itu sudah pingsan dengan bermandikan keringat." ucap Pangeran Kegelapan yang sebenarnya ingin tau apa yang terjadi pada Xiao Ziya saat itu.


"Anak laki laki yang ditemui Ziya memanglah anak dari seorang dewa, saat dalam perjalanan menuju istana kekaisaran aku merasakan aura mereka." ucap Raja Artur dengan wajah penuh tanda tanya. Pasalnya tak mungkin anak para dewa datang ke dunia bawah hanya untuk bermain main saja.


"Mereka? apakah jumlah anak dewa itu lebih dari satu." ucap Pangeran Kegelapan dengan serius, jika para dewa ingin menangkapnya harusnya mereka sendiri yang datang bukannya mengutus anak anak mereka.


"Kurasa target dari anak para dewa itu adalah Xiao Ziya, untuk saat ini tetaplah di sisi gadis itu. Walau ia sangat kuat namun anak anak dewa itu pasti sudah merencanakan sesuatu." ucap Raja Artur yang kemudian pergi begitu saja tanpa mengucapkan trimakasih pada Pangeran Kegelapan. Itu bukanlah masalah bagi Pangeran Kegelapan, sekarang yang harus ia lakukan adalah melindungi adik perempuannya itu.


Xiao Ziya yang sudah selesai mandi, kini ia menatap dirinya dari cermin. Xiao Ziya merasa ada yang berbeda dari wajahnya namun ia tak mengetahui itu apa.


"Apa ini hanya halusinasiku saja." ucap Xiao Ziya yang kemudian keluar dari kamar untuk makan malam bersama dengan yang lain.


"Mengapa kalian melihatku seperti itu? apakah ada yang salah dengan penampilanku?." tanya Xiao Ziya dengan penasaran, pasalnya saat ia bercermin tadi tak ada hal aneh pada dirinya.


"Tidak ada yang aneh denganmu adikku, hanya saja mengapa bau tubuhmu seperti ribuan bunga mawar?" ucap Xiao Yang yang merasa keheranan karna setau dia, adiknya itu tak pernah memakai wewangian.


"Apa kau memakai minyak wangi adikku?." tanya Xiao Xun yang juga merasa keheranan.


Sedangkan Xiao Cunyu hanya menatap putrinya dengan rasa rindu yang amat dalam. Bau mawar yang dikeluarkan oleh tubuh Xiao Ziya sama dengan bau tubuh ibu dari Xiao Ziya. Wanita yang sudah lama menghilang dari hidupnya.


"Tidak aku tak memakai apapun." ucap Xiao Ziya yang baru menyadari aroma tubuhnya begitu wangi dan menenangkan.


"Kita makan dulu saja dan membahasnya nanti." ucap Xiao Ciyun pemimpin Klan Xiao yang berussha menengahi perselisihan kecil itu.


Semuanya duduk di meja makan, dan makan dengan tenang. Hanya Xiao Ziya yang makan lebih sedikit daripada yang lain. Gadis itu masih sangat penasaran dengan siapa ibunya dang mengapa identitas ibunya sangat misterius.


Saat suasana sedang hening tiba tiba ada sebuah anak panah yang hendak mengenai Xiao Ziya, untung saja gadis itu berhasil menghindar hingga anak panah itu tertancap di tembok.


"Siapa yang ingin menyerangku!!!." triak Xiao Ziya sambil menggebrak meja makan. Xiao Ziya tak habis fikir ada saja orang yang mencari masalah dengannya.


"Apa ini sebuah serangan, cepat cari pemanah itu." ucap Xiao Yan. Dan semua yang ada dimeja makan mulai pergi untuk mencari orang yang hendak memanah Xiao Ziya.


Namun Xiao Ziya tetap duduk di kursinya karna ia merasa orang itu masih ada di ruang makan, dengan santai Ziya mengambil dua buah sumpit dan melemparnya kesamping kanannya.


"Aaaaaaaa kakiku." ucap seseorang yang tiba tiba saja berteriak. Xiao Ziya langsung menoleh dan melihat ke arah orang itu. Ternyata pemanah itu bersembunyi di balik vas bunga besar yang ada di belakang sebelah kanan ruang makan.


"Siapa kau, mengapa kau ingin mencelakaiku." ucap Xiao Ziya yang mendekat ke arah orang yang telah memanahnya. Xiao Ziya tak dapat melihat wajah dari orang itu karna ada sebuah kain yang menghalangi.


Orang itu hanya diam sambil melihat ke arah Xiao Ziya. Tiba tiba saja orang itu mengambil sebuah pisau yang ada di balik bajunya dan hendak menusuk Xiao Ziya. Untung saja hanya tangan Ziya yang tergores hingga menggeluarkan sedikit darah.


"Kau melukaiku? apakah kau sudah bosan hidup hah!!." triak Xiao Ziya dengan kencang, hingga membuat beberapa orang berlari menuju ruang makan.


"Apakah dia yang telah memanahmu tadi putriku?." ucap Xiao Cunyu sambil menatap orang itu penuh dengan amarah dan hendak membunuh orang itu. Untung saja ada Raja Artur dan Raja Zeus yang menahannya.


"Tunggu dulu kita perlu tau siapa yang telah mengirimnya kesini." ucap Raja Zeus sambil mendekat ke arah pemanah itu. Raja Zeuspun mulai mengintrogasi orang itu.


Namun orang itu enggan menjawab pertanyaan dari Raja Zeus, saat Xiao Ziya membuka paksa penutup wajah orang itu, betapa terkejutnya Xiao Ziya dan yang lain.


"Yin Zinxu!! mengapa kau melakukan hal ini, apakah permaisuri tak memberitaumu untuk tidak menggangguku." ucap Xiao Ziya penuh dengan amarah, apa apaan ini mengapa Klan Yin sangat suka mengusiknya dan membuat masalah dengannya.


Akhirnya Yin Zinxi ditahan dipenjara untuk dimintai penjelasan nantinya, dan jika memang rencana pembunuhan ini melibatkan mantan anggota kekaisaran maka Xiao Ziya akan memusnahkan mereka.


...**Hai hai semua akhirnya aku update lagi nih, gimana kabar kalian? semoga selalu diberi kesehatan. Aku mau minta bantuan nih, kan itu di tulisan bawah vote ada tulisan yg grub update author nah kalian vote aku disana ya mohon banget....


jangan lupa follow author, vote, komen, like, rate ya.


love you guys**