RATU IBLIS

RATU IBLIS
Tahap akhir


Di suatu penginapan kelompok dari Klan Xiao sudah merasa resah karna Xiao Ziya yang tak kunjung kembali. Mereka sudah berfikir yang tidak tidak.


"Mengapa adik Ziya lama sekali." ucap Xiao Bin sambil mondar mandir kesana ke sini seperti setrikaan rusak.


"Aku takut hal yang buruk terjadi di klan, saudari Xiao Ziya tak akan pergi dengan tergesa gesa bila bukan keadaan darurat." ucap Xiao Feng yang juga mencemaskan Xiao Ziya. Suasana di dalam ruangan itu sangat suram.


"Percayalah pada adik Ziya semua akan baik baik saja, jika kita mengikutinya waktu itu kita juga tak akan sanggup mengikuti kecepatannya." ucap Xiao Yuna yang lebih tenang daripada yang lain. Xiao Yuna sudah sangat mengenal Xiao Ziya akhir akhir ini, dan gadis itu juga mulai faham dengan jalan fikiran Xiao Ziya.


Tak lama pintu ruangan itu terbuka menampamkan sosok gadis yang sedari tadi dijadikan bahan pembicaraan. Sebenarnya Xiao Ziya sudah datang sedari tadi dan dia mendengar bagaimana saudara saudaranya sangat mengkhawatirkannya.


"Apakah kalian sedang membicarakanku?" tanya Xiao Ziya yang sedang berakting bodoh seperti tak tau apapun.


"Saudariku mengapa kau pergi lama sekali apakah kau tau kami semua sangat mengkhawatirkanmu." ucap Xiao Xinzo yang sedari tadi diam dan akhirnya angkat bicara.


"Apa yang sebenarnya terjadi? bagaimana dengan kondisi klan? apakah ada hal buruk yang menimpa Klan Xiao?" tanya Xiao Feng dengan berturut turut.


"Hei adik Ziya baru saja sampai, biarkan dia beristirahat mengapa kalian menanyakan hal hal itu secara berturut turut." bentak Xiao Yuna pada saudaranya yang lain. Mereka akhirnya diam.


"Tak perlu marah pada mereka jiejie, aku baik baik saja. Kondisi klan saat ini baik." balas Xiao Ziya sambil tersenyum.


Mendengar jawaban dari Xiao Ziya menandakan bahwa memang sesuatu hal yang buruk tadinya menimpa klan namun sekarang sudah selesai.


"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Xiao Bin yang sangat penasaran.


"Klan di serang oleh sekelompok orang orang dari dunia atas." ucap Xiao Ziya sambil mengepalkan tangannya, apa yang terjadi hari ini Ziya akan selalu mengingatnya dan membalas itu semya suatu hari nanti.


Yang Xiao Ziya perlu lakukan saat ini adalah bertambah kuat dan semakin kuat setiap harinya, dia akan melindungi mereka yang memang layak untuk ia lindungi dan ia akan membunuh siapa saja yang terlewat batas bertindak kejam di depannya.


"Baiklah sebaiknya kita istirahat besok seleksi tahap akhir akan dilangsungkan." ucap Xiao Bin yang disetujui oleh mereka semua.


Sedangkan di tampat lain tepatnya ruang rapat Akademi Kekaisaran, sudah berkumpul beberapa panatua dan guru untuk membahas sesuatu yang penting.


"Mengapa kita semua dikumpulkan di sini?" tanya Yuan Sima selaku guru agung satu di Akademi Kekaisaran. Jujur saja rapat kali ini diadakan secara mendadak pada tengah malam.


"Kali ini kita akan membahas salah satu kandidat murid baru." ucap Yin Siyi yang memimpin rapat kali ini.


Yin Siyi menjelaskan tentang kejadian yang terjadi di hutan kematian beberapa hari yang lalu, Yin Mierou juga menambahkan bagaimana seorang gadis bernama Xiao Ziya berhasil memusnahkan para binatang yang ingin menyerangnya dan kandidat lain saat berada di hutan kematian.


"Apakah ada gadis seperti itu? ini semua tak wajar bahkan dari biodatanya gadis ini baru akan menginjak sebelas tahun." ucap Luo Yiyi yang merupakan salah satu guru murid dalam. Baginya cerita yang diceritakan oleh Yin Mierou sangat tak masuk akal bahkan para jenius di dunia tak ada yang semengerikan itu.


"Apa kau kira aku berbohong? jika bukan karna gadis itu aku sudah tak bernafas lagi." ucap Yin Mierou dengan nada yang serius.


"Apa hubungannya rapat kali ini dengan kejadian itu?" tanya Yun Minho yang tak faham sama sekali.


"Bagaimana kalau kita memberinya hak istimewa agar tak perlu ikut dalam pertandingan esok hari dan dia langsung lulus menjadi murid luar Akademi Kekaisaran." ucap Yin Siyi yang mengutarakan pendapatnya.


Jujur saja semua yang ada di sana merasa terkejut apalagi Xiao Mian yang merupakan salah satu panatua dari Akademi Kekaisaran. Mengapa ia tak pernah mendengar desas desus tentang jenius dari klannya.


"Jika boleh tau siapa nama gadis itu dan dia putri siapa?" tanya Xiao Mian yang sangat ingin tau.


"Dia adalah Xiao Ziya putri dari Xiao Cunyu, adik dari Jenderal Xiao Yan dan juga Xiao Xun." ucap Yin Mierou menjawab pertanyaan dari Xiao Mian.


"Xiao Ziya? bagaimana bisa?" ucap Xiao Mian yang tak percaya, dulu dia pernah berkunjung ke Klan Xiao untuk menengok cucunya itu namun setaunya Xiao Ziya adalah gadis yang lemah dan tak memiliki akar spiritual yang kuat.


"Mengapa kau terlihat terkejut, bukankah dia anak dari Xiao Cunyu yang otomatis dia juga cucumu?" tanya Yin Siyi yang merasa keheranan.


"Wajar saja Panatua Xiao Mian tak tau apa apa bukankah dia hampir tak pernah mengunjungi Klan Xiao lagi, seingatku terakhir kali ia kesana adalah saat Xiao Ziya di lahirkan serta menghilangnya istri dari Xiao Cunyu pasca setelah melahirkan." ucap Luo Zi yang merupakan panatua pertama Akademi Kekaisaran.


Akhirnya rapatpun selesai dan mereka memutuskan untuk memberikan hak istimewa pada Xiao Ziya sebagai tanda trimakasih pihak Akademi atas bantuan yang Xiao Ziya berikan.


Keesokan harinya semua para kandidat murid baru Akademi Kekaisaran sudah berkumpul, mereka sudah menempati tempat duduknya masing masing begitu juga dengan Xiao Ziya, namun karna dia masih mengantuk Xiao Ziya memutuskan untuk memejamkan matanya dan tidur untuk beberapa saat.


Apa yang di lakukan Xiao Ziya membuatnya menjadi sorotan, dia adalah satu satunya kandidat yang bisa bersantai di saat yang lain tengah merasakan tegang. Bagaimana tidak penyisihan kali ini dilakukan dengan adu kekuatan.


"Lihatlah adik Ziya bukankah dia terlalu santai sampai sampai bisa tertidur seperti itu?" ucap Su Miji sampil menatap Xiao Ziya dari tempat duduknya.


"Itu hal yang wajar bahkan jika semua kandidat murid baru menyerang saudari Xiao Ziya secara bersamaan tak ada kemungkinan untuk menang." jawab Muyen yang sudah terbiasa dengan tingkah laku aneh Xiao Ziya.


Tak beraselang lama akhirnya datang juga perwakilan perwakilan dari Akademi Kekaisaran, ada beberapa juri yang datang untuk menilai, banyak para murid dalam, murid luar yang ikut datang untuk menonton seperti apa kekuatan para calon junior junior mereka.


Seperti biasanya Yin Mierou lah yang memimpin jalannya pertandingan.


"Baiklah kali ini pertandingan penentuan bagi kalian para kandidat, apakah kalian layak menjadi murid murid dari Akademi Kekaisaran ataupun tidak. Dalam pertandingan ini kalian di larang untuk saling membunuh selain itu siapa yang keluar dari arena dia dinyatakan kalah. Selain itu saya juga mengumumkan bahawa ada salah seorang kandidat yang akan diberikan hak istimewa dia tak perlu mengikuti seleksi tahap akhir dan akan langsung lolos menjadi murid luar Akademi Kekaisaran." ucap Yin Mierou.


Perkataan Yin Mierou tadi membuat semua para kandidat dan para murid Akademi Kekaiaaran merasa penasaran siapakah orang yang beruntung itu.


"Sepertinya baru kali ini Akademi memberikan hak istimewa untuk kandidat murid baru." ucap Ruo Qizu yang merupakan salah satu murid luar.


"Sehebat apa orang itu atau dia hanya beruntung saja." ucap yang lain.


"Mungkin dia anak bangsawan yang membayar banyak agar lolos secara instan." ucap Yin Cunha sambil tersenyum sinis.


Di saat yang lain tengah meributkan tentang siapa yang mendapat hak istimewa itu Xiao Ziya masih tak perduli dan melanjutkan tidurnya. Xiao Xun yang ada di barisan para penonton hanya bisa melihat tingkah adiknya itu sambil menggeleng gelengkan kepala.


"Xun bukankah gadis yang sedang tertidur itu adalah adikmu?" tanya Ling Fuen yang merupakan salah satu murid inti sekaligus sahabat Xiao Xun.


"Iya dia Xiao Ziya dan dia adikku, entah mengapa adikku bisa sesantai itu." ucap Xiao Xun sambil menepuk jidatnya.


"Baiklah silahkan kalian naik ke atas arena untuk memperebutkan nomer urut. Kali ini kalian tak mengambilnya satu persatu, saya akan melempar semua kertas ini ke atas dan kalian akan berebut mengambilnya." jelas Yin Mierou.


Para kandidatpun naik ke atas arena mereka sudah bersiap untuk saling berebut kecuali Xiao Ziya yang masih saja memejamkan matanya, Yin Mierou dan juga para juri hanya bisa bersabar melihat tingkah Xiao Ziya.


"Dalam hitungan ketiga saya akan melemparnya, satu.........dua........tiga." saat hitungan ketiga Yin Mierou melempar tumpukan kertas setinggi tingginya.


Para kandidat murid barupun saling berebut, sedangkan Xiao Ziya hanya mengayunkan tangannya dan sebuah kertas yang berisi nomer urut satu berhasil ia dapatkan.


"Adikmu itu benar benar berbeda Xiao Xun." ucap Ling Fuen sambil menepuk punggung Xiao Zun.


***Hai hai semuaaaaa apa kabar kalian humm rindukah padaku???


akhirnya aku bisa up lagi ges alhamdulillah


Jangan lupa vote, komen, like, rate, share***.