RATU IBLIS

RATU IBLIS
86


Dirumah sakit sudah ada Evan dan yang lainnya menunggu, mereka sudah menyiapkan dokter iblis yang memang suka menyembuhkan para iblis dineraka bukan suka tapi memang tugas dia menyembuhkan para iblis yang terluka saat melakukan tugasnya dialam manusia.


Hermione sudah pingsan sedari tadi diperjalanan menuju kerumah sakit. Dia dimasukkan kedalam ruang ugd untuk diperiksa oleh dokter iblis dan suster iblis.


"Nggak puas apa bertarung dengan Dara baru juga selesai bertarung udah bikin masalah lagi" ucap Evan kesal. Dimas dan Reno tak mendengar karena pikirannya fokus ke Hermione.


Iliana mencubit pinggang Evan supaya diam, Evan baru sadar ternyata disana ada Dimas dan Reno. Mereka semua terdiam diam diam dan diam, mereka semua sibuk menjelajahi pikiran masing-masing.


1 jam kemudian pintu ruangan ugd akhirnya terbuka. Yang sedang duduk langsung berdiri.


"Gimana Dara gak apa-apa kan?" tanya Andre.


"Luka seminggu ini yang dia dapat karena kelahi aja belum sembuh jangankan sembuh diobatin aja belum udah ditambah luka kayak gini makin parah Andre, lo pasti tau apa yang gue maksud" ucap dokter iblis itu.


"Kritis, koma" ucap Andre lemah.


"Saat ini dia kritis" ucap dokter iblis.


"Kritis dengan wujud iblis, jika dia manusia biasa pasti sudah mati tapi untungnya dia ini ratu iblis jadi dia hanya kritis" batin dokter iblis.


"Energi manusia yang kalian kumpul sudah aku berikan tapi tetap saja dia tidak memberikan reaksi apapun" batinnya lagi.


"Bagus ktitis ya hehe" ucap Andre meninju dinding karena kesal.


"Hei kau ini masih seperti anak kecil jika kakakmu tau kau pasti akan dimarahi" ucap dokter iblis.


"Biarkan saja aku dimarahi" ucap Andre langsung masuk kedalam ruangan. Evan dan yang lain saling tatap.


"Kritis" ucap Evan dengan tatapan kosong.


"Ya kritis hehe" ucap Iliana meneteskan air mata tapi dia mencoba tersenyum.


Iliana, Mona dan Dela langsung pingsan. Evan, Julio dan Drew langsung menahan tubuh mereka.


"Bawa keruangaku pasti mereka syok" ucap dokter iblis. Mereka lalu membawa keruangan dokter tersebut. Dimas dan Reno masih termenung dengan tatapan kosong.


"Mereka yang dijaga sama ratu, suami manusia ratu dan anak tuan Azazel" batin dokter iblis.


"Kalian tidak mau melihat keadaan Dara?" tanya dokter iblis, Dimas dan Reno tersadar dari lamunannya lalu masuk kedalam ruangan.


"Kak bangun cepet udah seminggu nggak ketemu eh pas ketemu malah kayak gini" ucap Andre memegang tangan Hermione.


"Gak capek apa bikin aku sama yang lain khawatir, seminggu kakak berkelahi sama Phoenix dan Mawar tanpa dibantu siapapun. Baru selesai kelahi tadi luka-luka kakak aja belum diobatin eh udah dapat luka baru lagi" ucap Andre dia tidak sadar jika ada Dimas dan Reno didalam.


"Aku Andre Gerome Rhodes Phoenix eh salah Phoenix bukan ayahku dia adalah musuhku. Aku Andre Gerome Rhodes akan membalas semua penderitaan yang diterima oleh mama dan juga kakakku Hermione Darahera Andromeda Phoenix eh dia bukan ayahku dan kakak, tak sudi aku menyimpan nama Phoenix dibelakang namaku dan kakakku" ucap Andre.


"Hermione, Andromeda, Rhodes" ucap Dimas dan Reno terkejut, Andre langsung melihat kebelakang.


"Rhodes adalah tangan kanan Asmodeus sang penguasa neraka nafsu bihari" ucap Dimas.


"Andromeda bukannya nyai pelet dia adalah penguasa pria" ucap Reno.


"Dan Hermione adalah ratu iblis" ucap Dimas dan Reno kompak. Evan, Julio, Drew dan pasangan mereka sendiri yang baru masuk terkejut mendengar itu. Iliana, Mona dan Dela sudah sadar karena diobati oleh kekuatan pasangan mereka.


Hermione menggerakkan jarinya, Andre yanh masih memegang tangan Hermione langsung melihat Hermione.


"Kak, kakak udah sadar" ucap Andre, Hermione membuka matanya perlahan. Para iblis langsung menghampiri Hermione dan Andre, Dimas ikut menghampiri tapi tidak dengan Reno dia masih terkejut dengan yang didengarnya.


"Dara udah sadar" ucap Dimas tersenyum.


"Kenapa kamu gak bilang dari awal semuanya, kenapa harus jadi iblis lain?" tanya Dimas.


"Wujud iblis yang biasa ditunjukkan Hermione itu khusus saat dialam manusia mau bagaimanapun keadaannya, dia tak bisa memberitahu siapapun tentang ini karena memang sudah peraturannya Mas" ucap Evan menjelaskan.


"Eh main nyosor aja" ucap Andre.


"Udah suami istri gak apa-apalah" ucap Dimas.


"Hah suami istri?" ucap Reno tak percaya. Dimas lupa kalau disana ada Reno.


"Em itu anu" Dimas tidak bisa menjelaskannya.


Hermione langsung duduk dan bersandar, bibirnya sudah tidak pucat seperti tadi karena energi manusianya sudah menyebar keseluruh tubuhnya tidak seperti tadi masih belum menyebar ditambah lagi tadi dicium oleh Dimas suami manusianya walaupun sekilas tapi itu bisa membantu.


"Jadi kalian bukan manusia" Reno menunjuk mereka semua.


"Aku manusia" ucap Dimas.


"Abang tau kalau mereka bukan manusia?" tanya Reno yang dijawab anggukan oleh Dimas.


"Lalu kenapa kau bisa menikah dengan iblis hah!?" Reno sedikit meninggikan suaranya.


"Egrrr jangan pernah meninggalkan suara didepan kami!" Drew mengeluarkan taringnya, dia sudah tau pasti Reno tidak akan menerima mereka seperti Dimas bukan hanya dia saja tapi para iblis itu tau.


"Drew kenadalikan dirimu" ucap Hermione.


"Aku sudah pernah bilang kepadamu dia tidak akan menerima kita seperti Dimas! Lihatlah sekarang dan bisa-bisanya kau menyelamatkannya tadi jelas-jelas tadi kau sedang luka parah ditambah lagi tenagamu lemah" ucap Drew.


"Jaga bicaramu Drew, Reno adalah keturunan tuan Azazel apa kau lupa hah, ratu Hermione ditugaskan untuk menjaga Reno" ucap Dela.


"Maafkan aku ratu" ucap Drew menundukkan kepalanya.


"Angkat kepalamu jangan menunduk" perintah Hermione datar. Drew mengangkat kepalanya kembali melihat kearah Hermione lalu Reno.


"Kau tau alasannya kenapa aku menikahi Dara karena aku mencintainya eh tidak pertamanya karena aku ingin seperti Yoga temanku tapi lama kelamaan aku mencintainya" ucap Dimas.


"Kau mencintai iblis, yang benar saja mungkin kau terkena peletnya kan dia itu Andromeda si nyai pelet" ucap Reno sinis.


"Aku tidak akan membuat seorang manusia lemah mencintaiku tidak berguna bagiku, aku hanya mempelet manusia berdosa yang pantasnya dimasukkan kedalam neraka untuk ikut bersamaku masuk kedalam neraka bukan untuk mencintaiku, sungguh menjijikkan membuat manusia mencintaiku. Aku sudah memiliki suami dialam manusia dan juga dineraka yang mencintaiku apa adanya tanpa pengaruh pelet sedikitpun" ucap Hermione dingin dengan suara iblisnya tanpa mengubah wujudnya.


"Apa kau pernah mendengar berita bar, hotel, villa, dan apartemen terbakar nah kenapa terbakar? Itu karenaku. Kenapa aku membakarnya? Karena disana ada banyak manusia berdosa, jika dia tidak manusia berdosa aku tidak akan membunuhnya " ucap Hermione lagi.


"Bukankah kau juga mencintai Dara" ucap Iliana ikut sinis.


"Itu dulu sebelum aku mengetahuinya iblis tapi sekarang rasa cintaku kepadanya hilang" jawab Reno.


"Baiklah kita buktikan saja nanti" ucap Iliana.


"Sepertinya kau sudah tidak perlu menjaganya, katakan pada tuan Azazel sana atau aku yang mengatakannya karena aku ada dilapisan tuan Azazel" ucap Mona.


"Oh iya aku mendengar kabar kau ingin menyelamatkan Reno nanti saat umurnya sudah 20 tahun aku tidak menyetujuinya" ucap Mona lagi.


"Dari mana kau mendengar kabar itu?" tanya Hermione.


"Tidak penting dari mana ratu yang pasti itu benarkan dan aku tidak akan setuju" ucap Mona.


Tiba-tiba ada angin kencang disana, setelah anginnya pergi muncul sosok Azazel duduk disofa. Dimas dan Reno yang baru pertama melihat salahsatu penguasa neraka kaget dan bergetar.


"Tuan Azazel" ucap para iblis menunduk hormat kecuali Hermione.


"Suamiku Azazel" ucap Hermione menundukkan kepalanya lalu mengangkatnya kembali.


Bersambung...