RATU IBLIS

RATU IBLIS
Dunia Semesta Tingkat Rendah 07


Xiao Ziya sudah sampai di apartemennya ia sedang membaringkan tubuh di atas tempat tidur yang sangat nyaman. Hari ini cukup melelahkan bagi Xiao Ziya karna ia harus berhadapan dengan asumsi orang orang yang tak pernah tau betapa sulitnya menjadi seorang kultivator.


"Hah orang orang naif." ucap Xiao Ziya yang langsung memejamkan mata dan mulai masuk kedalam alam mimpi.


Ratu Min Xunzi sedang bersiap untuk pergi ke Dunia Semesta Tingkat Rendah untuk menyusul keponakannya, jika sesuatu terjadi pada Xiao Ziya maka ia tak akan segan segan untuk menghancurkan mereka semua. Ratu Min Xunzi membawa beberapa peralatan sihir yang ada di kastilnya, ia juga membawa berbagai ramuan dan juga barang barang berharga.


"Ibu ingin pergi sendiri ? sebaiknya ajaklah salah satu dari putramu ini." ucap Min Xome yang khawatir jika ibunya tak bisa mengontrol emosi.


Ratu Min Xunzi tetap kekeh untuk pergi sendiri karna ada urusan yang harus ia selesaikan di sana. Akhirnya ketiga pemuda itu hanya menghela nafas pasrah karna sang ibu yang keras kepala. Ratu Min Xunzi kembali kedalam kamarnya, menutup pintu dengan sangat rapat kemudian mulai merapalkan salah satu mantra teleportasi yang pernah ia pelajari.


"Terbukalah." ucap Ratu Min Xunzi yang membuka celah dimensi ruang dan waktu. Ia masuk kedalam celah tersebut kemudian mulai melintasi dimensi ruang dan waktu secara cepat.


Hanya butuh beberapa saat untuk sang ratu sampai di dunia semesta tingkat rendah karna ilmu sihir yang ia miliki ada di atas Xiao Ziya. Ratu Min Xunzi melangkah kedalam wilayah dunia semesta tingkat rendah namun tiba tiba ada yang menghentikannya.


"Mohon maaf nona, apakah anda mendapat undangan dari pemimpin?." tanya salah seorang penjaga wilayah perbatasan, ia ingin wanita yang ada di hadapannya itu menunjukkan kartu undangan.


"Saya tak memilikinya namun saya memiliki urusan dengan pemimpin kalian." ucap Ratu Min Xunzi tanpa basa basi, ia ingin meminta penjelasan pada pria gila itu mengapa ia menculik beberapa penyihir muda dari wilayahnya.


"Maaf namun anda tak bisa masuk kedalam jika tak memiliki undangan." ucap para penjaga itu dengan tegas.


Ratu Min Xunzi menatap kesepuluh penjaga itu dengan tajam, ia mulai merapalkan sebuah mantra sihir akhirnya kesepuluh penjaga itu berubah menjadi batu. Sang ratu masuk kedalam wilayah dunia semesta tingkat rendah tanpa ada yang menghalangi, ia melihat kesekeliling dan mulai merubah penampilan sesuai dengan yang ia lihat.


"Cukup menarik untuk ukuran dunia yang lemah." ucap Ratu Min Xunzi yang terkesan dengan gedung gedung tinggi yang ada di sana serta penataan bangunan yang sangat luar biasa.


Ratu Min Xunzi berjalan sesuai dengan nalurinya, ia sampai di sebuah tempat bernama hotel. Ia pun memutuskan untuk masuk kedalam sana, seorang wanita menghampirinya.


"Ada yang bisa kami bantu nyonya?." tanya wanita itu dengan sopan dan ramah.


"Saya ingin menginap di sini untuk beberapa hari kedepan." ucap Ratu Min Xunzi yang belum mengetahui bahwa mata uang yang berlaku di dunia semesta tingkat rendah berbeda dengan mata uang yang ada di wilayahnya.


"Baiklah anda bisa membayar tiga juta sebagai uang muka, dan sisanya anda bisa membayar saat sudah ingin pergi dari hotel ini." ucap wanita itu yang memberi tau berapa nominal uang yang harus dibayarkan.


Ratu Min Xunzi hanya diam ia sedang berfikir tiga juta itu berapa banyak dan berbentuk seperti apa?. Karna ia diam dalam waktu yang lama membuat wanita yang bekerja di hotelnya itu ragu untuk melayani Ratu Min Xunzi.


"Ah saya tak memiliki uang yang anda katakan namun saya memiliki sesuatu sebagai gantinya." ucap Ratu Min Xunzi yang mengeluarkan sebuah berlian murni berukuran kecil.


"Apakah saya bisa membayar menggunakan ini?." ucap Ratu Min Xunzi yang berharap semoga batu berkilauan itu bisa menjadi alat transaksi.


Dengan senang hati wanita itu menerima berlian yang diberikan oleh Ratu Min Xunzi dan mengatakan bahwa ia tak perlu membayar lagi untuk kedepannya karna berlian yang diberikan sudah lebih dari cukup. Wanita itu memberikan kunci kamar pada sang ratu.


"Trimakasih saya pergi dulu." ucap Ratu Min Xunzi yang naik tangga untuk sampai di lantai ketiga. Tentu sang wanita merasa heran karna di hotel tempat ia bekerja disediakan lift yang lebih mudah dan praktis daripada harus naik tangga.


Waktu pun berganti dengan cepat, matahari mulai menampakkan diri dan Xiao Ziya masih menikmati tidurnya yang sangat nyaman. Gadis itu sangat enggan untuk bangun karna terlalu merindukan kasur seempuk ini.


"Hoam, bisakah saya hanya berdiam diri di dalam kamar tanpa melakukan apapun." ucap Xiao Ziya dengan mata yang masih terpejam.


Tok tok tok.


Suara pintu apartemen Xiao Ziya yang diketuk oleh seseorang, dengan sangat malas Xiao Ziya bangun dari tempat tidurnya. Xiao Ziya membuka pintu apartemen dan melihat seseorang dengan seragam lengkap dan rapi.


"Permisi apakah benar ini apartemen nona Ziya?." tanya pria itu dengan sopan namun raut wajahnya sangat garang.


"Benar saya adalah Ziya, ada apa hingga anda mencari saya?." tanya Xiao Ziya dengan nada malasnya, ia sangat ingin kembali tidur.


" Saya wakil dari petugas keamanan kota ingin mengajak anda pergi ke kantor pusat." ucap pria itu dengan tegas.


"Baiklah tolong tunggu sebentar saya ingin mandi dan berganti pakaian." ucap Xiao Ziya yang tak ingin menimbulkan keributan di pagi hari yang cerah ini.


Pria itu mengangguk paham, ia duduk di kursi luar apartemen. Xiao Ziya mandi dengan sangat cepat, ia menggunakan kaos polos berwarna putih, celana hitam, dan menggunakan Jaz hitam dengan motif bunga mawar dikerahnya. Setelah merasa style nya sudah sangat cocok ia berjalan keluar dari apartemen untuk menemui pria itu.


"Baiklah mari ikuti saya." ucap pria itu yang berjalan mendahului Xiao Ziya. Ia menaiki sebuah mobil berwarna silver, Xiao Ziya duduk di kursi penumpang.


Merekapun segera pergi menuju gedung perlindungan dan keamanan yang ada di pusat kota, disepanjang perjalanan tak ada yang membuka pembicaraan. Xiao Ziya sangat malas mengobrol dengan pria asing yang terlihat sangat galak itu, sedangkan sang pria sedang kesal pada Xiao Ziya karna gadis itu memperlakukannya layaknya seorang sopir yang sedang mengantar majikan.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka berdua sampai di tempat yang dituju, mobil diparkir di tempat yang telah disediakan. Pria itu keluar terlebih dahulu kemudian Xiao Ziya mengikutinya, mereka masuk kedalam gedung perlindungan dan keamanan kota.


"Pemimpin ingin bertemu dengan anda silahkan naik ke lantai dua, saya harus pergi karna ada tugas lain." ucap pria itu dengan acuh karna masih merasa kesal.


"Baiklah, terimakasih atas tumpangannya." ucap Xiao Ziya dengan datar kemudian ia naik lift untuk sampai di lantai dua.


Saat gadis itu hendak naik lift tiba tiba ada yang menariknya keluar dari sana. Xiao Ziya menatap kearah seorang pria yang masih cukup muda mungkin berusia dua puluh dua tahun dengan rambut putih dan mata hitamnya yang khas.


"Lift hanya digunakan untuk mereka yang bekerja di sini, tolong gunakan tangga." ucap pria itu, ia adalah salah satu anggota organisasi perlindungan dan keamanan kota.


Xiao Ziya berdecak kesal mengapa ia harus menggunakan tangga? dan mengapa peraturan kantor organisasi ini sangatlah aneh dan tak manusiawi. Bukankah setiap tamu yang di undang untuk datang berhak menggunakan fasilitas yang ada? ah sungguh tempat yang sangat buruk dan tak pantas dinamai kantor organisasi perlindungan dan keamanan.


"Baiklah jika begitu saya pergi." ucap Xiao Ziya yang berjalan menuju pintu keluar, bukan dia yang ingin datang ke tempat itu jadi ia tak akan rugi.


Sang pria berlari mengejar Xiao Ziya karna ia tak pernah mengira bahwa gadis kecil itu memilih untuk pergi daripada berjalan menaiki tangga yang ada.


"Berhenti mengapa anda malah pergi?." tanya pria itu dengan ekspresi keheranan.


"Karna saya tak ingin menaiki tangga." jawab Xiao Ziya dengan singkat.


"Ah mungkin anda membangkang karna belum tau saya siapa. Perkenalkan saya Lion wakil dari organisasi perlindungan dan keamanan kota yang ada di sini. Setiap tamu yang datang dan ingin menemui ketua memang harus menaiki tangga." ucap Lion yang memperkenalkan dirinya sembari memberitahu apa jabatannya di tempat itu.


"Bukankah anda ingin bertemu dengan ketua untuk membahas sesuatu?." ucap Lion yang masih mencoba untuk bersabar.


"Tidak, bukan saya yang perlu bertemu dengan ketua anda. Ketua andalah yang ingin bertemu dengan saya, jadi saya tak akan rugi walau tak bertemu dengannya." ucap Xiao Ziya yang langsung kembali melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


"Tangkap gadis itu." teriak Lion yang memberi perintah pada beberapa satpam yang sedang berjaga di sana. Dengan segera Xiao Ziya melapisi tubuhnya dengan sihir pelindung agar tak ada yang bisa menyentuh tubuhnya.


"Hey katakan dengan cara apa kalian ingin mati." ucap Xiao Ziya yang mengambil pedang hitam dari dalam cincin semestanya, aura membunuh yang ia pancarkan memenuhi gedung itu hingga membuat semua karyawan merasa sesak dan mulai pingsan.


Hizen yang saat itu sedang berada di ruang kerjanya sangar terkejut merasakan aura membunuh yang sangat pekat, sebagai seorang ketua tentu ia harus menjaga keamanan dari anggotanya yang lain. Hizen langsung turun ke lantai bawah untuk melihat kekacauan apa yang sedang terjadi di sana.


Hizen melihat seorang gadis yang memegang sebuah pedang berwarna hitam dengan tatapan mata yang tajam serta aura membunuh yang sangat pekat keluar dari tubuhnya. Hizen merasa kesulitan untuk bernafas namun ia berusaha mendekati gadis itu.


"Saya mohon pada nona untuk menarik kembali aura anda." ucap Hizen yang memohon dengan tulus pada Xiao Ziya.


Dengan segera Xiao Ziya menarik kembali aura membunuh yang ia pancarkan, namun pedang hitam miliknya masih ia pegang dengan erat karna semua orang yang ada di gedung itu berpotensi tinggi menjadi seorang musuh.


"Apa yang membuat nona muda ini menjadi sangat marah?." tanya Hizen dengan ekspresi khawatir, ia takut jika salah satu anggota organisasinya telah menyinggung gadis yang sangat hebat ini.


"Tanyakan saya pada pria bernama Lion itu." ucap Xiao Ziya yang sangat malas untuk menjelaskan.


Lion memberi penjelasan pada pemimpinnya, namun pria itu menambahkan sedikit kebohongan pada ceritanya. Ia mengatakan bahwa Xiao Ziya mengatai pemimpin mereka sebagai sampah lalu langsung masuk kedalam lift sehingga dengan segera Lion menariknya keluar dari sana. Xiao Ziya mengerutkan keningnya ia menodongkan pedang hitamnya ke leher Lion hingga pria itu gemetaran karna merasa takut.


"Jangan kira saya akan takut jika harus melawan kalian semua." ucap Xiao Ziya dengan tegas tanpa ada raut wajah bercanda.


"Tenanglah sedikit nona." ucap Hizen yang mulai takut karna gadis itu memiliki tempramen yang sangat buruk.


"Ahaha kau bilang tenang? apa kau kira saya akan diam saja saat mendengar manusia hina ini membuat kebohongan?." ucap Xiao Ziya, ia sangat ingin menebas pria bernama Lion itu sekarang.


"Jadi nona mengatakan bahwa wakil saya ini berbohong? apakah anda mempunyai bukti?." ucap Hizen yang berusaha untuk menyelamatkan Lion karna pria itu adalah wakilnya yang sangat setia.


"Apakah anda juga memiliki bukti bahwa saya memang berjalan atas hal ini? umm bagaimana jika saya meledakkan gedung ini saja untuk memuaskan rasa kesal saya." ucap Xiao Ziya dengan senyum liciknya. Hizen dan Lion saling bertatapan entah gadis seperti apa yang sedang mereka hadapi.


"Memangnya siapa anda hingga anda berfikir bisa menghancurkan gedung ini?." ucap Lion dengan nada meremehkan, walaupun gadis itu sangatlah kuat namun untuk menghancurkan gedung organisasi yang mereka bangun dengan susah payah merupakan hal yang sangat sulit.


"Lebih baik kalian melihatnya secara langsung." ucap Xiao Ziya yang tak akan menahan dirinya lagi. Jika ada yang mempertanyakan seberapa kuat dia dan hal apa yang bisa ia lakukan maka Xiao Ziya akan menunjukkannya secara nyata.


Satu jentikan jari Xiao Ziya menghasilkan bola api yang sangat besar. Semua anggota organisasi perlindungan dan keamanan kota berusaha untuk keluar dari gedung namun akses keluar mereka terblokir. Hizen tak pernah memperhitungkan hal ini sebelumnya, ternyata gadis yang mereka tantang adalah seorang kultivator.


"Tolong ampuni nyawa kami semua, saya siap melakukan apapun demi keselamatan semua anggota organisasi ini." ucap Hizen yang harus merelakan apapun untuk keselamatan banyak orang.


Xiao Ziya sedang mempertimbangkan tawaran dari pria itu, setelah berfikir cukup lama ia menyetujui keinginan Hizen dan matikan bola api raksasa yang hampir membakar gedung itu.


"Jika kau tak menepati perkataan mu maka jangan salahkan saya jika semua anggota keluargamu akan tiada." ancam Xiao Ziya dengan mata merah menyala yang sangat menyeramkan.


"Saya berjanji akan memenuhi semua keinginan nona." ucap Hizen dengan pasrah, kali ini mereka telah menyinggung orang yang salah.


Sebenarnya Xiao Ziya di undang datang ke gedung organisasi perlindungan dan keamanan yang ada di pusat kota untuk memastikan apakah gadis itu pelaku pembunuhan dari anggota Keluarga Bangsawan Lee. Sekarang tanpa harus menginterogasinya, Hizen pun tau gadis bernama Xiao Ziya itu memanglah pelakunya namun mereka tak bisa melakukan apapun untuk kasus ini.


"Ah ia tolong ajarkan tata krama untuk anggota anda yang bernama Lion ini. Jika saya datang kesini dan masih melihat keangkuhan di matanya maka saya akan menebas kepalanya tanpa perlu bertanya ataupun meminta persetujuan anda." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dari gedung itu. Semua orang mulai bernafas dengan lega karna atmosfer kembali normal.


Di tempat lain saat ini Xiao Yan sedang berada di pasar dekat Istana Kekaisaran Qiyu, ia membeli beberapa tanaman beracun.


"Apakah anda menjual tanaman yang bisa membuat orang kehilangan kesadaran?." tanya Xiao Yan pada salah seorang penjual tanaman herbal.


"Saya memiliki beberapa, apakah anda ingin membelinya?." ucap pria tua itu dengan raut wajah bahagia, sudah sejak pagi ia menjajakan tanaman herbal yang ia petik dari kebunnya sendiri namun tak ada satupun pembeli yang datang.


"Tolong berikan semuanya pada saya." ucap Xiao Yan, ia mengeluarkan sekantung kecil berisi koin emas dan memberikannya pada pria tua itu.


"Ini terlalu banyak tuan." ucap pria tua itu dengan jujur.


"Ambillah kembaliannya, jangan katakan apapun jika ada yang bertanya tentang hal ini." ucap Xiao Yan yang sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Baiklah saya akan tutup mulut, trimakasih atas kebaikan anda." ucap pria tua itu yang langsung mengemasi dagangannya, ia harus segera pindah ke pasar yang lain agar tak menimbulkan masalah nanti.


Setelah berhasil mendapat tanaman yang ia inginkan, Xiao Yan kembali ke penginapannya dan mulai membuat sebuah ramuan dari tanaman tersebut.


"Dengan begini rencanaku untuk membebaskan Wi Xume akan berjalan lancar." ucap Xiao Yan dengan wajah bahagianya, sudah beberapa hari ia tak bertemu dengan istri tercintanya itu.


Di sisi lain saat ini Wi Xume sedang duduk di lantai penjara dengan raut wajah kesalnya, entah mengapa Kaisar Zue tak tergoda dengan dirinya yang sangat cantik ini apakah gadis bernama Xiao Ziya itu telah mengancam Kaisar Zue untuk menjauhinya.


"Sialan gadis itu menghancurkan semua rencana yang kumiliki." ucap Wi Xume dengan suara pelan agar tak ada tahanan lain yang mendengarnya.


"Lalu kemana suamiku yang tak berguna itu mengapa ia sangat lama. Seharusnya ia sudah datang untuk membebaskan ku dari tempat terkutuk ini." ucap Wi Xume yang tak sabar menunggu kedatangan Xiao Yan, ia yakin suami bodohnya itu akan melakukan apapun untuk dirinya.


Seandainya Xiao Yan tau bahwa gadis yang ia nikahi hanya ingin memanfaatkannya saja mungkin sedari awal Xiao Yan akan menjauhi Wi Xume. Namun takdir berkata lain Xiao Yan larut dalam cintanya yang buta bahkan ia sudah melukai perasaan adiknya, dilain hari akan ada kejadian besar yang menyadarkan pemuda itu.


"Sudah waktunya untuk membebaskan istriku tercinta." ucap Xiao Yan yang sudah siap dengan pakaian serba hitam yang ia gunakan, tak lupa ia menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya agar tak dikenali oleh siapapun.


Xiao Yan loncat dari kamar penginapan, ia mulai berjalan dari satu atap rumah ke atap rumah yang lain. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai di Istana Kekaisaran Qiyu karna Xiao Yan melakukan semuanya dengan sangat berhati hati.


"Hah akhirnya sampai." ucap Xiao Yan yang turun di sebuah gang kecil yang sangat gelap.


Hai hai semuanya author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib ya guys, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya .