RATU IBLIS

RATU IBLIS
Akhir Bagi Mereka


Raja Artur menatap ke arah Elang Api yang ada di sebelah Harimau Ying, ia sedang bertanya tanya mengapa binatang dari Alam Misterius berada di lapisan Dunia Manusia Abadi? tak mungkin jika pemiliknya hanya meminta agar Elang Api itu menjaga Lembah Kehidupan tanpa alasan khusus. Alam Misterius memiliki banyak energi alami yang terpancar pada setiap bagian di wilayah tertentu karna hal itu mereka tak membutuhkan energi yang terdapat di Lembaga Kehidupan ini.


"Ada apa kakek tua?." tanya Xiao Ziya pada Raja Artur dengan tatapan penuh selidik, sepertinya kakek tua itu sangat tertarik pada si Elang Api.


"Bukan apa apa, saya hanya merasa heran mengapa binatang dari Alam Misterius berada di tempat ini." ucap Raja Artur yang tak menutupi apapun dari Xiao Ziya.


"Selama tak merugikan makhluk lain biarlah dia tetap berada di sini, jika hal besar terjadi karna keberadaannya di Lembah Kehidupan ini maka saya akan memotong tubuhnya menjadi bagian bagian kecil." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius, ia tak akan mengusik Elang Api selama binatang itu tak mengusik ketenangannya juga. Kini yang perlu dilakukan oleh Xiao Ziya hanyalah segera sampai di Desa Elnz.


"Baiklah karna kau sudah tenang saya dan yang lain akan kembali ke Alam Neraka, tolong kendalikan dirimu gadis nakal." ucap Raja Artur yang sedang memberi peringatan pada Xiao Ziya agar tak main main lagi dengan kedua energi yang saling menyimpang di dalam tubuhnya itu.


"Baiklah saya akan mengusahakannya." jawab Xiao Ziya dengan tatapan polos seperti ia tak melakukan kesalahan apapun.


Raja Artur dan para Jenderal Neraka berpamitan pada Xiao Ziya kemudian mereka semua menghilang dari hadapan gadis itu. Setelah kepergian Raja dari Alam Neraka, Harimau Ying ingin berbicara empat mata dengan Zier jika Xiao Ziya mengizinkannya. Untung saja gadis itu tak melarang Zier untuk dekat dengan pamannya sendiri, kini yang tersisa tinggal Xiao Ziya dengan Elang Api yang tampak kebingungan itu. Xiao Ziya ingat bahwa Raja Artur mengatakan Elang Api itu berasal dari Alam Misterius, apakah sang elang api kenal dengan pemuda bernama Yang Zu?.


"Bolehkah saya menanyakan beberapa hal pada Anda?." tanya Xiao Ziya pada Elang Api itu, ia tak akan memaksa jika Elang Api tak ingin menjawab pertanyaan darinya.


"Saya akan menjawab selagi pertanyaan itu tak menyinggung privasi pemilik saya." jawab Elang Api dengan tatapan serius, jika gadis bernama Xiao Ziya itu ingin mengetahui secara detail apa itu Dunia Misterius maka ia siap menceritakan serinci mungkin.


"Apakah Anda mengenal seorang pemuda bernama Yang Zu, ia berasal dari Alam Misterius." ucap Xiao Ziya dengan rasa penasaran tinggi, ia ingin tau dari keluarga mana pemuda gila itu berasal.


Sang Elang Api diam untuk beberapa saat, ia sedang berusaha untuk mengingat pemuda bernama Yang Zu itu. Setelah beberapa saat akhirnya ia mengingat sesuatu mengenai pemuda tersebut.


"Yang Zu adalah anak tunggal dari pemilik Sekte Zu Miyanje. Pemuda itu kerap kali bepergian ke beberapa lapisan dunia untuk mencari calon istri yang sesuai dengan seleranya, para wanita yang berasal dari Alam Misterius enggan menikah dengan pemuda itu karna mereka merasa Yang Zu memiliki wajah cantik. Ayah dari pemuda itu sangatlah tampan dan dengan ketampanan yang ia miliki ia berhasil memikat hati Nyonya Zu Muyarang pemilik Sekte Zu Miyanje dan naik pangkat menjadi pemimpin sekte. Apakah Nona Xiao Ziya baru saja bertemu dengan pemuda gila itu? jika Nona Ziya bertemu dengannya Anda harus memukul kepalanya dengan sangat kencang agar otaknya kembali berfungsi normal." ucap Elang Api yang menunjukkan ekspresi jijik ketika harus bercerita mengenai Yang Zu. Hal pertama yang terbersit di bayangan Elang Api adalah wajah pemuda itu yang sangat cantik serta sikapnya seperti seorang wanita.


"Saya juga merasakan hal yang sama ketika bertemu dengan pemuda itu, dia sempat tersambar petir hingga pingsan." ucap Xiao Ziya yang tak sanggup menahan tawanya, gadis itu tertawa dengan sangat lepas ketika mengingat kejadian memalukan itu.


Di sisi lain saat ini Harimau Ying sedang bersama dengan Zier di sebuah tempat yang cukup jauh dari Xiao Ziya, sepertinya Harimau Ying ingin mengatakan sesuatu yang penting pada keponakannya itu. Harimau Ying meminta pada Zier untuk duduk beralaskan hamparan rumput hijau dan energi suci yang sangat kuat memancar dari tempat itu.


"Ada sesuatu yang harus paman sampaikan padamu." ucap Harimau Ying dengan tatapan serius.


"Katakan saja paman." jawab Zier dengan serius juga, ia ingin tau hal sepenting apa yang akan dikatakan oleh pamannya itu.


"Bagaimana jika Nona Xiao Ziya adalah orang yang telah membunuh ibumu? bukankah ia Junjungan Muda dari Alam Neraka, pasti ia memiliki tugas untuk menangkap ibumu juga sama seperti jenderal yang lain." ucap Harimau Ying, sepertinya Harimau gila itu tetap memiliki niatan mengambil Zier dari sisi Xiao Ziya meski sudah mendapat peringatan keras dari gadis itu.


Zier menatap tak suka ke arah pamannya, Nona Muda Xiao Ziya telah memberi kesempatan pada sang paman untuk menjalin hubungan baik dengannya namun apa yang dilakukan pamannya saat ini? sang paman sibuk membuat image buruk tentang Nona Muda Xiao Ziya. Meski saat itu Zier baru lahir, ia bisa mendengar ibunya berbicara langsung dan mengucapkan terimakasih pada gadis muda yang telah membantu persalinannya, selain itu Zier juga mendengar sendiri bahwa sang ibu mempercayakannya pada gadis itu. Artinya sedari awal Xiao Ziya bukanlah orang yang datang untuk mengincar nyawa mereka melainkan orang yang tak sengaja lewat dan melihat kondisi mendesak.


"Sebaiknya paman berhenti mencoba untuk mempengaruhi saya, bagaimanapun Nona Xiao Ziya adalah orang yang telah merawat saya selama ini." jawab Zier dengan tatapan tajam, ia sudah tak ingin mendengar omong kosong lainnya keluar dari mulut Harimau Ying itu. Zier melangkahkan kakinya pergi dan berjalan ke arah Xiao Ziya berada, tiba tiba dari arah belakang Harimau Ying menyiapkan cakar tajamnya untuk menyerang Zier.


Xiao Ziya yang saat itu sedang sibuk mengobrol dengan Elang Api mendapat perasaan yang tak enak mengenai Zier, tanpa basa basi gadis itu langsung melesat secepat yang ia bisa. Dari kejauhan Xiao Ziya melihat Zier yang sedang berjalan dengan santai menuju ke arahnya sedangkan dari belakang terlihat Harimau Ying yang sedang bersiap menyerang harimau kesayangannya itu.


"Zier awas!!!." triak Xiao Ziya dengan kencang, gadis itu mempercepat langkahnya dan segera mengeluarkan pedang hitam untuk menangkis serangan dari Harimau Ying.


Zier yang terkejut langsung mundur beberapa langkah kemudian membalikkan badan untuk melihat apa yang sedang terjadi. Pedang hitam milik nona mudanya menahan kuku kuku tajam milik sang paman, Zier tak mengerti mengapa sang paman ingin menghabisi nyawa keponakannya sendiri. Xiao Ziya menajamkan pandangannya kemudian menggerakkan secara menyilang pedang hitam miliknya itu hingga Harimau Ying terpental beberapa meter kebelakang.


"Mengapa paman melakukan ini?." tanya Zier dengan sorot mata penuh kemarahan, ia tak menyangka pamannya akan tega melakukan hal seperti ini pada keponakannya sendiri. Bukankah sang paman sangat ingin menjaganya? lalu dengan tiba tiba melayangkan sebuah serangan secara diam diam yang berkemungkinan besar melukai Zier dengan cukup parah.


"Seharusnya kau menuruti kata kata pamanmu ini, bukannya bersikeras membela Xiao Ziya." ucap Harimau Ying, tiba tiba corak di tubuh harimau itu yang tadinya berwarna putih dengan corak emas kini berubah warna menjadi hitam legam dengan corak berwarna ungu tua. Xiao Ziya menatap ke arah Harimau Ying itu dengan tatapan penuh kebencian, sepertinya ia harus membunuh Harimau Ying sekarang juga sebelum menimbulkan bencana yang lebih besar lagi.


"Maaf Zier, sepertinya saya harus membunuh paman mu itu." ucap Xiao Ziya pada Zier yang masih berada di belakangnya. Entah Zier setuju ataupun tidak, yang pasti Xiao Ziya akan tetap membunuh Harimau Ying yang sudah sepenuhnya bermutasi menjadi hewan iblis.


"Lakukan apa yang terbaik menutut Nona Muda, apapun keputusan Anda saya akan menerimanya selama Anda tak meminta saya untuk pergi dari sisi Anda." jawab Zier yang tak keberatan jika harus kehilangan seorang paman yang jahat seperti Harimau Ying itu. Di dunia ini tak ada lagi yang menyayanginya dengan tulus kecuali Xiao Ziya, karna itulah Zier bersedia melakukan apapun agar tetap berada di sisi Xiao Ziya.


Harimau Ying meraung dengan sangat keras hingga membuat penghuni Lembah Kehidupan yang lain bersembunyi ke dalam sarang mereka, para binatang yang sudah lama tinggal di lembah itu tau secara pasti bagaimana cara Harimau Ying mendapat kekuatan iblis yang sangat besar. Xiao Ziya menoleh ke belakang dan ia melihat Elang Api melarikan diri dan terbang dengan cepat menuju ke atas langit, akhirnya Xiao Ziya mengerti dari mana Harimau Ying mendapatkan ilmu untuk melakukan perubahan sebesar itu.


"Sabit kematian keluar lah." ucap Xiao Ziya, gadis itu mengeluarkan sabit kematian dari dalam cincin penguasa mutlak.


Saat sabit kematian keluar dari cincin gadis itu, tiba tiba saja aura di sekitar Lembah Kehidupan seperti sedang berada di dalam Lembah Kematian. Banyak tanaman yang tiba tiba layu dengan sendirinya, energi suci yang melindungi tempat itu terserap habis kedalam tubuh Xiao Ziya.


"Kejar Elang Api yang sedang melarikan diri itu, bawa dia kehadapan saya." ucap Xiao Ziya kemudian melemparkan sabit kematian miliknya ke atas langit, dalam sekejap mata sabit itu melesat dan menyusul Elang Api yang berusaha kembali ke Alam Misterius.


Kini saatnya Xiao Ziya bertarung dengan Harimau Ying yang sudah berubah menjadi harimau iblis. Xiao Ziya melapisi pedang hitam miliknya menggunakan api hitam yang keluar dari tepak tangan gadis itu, setelahnya Xiao Ziya langsung melesat ke arah Harimau Ying dan melakukan beberapa serangan.


"Ahahaha lakukan apapun karna pedang mu itu tak dapat melukai ku." ucap Harimau Ying. Memang benar jika tubuh sang harimau tak tergores sedikitpun dan hal itu membuat Xiao Ziya sedikit kebingungan. Teknik iblis apa yang telah ia kembangkan hingga tak bisa dilukai seperti ini.


"Saya akan memuaskan mu apapun caranya." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata tajam dan tanduk kecil yang muncul di kepala gadis itu. Xiao Ziya kembali menyerang Harimau Ying menggunakan pedang hitam miliknya dan kali ini Xiao Ziya berhasil membuat beberapa goresan kecil.


"Iblis tak selamanya dapat melukai sesama iblis." ucap Harimau Yung dengan tatapan sombong yang membuat Xiao Ziya semakin geram. Jika kegelapan tak dapat dikalahkan dengan kegelapan maka Xiao Ziya harus menggunakan cahaya untuk mengalahkannya.


Setelah mendapat pencerahan mengenai cara mengalahkan harimau gila itu Xiao Ziya langsung menarik semua energi kematian miliknya dan mengganti dengan energi suci serta energi emas yang ia miliki. Kini rambut gadis itu berubah wajar menjadi kuning keemasan dengan kedua mata memancarkan cahaya berwarna putih terang, perubahan kali ini adalah setengah wujud Dewi Agung yang dimiliki oleh Xiao Ziya. Xiao Ziya memasukkan pedang hitam miliknya ke dalam cincin semesta kemudian mengeluarkan pedang berwarna emas dengan beberapa permata yang menghiasi pegangan pedang itu.


"Baiklah mari kita mulai sekarang." ucap Xiao Ziya yang sudah siap bertarung kembali dengan Harimau Ying sedangkan sang harimau masih memandang gadis itu dengan remeh.


Xiao Ziya melesat sembari menebaskan pedang emasnya pada udara kosong, riba tiba muncul beberapa kilatan cahaya emas yang mengenai tubuh Harimau Ying hingga menciptakan luka yang cukup dalam. Harimau Ying terkejut karna kekuatan seorang Dewi Agung baru bisa sekuat ini, semoga saja Xiao Ziya belum mendapatkan berkat dari teratai surgawi.


"Aku akan membunuhmu dengan cepat gadis manusia." ucap Harimau Ying, ia memberikan serangan balasan pada Xiao Ziya menggunakan kuku panjangnya yang berwarna hitam pekat dengan racun mematikan yang tersembunyi di setiap ujung kuku itu.


Xiao Ziya menghindari setiap serangan dari Harimau Ying hingga ia melihat sebuah celah untuk memberikan serangan telak pada sang harimau. Xiao Ziya membaca sebuah mantra kemudian muncul sepuluh pedang emas seperti miliknya di atas kepala Harimau Ying, saat Xiao Ziya mengarahkan matanya ke bawah, pedang pedang itu langsung menancap dengan tepat di kepala Harimau Ying hingga harimau itu tergeletak lemas tak berdaya.


"Tuan akan membalas dendam akan kematian ku ini." ucap Harimau Ying sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


"Lalu kenapa jika tuan mu itu akan datang? itulah saat yang saya tunggu tunggu." jawab Xiao Ziya kemudian ia berjalan mendekat ke arah Harimau Ying. Dengan cepat gadis itu memotong tubuh harimau Ying menjadi beberapa bagian kecil hingga tak ada yang bisa mengenalinya lagi.


Di sisi lain saat ini sabit kematian milik Xiao Ziya masih mengejar Elang Api yang sedang terbang dengan kecepatan tinggi, sabit kematian itu semakin cepat dan dapat memangkas jarak antara keduanya. Setelah dirasa cukup dekat sang sabit kematian langsung mengayunkan ujung nya yang tajam ke salah satu sayap milik Elang Api hingga sang elang terjatuh ke bawah dengan kecepatan diluar batas normal.


"Saya mengantarkan pesanan Anda Nona Xiao Ziya." ucap sabit kematian itu dengan suara kencang agar didengar oleh Xiao Ziya.


Duaaaar...


Suara benturan antara tanah dengan Elang Api yang baru saja mendarat kembali di Lembah Kehidupan, Xiao Ziya melihat ke arah Elang Api yang sudah tak berdaya itu.


"Siapa yang memintamu untuk melakukan semua ini?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan penuh selidik. Gadis itu curiga pada tujuan utama dari pemilik Elang Api itu mengirim binatang setianya ke Lapisan Dunia Manusia Abadi.


"Meski saya mati, saya tak akan mengatakannya." ucap Elang Api itu dengan keras kepala.


"Baiklah jika itu keinginan mu, selamat tinggal." ucap Xiao Ziya yang langsung memenggal kepala Elang Api itu. Saat ini lembah kehidupan tak perlu dijaga oleh siapapun karna semua energi suci yang ada di dalamnya sudah masuk ke dalam tubuh Xiao Ziya.


Tugas Xiao Ziya untuk membersihkan Lembah Kehidupan dari binatang binatang jahat seperti Harimau Ying dan Elang Api sudah selesai kini waktunya Xiao Ziya pergi ke tempat terakhir sebelum ia sampai di Desa Elnz. Xiao Ziya berjalan dengan santai keluar dari Lembah Kehidupan itu, ia melihat beberapa binatang yang tinggal di sana membungkukkan badan mereka mengiringi kepergian Xiao Ziya. Kini tak ada lagi Harimau Ying dan itu hal yang sangat baik, selama ini Harimau Ying memburu banyak sekali binatang kecil untuk mengumpulkan energi iblis sekuat itu di dalam tubuhnya.


Hai hai semua author balik lagi nih, oh iya chapter yang satunya author tulis nanti ya habis magrib jadi dimohon untuk bersabar. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.